News
Batal
KATEGORI
link has been copied
177
Lapor Hansip
25-09-2020 16:10

Tengku: Tak Ada yang Jantan Ngaku PKI, Mereka Cuma Memaki, Tapi Pengecut

Quote:Tengku: Tak Ada yang Jantan Ngaku PKI, Mereka Cuma Memaki, Tapi Pengecut

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain getol mengangkat isu kebangkitan komunis. Kali ini, dia mengingatkan kembali tentang potongan sejarah gerakan komunis di Indonesia.

Dia mengatakan Wakil Presiden pertama Muhammad Hatta difitnah oleh DN Aidit sebagai gembong PKI, sebagai "dalang" masalah PKI Madiun 1948.


Kemudian, kata dia, Presiden Soeharto ketika itu juga difitnah sebagai anak cucu PKI, sebagai "dalang" G30S/PKI tahun 1965.

"Kaum muslimin sudah faham polanya PKI...? Cerdaslah wahai kaumku..." kata Tengku.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon menambahkan informasi yang sebelumnya disampaikan Tengku sebelumnya di media sosial, Bung Hatta dulu merupakan target utama PKI karena kudeta mereka gagal di tahun 1948. Ketika itu, PKI menyebut “Teror Putih Hatta.”

"Makanya hampir tak ada orang PKI yang suka dengan Hatta. Pak Harto juga diframe dengan istilah “Kudeta Merangkak.” PKI tak suka karena Pak Harto gagalkan kudeta PKI 1965 dan bubarkan PKI 1966," kata pendiri Fadly Zon Library.

Sehabis itu, Tengku menyebut kalangan yang resisten dengan upaya untuk mengingatkan kembali sejarah PKI sebagai pengecut.

"Jika ada yang menuliskan kebiadaban PKI dan komunis, muncullah bertubi-tubi makian dan usaha pembelokan fakta biadabnya PKI itu. Tapi anehnya tidak satupun yang membela PKI di media berani secara jantan mengakui "aku PKI komunis." Mereka hanya marah dan maki-maki, tapi pengecut. Paham?" katanya.

"Nalar waras. Umat Islam jika agamanya disinggung pasti marah. Umat Kristen juga jika agamanya disinggung pasti marah. Umat Hindhu, Buddha, dan Konghucu juga sama. Kenapa? Karena mereka semua pengikutnya. Nah, kenapa banyak yang marah saat komunis disinggung...? Siapa mereka? Ayo," katanya.

Jangan membesar-besarkan

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah memastikan tidak ada ruang bagi PKI untuk kembali bangkit sehingga diharapkan pihak-pihak tertentu, baik kalangan politisi, akademisi, maupun masyarakat umum, tidak khawatir dan membesar-besarkan isu kebangkitan partai terlarang itu di Indonesia.

"TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 masih berlaku dan memiliki kekuatan hukum mengikat. Karena itu, tanpa disebutkan dalam RUU Haluan Ideologi Pancasila pun, organisasi terlarang ini dan ajaran komunisme tidak mungkin lagi dibangkitkan kembali dengan cara apa pun," kata Basarah, beberapa waktu yang lalu.

Pernyataan Basarah tersebut juga untuk merespon ramainya pemberitaan mengenai Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila yang tidak mencantumkan Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/ 1966 tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan ajaran Komunisme atau Marxisme, sebagai konsideran dalam RUU tersebut.

Menurut Basarah dalam Sidang Paripurna MPR RI Tahun 2003, MPR RI telah mengeluarkan TAP MPR Nomor I Tahun 2003 yang secara populer disebut dengan "TAP Sapujagat" karena berisi Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum Ketetapan MPRS dan Ketetapan MPR RI sejak 1960 sampai 2002.

"Dan setelah keluarnya TAP MPR No I Tahun 2003 ini, MPR sudah tidak lagi punya wewenang untuk membuat TAP MPR yang bersifat mengatur keluar atau regeling," ujarnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR itu menjelaskan dari total 139 TAP MPRS/MPR yang pernah keluarkan, semuanya dikelompokkan menjadi enam kategori dengan rincian sebagai berikut, pertama, sebanyak delapan TAP MPR dinyatakan tidak berlaku.

Kedua, tiga TAP dinyatakan tetap berlaku dengan ketentuan tertentu; ketiga, delapan TAP dinyatakan tetap berlaku sampai dengan terbentuknya pemerintahan hasil pemilu; keempat, 11 TAP dinyatakan tetap berlaku sampai dengan terbentuknya Undang-Undang.

"Kelima, sebanyak lima TAP dinyatakan masih berlaku sampai dengan ditetapkannya Peraturan Tata Tertib baru oleh MPR hasil pemilu tahun 2004. Terakhir sebanyak 104 TAP dinyatakan dicabut maupun telah selesai dilaksanakan," kata dia.

Karena itu, menurut dia, MPR saat ini sudah tidak lagi memiliki wewenang untuk membuat ataupun mencabut TAP MPR maka secara yuridis ketatanegaraan pelarangan PKI dan ajaran Komunisme dalam TAP MPRS XXV Tahun 1966 telah bersifat permanen.

Basarah menjelaskan TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 masuk dalam kelompok kedua dan dinyatakan masih berlaku jadi tidak perlu ada kekhawatiran PKI bakal bangkit lagi.

"Apalagi ada regulasi lain yang juga mengatur soal itu, yakni Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Yang Berkaitan Dengan kejahatan Terhadap Keamanan Negara," ujarnya.

Menurut dia, UU tersebut memuat larangan menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme atau Marxisme-Leninisme, dengan ancaman pidana penjara dua belas tahun sampai dengan 20 tahun penjara namun tidak ada ruang lagi bagi PKI untuk kembali bangkit.

Selain itu Basarah mengulas ancaman gerakan Islam Transnasional yang sedang melakukan propaganda di Tanah Air, satu di antaranya adalah Hizbut Tahrir Indonesia.

Menurut dia, sejak didirikan oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani di Palestina tahun 1953, organisasi yang mengusung konsep khilafah itu telah menyebar di banyak negara, termasuk di Indonesia.

"Sepak terjang HTI memang tidak identik melakukan tindakan kekerasan. Akan tetapi dakwah yang dipropagandakannya demikian berbahaya lantaran mengusung konsep Khilafah Islamiyyah, sebuah imperium tunggal yang melintasi lintas sekat-sekat wilayah negara dan menolak konsep nasionalisme bangsa Indonesia," tuturnya.

Ketua DPP PDI Perjuangan itu mengatakan, HTI sebagai ormas telah dibubarkan tidak hanya berdasarkan Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, tapi juga oleh pengadilan hingga level Mahkamah Agung.

Menurut dia, MA telah menolak permohonan kasasi HTI bernomor 27 K/TUN/2019 dan resmi diputus pada Kamis 14 Februari tahun 2019, untuk itu semua pihak untuk hanya berpegang pada Pancasila sebagai satu-satunya ideologi negara.

"Pancasila adalah dasar negara dan ideologi negara Indonesia yang mengayomi kita semua sebagai bangsa dengan suku dan pilihan agama berbeda-beda. Pancasila memuat unsur-unsur ketuhanan," ujarnya.

Menurut dia, sejak kelahirannya Pancasila tidak pernah bertentangan dengan agama tetapi justru keduanya saling melengkapi.

Dia mengatakan Pancasila sebagai dasar negara yang final juga telah diterima baik oleh dua organisasi Islam besar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah serta organisasi keagamaan lainnya.

https://www.suara.com/news/2020/09/2...engecut?page=3


Ngaku gak lu emoticon-Blue Guy Bata (L)

profile-picture
profile-picture
profile-picture
jagogkritikal dan 10 lainnya memberi reputasi
9
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Tengku: Tak Ada yang Jantan Ngaku PKI, Mereka Cuma Memaki, Tapi Pengecut
25-09-2020 16:30
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Jadi ada ndak nih PKI nya? emoticon-Bingung (S)




Menurut spekulasi ane,
kejadian G30S ini begini:

- Pentolan PKI & militer yang terafiliasi dengan PKI berupaya merebut kekuasaan,
motifnya ane gak berani menyimpulkan. Tapi ane kira mereka gak bertujuan mengkudeta Soekarno. Cuman sepertinya rencana mereka gak mateng. Jadi setelah melakukan G30S itu malah kek kebingungan selanjutnya mau ngapain.

- Ada pihak lain yang memanfaatkan gerakan di atas untuk merebut kekuasaan. Patut diduga ada pihak asing yang berkepentingan.

- Kader2 & simpatisan PKI yang ada di bawah gak ngerti apa2 soal gerakan yang dilakukan pentolannya. Nah pihak lain yang disebut di atas supaya memperkuat posisinya mengobarkan provokasi menyikat kader2 & simpatisan PKI yang sebetulnya gak terlibat G30S supaya masyarakat sibuk dengan konflik horizontalnya sementara pihak ini merebut kekuasaan dari Soekarno.


emoticon-linux2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
joesan1899 dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
profile picture
kaskus maniac
25-09-2020 16:43
Makanya disebut "Kudeta Merangkak" gan......
1
profile picture
kaskus maniac
25-09-2020 16:45
Kalau melihat cara pejabat bangkit kan isu2 sih semua benar kok. Beruntung skrg zaman lebih mudah mendapatkan informasi walau pAra korban dan pelaku dalem masalah pki telah modar.


emoticon-Traveller
0
profile picture
kaskus maniac
25-09-2020 16:51
@ngombendangak
PKI yg kudeta, Soeharto yang jadi presiden
2
profile picture
kaskus geek
25-09-2020 17:21
@budakdelusi @ngombendangak dagelan politik dgn korban banyak nyawa emoticon-Ngakak
0
profile picture
kaskus maniac
25-09-2020 17:52
menyimak gan
1
profile picture
kaskus maniac
25-09-2020 19:11


udah jd masa lalu
jd gampang ditebak
yg naek tahta berikutnya itulah dalangnya
gak ada yg namanya durian runtuh soal penguasaan negara

emoticon-Wakaka
2
profile picture
kaskus addict
25-09-2020 22:36
Setuju gan
0
profile picture
kaskus addict
26-09-2020 09:57
Menurut ane juga gitu gan. Ada 1 orang yg bermain 2 kaki. 1 kaki di CIA, 1 lagi di komunis. Jadi orang ini tau PKI mau melenyapkan 7 jenderal, tapi dia gak lakuin apa². Dan ketika G30S/PKI meletus, tiba² orang ini muncul sebagai pahlawan.

Ada spekulasi bahwa ide melenyapkan 7 jenderal ini berasal dari orang ini juga. Memberikan ide tapi gak mau ikut terlibat. Istilahnya memberikan restu lah. Buktinya A. H. Nasution yg selamat, malah di terlantarkan setelah G30S.
0
profile picture
kaskus freak
26-09-2020 10:05
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

@mat.piere Katanya orang itu pernah ditampol sama Ahmad Yani.

emoticon-Ngacir
0
profile picture
kaskuser
26-09-2020 11:19
Di FB banyak klipingan yg meng elu2kan si mayjen. Ga tau deh..emang ga mau terima realita ato emang udah ke brainwash.

Ane coba berikan pandangan malah dikatain antek PKI.

Waspadai Neo PKI bangkit : fiksi
Banyak orang yg ga percaya Neo PKI : fakta

Film G30S/PKI : 50% fiksi
Ananta c noer merasa gagal dlm pembuatan film dan sudah diakui di otobio dia : fakta

Gembargembor bilang pancasila akan diganti ekasila trisila PKI : fiksi
Ajaran HTI yg udah dilarang pemerintah tp masih aja ada demo2 ngusung : fakta

Bla....bla....blaaa

Faktanya orang2 sibuk ngurus covid dan keberlangsungan hidupnya. Ente ama golongan ente masih aja sibuk goreng2 PKI.

Faktanya...rakyat uda melek, dibelakang ente itu siapa zul. Klan cendawan sll muncul dibulan september.

Jaman jokowi klan cendawan pada klojotan satu2. Setelah jokowi n sri berhasil nego2 dgn bank swiss. Itu si anak emas uda dipalak sri dr timor dan supersemar. Skr giliran lakinya mayangsari.

Ente seorang ustad zul, seharusnya ente bicara agama saja, sejukkan bangsa ini dengan cinta damai. Bukan buat isu sisa2 ampas gorengan.
4
profile picture
kaskus addict
26-09-2020 12:07
[MENTION]widya poetra[/MENTION] iya gan. Gara2 korupsi impor bawang katanya.
0
profile picture
kaskus maniac
26-09-2020 12:55
Dagelan skripsi asing dgn menjanjikan harto jd presiden



emoticon-Traveller@budakdelusi @ngombendangak @extreme78
0
profile picture
kaskus maniac
26-09-2020 15:14
@mat.piere
Dan 1 orang itu tau, kalau A. Yani anak emas Soekarno dan sudah disiapkan sebagai penggantinya
1 orang itu juga masih segan sama Nasution
1
profile picture
kaskus addict
26-09-2020 15:47
@ngombendangak yoi. Karna kalo dipikir dengan jernih tetap gak masuk akal. Dia yg posisinya kostrad yg notabene ancaman nyata buat PKI malah gak di incar. Hanya orang2 bodoh yg masih tetap mau di bohongin dengan peristiwa yg katanya pengkhianatan G30S/PKI. Harusnya kata kata nya diganti jadi penjebakan G30S/PKI.
4
Memuat data ...
1 - 14 dari 14 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia