News
Batal
KATEGORI
link has been copied
472
Lapor Hansip
25-09-2020 13:58

Koar-koar Isu PKI Bangkit, Gatot Nurmantyo Kena Skakmat Putra DN Aidit

Koar-koar Isu PKI Bangkit, Gatot Nurmantyo Kena Skakmat Putra DN AiditSuara.com - Ilham Aidit, putra keempat Ketua CC PKI almarhum DN Aidit, buka suara terkait isu kebangkitan partai komunis yang pada bulan September 2020 kembali dikoar-koarkan sejumlah pihak.

Isu tersebut mencuat seusai Gatot Nurmantyo mengungkap alasan dirinya dicopot dari jabatan Panglima TNI.

Gatot mengklaim, dirinya dicopot dari jabatan panglima TNI karena menginstruksikan jajarannya memutar kembali film Pengkhianatan G30SPKI yang kontroversial.

Ilham Aidit mengakui tak heran isu kebangkitan PKI kembali mencuat. Ia menuturkan, isu itu selalu dikoar-koarkan oleh pihak tertentu setiap tahunnya, khususnya ketika memasuki bulan September.

"Bayangkan, sekarang sudah lebih dari 50 tahun itu dibangkit-bangkitkan lagi dan sebagainya. Memang tahun-tahun yang tidak pernah berakhir, buat kami-kami ini tahu bahwa ini nggak akan berakhir. Mungkin reda sedikit karena ada isu lain, tapi kemudian nanti akan muncul lagi, muncul lagi," kata Ilham Aidit saat dihubungi Suara.com, Kamis (24/9/2020).

Ilham Aidit berpendapat, semua yang terjadi itu bukan tanpa sebab. Dia menilai hal itu ialah dampak dari begitu luar biasanya propaganda rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun.

Salah satu propaganda tersebut, yakni melalui film dokudrama propaganda berjudul “Pengkhianatan G30SPKI” karya Arifin C Noer, yang ketika itu diwajibkan ditonton bagi siswa-siswi di bangku sekolah.

Film Pengkhianatan G30SPKI pada era 80-an hingga 90-an, menjadi modal bagi Soeharto memberikan penjelasan tentang tragedi 65 versinya sendiri. Film tersebut disponsori pemerintah Orba dengan anggaran Rp 800 juta.

"Sehingga ada satu setengah generasi lah kira-kira yang berhasil dindoktrinasi atau dipaparkan soal beginian. Itu perlu terapi yang juga lama," ujar Ilham Aidit.

Kepada Suara.com, Ilham Aidit sebelumnya juga pernah mengaku kesal kepada Gatot Nurmantyo.Khususnya, saat menjabat sebagai Panglima TNI, Gatot pernah menginstruksikan prajuritnya untuk wajib menonton kembali film Pengkhianatan G30SPKI.

Padahal, menurut dia, dengan mewajibkan menonton film tersebut hanya akan menanamkan kebodohan kepada generasi bangsa, perihal sejarah yang telah direkayasa Orde Baru.

"Tetapi, sebagian besar masyarakat saya yakin sudah jauh lebih pintar dan kritis," ucap Ilham Aidit.

Siapa di belakang Gatot?

Ilham Aidit menilai, pernyataan Gatot Nurmantyo yang belakangan mengungkapkan alasan dirinya dicopot dari jabatan Panglima TNI karena menginstruksikan prajuritnya untuk menonton film Pengkhianatan G30SPKI hanyalah omong kosong.

Sebab, menurut Ilham Aidit, semua orang pun telah mengetahui Gatot dicopot lantaran masa baktinya memang telah habis.
Di lain sisi, Ilham Aidit justru menilai pengungkapan Gatot tersebut sarat muatan politis.
"Seratus persen itu agenda politik, dia menjajakan pandangan politik dia, dan mudah juga dibaca di belakang itu siapa," ucap Ilham Aidit.

Menurut Ilham Aidit, apa yang dilakukan oleh Gatot sebagai sosok yang memiliki ambisi untuk maju menjadi calon presiden tak lebih sebagai penjajaan diri untuk menggalang basis masa pendukung di Pilpres 2024.
Dia menyebut, apa yang dilakukan Gatot dengan memunculkan isu PKI adalah menduplikasi cara rezim Orde Baru dalam memuncaki kejayaannya.

Lebih lanjut, Ilham menjelaskan bahwa rezim Orde Baru pada masanya mampu berkuasa hingga puluhan tahun tidak lain dengan menggunakan narasi propaganda patriotisme dengan alih-alih menyelamatkan NKRI dan Pancasila dari PKI.

Padahal, Ilham Aidit sendiri meragukan ihwal adannya kebangkitan PKI di era kekinian.

"Ini mereka mencoba menduplikasi kalau menurut saya, menduplikasi kejayaan itu (rezim Orde Baru). Walaupun itu saya bilang justru tidak strategis, karena semua orang sudah mulai pintar dan tahu bahwa soal PKI adalah pelaku kudeta penuh tanda tanya besar," katanya.

"Kedua juga orang sudah melek bahwa kekisruhan yang selama ini muncul juga bukan karena ada neo-PKI, tapi lebih ke intoleran, radikalisme, dan sebagainya," imbuh Ilham Aidit.

Ia berpendapat bahwa paham komunisme sendiri kekinian menurutnya tidak lagi mempunyai ruang di dunia. Meski, masih ada beberapa negara di Eropa yang menganut paham tersebut.

"Berbeda di tahun 50an, 60an di mana sepertiga dunia itu menganut komunisme, paham itu. Berbeda sekali, enggak ada ruang," ujarnya.

Terlebih, Ilham Aidit mengemukakan bahwa Indonesia merupakan negara yang paling khawatir akan adanya partai komunis.

Berbeda dengan negara-negara lain yang tidak begitu takut atau khawatir lantaran mereka meyakini bahwa partai komunis kekinian tidak lagi laku atau memiliki tempat.

"Tetapi di Indonesia, begitu ada niatan, begitu mereka mulai berkumpul untuk membuat partai (komunis) udah pasti lumat itu," katanya menambahkan.


Tak hanya itu, Ilham Aidit menilai pengungkapan eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang mengaku bergabung dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) lantaran adanya kebangkitan PKI gaya baru di Indonesia, adalah omong kosong.

Sebab, menurut Ilham Aidit, paham komunisme sejati tidak lagi memiliki ruang di dunia, termasuk di Indonesia.

Ilham Aidit menyoroti ihwal narasi Gatot yang kerap berkoar-koar ingin 'menyelamatkan' Indonesia.

Dia justru menduga kalau Gatot dan kawan-kawannya yang tergabung di KAMI justru memiliki niatan politikus lain di balik koar-koarnya tersebut.

"Ini KAMI ini aliansi untuk menyelamatkan Indonesia. Kebayang nggak sih orang-orang yang mengatakan bahwa mereka akan menyelamatkan Indonesia hanya terdiri dari 30-40 orang?" kata Ilham Aidit.

"Padahal sebuah negara yang besar itu ketika harus selamat itu butuh sebuah lembaga, badan-badan, departemen yang mengatur itu semua. Jadi saya bilang ini omong kosong besar," Ilham menambahkan.
Terlebih, menurut Ilham Aidit, Gatot Cs yang tergabung di dalam KAMI tidak lain hanyalah segelintir orang 'kalah'.

Sebab, sebagian besar dari tokoh-tokoh yang tergabung di dalam KAMI merupakan lawan politik Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat Pilpres 2020.

"Sebetulnya notabenenya mereka adalah orang-orang yang kalah. Siapa sih yang enggak tahu, Rizal Ramli, Din Syamsuddin, kemudian Rocky Gerung, itu orang-orang yang udah terlempar dari pusaran politik," ujar Ilham Aidit.

Lebih lanjut, Ilham Aidit juga menilai apa yang dilakukan Gatot Cs tidak lain hanya untuk mengaktualisasikan diri di panggung elite. Padahal, mereka menurutnya tidak lain hanyalah orang-orang yang 'kalah'.

Untuk itu, Ilham Aidit, justru menyarankan Gatot Cs alangkah baiknya mendirikan sebuah partai.

Bukan justru koar-koar ingin menyelamatkan Indonesia dari PKI persis menduplikasi propaganda rezim orde baru alias Orba masa kepemimpinan Presiden Soeharto.


"Dan seandainya mereka mengatakan kami akan mengaspirasikan ya boleh-boleh saja. Tapi ambil aspirasi yang melalui jalur yang benar. Kalau mereka berani bikin lah partai dan bertarung di parlemen. Itu pengecut banget mau disebut hebat tapi bertarungnya enggak mau."Koar-koar Isu PKI Bangkit, Gatot Nurmantyo Kena Skakmat Putra DN Aidit
https://www.suara.com/news/2020/09/2...n-aidit?page=5

Memang benar tidak ada ruang tuk PKI hidup kembali namun masih ada ruang tuk PKI di jadikan alat adu domba masyarakat.emoticon-Angkat Beer

PKI itu seperti angin kentut yg di hembuskan oleh orang2 yg abis makan jengkol dan pete.
Baunya kemana2 tapi kagak keliatan fisiknyaemoticon-Angkat Beer




profile-picture
profile-picture
profile-picture
jedotinpala dan 72 lainnya memberi reputasi
61
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Koar-koar Isu PKI Bangkit, Gatot Nurmantyo Kena Skakmat Putra DN Aidit
25-09-2020 14:41
PKI gak bakalan laku atau eksis, PKI itu partai dia keliatan dan berbentuk, yg dikawatirin sebagian kalangan pahamnya, ideologinya, paham gak cong????

hatei yg gk pernah bikin sejarah/catatan rusuh gk punya power di politik di negeri ini bnyk yg kalang kabut,




emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Judess dan 9 lainnya memberi reputasi
2 8
-6
profile picture
kaskus addict
25-09-2020 16:21
Jadi PKI atau komunis nih yg harus dihabisi??
Secara lembaga emang bener PKI udah ga ada..
Secara pemikiran siapa yg berani ngaku berpaham komunis di depan umum?
Siapa elit yg menerapkan paham komunis dalam suatu organisasi??
Siapa pejabat yg Menerapkan paham komunis dalam kebijakannya??
Sang mantan jenderal kan bilang dia udah tau dari 2008 tentang PKI.. ketika Dy menjabat panglima.. siapa yg ditangkap karena terindikasi pki??
Kenapa FPI klo demo anti pKI bisa bawa bendera PKI padahal bendera itu masih dilarang sampai sekarang??
Klo paham yg diusung HTI emang bagus.. kenapa dilarang di Arab Saudi?? Apakah pemerintah Arab Saudi telah bertindak zalim ke rakyat berpaham HTI/IM kaya Wiwi?? Klo iya.. kenapa masih ngeluarin duit buat ibadah dan memuji pemerintah yg zalim??
5
profile picture
KASKUS Plus
25-09-2020 19:00
sama saja mereka.

ingat DI TII?
HTI itu melanjutkan perjuangan DI TII.
PKI n HTI keduanya sama2 pengkhianat!
2
profile picture
aktivis kaskus
25-09-2020 21:21
@ortillo.reborn Bro, cuman org bego yg mau jadi komunis di tahun 2020.

Kapitalisme aja deh.
4
profile picture
kaskuser
26-09-2020 01:31
@Namikazemaru betul banget bro, jelas2 komunis gagal. Lagian para pengusaha apalagi para konglomerat pasti habis2an menyerang kaum komunis. Kalau komunis benar2 diterapkan, semua tanah dan perusahaan jadi milik negara, konglomerat jadi melarat.
1
profile picture
KASKUS Plus
26-09-2020 07:39
@asda10 @Namikazemaru gak juga gan.
konglomerat pasti mendekat kepenguasa ideologi.
klo komunis ya mereka merapat kesana.
dinegara2 yg menganut komunis banyak tuh konglomeratnya,,,pastinya mereka aktif sbagai anggota partai biar aman.

Mau ideologi apapun pasti yg jdi korban rakyat jelata.
2
profile picture
kaskuser
30-09-2020 22:43
@tokoalshop @Namikazemaru ya itu kalau sudah terlanjur negara komunis gan. Elit2 yang kaya itu memanfaatkan kedekatan dg elit politik trus jd kaya diam2 tapi ya gak bisa jd konglomerat kalau negara komunis betulan (china sudah bukan komunis, yg masih komunis itu ya korut). Kalau belum jadi negara komunis ya jelas ditentang. Sekarang bayangin deh, misal agan konglomerat punya tanah puluhan ribu hektar, perusahaan sudah mencengkeram sektor penting, mau gak tanahnya semua disita dibagikan ke semua rakyat? Semua negara yang berubah jadi komunis pasti melalui tahap ini, revolusi, kaum borjuis ditangkapi, semua harta disita, timbul elit baru yaitu petinggi partai komunis yg jd bak raja. Kalau ane jd konglomerat itu jelas ane sokong lawannya habis2an drpd harta ane hilang semua.
2
Memuat data ...
1 - 6 dari 6 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia