News
Batal
KATEGORI
link has been copied
205
Lapor Hansip
23-09-2020 06:55

KPU Diminta Imbau Rakyat agar Bawa Paku Sendiri saat Pencoblosan

KPU Diminta Imbau Rakyat agar Bawa Paku Sendiri saat Pencoblosan

VIVA – Pemilihan kepala daerah secara serentak dipastikan tetap digelar sesuai jadwal 9 Desember 2020. Meski begitu, pemerintah dan penyelenggara pemilu, diminta harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan rakyat.

Tetap menjalankan protokol COVID-19 dalam proses pilkada, mulai dari pendaftaran hingga pencoblosan. Hal ini penting agar pilkada serentak tidak menjadi klaster baru penyebaran virus corona.

"Semoga eksekutif, legislatif bersama KPU mau mengkaji lebih dalam terutama kaitan dengan wabah COVID-19.

Keputusan politik yang diambil DPR, pemerintah dan KPU tetap menyelenggarakan pilkada pada tanggal 9 Desember. Karena itu, kata Kokok, partainya mendesak agar segera diterbitkan PKPU yang baru. "Yang benar-benar ketat mengatur semua proses pilkada agar menjamin kesehatan masyarakat," kata Kokok.

KPU Diminta Imbau Rakyat agar Bawa Paku Sendiri saat Pencoblosan

Selain itu, dia juga mengusulkan agar ada protokol ketat saat kampanye tatap muka, baik secara tertutup maupun terbuka. Sanksinya pun harus jelas dan tegas jika terjadi pelanggaran.

Begitu juga diperlukan aturan pelarangan konser musik atau pengumpulan massa dalam jumlah besar dalam bentuk apa pun. Semua kampanye, kata Kokok, dilakukan mayoritas secara virtual, menggunakan media sosial dan juga media massa.

KPU Diminta Imbau Rakyat agar Bawa Paku Sendiri saat Pencoblosan

"Begitu pula pada saat pemungutan suara, KPU benar-benar harus mengatur jumlah pemilih di tiap TPS agar tidak terjadi kerumunan massa. Tempat cuci tangan harus dipastikan ada, juga pemilih wajib bermasker," ujar Kokok.

"Termasuk di dalamnya, rakyat diminta membawa paku atau alat sejenis dari rumah masing-masing untuk menghindari terjadinya penyebaran wabah karena alat berpindah tangan. Atau wajib tersedia disinfektan untuk membersihkan paku/alat penusuk tiap seusai dipergunakan," Kokok melanjutkan.

Pada tahap penghitungan atau rekapitulasi suara, KPU diminta membuat aturan detail untuk menjaga kesehatan petugas, saksi, dan masyarakat umum agar tidak menimbulkan klaster COVID baru dan memanfaatkan kemajuan teknologi agar rakyat bisa memonitor penghitungan dari rumah.

Dalam beberapa hari ini, banyak muncul permintaan penundaan pelaksanaan pilkada 2020. NU dan Muhammadiyah termasuk yang meminta penundaan.

KPU Diminta Imbau Rakyat agar Bawa Paku Sendiri saat Pencoblosan


Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyarankan agar penyelenggaraan pilkada serentak 2020 yang digelar di tengah pandemi virus corona bisa ditunda pelaksanaannya.

Haedar meminta agar kondisi pandemi corona saat ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi penyelenggara pilkada serentak 2020. Salah satu pertimbangan adalah kondisi di tengah pandemi COVID-19 dan demi keselamatan bangsa serta menjamin pelaksanaan yang berkualitas.

"KPU hendaknya mempertimbangkan dengan seksama agar pemilukada 2020 ditunda pelaksanaannya sampai keadaan memungkinkan," tegas Haedar.

"Keselamatan masyarakat jauh lebih utama dibandingkan dengan pelaksanaan pemilukada yang berpotensi menjadi klaster penularan COVID-19," lanjut Haedar.

sumber

******
kertas suaranya gasekalian dikasi file pdfnya??? biar ngeprint sendiri dr rumah emoticon-Big Grin

demi mencegah penyebaran, pilihan solutif sepertinya hanya ada golput.. Dirumah aja.. emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
minhakim20 dan 22 lainnya memberi reputasi
23
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
KPU Diminta Imbau Rakyat agar Bawa Paku Sendiri saat Pencoblosan
23-09-2020 07:04
Agak berlebihan, karena tidak ada bukti coronavirus menyebar lewat paku (ataupun permukaan barang lain). Sejauh ini sebagian besar, mungkin hampir semua, penyebaran corona adalah lewat nafas manusia.

E-voting saja, biar tidak usah ngumpul. Dorong undang-undangnya di DPR. Kalau ada fraksi atau anggota DPR yang ngotot harus coblos langsung, dibully aja pakai jurus "ente tidak peduli nyawa manusia??"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bolang11 dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
profile picture
Made In Kaskus
23-09-2020 07:43
Penggunaan e-voting agar bisa benar² diterapkan kedepan baik dalam pilkades, pilkada maupun pemilu butuh proses yang panjang, dari sisi hukum, budaya, sosial dan politik, keamanan dan anggaran, jadi semua harus dilihat betul dengan seksama. Dan kunci dari e-voting adalah kepercayaan yang tinggi dari publik kepada pihak penyelenggara dalam hal ini KPU. Jangan sampai ketika e-voting diberlakukan, malah dapat menghilangkan transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan partisipatif di pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

E-voting juga sama dengan sistem manual, samanya yaitu pemilih tetap datang berbondong-bondong ke TPS untuk memberikan hak suaranya pada perangkat e-voting di bilik.

Dalam konteks pilkada di sikon pandemi covid-19 saat ini siapa yang bakalan menjamin dan bertanggung jawab jika nanti tidak akan ada kluster pilkada serta prokes akan dijalankan dengan ketat ?

Sanggupkah pemerintah menyediakan ruang isolasi dan ruang ICU serta liang lahat yang banyak jika, jika nanti ada ledakan kasus covid-19 di 270 pilkada serentak ?
5
profile picture
23-09-2020 15:38
nah tuh... bener... konsekuensinya pemerintah pun harus siap menyediakan ribuan ruang isolasi untuk jaga-jaga
2
profile picture
KASKUS Plus
23-09-2020 18:30
E-voting pke Gform gans wkwk emoticon-Ngakak
2
profile picture
kaskus addict
24-09-2020 06:28
E voting pake teknologi blockchain, baru bener
1
Memuat data ...
1 - 4 dari 4 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia