News
Batal
KATEGORI
link has been copied
194
Lapor Hansip
16-09-2020 20:47

Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Setelah membahas pesawat Eurofighter, TS jadi tertarik membahas pesawat jet tempur dari benua biru. Jika kita kembali ke benang merah kelahiran Eurofighter Typhoon, maka Prancis ada dalam proyek tersebut. Namun karena suatu hal, mereka memilih keluar dan memulai proyeknya sendiri.

Proyek ini diberi nama Dassault Rafale, muncul hampir bersamaan setelah lahirnya Typhoon. Kawan satu benua ini sekarang menjadi saingan sengit dibidang jet tempur, langsung kita mulai saja sejarah panjangnya gan sist. Jangan lupa siapkan camilan atau kopi.


SEJARAH

Pada pertengahan 1970-an, Angkatan Udara Prancis (Armée de l'Air) dan Angkatan Laut Prancis (Aéronavale) menginginkan pesawat tempur baru. Pesawat yang akan digantikan adalah SEPECAT Jaguar di Angkatan Udara dan F-8 Crusader di Angkatan Laut.

Menanggapi hal itu, pihak pemerintah pun berkeinginan untuk bisa mengembangkan pesawat buatan mereka sendiri, kemudian pada Oktober 1979 Prancis mengikuti program pengembangan pesawat baru yang dilakukan oleh Inggris dan Jerman.

Prancis mengirim pabrikan Dassault Aviation untuk proyek ini, sementara Inggris diwakili BAE serta Jerman diwakili MBB. Proyek tiga negara ini diberi nama European Combat Aircraft (ECA), mereka menggunakan nama Eurofighter untuk penamaan pesawat ini kedepannya.


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Ilustrasi Rafale.

Sumber


Namun masuk 1981, terjadi perselisihan. Prancis mengusulkan untuk menjadi pimpinan proyek dengan menyodorkan mesin Snecma M88, sementara Inggris lebih suka mesin RB199. Pada tahun itu koalisi ini bubar, dan pesawat pun gagal dibuat.

Masuk bulan April tahun 1982 pihak BAE dan MBB mengajak kerjasama Aeritalia dari Itali untuk membuat program baru bernama  Agile Combat Aircraft (ACA). Program ini menghasilkan pesawat yang bernama Experimental Aircraft Programme (EAP) pada 1983. Pada tahun itu juga, masuk anggota baru yaitu Spanyol dan Prancis.

Bersama-sama, lima sekawan ini meluncurkan program Future European Fighter Aircraft (FEFA). Hasil pengembangan program ini menghasilkan pesawat dengan kemampuan take Off dan landing dengan jarak pendek (STOL) dan perang di luar jangkauan mata (BVR). Tahun 1983, Prancis mengadakan kontrak dengan Dassault untuk pembuatan pesawat peraga dari EAP yang diberi nama Avion de Combat eXpérimental (ACX).

Namun pada tahun 1984 Prancis menawarkan proposal baru, dimana mereka menawarkan rancangan agar pesawat ini kelak bisa lepas landas dari sebuah kapal induk. Lagi-lagi mereka juga menginginkan posisi sebagai pemimpin proyek, namun 3 sekawan yang lain menolak proposal ini.


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Sumber


Inggris, Jerman dan dan Itali keluar dari program tersebut, meninggalkan Prancis dan Spanyol. Tanggal 2 Agustus 1985, tiga sekawan ini sepakat melanjutkan program Eurofighter, dengan pengumuman tersebut berarti Soanyol dan Prancis bukan lagi anggota proyek.

September 1985, Spanyol kembali bergabung dalam proyek, meski sebelumnya dapat desakan dari Prancis agar tidak ikut proyek tersebut. Di bulan yang sama, Prancis resmi keluar dari proyek tersebut dan memilih proyek mereka sendiri yang dikenal sebagai 'Dassault Rafale'.


PENGEMBANGAN

Akibat proposalnya ditolak oleh 4 sekawan yang lain, Prancis pun ngambek dan mulai serius dengan proyek pesawat mereka sendiri. Purwarupa pesawat ini diberi nama Rafale, dalam bahasa Prancis Rafale diartikan sebagai hembusan angin. Di mana Angin ini berhembus tiba-tiba dalam kecepatan yang sangat tinggi, biasanya hadirnya angin ini akan mengawali terjadinya hujan badai.

Pada akhir tahun 1985 Prancis sukses merancang purwarupa pesawatnya, sementara 4 sekawan masih belum membuat rancangan. Mungkin Prancis terkesan egois dengan meminta menjadi pemimpin dalam dua proyek yang diprakarsai Inggris dan Jerman.

Namun mereka punya alasan kenapa ingin menjadi pemimpin, salah satunya mereka punya rencana yang matang. Sehingga bisa dengan cepat membuat sebuah purwarupa pesawat, kalau dilogika. Proyek 4 negara yang lain tentu akan lebih cepat selesai, karena dikerjakan bersama, namun faktanya mereka lebih sering berselisih paham, sehingga proyek itu berjalan lama.


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Sumber


Sementara Prancis yang menjalankan program sendiri justru langsung tancap gas, dan purwarupa mereka terbang perdana pada 4 Juli 1986 yang diberi nama Rafale A, sementara Eurofighter terbang perdana pada 27 Maret 1994. Awalnya Dassault Rafale memakai mesin SNECMA M88 yang baru dikembangkan, ternyata mesin ini belum sempurna untuk program uji coba perdana.

Pesawat pertama itu kemudian terbang menggunakan mesin General Electric F404-GE-400, seperti yang digunakan pada F/A-18 Hornet. Pengujian berikutnya pendaratan touch and go (mendarat dan segera lepas landas kembali) di atas kapal induk dan uji terbang mesin M88 dilakukan sampai tahun 1994.


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Rancangan Rafale.

Sumber


Ketika Eurofighter pertama terbang pada bulan Maret 1994, purwarupa Rafale telah menjalani berbagai macam uji terbang selama tiga tahun. Termasuk uji terbang dari kapal induk. Rafale sendiri hadir dalam tiga varian sebagai berikut:

●Rafale C (Chasseur), pesawat tempur kursi tunggal untuk AdA (Armée de l'Air, Angkatan Udara Prancis)

●Rafale B (Biplace), pesawat tempur kursi tandem untuk AdA. Awalnya diguaakan sebagai pesawat latih, namun pada perkembangannya dijadikan pesawat multi role. Sebagai sarana latihan dan serangan.

●Rafale M (Marine), pesawat tempur khusuas kapal induk kursi tunggal untuk Aéronavale (Angkatan Laut).


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Rafale Family.

Sumber Ilustrasi


Purwarupa Rafale C terbang pada tahun 1991, kemudian purwarupa Rafale M yang pertama terbang pada tahun itu juga. Purwarupa Rafale B menyusul terbang pada awal tahun 1993, dan purwarupa Rafale M kedua terbang pada tahun yang sama. Kontrak pengadaan sendiri sudah diteken bulan April 1988 untuk varian C (tidak disebutkan berapa unit yang akan dipesan waktu itu).

Uji pesawat lanjutan dilakukan 13 Juli dan 23 Agustus 1992 di Stasiun Rekayasa Udara Angkatan Laut Lakehurst di New Jersey dan Stasiun Rekayasa Udara Angkatan Laut Sungai Patuxent di Maryland, Amerika Serikat. Uji coba diluar negeri dilakukan karena Prancis tidak memiliki fasilitas uji peluncuran pesawat berbasis daratan. Peluncuran via darat ini adalah salah satu kualifikasi untuk varian M yang akan bertugas di kapal induk Prancis, pesawat kemudian juga menjalani pengujian di atas kapal induk FS Foch.


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Rafale M diatas kapal Charles de Gaulle.

Sumber


Masalah ekonomi dan politik menyebabkan produksi Rafale M ditunda sampai tahun 1999. Masuk awal milenium, Prancis pada akhirnya memesan 294 Rafale. Terdiri dari 234 untuk Angkatan Udara dan 60 untuk Angkatan Laut, dikirim bertahap sampai tahun 2005.

Biaya pengadaan 294 pesawat Rafale sebesar € 40,690 Miliar (termasuk rancangan, produksi, dukungan, dll.) harga satu unit Rafale waktu itu (untuk semua versi) adalah € 142,3 juta.



SPESIFIKASI

Pesawat ini mengusung model yang sama dengan Eurofighter, dengan sayap delta serta dilengkapi canard (sayap kecil) dibagian depan sayap utama. Canard milik Rafale posisinya agak ke tengah, jika dilihat sekilas, canard ini seolah menyatu dengan sayap deltanya.

Yang menjadi ciri khas Rafale adalah adanya semacam aksesoris yang dipasang tepat didepan kaca kokpit yang berbentuk melengkung. Aksesoris itu disebut air refulling probe, fungsinya sebagai corong bahan bakar untuk pesawat ketika melakuakan pengisian bahan bakar di udara.


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Yang dilingkari merah adalah probe dari Rafale.

Sumber


Meskipun termasuk jet tempur generasi 4.5, Rafale masih membawa probe (corong BBM) yang tak bisa dilipat ke dalam body (non retractable probe), namun sebenarnya pobe ini dapat dilepas dan dipasang kembali dengan mudah. Bagi yang belum terbiasa probe ini akan tarasa menghalangi pandangan pilot, tapi yang sudah terbiasa, hal ini tidak menjadi masalah.

Dengan non retractable probe, menjadikan area hidung tampil lebih runcing, lantaran area hidung difokuskan untuk penempatan radar dan perangkat pendukungnya saja, bukan untuk dijadikan sarana sebagai pengisian bahan bakar.


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Ilustrasi dari dalam kokpit.

Sumber


Tampilan probe diluar kokpit ini adalah ciri khas yang melekat pada Rafale, meski banyak pengamat mengatakan probe ini terlihat mengurangi pandangan pilot. Namun penilaian ini masih subyektif, tergantung pilotnya sendiri, namun selama ini para pilot Rafale tidak terpengaruh dengan dibuatnya corong BBM didekat kokpit ini. Pemasangan probe ini tidak mengurangi kelincahan Rafale saat bermanuver dan menjalankan misi, dia tetap bisa menyandang predikat battle proven.


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Probe untuk air refuelling Rafale saat akan dikirim ke India.

Sumber


Sistem Radar

Rafale dilengkapi sistem pertahanan elektronik terintegrasi yang disebut 'Spectra', menyediakan teknologi siluman virtual berbasis perangkat-lunak buatan Thales Group. Sistem perlindungan diri elektronik (Spectra), yang dikembangkan oleh Thales dan EADS (Prancis), memberi pesawat kemampuan tertinggi untuk bertahan melawan ancaman dari udara maupun daratan.

Sistem ini memungkinkan komunikasi tidak hanya dengan pesawat lain, tetapi juga dengan komando bergerak, komando tetap, dan pusat kendali. Harga keseluruhan radar, komunikasi elektronik, dan perlengkapan perlindungan diri adalah 30% biaya pembuatan pesawat.


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Rafale M, AL Prancis.

Sumber


Kokpit Rafale menggunakan kursi pelontar Mark 16F buatan Martin-Baker, yang mampu digunakan pada laju nol dan ketinggian nol. Kursi ini berkemiringan 29 derajat ke belakang untuk memperbaiki toleransi gaya G.

Kemampuan sistem Spectra yang dipakai Rafale saat ini pernah ditunjukkan dalam pertempuran di Libya, di mana Rafale dapat melaksanakan misi secara mandiri untuk menghancurkan alat Pertahanan Udara Musuh (SEAD).


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Rafale C.

Sumber


Untuk sistem sensor pasif menggunakam Optronique Secteur Frontal (OSF). Sistem perlindungan diri elektronik ini merupakan bagian dari Spectra, memberi pesawat kemampuan untuk bertahan melawan ancaman dari udara serta daratan.

Sebagai pendukung OSF, Rafale dibekali Thales RBE2 radar pasif elektronik Passive Electronically Scanned Array (PESA). Alat ini bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap jet tempur lainnya dan dapat mendeteksi secara cepat serta mampu melacak berbagai target dalam pertempuran jarak dekat dan pencegatan jelajah jauh. Dilengkapi peta tiga dimensi beresolusi tinggi untuk sistem navigasi dan penentuan sasaran.


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Rafale B, kursi tandem.

Sumber


Sebagai pelengkap sistem radar aktif dilengkapi RBE2 AA, berupa Active Electronically Scanned Array (AESA). Memiliki kemampuan mendeteksi hingga 200 km. Radar ini juga dipakai pesawat Eurofighter buatan 4 sekawan.

Untuk memudahkan pilot dalam misinya, pesawat dipasangi modular avionik terintegrasi (IMA), atau juga biasa dikenal sebagai MDPU. IMA dapat membantu pilot selama operasi pertempuran, dengan memberikan data analisis dari seluruh sistem sensor yang terpasang di dalam pesawat.

Sebagai pesawat omnirole, untuk misi serangan ke darat Rafale juga dibekali peralatan deteksi musuh yang berada di permukaan, alat ini bernama Thales Optronics’s Reco New Generation dan Damocles electro-optical. Secara bersamaan, kedua alat ini mampu memberikan informasi mengenai posisi target, membantu dalam misi pengintaian dan sudah terintegrasi dengan sistem IMA.

Berbagai jenis radar ini digunakan untuk mendukung misi omnirole (segala peran) di era modern, misi yang mampu diemban Rafale sebagai berikut: misi respon reaksi cepat, misi pertahanan udara atau supremasi udara, misi serang darat, misi serangan ke kapal laut, misi dukungan udara untuk gerak maju pasukan darat, misi pengintaian (reconnaissance), misi taktis dan strategis penggunaan senjata nuklir.



Senjata dan Mesin

Untuk bagian persenjataan, Rafale dibuatkan 14 hardpoint atau cantelan (Rafale B dan C) dibagian bawah badan dan sayapnya. Sementara Rafale M dibuatkan 13 hardpoint. Berikut ini adalah senjata yang bisa dibawanya:

Quote:Meriam: 1× 30 mm (1,18 inci), GIAT 30/719B cannon dengan 125 butir peluru.

Rudal Udara ke udara:

● MICA IR/EM
● Magic II
● MBDA Meteor

Rudal udara ke permukaan:

●MBDA Apache.
●SCALP EG.
●AASM-Hammer (SBU-38/54/64).
●GBU-12 Paveway II.
●AM 39 Exocet.
●Rudal nuklir ASMP-A.
●AS-30L.
●Mark-82.

Bom:

● Bom berpemandu laser dengan hulu ledak 250 kg-1 ton.
●Bom kalsik tanpa pemandu laser (tidak disebutkan jenis bom apa saja yang dipakai).

Lainnya:

●Pod penentu sasaran *Thales Damocles).
●Pod pengintaian RECO
●NGPod pengintaian (THALES AREOS).
●Membawa 5 drop tangki eksternal, Rafale dapat juga memuat pod pengisian BBM dari satu Rafale ke Rafale lainnya.



Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Ilustrasi bagian hardpoint.

Sumber


Keunggulan Rafale dari jet tempur yang dibuat rame-rame oleh 4 negara lainnya adalah dibagian tangki bahan bakar eksternal. Eurofighter membawa 3 tangki eksternal, sementara Rafale mampu membawa 5 tangki eksternal sekaligus.

Seperti yang ditulis dalam spesifikasi diatas, dengan 5 tangki eksternal ini. Sebuah Rafale mampu mengisi bahan bakar bagi unit Rafale yang lain, unik bukan ?

Selama ini kita tahu sebuah jet tempur hanya bisa menerima pasokan BBM (via udara) dari sebuah pesawat tanker. Tapi dalam kasus Rafale, dia juga mampu mengisikan bahan bakar untuk unit pesawat Rafale yang lainnya, hal ini disebut sebagi buddy refueling.

Dalam situasi biasa, sebuah jet tempur akan mengisi BBM-nya via udara melalui pesawat tanker BBM di wilayah yang aman, namun dalam situasi yang tidak biasa. Tak jarang sebuah pesawat tanker tak berani mendekat untuk air refueling karena situasi pertempuran yang berbahaya, disini peran penting buddy refueling Rafale sebagai penyuplai BBM bagi rekannya sesama Rafale.


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Berbagi itu indah, sebuah Rafale mengisikan bahan bakar untuk Rafale yang lainnya.

Sumber


Rafale dilengkapi dua mesin Snecma M88, mesin ini mampu melesat hingga 1,8 mach atau 1.912 km per jam pada dengan ketinggian puncak. Dan ketinggian rendah mencapai 1,1 mach atau 1.390 km per jam. Dengan jarak jelajah mencapai 3.700 km, dengan 5 tangki eksternalnya jarak jelajahnya akan lebih jauh lagi.

Jet tempur Dessault Rafale memiliki panjang 15 meter, tinggi 5 meter dan rentang sayap mencapai 10 meter. Berat kosongnya sebagai berikut: 9.500 kg (Rafale C), 9.770 kg (Rafale B),10.196 kg (Rafale M). Sementara berat maksimum saat lepas landas sebagai berikut: 24.500 kg (Rafale C/B), 22.200 kg (Rafale M).


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Ilustrasi mesin.

Sumber


Sejauh ini Prancis menjadi pengguna terbanyak, dengan total keseluruhan 208 unit. 160 unit untuk AU Prancis dan 48 untuk Angakatan Laut Prancis. Diluar Prancis ada beberapa negara yang sudah menggunakan Si Hembusan Angin antara lain: India (36 unit), Qatar (36 unit), Mesir (24 unit).

Yang terbaru pesona Hembusan Angin sudah sampai ke Negerinya Para Dewa (Yunani), awal September 2020 kemarin. Yunani diberitakan siap membeli 18 unit Rafale F3 (generasi terbaru), Prancis pun siap memberi bonus 8 pesawat bekas AU mereka. Prancis juga akan memberi upgrade ke F3 untuk 8 pesawat bekas teresebut, total Yunani akan memiliki 24 Rafale.

Yunani dikenal sebagai pelanggan setia Prancis, sudah hampir 4 dekade mereka memakai pesawat buatan Prancis. Seperti tahun 1974, Yunani memborong 40 jet tempur Mirage F1, sementara tahun 1985 menyusul 40 unit jet tempur multi peran generasi keempat yaitu Mirage 2000. Pembelian Rafale untuk merespon ketegangan dengan Turki terkait klaim terhadap beberapa pulau di wilayah Yunani.


Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4

Masih baru, Rafale milik India.

Sumber

Dilansir dari Aircraftcompare, harga terbaru varian Rafale mencapai US$ 115 juta. Jika dirupiahkan, harga satu unit pesawat ini senilai Rp 1,6 Triliun. Sementara harga Eurodighter hasil rakitan 4 sekawan dari Eropa seharga US$ 124 juta atau sekitar Rp 1,84 Triliun.

'Hembusan Angin', sama seperti namanya, perlahan kini Rafale mulai menghembuskan anginnya untuk berada di barisan terdepan sebagai salah satu pesawat canggih dari benua biru. Kehadirannya di era modern mampu bersaing dengan produk jet tempur dari negara lain.

Demikian sedikit cerita panjang soal Dassault Rafale, ditunggu komentarnya nanti gan sist. Sampai ketemu lagi, dan tetap enjoy Kaskus emoticon-Angkat Beer


Referensi: 1.2.3.4.5
Ilustrasi: google image
profile-picture
profile-picture
profile-picture
BlueGuy.BuleGay dan 40 lainnya memberi reputasi
41
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Dassault Rafale, 'Hembusan Angin' yang Muncul di Tengah Persaingan Pesawat Generasi 4
19-09-2020 15:39
Lengkap banget, Gan. Luar biasa. emoticon-Toast

Saya bukan pengamat jet tempur tp seneng main ace combat series. Jd Saya tw nama Dassault Rafale pertama dr Ace Combat series.

Masih lebih seneng F22 Raptor c. Seneng model n kecepatannya aja emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
si.matamalaikat dan jagotorpedo memberi reputasi
2 0
2
profile picture
kaskus addict
19-09-2020 15:45
Cuman sayang ga dijual gan, kalo punya duitnya pun ga akan dikasih wkkwkw. Paling F-35 kalo mau
0
profile picture
kaskus addict
02-07-2021 00:45
Manuvernya bagus sih menurut ane. Daripada Mir2K, Tornado GR & pesawat Euro lainnya. Di pespur multirole enakan ini drpada Horny.
0
Memuat data ...
1 - 2 dari 2 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia