Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
113
Lapor Hansip
16-09-2020 23:39

Penyuka Konten Receh Tak Berarti Berpikiran Receh, Intip Faktanya!

Penyuka Konten Receh Tak Berarti Berpikiran Receh, Intip Faktanya!



Hai, hai, AganSis!

emoticon-Hai



Belakangan ini banyak sekali pembahasan seputar 'konten receh', atau 'konten sampah' yang bertebaran di berbagai media. Sebagian di antara mereka menghujat karena membuat postingan unfaedah, sementara sebagian lainnya membenarkan dan membela.

Tak bisa dipungkiri, menjamurnya konten seperti ini tak luput dari peran masyarakat di dalamnya. Istilahnya, di mana ada permintaan pasti ada penawaran. Banyak pembuat konten pada akhirnya mengikuti selera pasar demi tetap bertahan dan bisa bersaing.


"Netijen +62 memang otak micin, sukanya konten sampah!"



Nah loh!

Pada akhirnya banyak orang akan berpikiran seperti di atas. Namun, memang benar, Agansis. Konten ringan seperti itu paling banyak diminati masyarakat kita. Bahkan banyak yang viral di media tak lebih dari guyonan receh atau hal remeh yang nyaris unfaedah.


Penyuka Konten Receh Tak Berarti Berpikiran Receh, Intip Faktanya!



Namun, apakah benar banyaknya penyuka konten receh diartikan sebagai banyaknya orang berpikiran receh, malas berpikir atau kata netijen "generasi micin tak berakal"?


Mari kita simak opini ane di bawah ini. Cobalah berpikiran terbuka dan jangan terprovokasi!


emoticon-pencet



Hal pertama yang perlu agansis ketahui adalah bahwa internet mayoritas digunakan untuk mencari hiburan. Kedua, orang-orang membuka internet pada waktu senggang atau masa rehat. Mereka-mereka yang kesehariannya sudah sibuk, entah itu sekolah, kuliah, bekerja, atau bahkan ibu rumah tangga yang mengurus rumah, tentunya pada masa rehat ingin mencari hiburan untuk melepas penat bukan?



Penyuka Konten Receh Tak Berarti Berpikiran Receh, Intip Faktanya!



Akhirnya berselancarlah mereka di dunia maya. Nah, apa jadinya jika orang-orang seperti ini disuguhi konten berat yang membutuhkan berpikir untuk mencernanya? Pasti ogahlah mengikuti. Udah capek pake tenaga dan otak seharian buat kerja atau sekolah, masa suruh mikir lagi hanya untuk menikmati sebuah konten. Yang ada bukannya merasa terhibur dan hilang capek, tapi malah otak ngebul!


Jadi kesimpulannya apa?



Kesimpulannya adalah mereka menggunakan internet untuk kebutuhan hiburan semata. Wajar jika menyukai konten ringan dan menghibur (yang biasa disebut konten receh tak berbobot), dibandingkan dengan postingan atau bacaan berat yang butuh memeras otak untuk memahaminya.

Ingin mencari ilmu, informasi atau pengetahuan berfaedah? Ada waktunya sendiri, Bro! Mereka sekolah, kuliah bertahun-tahun bergelut dengan buku-buku tebal. Di tempat-tempat itulah mereka menuntut ilmu. Jadi mereka menggunakan internet sebatas mencari hiburan.

Jadi jangan asal njeplak dengan mengatakan bahwa mereka penyuka konten receh adalah generasi dangkal ilmu, generasi otak micin dan sebagainya. Bisa jadi mereka lebih berilmu dari pada orang-orang yang menghujat itu sendiri. Hanya saja, mereka diam dan tak menunjukan diri.

Ingat pepatah "tong kosong nyaring bunyinya"? Kira-kira seperti itulah perumpamaannya. Orang yang banyak bicara biasanya justeru tak ada apa-apanya.


emoticon-Traveller



Sekian thread seru-seruan kali ini. Abaikan jika tak suka. Selamat malam, selamat bermimpi.



Opini Pribadi
Penulis : @YenieSue0101
Ilustrasi : 1, 2, 3

Diubah oleh YenieSue0101
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indramamoth dan 25 lainnya memberi reputasi
20
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Penyuka Konten Receh Tak Berarti Berpikiran Receh, Intip Faktanya!
18-09-2020 00:21
Quote:Original Posted By YenieSue0101
Penyuka Konten Receh Tak Berarti Berpikiran Receh, Intip Faktanya!



Hai, hai, AganSis!

emoticon-Hai



Belakangan ini banyak sekali pembahasan seputar 'konten receh', atau 'konten sampah' yang bertebaran di berbagai media. Sebagian di antara mereka menghujat karena membuat postingan unfaedah, sementara sebagian lainnya membenarkan dan membela.

Tak bisa dipungkiri, menjamurnya konten seperti ini tak luput dari peran masyarakat di dalamnya. Istilahnya, di mana ada permintaan pasti ada penawaran. Banyak pembuat konten pada akhirnya mengikuti selera pasar demi tetap bertahan dan bisa bersaing.


"Netijen +62 memang otak micin, sukanya konten sampah!"



Nah loh!

Pada akhirnya banyak orang akan berpikiran seperti di atas. Namun, memang benar, Agansis. Konten ringan seperti itu paling banyak diminati masyarakat kita. Bahkan banyak yang viral di media tak lebih dari guyonan receh atau hal remeh yang nyaris unfaedah.


Penyuka Konten Receh Tak Berarti Berpikiran Receh, Intip Faktanya!



Namun, apakah benar banyaknya penyuka konten receh diartikan sebagai banyaknya orang berpikiran receh, malas berpikir atau kata netijen "generasi micin tak berakal"?


Mari kita simak opini ane di bawah ini. Cobalah berpikiran terbuka dan jangan terprovokasi!


emoticon-Stick Out Tongueencet



Hal pertama yang perlu agansis ketahui adalah bahwa internet mayoritas digunakan untuk mencari hiburan. Kedua, orang-orang membuka internet pada waktu senggang atau masa rehat. Mereka-mereka yang kesehariannya sudah sibuk, entah itu sekolah, kuliah, bekerja, atau bahkan ibu rumah tangga yang mengurus rumah, tentunya pada masa rehat ingin mencari hiburan untuk melepas penat bukan?



Penyuka Konten Receh Tak Berarti Berpikiran Receh, Intip Faktanya!



Akhirnya berselancarlah mereka di dunia maya. Nah, apa jadinya jika orang-orang seperti ini disuguhi konten berat yang membutuhkan berpikir untuk mencernanya? Pasti ogahlah mengikuti. Udah capek pake tenaga dan otak seharian buat kerja atau sekolah, masa suruh mikir lagi hanya untuk menikmati sebuah konten. Yang ada bukannya merasa terhibur dan hilang capek, tapi malah otak ngebul!


Jadi kesimpulannya apa?



Kesimpulannya adalah mereka menggunakan internet untuk kebutuhan hiburan semata. Wajar jika menyukai konten ringan dan menghibur (yang biasa disebut konten receh tak berbobot), dibandingkan dengan postingan atau bacaan berat yang butuh memeras otak untuk memahaminya.

Ingin mencari ilmu, informasi atau pengetahuan berfaedah? Ada waktunya sendiri, Bro! Mereka sekolah, kuliah bertahun-tahun bergelut dengan buku-buku tebal. Di tempat-tempat itulah mereka menuntut ilmu. Jadi mereka menggunakan internet sebatas mencari hiburan.

Jadi jangan asal njeplak dengan mengatakan bahwa mereka penyuka konten receh adalah generasi dangkal ilmu, generasi otak micin dan sebagainya. Bisa jadi mereka lebih berilmu dari pada orang-orang yang menghujat itu sendiri. Hanya saja, mereka diam dan tak menunjukan diri.

Ingat pepatah "tong kosong nyaring bunyinya"? Kira-kira seperti itulah perumpamaannya. Orang yang banyak bicara biasanya justeru tak ada apa-apanya.


emoticon-Traveller



Sekian thread seru-seruan kali ini. Abaikan jika tak suka. Selamat malam, selamat bermimpi.



Opini Pribadi
Penulis : @YenieSue0101
Ilustrasi : 1, 2, 3



pret, justifikasi kaum alay ini mah

receh ya receh, hiburan yg disukai itu sejalan sama kualitas intelegensi penikmatnya

kaum intelektual mana sudi buang waktu buat nonton konten2 sampah tak bermanfaat sekalipun untuk hiburan

ingat waktu = uang di dunia bisnis, di dalam agama pun waktu itu sangat berharga untuk dibuang-buang dengan melihat sesuatu yang gak mutu macam begituan

kaum intelektual kalaupun butuh hiburan ringan lebih baik baca koran, baca buku, main game, atau mengerjakan hobby yang lainnya

atau mengisi waktu dengan kegiatan produktif

intinya garbage in garbage out

mana ada orang intelektual mau ngisi sampah ke otak mereka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
grenademan24 dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
profile picture
newbie
18-09-2020 07:56
ane nungguin komen ini. bersyukur msh ada org bener kyk aganemoticon-Shakehand2
1
profile picture
kaskus addict
18-09-2020 08:22
finally, referensi hiburan orang emang beda-beda, einstein aja hiburannnya bedah-bedah rumus matematika yang lama/usang
2
profile picture
kaskus maniac
18-09-2020 14:07
menurut ane, konten receh seharusnya cm jadi penyeimbang aja sih gan. utamanya, konten receh lebih universal karna lebih mudah untu dipahami dan diterima sama orang banyak. lagipula, kalo sbg selingan dan media hiburan selepas pulang kerja misalnya
0
Memuat data ...
1 - 3 dari 3 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia