News
Batal
KATEGORI
link has been copied
9
Lapor Hansip
16-09-2020 17:09

Kapolda Metro Jaya: Melanggar PSBB Bisa Dipidana!

Quote:
Kapolda Metro Jaya: Melanggar PSBB Bisa Dipidana!


Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengingatkan kepada warga bahwa melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bisa berujung pidana.
"Terkait sanksi (PSBB) bisa juga pidana, misalnya membuat kerumunan lalu melawan (saat ditertibkan), akan kita kenakan KUHP Pasal 212, 216, 218," kata Nana di Grogol, Jakarta Barat, Rabu (16/9/2020).

Pasal 212 KUHP berbunyi, "Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500".

Sementara Pasal 216 KUHP ayat (1) berbunyi, "Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barangsiapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp 9.000".

Adapun Pasal 218 KUHP menyebutkan, "Barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp 9.000". Selain itu, Nana menyampaikan, ada beberapa undang-undang mengenai wabah dan kekarantinaan yang bisa disangkakan kepada pelanggar PSBB.

"UU Nomor 4 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, UU 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan," ujar Nana.

Selama PSBB diterapkan, personel gabungan TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, dan Pemprov DKI kini melakukan operasi yustisi.

Operasi yustisi ini dilaksanakan untuk mengawasi penerapan PSBB yang kembali diterapkan DKI sejak Senin lalu.

Ada delapan titik yang diawasi selama operasi yustisi tersebut, yakni di kawasan Pasar Jumat, Jalan Perintis Kemerdekaan Jakarta Pusat, Jalan Raya Kalimalang, Jalan Kalideres Jakarta Barat, Tugu Tani, Jalan Asia Afrika, Bundaran Hotel Indonesia (HI), dan Semanggi.

Selama operasi yustisi, petugas gabungan akan menindak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Oleh karena itu, masyarakat yang tidak menggunakan masker, termasuk saat berkendara, akan dikenakan sanksi.





SUMBER





PIDANA DENDA NYA CUMA 4500 & 9000 RUPIAH ???

MANTAB BETUL emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 666fapfap memberi reputasi
2
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Kapolda Metro Jaya: Melanggar PSBB Bisa Dipidana!
16-09-2020 17:17
Yang penting implementasinya pak, percuma klo aturan berderet.

Tapi paling penting itu kesadaran individu, karena kondisi diri sendiri bisa berdampak ke org lain (org dekat), ini kan bandelnya warga metro jaya, dibuat cfd malah dijabanin rame2, jogging di gbk juga.

Padahal olahraga itu enaknya sepi, hirup udara lebih seger, olahraga juga lebih fokus. emoticon-Big Grin
0 0
0
profile picture
kaskus addict
16-09-2020 17:25
lagian dah tau warganya ngeyel malah dibolehin olahraga diluar rumah

anak sekolah pamit ke sekolah perginya kewarnet
yg pamit ibadah/ngaji pergi kencan

segala bisa jadi alasan, kumpul2 di lokasi tertentu pake pakaian olahraga bisa jadi alasan abis olahraga padahal gak olahraga. itu kebijakan kurang tepat.
1
profile picture
kaskus addict
16-09-2020 18:18
beberapa cuma ikut-ikutan saja
1
Memuat data ...
1 - 2 dari 2 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia