News
Batal
KATEGORI
link has been copied
346
Lapor Hansip
10-08-2020 12:58

Viral Siswa Kritik Belajar Online: Ada yang Habis Absen Tidur Lagi

Viral Siswa Kritik Belajar Online: Ada yang Habis Absen Tidur LagiSuara.com - Beredar video viral seorang siswa menyampaikan kritik terkait proses belajar daring atau online yang tengah diterapkan di Indonesia.

Ia pun menceritakan nasib siswa lain di berbagai pelosok Indonesia yang kesulitan mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Rekaman itu diunggah oleh akun Twitter @bintangwirayasa pada, Minggu (9/8/2020).


Siswa yang tidak disebutkan namanya ini, mengaku kerap mengikuti kegiatan tingkat nasional. Dari sana, ia memiliki banyak teman dari pelosok daerah.

Berdasarkan cerita teman-temannya dari berbagai daerah, mereka semua memiliki keluhan yang sama.

"Dan ternyata yang dari Gorontalo, dari Lampung mereka itu memiliki keluhan yang sama. Mereka ada kendala gadget, kuota, sinyal dan di sana sering mati lampu," ucap siswa tersebut.

"Kita beruntung kita di Jakarta, kalau menurut saya," imbuhnya.

Menurut penuturan siswa itu, pihak sekolah di daerah hanya memberikan subsidi pulsa Rp 25 ribu untuk anak-anak.

"Sedangkan di sana kuota mahal. Mereka di pelosok kuota itu mahal, enggak kayak di Jakarta kita bisa dapat barang yang seperti itu dengan murah," ujar siswa yang berdiri di hadapan banyak orang dewasa tersebut.

Ia pun menyebut metode belajar daring kurang efektif dibandingkan dengan bertatap muka langsung. Sebab, belajar di sekolah siswa akan langsung dipantau oleh guru.

"Karena di sini ada yang habis absen tidur lagi. Karena seperti itu bu. Kita kurang efektif tidak seperti di sekolah," kata siswa itu dengan tegas.

Anak itu juga khawatir ketika membaca berita terkait wacana Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang akan dilaksanakan permanen.

"Kalau kita belajar cuma mau pintar, mah Google lebih pinter daripada sekolah, menurut saya," kritik siswa tersebut.


Baginya, semua informasi dan pengetahuan ada di Google. Sehingga siswa yang hanya ingin pintar bisa belajar dari internet saja.

Ia menambahkan, "Guru sejarah ya sejarah aja, ditanya matematika ya ke guru Matematika. Tapi kalau Google tahu semua dia".

Meskipun begitu, siswa tersebut merasa guru memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh Google dan penting untuk perkembangan siswa.

"Jadi, kelebihan guru itu dia memiliki perasaan terhadap siswa. Mereka mendidik, mengajar. Mereka membentuk karakter kita, siswa-siswa Indonesia," pungkasnya.

Video tersebut memperoleh banyak respon dari warganet. Hingga Senin (10/8) siang, rekaman berdurasi 2.17 menit itu telah disaksikan lebih dari 600 ribu kali.

Bahkan warganet memberikan 20 ribu retweet, 49 ribu like dan hampir 700 komentar. Ada netizen yang setuju dengan pernyataan siswa tersebut, tapi sebagian yang lain tidak sependapat.

"Setuju. Lihat adik SD sekolahnya cuma dikasih tugas, disuruh baca buku, disuruh ngerjain kegiatan ini itu, terus divideo dikirim sama gurunya. Emang cukup buat bangun karakter? Selama dirumah juga ku lihat dia jarang interaksi (online) sama teman-temannya. Lebih khawatir aja sama perkembangan dia," kata @mochimaw.

"Sekarang, pelajar hanya mengeluh tanpa ada solusi. Mengeluh internet susah. IG lancar, youtube terus. Jadi yang terpenting apa? Semua tinggal prioritas kan? Ngomong internet mahal, motor sekeluarga masing-masing punya. Ya, penting juga motor, lalu prioaritas mana motor dan pendidikan," komentar @penulistintalid.

Sebagaimana kita ketahui, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diterapkan oleh pemerintah untuk tetap dapat mendidik anak-anak di tengah masa pandemi virus corona atau COVID-19. Namun langkah ini menuai pro kontra.


Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa kementeriannya tengah mempersiapkan kurikulum darurat yang akan segera dirilis dalam waktu dekat.

Ia mengklaim bahwa kurikulum ini lebih sederhana daripada kurikulum sebelumnya.

Pengumuman itu ia paparkan pada Rabu (5/8/2020). Ia mengatakan bahwa kemeteriannya dituntut untuk bisa menyusun kurikulum dalam waktu singkat demi mengatasi permasalahan pemebelajaran selama pandemi.

"Kita ditantang untuk merevisi kurikulum yang biasanya minimal untuk merubah itu tiga tahun. Kita dipaksa untuk melakukannya dalam waktu 2-4 bulan. Alhamdulillah beberapa hari ke depan kami akan meluncurkan kurikulum covid, kurikulum darurat," kata Nadiem dalam acara Mata Najwa, Rabu (5/8/2020).

Kendati demikian, ia masih belum mengatakan nama dan waktu peluncuran kurikulum darurat itu.
Nadiem hanya menjelakan bahwa kurikulum itu akan membantu para tenaga pendidik dalam menjalankan kewajibannya mengajar.

Kurikulum baru itu nantinya akan menuntut fokus para guru untuk mengerjakan tugas yang lebih pokok sebagai pengajar.

https://www.suara.com/news/2020/08/1...ur-lagi?page=3

Gini yaaaa dek...

Situasi sekarang ini banyak hal yg tidak bisa di lakukan.
Lu kan pelajar dan tinggal di jakarta pula yg makin hari makin banyak positipnya.
Mau kagak lu sekolah cuman 2 hari trus kena karantina 14 hari.
Kagak usah banyak protes dah dan banyak bersabar hingga tahun depan sampai ada vaksin.
Kalo lu protes soal kuota dan gadget dsbnya wajar karna lu prihatin karna tidak semua pelajar orang mampu.
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rotten7070 dan 66 lainnya memberi reputasi
63
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Viral Siswa Kritik Belajar Online: Ada yang Habis Absen Tidur Lagi
11-08-2020 01:06
Adek ini berkeluh kesah dah bener. Teman rmtemannya susah. Mereka kan belum mikir dampak dari belajar secara tatap muka. Mereka pengennya bisa kumpul. Kita juga ortu pengen kog anak kita masuk sekolah.

Namanya bocah curhat ya dengerin bre. Emang ga efektif sih sistem gini. Kurang sosialisasi dan interksi juga. Tapi gw yakin ini mssih cara terbaik buat situasi sekarang.
0 0
0
profile picture
kaskus addict
11-08-2020 02:28
Apa bljr ttp muka auto kena corona ? Apa semua daerah di indo darurat corona ?
0
profile picture
kaskus geek
11-08-2020 08:54
@shlddnyusuf dengan tanda tanya berarti lu ga yakin ga kena kan? Kalo kena yang tanggung jawab siapa?
0
profile picture
kaskus addict
11-08-2020 09:14
@aquatrium ya gw nnya karena sprti sangat takut dan khawatir akan terkena corona jika belajar ttp muka. Ente sndiri aja bilang kalau ya berarti ga pasti kena.

Daerah yg terisolir sprti papua, NTT, NTB dll nya kenapa ga buat pelajaran ttp muka, yg jdi masalahkan ga semua daerah di indo kyk pulau jawa dan sumatra.

Bnyk yg susah sinyal, susah beli hp, susah beli kuota. Apa kita mau memukul rata indonesia dgn standar / acuan jawa dan sumatra. Jadi semua pulau di indonesia dianggap sudah sprti jawa dan sumatra ?.

Pulau dgn pendidikan tertinggal akan semakin tertinggal karena sulit PJJ, kalau pemerintah mau biayain bayar kuota setiap siswa buat bbrpa bulan PJJ ya silahkan tpi 600 ribu aja buat kebutuhan rumah tangga kurang.

Oke lah jawa darurat corona ada PJJ lah buat yg sudah zona hijau, ga terdampak dan ga kena corona kan bisa pembelajaran ttp muka.
0
profile picture
kaskus geek
11-08-2020 09:31
@shlddnyusuf

Daerah terisolir juga tenaga pendidik dan lainnya memang ga pergi kesana sini? Yang dagang dipasar dari kota. Ketemu guru atau orang tua lainnya. Jangan lu pikir terisolir semua orang didaerah itu katrok ga ada yang kekota belanja kebutuhan. Dan sedikit orang itu bisa jadi carier.

Jadi lu ga tau bakalan kena atau ga. Sekali lagi gw tanya. Kalau anak anak jadi klaster baru siapa bakalan tanggung jawab?
0
Memuat data ...
1 - 4 dari 4 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia