Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
236
Lapor Hansip
29-07-2020 20:23

Pengalaman Ane Ikut Menjadi Volunteer Hewan Kurban Tapi Malah Disuruh Jadi Marketing

Pengalaman Ane Ikut Menjadi Volunteer Hewan Kurban Tapi Malah Disuruh Jadi Marketing
bobox.co.id

Selama pandemi ini ane udah beberapa kali melamar menjadi sukarelawan di beberapa organisasi. Dari beberapa yang ane lamar ada yang berhasil mendapatkan panggilan dan telah ane jalani kegiatan volunteernya via online. Karena ane punya basic nulis asal-asalan maka biasanya ane melamar pada posisi content writer.

Menjelang Idul Adha ini, organisasi yang membuka jasa volunteer semakin banyak. Terutama pada mereka yang bergerak dibidang "pembagian hewan kurban". Anepun mendaftar 2 dari 3 volunteer itu. Tapi anehnya, pada disini tidak dicantumkan divisi yang dibuka. Karena biasanya ada berbagai macam divisi yang ditampilkan, mulai dari social media, fundriser, design, content writer dan lain-lain.


Pengalaman Ane Ikut Menjadi Volunteer Hewan Kurban Tapi Malah Disuruh Jadi Marketing
edukasi.kompas.com

Selang beberapa hari setelah ane mendaftar pada kegiatan volunteer hewan kurban ini, ane dimasukkan pada grup wa. Tapi yang ane kaget nama grup WA itu "Volunteer Kurban ******* Gelombang 4". Dan isi grupnya penuh. Di grup itu hanya admin yang bisa berbicara, kita baru bisa mengirim chat setelah admin membuka locknya.

Dan dari situlah kejanggalan terjadi, tiba-tiba seseorang yang mengaku sebagai ketua pelaksana memberikan pesan panjang lebar. Yang intinya kita semua diminta mencari donatur yang mau membeli hewan kurban yang sudah ditentukan harganya oleh para panitia inti. Nantinya bagi yang berhasil mendapatkan donatur akan mendapat bonus uang dan sertifikat. Dan hukumnya wajib.

Dari situ ane curiga, ini ane ikutan volunteering apa ikutan marketing hewan kurban. Akhirnya disitu ane angkat bicara kalau volunteering seperti itu salah. Harusnya panitia inti membagi para kandidat yang mendaftar menjadi beberapa divisi. Tujuannya biar kurbannya enggak terlihat terlalu ngemis, tapi berkelas, jadi orang beli hewan kurban dikita karena kagum dengan program yang kita jalankan bukan karena ada sanak saudara kita yang menawarkan hewan kurban kepada mereka, kalo kayak gini mah sama aja kita jadi marketing.

Setelah ane komen gitu, muncul opini-opini lain yang juga sependapat dengan ane. Dan beberapa menit kemudian satu persatu para volunteer yang ada di dalam grup itu keluar dari grup. Dan ane yang belom mendapat balasan dari pihak panitia tiba-tiba dikeluarkan begitu saja.

Beberapa hari setelah ane dikeluarkan dari volunteer kurban yang pertama, ane diundang kembali oleh volunteer kurban yang berbeda. Konsepnya sama seperti volunteer kurban yang pertama, dan begitu panitia intinya bilang "semua yang mendaftar kita terima, tapi kita meminta bantuan semuanya untuk mencari donatur yang akan membeli hewan kurban kita yang nantinya untuk disumbangkan bla-bla-bla dan bagi yang berhasil akan mendapatkan komisi bla-bla-bla". Anepun langsung left grup itu.


Pengalaman Ane Ikut Menjadi Volunteer Hewan Kurban Tapi Malah Disuruh Jadi Marketing
rencanamu.id

Disini yang ane sayangkan adalah perbuatan segelintir orang-orang ini. Karena pada umumnya orang ikut kegiatan volunteer untuk menambah ilmu, menambah relasi dan meningkatkan pengalaman. Kalo masuk organisasi sebagai volunteer tapi disuruh jualan hewan kurban, ya buat apa? Niatnya emang baik karena hewan kurban itu nantinya disalurkan ke daerah-daerah tertentu cuman caranya salah. Dan saat diberi saran mereka menolak. 

Lagipula emangnya gampang mencari donatur hewan kurban dengan embel-embel "akan disalurkan di beberapa daerah". Mending kalo yang ngadain sekelas a*t, rumah z*kat, d*mpet duafa yang notabenenya udah punya nama. 

Jadi jangan heran kalo tiba-tiba teman kalian ada yang mengajak beli hewan kurban kepadanya. Emang sih dia dapet profit dari penjualan hewan itu (ane disini gak tau kayak gitu dibolehkan agama atau enggak). Cuman, ya profit-profitnya itu kalo digabungkan bisa dapet hewan lebih banyak atau seandainya relawan tadi gak dapet profit, pasti hewan yang bisa dibeli ukurannya sedikit lebih besar.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
BejhoDeViruz dan 43 lainnya memberi reputasi
44
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Pengalaman Ane Ikut Menjadi Volunteer Hewan Kurban Tapi Malah Disuruh Jadi Marketing
31-07-2020 17:19
ternyata ada marketingnya ya mbek mbek ini. ngeri juga sih kalo dalihnya volunteerr, apalagi ini sifatnya ibadah gituu
profile-picture
Shyesun.pucha memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskus maniac
31-07-2020 18:15
penipuan berkedok agama... ya nggak sih? emoticon-Cape d...
0
profile picture
kaskus addict
31-07-2020 18:25
karena sekarang ngga' menutup kemungkinan kalau semua bisa di monetize sih
0
profile picture
kaskus maniac
31-07-2020 22:13
Ane bacanya juga kaget sih gaaan jujuur
0
profile picture
kaskus maniac
31-07-2020 22:13
@Shyesun.pucha iya gan kalo menurut ane sih kedoknya agama banget ini mah
0
profile picture
kaskus maniac
31-07-2020 22:14
@saudade.99 apalagi jaman pandemi gini kayanya semua orang tuh BU kan gaann
0
profile picture
kaskus maniac
31-07-2020 22:14
@sukuu04 ane juga baru denger gan yang kaya gini. tega banget ya emoticon-Frown
0
profile picture
kaskus maniac
31-07-2020 22:36


Dosanya double double ini mah gan wkkw
0
profile picture
kaskus maniac
01-08-2020 00:00
@papapierlo wkwk niat ibadah jadi simalakama yaa
0
profile picture
kaskus maniac
31-08-2020 17:23
@saudade.99 bener banget gan, semua akan di duitin pada saatnya
0
profile picture
kaskus maniac
31-08-2020 17:24
@kecombranggg benerrrr banget gan, tp ga banget sih yg macem gini
0
profile picture
kaskus maniac
31-08-2020 19:20
@papapierlo bener2 jangan begitu ya gaann..
0
profile picture
kaskus maniac
31-08-2020 19:57
@kecombranggg iyaaa gan, yg gini2 bikin ngebutain orang bgt sih soalnya gaaan
0
profile picture
kaskus maniac
07-09-2020 00:38
@papapierlo iya gaan benerr...
0
Memuat data ...
1 - 13 dari 13 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia