News
Batal
KATEGORI
link has been copied
160
Lapor Hansip
26-07-2020 15:59

Kebrutalan di Nduga Papua: 2 Sipil Dianiaya & Ditembak Mati TNI

Kebrutalan di Nduga Papua: 2 Sipil Dianiaya & Ditembak Mati TNI
Tirto.id - Pada Sabtu 18 Juli 2020, sekitar pukul tiga sore, Elias Karunggu (40), Selu Karunggu (20), dan kurang lebih 50 orang lain menanti perahu di pinggir Sungai Kenyam, Kampung Masanggorak, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.
Mereka hendak pergi ke pusat kota Kabupaten Nduga yang juga bernama Kenyam, jaraknya hanya setengah kilometer. Mereka semua adalah pengungsi lokal yang terusir setelah terjadi penembakan pekerja PT Istaka Karya di Yigi pada 2 Desember 2018. Mereka mengungsi di hutan. Tujuan mereka ke Kenyam adalah untuk meminta perhatian pemerintah.
 Elias dan Selu, ayah dan anak, berasal dari Distrik Yal, kampung di sebelah utara Nduga, sedangkan pengungsi lain dari selatan Nduga, Yenggelo dan Paro. Tapi Elias dan Selu tidak pernah sampai pusat kota. 
Awalnya, TNI, yang bikin pos darurat di pinggir sungai, menginterogasi semua pengungsi. Sementara yang lain diperbolehkan lewat, Selu tidak. Diaz Gwijangge, anggota Badan Pengurus Elsham Papua, LSM HAM, mengatakan berdasarkan keterangan saksi mata, Selu diinterogasi dan bahkan dipukul karena penampilan dan barang bawaannya. Kala itu Selu mengenakan kaus oblong loreng tentara, bercelana pendek hitam, dan membawa noken serta kapak--yang ia gunakan itu membelah kayu. Sementara Elias berkoteka. Tak lama kemudian perahu tiba, pengungsi lain ke seberang sungai. Mereka naik kecuali Elias yang memilih menemani anaknya.

“Roh dan diri saya ditahan, jadi saya ikut anak. Tentara kalau bunuh anak saya bukan dia sendiri, tapi saya juga harus dibunuh. Tolong sampaikan kepada sekda bahwa om tua dan om muda ditahan di atas. Kalau kami dibunuh oleh tentara, jangan kaget,” kata Elias dalam bahasa Nduga Adi, yang diterjemahkan Diaz kepada reporter Tirto, Rabu (22/7/2020). 
Elias merupakan paman dari Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga Namia Gwijangge. Saksi tak tahu apa yang terjadi kemudian. Namun 15 menit naik perahu, saksi mendengar dua tembakan. “Masyarakat sadar kedua korban telah ditembak.”
Esoknya, pemda dan masyarakat Nduga beramai-ramai turun ke ke jalan. Tak ada ibadah Minggu hari itu. Massa berorasi dari pagi hingga sore menuntut jenazah Elias dan Selu diserahkan ke mereka untuk dikuburkan. “Mereka ini warga sipil yang ditangkap dan ditahan dalam kondisi tidak melakukan tindak kejahatan terhadap siapa pun,” kata Diaz, menegaskan betapa tak manusiawinya penembakan tersebut. Kasus ini menambah panjang daftar pembunuhan di luar hukum. 
Laporan Amnesty International Indonesia bertajuk Sudah, Kasi Tinggal Dia Mati: Pembunuhan dan Impunitas di Papua menyebut pada Januari 2010 hingga Februari 2018 terdapat 69 pembunuhan di luar hukum di Papua--atau dalam istilah hukum internasional disebut 'unlawful killing'.

Laporan menyebut tak ada satu kasus pun diproses lewat mekanisme penyelidikan atau penyidikan independen. Jika tragedi ini terus berlanjut, kata Diaz, itu sama saja dengan proses pemusnahan orang Papua di tanahnya sendiri. Sementara Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menegaskan penembakan ini “adalah tindakan yang tak terukur, brutal, dan merupakan pelanggaran HAM.” Dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2020) ia mendesak “investigasi segera, menyeluruh, independen, transparan, dan tidak berpihak.” Meski berstatus militer, Usman menegaskan terduga pelaku harus diadili di bawah yurisdiksi peradilan umum sesuai perintah UU TNI.

Dibantah TNI, Dibantah Lagi 

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kapen Kogabwilhan III) TNI Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa tidak membantah penembakan oleh aparat. Namun, ia menegaskan Elias dan Selu “merupakan anggota kelompok bersenjata di Nduga dan bukan masyarakat sipil.” Dua orang ini disebut bagian dari kelompok Egianus Kogoya. 

Dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2020), ia menegaskan Elias dan Selu sebetulnya telah diincar TNI. Menurutnya aparat melihat transaksi penyerahan pistol. Satgas menemukan satu pistol jenis revolver dengan nomor senjata S 896209, ponsel milik prajurit yang sempat dirampas oleh korban sebulan lalu, dua tas, parang, kampak dan uang tunai Rp9.520.000. Namun, sebenarnya pemerintah di Jakarta pun tak menginginkan penembakan ini. 
Rabu (22/7/2020) lalu, saat mendatangi Papua, Menko Polhukam Mahfud MD mengimbau pasukan untuk mengedepankan pendekatan hukum dan tak terpancing “untuk melakukan tindakan yang bisa dilanggar melanggar HAM.” Selain itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom membantah Elias dan Selu anggota mereka. “Mereka warga sipil murni dan tidak ada komunikasi maupun aktivitas langsung dengan pasukan kami,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2020). Egianus, kata Sebby, juga menegaskan Elias dan Selu adalah keluarga dekat Namia Gwijangge, dan masyarakat Nduga tahu kalau keduanya tak berafiliasi dengan kelompok bersenjata. Ia juga bilang pistol yang ditemukan di lokasi kejadian dan diklaim milik korban jelas-jelas pembohongan.
https://tirto.id/kebrutalan-di-nduga...-mati-tni-fTft

Pelanggarnan HAM berat. TNI harus angkat kaki dari Papua serta laksanakan referendum - kata aktivits pro OPM dan bule

Bisa saja mereka beneran anggota OPM tapi berusaha menyamarkan diri menjadi warga sipil supaya kalau mereka tewas TNI bisa dimusuhi rakyat 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
twiratmoko dan 17 lainnya memberi reputasi
10
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Kebrutalan di Nduga Papua: 2 Sipil Dianiaya & Ditembak Mati TNI
26-07-2020 16:09
bagaimanapun tni itu bodoh, kalopun mereka beneran kelompok separatis harusnya ditahan saja. Ada undang-undangnya tentang tawanan perang,hak asasi mereka wajib dipertahankan. Kalo gue lihat tni masih emosional dalam menangani kasus seperti ini padahal yang begini akan merusak citra tni di mata warga papua
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 19 lainnya memberi reputasi
14 6
8
profile picture
kaskus maniac
26-07-2020 16:21
UU tawanan perang itu baru berlaku kalo mereka declare perang.

Kalo cuman ngumpet terus nembak terus ngumpet itu mah gak sah, gak layak dapet UU POW.

Contoh dong kayak GAM dulu.
4
profile picture
kaskus addict
26-07-2020 19:13
bagaimanapun loe juga TOLOL DAN GOBLOK, opm itu bukan penjahat yang bisa main tangkap. OPM kerjanya ngerampok dan sembunyi dan main tembak warga gak mungkin mereka menyerah untuk di tangkap
2
profile picture
kaskus maniac
26-07-2020 19:33
Wah kalimat nya bisa jadi delik nih
1
profile picture
kaskus addict
26-07-2020 19:57
@mugirin2 dia kagak mikir usaha TNI jaga nama baik negara tetapi juga harus jaga masyarakat
1
profile picture
kaskus addict
27-07-2020 07:10
kok diem aje loe
1
profile picture
newbie
27-07-2020 08:41
kalau berita ini benar bahwa ada orang sipil papua bawa senjata dan mereka melakukan penembakan ke anggota TNI. TNI boleh membela diri. TNI dan Polisi banyak yang mati juga di Papua karena tembakan tidak jelas dari mana.
1
profile picture
kaskus maniac
27-07-2020 08:57
Ada orang sok pinter, sampai menghina TNI.
Apa jangan2 lu OPM??
1
profile picture
kaskus addict
27-07-2020 09:10
@Zster kan dah banyak brey, kasus petugas medis yang di bunuh juga dari kelompok OPM
1
profile picture
kaskuser
27-07-2020 09:16
[/mention] Kalau TNI ditembak mereka berhak melawan bro. mereka juga punya keluarga.
1
profile picture
kaskus addict
27-07-2020 09:22
kan udh di bilang sm ketua opm klo mereka tidak berhubungan langsung tp tidak membantah mendukung, membantu n mempfasilitasi opm, jd y sama jg dg opm.....
Klo undang2 perang klo masing2 pihak udh declare n perang terbuka baru berlaku tp klo main petak umpet kyk gini mah masuknya di pidana kriminal....
Giliran posisi menguntungkan mereka menyerang, giliran apes main playing victim ngaku2 sipil sambil tambahin bumbu hoax di medsos....
1
profile picture
kaskus addict
27-07-2020 09:43
@9aeroz pihak TNI melawan tapi juga gak bisa seenaknya menembak harus melalui perintah dan ada aturan jangan menyerang sebelum di serang
1
profile picture
kaskus addict
27-07-2020 09:44
@ozzai936 ribet kalau sama OPM
1
profile picture
kaskuser
27-07-2020 09:46
@gilang9474 kalau mereka menembak ya mesti ditembak.
1
profile picture
kaskus addict
27-07-2020 11:32
Salah penempatan dan nggak ada undang2 tsb untuk perlakuan pemberontak kalau mereka nggak declare war. Dan TNI pun nggak ada pilihan selain dibunuh atau membunuh.
1
profile picture
kaskus holic
27-07-2020 11:35
udah gw capture post ni anak buat ane serahin ke markas kodam emoticon-Traveller
1
profile picture
kaskus addict
27-07-2020 12:12
@jaka.sembvng ok gan, gua kangen ada pameran alusista
1
profile picture
kaskus maniac
27-07-2020 12:31
Opm , tawanan perang?

Opm negara Mana?
Separtis kok ikutan hukum POW, ngaco sampeyan gan ssdestoyer
1
profile picture
kaskuser
27-07-2020 12:44
Hati2 bro salah bicara ,,bisa2 ente di ciduk ntar
1
profile picture
aktivis kaskus
27-07-2020 13:46
Semua fakta harus di jelaskan tanpa ada yg ditutupi TNI melaksanakan tugas pengamanan dan jika dirasa kurang pas bisa di adukan secara resmi ranpa perlu menghakimi sepihak
1
Memuat data ...
1 - 19 dari 19 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia