News
Batal
KATEGORI
link has been copied
388
Lapor Hansip
18-07-2020 12:09

Indonesia Tertinggal 128 Tahun Dalam Pendidikan, Bagaimana Tanggapan Agan Sista?

Indonesia Tertinggal 128 Tahun Dalam Pendidikan, Bagaimana Tanggapan Agan Sista?

Sebagai negara berkembang, Indonesia memang tertinggal dari segi SDM (Sumber Daya Manusia) jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Memang negara kita ini kaya akan SDA (Sumber Daya Alam), namun jika manusianya tidak kompeten maka tetap saja negara kita ini tidak akan maju.


Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas SDM di Indonesia ini, dimana salah satunya adalah pendidikan. Mengapa pendidikan? Ya tentu jelas, karena pendidikan itu adalah investasi paling penting bagi setiap diri manusia.


Indonesia Tertinggal 128 Tahun Dalam Pendidikan, Bagaimana Tanggapan Agan Sista?

Pemerintah Indonesia sudah menetapkan program wajib belajar bagi seluruh anak di Indonesia selama 9 tahun, yaitu 6 tahun di SD (Sekolah Dasar) dan 3 Tahun di SMP (Sekolah Menengah Pertama) yang tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.


Meskipun sudah memiliki program wajib belajar selama 9 tahun, tetap saja kualitas SDM di Indonesia ini masih sangat rendah. Mengapa? Karena program wajib belajar ini hanya mempelajari hal-hal umum saja, bukannya minat bakat yang mana penjurusan minat bakat berada diluar dari program wajib belajar ini, yaitu di SMK dan dunia Kuliah.


Indonesia Tertinggal 128 Tahun Dalam Pendidikan, Bagaimana Tanggapan Agan Sista?

Hal itulah yang membedakan negara berkembang seperti Indonesia ini dengan negara-negara maju dari segi pendidikan. Apakah Indonesia akan terus menerapkan sistem pendidikan seperti ini? Jika terus seperti ini dan tidak ada perkembangan, bisa saja kualitas dari SDM Indonesia akan terus menurun loh.


Menurut PISA (Programmer for International Student Assesment), negara Indonesia berada di peringkat 62 dari 70 negara dalam hal tingkat pendidikan. Bayangkan, kita berada di 8 terbawah loh.


Indonesia Tertinggal 128 Tahun Dalam Pendidikan, Bagaimana Tanggapan Agan Sista?

Seorang Profesor dari Harvard University bernama Lant Pritchett pernah melakukan penelitian soal pendidikan anak-anak di Jakarta. Dan berdasarkan hasil penelitiannya, anak-anak di Jakarta itu ketinggalan 128 tahun loh perihal pendidikan jika dibandingkan dengan kualitas pendidikan di negara maju. Padahal itu di Jakarta loh, bagaimana kabar desa-desa terpencil di Indonesia kalau begitu? Apakah mereka tertinggal 200 tahun? Atau lebih?


Ya, tentu hal tersebut disebabkan oleh bobroknya sistem pendidikan di Indonesia ini. Seperti yang ane katakan tadi, negara kita terlalu memfokuskan program wajib belajar untuk mempelajari hal umum saja, bukannya minat dan bakat seperti di negara lain.


Indonesia Tertinggal 128 Tahun Dalam Pendidikan, Bagaimana Tanggapan Agan Sista?

Jika saja negara kita menerapkan sistem wajib belajar tentang bakat dan minat sejak kecil (Bukan saat SMK atau kuliah saja), maka kemungkinan SDM di negara kita kualiasnya akan lebih baik daripada saat ini atau beberapa tahun kebelakang.


Bagaimana tanggapan agan sista tentang ketertinggalan Indonesia dalam pendidikan sehingga SDM Indonesia kualitasnya rendah? Kira-kira apa yang salah dari negara ini? Apakah muridnya? Gurunya? Atau siapa?
Dan kira-kira apa yang seharusnya dilakukan negara ini menurut agan sista?


Sumber referensi : Tulisan pribadi, dari sini dan sini
Sumber gambar : Google Images

emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wisudajuni dan 44 lainnya memberi reputasi
45
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Indonesia Tertinggal 128 Tahun Dalam Pendidikan, Bagaimana Tanggapan Agan Sista?
19-07-2020 21:28
Quote:Original Posted By batzforum
Indonesia Tertinggal 128 Tahun Dalam Pendidikan, Bagaimana Tanggapan Agan Sista?

Sebagai negara berkembang, Indonesia memang tertinggal dari segi SDM (Sumber Daya Manusia) jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Memang negara kita ini kaya akan SDA (Sumber Daya Alam), namun jika manusianya tidak kompeten maka tetap saja negara kita ini tidak akan maju.


Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas SDM di Indonesia ini, dimana salah satunya adalah pendidikan. Mengapa pendidikan? Ya tentu jelas, karena pendidikan itu adalah investasi paling penting bagi setiap diri manusia.


Indonesia Tertinggal 128 Tahun Dalam Pendidikan, Bagaimana Tanggapan Agan Sista?

Pemerintah Indonesia sudah menetapkan program wajib belajar bagi seluruh anak di Indonesia selama 9 tahun, yaitu 6 tahun di SD (Sekolah Dasar) dan 3 Tahun di SMP (Sekolah Menengah Pertama) yang tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.


Meskipun sudah memiliki program wajib belajar selama 9 tahun, tetap saja kualitas SDM di Indonesia ini masih sangat rendah. Mengapa? Karena program wajib belajar ini hanya mempelajari hal-hal umum saja, bukannya minat bakat yang mana penjurusan minat bakat berada diluar dari program wajib belajar ini, yaitu di SMK dan dunia Kuliah.


Indonesia Tertinggal 128 Tahun Dalam Pendidikan, Bagaimana Tanggapan Agan Sista?

Hal itulah yang membedakan negara berkembang seperti Indonesia ini dengan negara-negara maju dari segi pendidikan. Apakah Indonesia akan terus menerapkan sistem pendidikan seperti ini? Jika terus seperti ini dan tidak ada perkembangan, bisa saja kualitas dari SDM Indonesia akan terus menurun loh.


Menurut PISA (Programmer for International Student Assesment), negara Indonesia berada di peringkat 62 dari 70 negara dalam hal tingkat pendidikan. Bayangkan, kita berada di 8 terbawah loh.


Indonesia Tertinggal 128 Tahun Dalam Pendidikan, Bagaimana Tanggapan Agan Sista?

Seorang Profesor dari Harvard University bernama Lant Pritchett pernah melakukan penelitian soal pendidikan anak-anak di Jakarta. Dan berdasarkan hasil penelitiannya, anak-anak di Jakarta itu ketinggalan 128 tahun loh perihal pendidikan jika dibandingkan dengan kualitas pendidikan di negara maju. Padahal itu di Jakarta loh, bagaimana kabar desa-desa terpencil di Indonesia kalau begitu? Apakah mereka tertinggal 200 tahun? Atau lebih?


Ya, tentu hal tersebut disebabkan oleh bobroknya sistem pendidikan di Indonesia ini. Seperti yang ane katakan tadi, negara kita terlalu memfokuskan program wajib belajar untuk mempelajari hal umum saja, bukannya minat dan bakat seperti di negara lain.


Indonesia Tertinggal 128 Tahun Dalam Pendidikan, Bagaimana Tanggapan Agan Sista?

Jika saja negara kita menerapkan sistem wajib belajar tentang bakat dan minat sejak kecil (Bukan saat SMK atau kuliah saja), maka kemungkinan SDM di negara kita kualiasnya akan lebih baik daripada saat ini atau beberapa tahun kebelakang.


Bagaimana tanggapan agan sista tentang ketertinggalan Indonesia dalam pendidikan sehingga SDM Indonesia kualitasnya rendah? Kira-kira apa yang salah dari negara ini? Apakah muridnya? Gurunya? Atau siapa?
Dan kira-kira apa yang seharusnya dilakukan negara ini menurut agan sista?


Sumber referensi : Tulisan pribadi, dari sini dan sini
Sumber gambar : Google Images

emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan


Sangat amat setuju sekali

Sistem pendidikan yg menghambat orang2 jenius untuk bisa lbih cepat menyelesaikan pendidikan formal, enggak ada kan di indonesia anak2 udah lulus kuliah, sekarang aja kebijakannya makin goblok, zaman gw SD umur 4 taun tanpa TK, skarang umur 7 tahun baru bisa SD, dan wajib TK, itung berapa waktu terbuang cuma buat pendidikan super basic, dulu masih ada kelas akselerasi, ada yg beruntung merasakan double aksel SMP dan SMA, sekarang malah dihapus

Di saat lapangan kerja makin sempit, kriteria umur makin muda, sistem pendidikan malah makin bikin lulusan jd makin tua

Itu baru kebijakan umur, belum dr segi kurikulum yg selama 26 tahun sejak kurikulum 94 enggak pernah konsisten, gonta ganti mulu, mending kalau gantinya ngikutin kurikulum negara2 maju yg peringkat PISAnya top 10 misalnya, ini malah bikin generasi selama 26 taun ini kaya eksperimen coba2

Sistem pendidikan yg masih berorientasi pada nilai, gimana mau maju ini negara kalau masih aja anjing, monyet, ikan dan burung dipaksa ujian manjat pohon, yg gk bisa manjat dianggap bodoh, sekolah dan kuliah tolak ukurnya cuma ulangan, ngerjain PR, kuis, semesteran, IPK, hapalan

Sistem pendidikan yg bobrok gini jg membuat rakyat mindsetnya jg ngawur, sekolah dan kuliah orientasinya nyari nilai, dapetin ijazah, nyari bidang yg gampang dapet kerja, biar bisa kerja, bukan cari ilmu, cari relasi dan gimana bikin lapangan pekerjaan, akibatnya banyak orang ketika dewasa bingung sendiri gw selama ini sekolah buat apa kuliah buat apa, koq orang lain gk berprestasi tp bisa sukses, gw berprestasi cm jd kacung

Pendidikan yg bener tu harusnya dr kecil difilter minat bakat dan passionnya kemana, diarahkan dibimbing sampai ketika dewasa nanti dia benar2 di bidang yg diminati atau bakatnya disitu, jadi Indonesia gk kan banyak pengangguran, pasti merata, gk overload lulusan2 di bidang tertentu sementara bidang lainnya kekurangan sekali, akibat mindset yg td saya jelaskan
Diubah oleh KyraAltair
profile-picture
batzforum memberi reputasi
1 0
1
profile picture
KASKUS Plus
19-07-2020 21:41
Cuman satu kata yg bisa digambarkan dari kondisi ini gan : miris
0
profile picture
kaskus addict
19-07-2020 21:51
setuju om gua bahkan pernah nanya ke dosen kenapa setiap tahun ato nggak setiap ganti menteri pendidikan kurikulum berubah ubah? Kenapa nggak buat aturan tetap kurikulum nggak boleh di ubah ubah selama 10-15 tahun lah katakan kalaupun hasilnya jauh dari target baru bisa di sempurnain apa yang kurang bukan di ubah lagi dari awal.


Mungkin gengsi kali yah katakan menteri pendidikan sebelumnya buat kurikulum lalu berhasil terus ganti menteri karena nggak mau kalah di ubah deh sistem pendidikan nya dari awal.


begitupun presiden ato nggak gubernur ganti presiden/ganti gubernur ganti juga kebijakannya kenapa nggak nerusin presiden/gubernur terdahulu sempurnain apa yang kurang bukannya ganti. Ahsudahlaaahh ini hanya pemikiran bodoh gua wkwk
1
Memuat data ...
1 - 2 dari 2 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia