Female
Batal
KATEGORI
link has been copied
517
Lapor Hansip
11-07-2020 11:35

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?



Hallo Agan Sista, ayo ngaku, siapa yang suka dengerin lagu-lagunya Rey Mbayang? Ane ngaku deh! hahaha. Terutama lagunya yang Untuk Apa dan Tentang Setelahnya, udah sejak 2019 masuk ke playlist ane, bahkan sampai saat ini.





Rey Mbayang - Untuk Apa





Kemarin, si Rey Mbayang ini rupanya menikah dengan mbak Dinda Hauw. Tahu gak? Mereka ini menikah tanpa pacaran loh, alias taaruf! Bahkan sebelumnya mbak Dinda ini sempat-sempatnya menolak (dengan keras) si Mas Rey. Dalam akun pribadi instagram Dinda Hauw, beliau sedikit menjabarkan kisah (proses) taaruf mereka berdua.



Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Apa sih Taaruf itu? Taaruf berarti saling mengenal, kata ini merupakan kata serapan dari bahasa arab. Pada praktiknya taaruf diperuntukkan untuk menjelaskan bahwa si Fulan dan si Fulani sedang proses saling mengenal sebelum lanjut ke jenjang pernikahan.



Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Dalam beberapa tahun terakhir, taaruf semakin menjadi tren di Indonesia. Dari mulai para artis, hingga muda-mudi mulai beralih dari pacaran ke taaruf.

Apa sih bedanya pacaran dan taaruf? Secara sederhana, pacaran bersifat lebih bebas, santai dan tidak perlu menentukan target kapan menikah.Sedangkan taaruf bersifat lebih resmi, ada langkah-langkahnya yang dirunut secara pasti, dari awal hingga mantap menuju pernikahan (jika sama-sama cocok), berbeda dengan pacaran, taaruf haruslah didampingi oleh pihak ketiga, yang berfungsi sebagai penghubung dan penjaga agar antara laki-laki dan perempuan tidak berdua-duaan.


Quote:“Jangan sampai kalian berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya), karena setan adalah orang ketiganya.”(HR. Ahmad)


Sejatinya, proses menikah tanpa pacaran sudah lama ada di Indonesia. Setidaknya dari jaman Siti Nurbaya, iya, perjodohan. Bahkan orangtua ane juga menikah atas dasar perjodohan. Dimana antara keduanya tak pernah saling mengenal, orangtua yang memutuskan bahwa tiba-tiba mereka akan menikah. Ajaibnya, bisa langgeng sampai tua.

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?



Gak cuma di Indonesia, rupanya orang jepang pun banyak loh yang menikah tanpa pacaran. Mereka menyebutnya dengan Kosai Zero Nichikon yang pada konsepnya mirip dengan Taaruf, memutuskan menikah tanpa pacaran. Orang Jepang memilih Kosai Zero Nichikon karena mereka merasa pacaran hanya membuang waktu, ketika mereka merasa nyaman dengan seseorang maka mereka tak akan ragu untuk memutuskan langsung menikah. (sumber : disini )

Ngomong-ngomong, agar gak saling salah kaprah. Taaruf itu bukan tiba-tiba ngajak Menikah tanpa pacaran, tapi ada proses-proses yang perlu dilakukan terlebih dahulu.

1. Mendapatkan Restu Orangtua Untuk Menikah

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Sebelum mantap ingin mulai taaruf, ada baiknya kita memberitahukan pada orangtua terlebih dahulu, bahwa kita ingin menikah. Penilaian orangtua mengenai sudah pantas atau belum kita untuk membangun rumah tangga tentu akan relevan dan transparan. Adapun yang biasanya harus dipikirkan bersama, adalah tentang kesiapan finansial, kesiapan mental, dan kesiapan ilmu. Nah selain minta restu, jangan lupa minta doa juga ya Gan Sist, biar dipermudah ketemu another half-nya.

2. Membuat Proposal (Mini CV) Diri Sendiri

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Waktu kecil, pernahkah agan sista mengisi biodata diri di binder-binder? Ane pernah, kala itu ane mengisi semua hal yang ane sukai, dan ane tidak sukai. Agak mirip dengan biodata tersebut, pada proses taaruf ada juga yang namanya proposal atau mini cv dari sang pelamar, pada proposal ini biasanya terdapat segala informasi yang sekiranya perlu untuk disampaikan agar saling paham antara si Fulan dan si Fulani. Bahkan ada beberapa proposal yang mencantumkan kriteria pasangan idaman. Sebaiknya proposal ini diisi sejujur mungkin, termasuk kekurangan diri kita sendiri. Agar nanti yang menerima proposal, sebelum bersedia melanjutkan ke proses taaruf selanjutnya bisa berpikir dulu, apa iya bisa menoleransi, atau tidak?

3. Menghubungi Perantara (yang dapat dipercaya),orangtua calon, atau bahkan si Doi langsung

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Ada beberapa orang yang melakukan taaruf dengan cara memberikan proposalnya kepada orang yang ia percayai dapat membantunya menemukan jodoh (biasanya ustad/ustadzah di tempat pengajian), bisa juga sahabat, intinya orang-orang yang akhlaknya baik, amanah, dan kita bisa percayai. Melalui perantara ini biasanya akan terjadi tukar proposal antara laki-laki dan perempuan yang memiliki kecocokan. Jika menurut si perantara cocok, si perantara akan berkomunikasi dengan si laki-laki perempuan, kemudian menukarkan proposal mereka untuk saling baca. Dan jika sama-sama tertarik, bisa mulai proses selanjutnya, pertemuan.

Beda cerita dengan mereka yang sudah memiliki target, misalnya si Fulan sudah mengenal si Fulani dan keluarganya. Si Fulan bisa saja langsung datang ke rumah si Fulani, bisa langsung bicara, bisa melalui proposal jika takut grogi dan salah bicara. Bisa ke orangtuanya dulu, bisa langsung ke si Fulani. Yang jelas, tidak boleh hanya berdua-an saja ketemunya.

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Bahkan bisa lewat DM Instagram loh.

4. Proses Saling Mengenal

Ketika antara si Fulan dan si Fulani terdapat rasa ingin saling mengenal, maka sangat boleh untuk dilakukan proses penjajakan (tetap harus didampingi pihak ketiga). Tanyakan segalanya, jawab sejujurnya. Komunikasi di awal sangat menentukan keawetan rumah tangga setelah menikah.

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Quote:Baca Juga : Terutama Seks, 5 Pembahasan yang Dianggap Tabu Tapi Perlu Dibahas Sebelum Menikah!



5. Khitbah atau Lamaran

Ketika si Fulan merasa yakin bahwa si Fulani adalah seseorang yang tepat untuk dijadikan partner ibadah seumur hidup, maka si Fulan haruslah mengajak keluarganya untuk melamar si Fulani. Kalau antara si Fulan atau si Fulani merasa tidak cocok, maka tidak perlu diteruskan ke pernikahan. Oleh sebab ini pula-lah prosesi lamaran biasanya di rahasiakan dari publik, bahkan ketika lamaran diterima pun, lumrahnya tetap lebih baik untuk dirahasiakan, demi mengurangi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

6. Menikah

Ketika semua tahapan-tahapan telah dilakukan, maka dilangsungkan pernikahan. Jadi jelas kan, bahwa Taaruf bukanlah memilih kucing dalam karung. Ada proses yang sistematis, dan jelas dari awal hingga akhir. Pacarannya setelah menikah, kata orang lebih seru karena semuanya "baru pertama kali".

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Mungkin segitu dulu thread ane tentang taaruf. Tak ada aturan baku tahapan-tahapan taaruf, sebagaimana ane diajarkan dari kecil, bahwa sejatinya Allah itu selalu memudahkan, justru manusia yang suka bikin ribet. Jadi jika ada perbedaan yang ane tulis dan apa yang agan sista saksikan, itu bukan perkara benar dan salah, hanya beda format saja, meski pada akhirnya sama-sama tidak pacaran dan kemudian menikah (jika sama-sama cocok).


Sumber Tulisan : Opini Pribadi, dan sedikit darisini
Gambar : Google, Twitter, Instagram





profile-picture
profile-picture
profile-picture
Yunie87 dan 65 lainnya memberi reputasi
58
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?
11-07-2020 16:18
4. Proses Saling Mengenal ----> Yg no.4 ini lama waktunya apakah dibatasi? Atau ya bisa dilakukan sesering dan selama mungkin, sampai kedua pihak merasa benar2 sreg?
profile-picture
profile-picture
kaiserwalzer dan anna1812 memberi reputasi
2 0
2
profile picture
KASKUS Plus
11-07-2020 16:32
biasanya dibatasi, rata2 3 bulan. dan biasanya tiap pertemuan jg harus ada pendamping.

kalo by chat boleh2 aja mau brp lama berjuang. tp gak boleh pake hati chatnya wkwkwk. jd kalo udh merasa degdegan dan senyum2 sendiri, stop dulu.

setahu ane demikian
1
profile picture
kaskus maniac
11-07-2020 16:37
@agungdar2494 Oh.... gitu... tp batas 3bln ini mmg dr "peraturan"nya begitu, atau kebijakan pembimbing?

Btw, berarti kl di awal2 mungkin chatting2 aja itu terserah gitu ya? Begitu sdh mulai lebih serius, jalan yg tahap no 4 ini, bisa ketemu langsung orangnya, tp dgn ada pendampingan.
0
profile picture
KASKUS Plus
11-07-2020 16:41
@lonelylontong gak ad peraturan baku sih gan.

tp biasany org yg udh mau taaruf ini org2 yg dah siap dan pengen cpet nikah.

jd kalo kelamaan jg bawaanya pasti males, dan coba nge prospek yg lain.

iy gan di jaman teknologi canggih ini bnyk yg chattingan. tp masih ad jg yg kekeuh mau tukeran proposal aja, kalo cocok baru ketemu. dan tanya jawab. heehe
0
profile picture
kaskus maniac
11-07-2020 16:47
@agungdar2494 Oh... kalau yg bisa jalanin, ini prosedur-nya sdh bagus banget sih.

Ane pernah baca buku Kristen ttg persiapan pernikahan, salah satu sarannya, mirip2lah : hindari kontak fisik, perbanyak komunikasi.

Alasan-nya : stimulasi yg berbau sensual itu punya efek menyenangkan yg kuat. Kl di masa 'pacaran' sdh mulai, kemungkinan besar itu akan mengambil porsi terbesar dlm hubungan.

Shg porsi yg lbh penting spt belajar berkomunikasi, mencari tahu karakter, berdiskusi menyamakan pandangan hidup, dsb; akan diambil alih dan terabaikan.

Teorinya bagus.



Buat ane praktek-nya susah, dan jujur aja banyak gagalnya.
emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga


Tp buat yg berhasil, ane respect dah
emoticon-Shakehand2
2
profile picture
KASKUS Plus
11-07-2020 16:49
@lonelylontong wah ada juga ya gan.

ane pacaran dan skrg tunangan nih gan. tp sekalipun ane gk pernah pegang2 dia, ataupun sekedar genggam tangannya kyk org pacaran pada umumnya.

ane pikir nanti aja deh abis nikah. biar seru, segalanya pertama kali emoticon-Keep Posting Gan hege
2
profile picture
kaskus maniac
11-07-2020 16:52
@agungdar2494
Ga seru amat ente gan
emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga

J/k
1
profile picture
KASKUS Plus
11-07-2020 17:04
@lonelylontong ntar serunya pas nikahnya aja gan emoticon-Malu
1
profile picture
Aktivis Reg. Banyuwangi
13-07-2020 21:32
kek skripsi gan.
terlalu cepat gak baik, dan terlalu lama juga gak baik.

tapi jika dirasa yakin semua dan siap disegerakan khitbah juga lebih baik.
1
profile picture
KASKUS Plus
13-07-2020 21:35
@yunda.me skripsi kalo terlalu cepat, baik dong gan? nggK ya?

ane termasuk yg terlalu cepat soalny, 3.5th emoticon-Hammer2
0
profile picture
Aktivis Reg. Banyuwangi
13-07-2020 21:40
@agungdar2494 ngerjakan skrispi bray.

perumpamaan aja.
jadi memang gak terlalu lama gak terlalu cepat.

temen ane (cewek) ada yg cuma hitungan bulan.

auto sah.

emoticon-Big Grin
0
profile picture
KASKUS Plus
13-07-2020 21:47
@yunda.me tmen ane ada yg itungan hari gan ekwkwk.. cerai tapi, ksian bgt emoticon-Mewek.. kuranf ajar tuh laki2
0
profile picture
Aktivis Reg. Banyuwangi
13-07-2020 22:32
@agungdar2494 wah, cobaan / ujian / peringatan
1
profile picture
kaskuser
14-07-2020 12:44
Ada yg 5 bulan, ky fedi nuril taarufnya 5 bulan
1
Memuat data ...
1 - 13 dari 13 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia