News
Batal
KATEGORI
link has been copied
174
Lapor Hansip
02-07-2020 15:03

Cerita Gebrak Meja DPR & Utang Inalum Caplok Freeport Rp 55 T

Quote:
Cerita Gebrak Meja DPR & Utang Inalum Caplok Freeport Rp 55 T
Foto: Orias /anisatul umah


Manajemen PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/Inalum atau MIND ID mengungkapkan, sumber pendanaan perusahaan untuk mengakuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia senilai US$ 3,85 miliar atau Rp 55,8 triliun (asumsi kurs Rp 14.500).
Akuisisi tersebut menjadi pencaplokan terbesar yang pernah dilakukan perusahaan pelat negara selama Indonesia berdiri dan merupakan akuisisi terbesar ke-6 di Asia Tenggara dalam 10 tahun terakhir.

Group CEO MIND ID, Orias Petrus Moedak, mengatakan secara garis besar pembelian saham Freeport dilakukan dengan kombinasi penerbitan obligasi serta pinjaman.

"Saat beli Freeport 3,85 miliar dolar, kami terbitkan obligasi 4 miliar dolar, bunga 6%, rata-rata harus bayar 250 dolar AS setiap tahun. Kami melihat situasi ini, dan utang kami [obligasi] ada beberapa term, ada yang 3, 5, 10 dan 10 tahun," kata Orias dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPR RI Komisi VII, Selasa (30/6/2020).

Sebagai informasi, Inalum membayar saham Freeport Indonesia pada Jumat (21/12/2018) dengan biaya akuisisi mencapai US$ 3,85 miliar atau Rp 55,8 triliun. Saat itu, Inalum menerbitkan obligasi valuta asing (global bond) senilai US$ 4 miliar.

Ini bukan hanya obligasi valas pertama Inalum, tetapi juga yang terbesar yang pernah diterbitkan oleh BUMN. Obligasi tersebut terdiri atas 4 seri, dengan tenor terpendek 5 tahun dan paling panjang 30 tahun. Kupon obligasi ini ditetapkan fixed pada rata-rata 5,991%.

Namun dalam pembahasan soal utang pembelian Freeport ini, sempat panas. Rapat dengar pendapat (RDP) dengan semua bos BUMN tambang ini dan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin ini diwarnai ketegangan.

Ketegangan terjadi antara Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak dengan Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Muhammad Nasir. Saat Orias memaparkan soal utang Freeport, Nasir tiba-tiba menyela.

"Saya minta pak Dirut utang pembelian 41% kapan selesai dibayar? Interaktif pimpinan," tegasnya dalam RPD, Selasa (30/06/2020).

Nasir menyebut utang dengan tenor 3,5,10 dan 30 tahun ini, sampai 30 tahun kalau perusahaan lancar baru selesai.

"Kalau kita mati tak selesai nih barang nanti, ganti Dirut lain, lain lagi polanya. Makanya itu yang saya pertanyakan kepentingan mengalihkan Freeport sebenarnya kepentingan politik," paparnya dengan nada tinggi.

Ia kesal ada utang lagi dan menurutnya utang hanya ada dua kunci, jika barang lancar akan bagus, kalau barang tidak lancar disita barang ini.

"Yang saya khawatir tiga perusahaan yang gabung Inalum apakah untuk nopang utang ini. Karena udah holding," ungkapnya.

Kemudian ia meminta agar data disampaikan dengan detail lalu disahut Orias dengan mengatakan jika nanti akan disampaikan. Tak puas dengan jawaban Orias ia malah mengatakan kalau Orias mengulangi hal yang sama lagi agar keluar ruangan.

"Kalau Bapak suruh keluar izin pimpinan saya keluar," saut Orias.

"Bapak bagus keluar, karena nggak ada gunanya bapak rapat di sini. Anda bukan buat main-main dengan DPR ini," saut Nasir sambil menggebrak meja.

Nasir kembali menegaskan jika dirinya tidak main-main, dan meminta agar bahan rapat harus disajikan lengkap. "Enak betul anda di sini," tegasnya.

"Saya diundang saya datang," saut Orias lagi.

Tanggapan ini disahut lagi oleh Nasir dengan menanyakan siapa yang akan bayar utang ini.

"Kamu, enak betul kamu ngomongnya. Saya pimpinan kalau orang begini lagi nggak usah ikut rapat, kita suruh wakilnya, bila perlu suruh menterinya yang datang kemari. Saya akan menyurati Pak Erick Thohir [Menteri BUMN] untuk mengganti orang ini."

Terkait dengan utang ini, Orias lebih lanjut dalam paparannya mengatakan dengan penerbitan pada 2018, artinya ada utang jatuh tempo sebesar US$ 1 miliar jatuh tempo tahun depan.

"Tenor 3 tahun, 5 tahun kami perkirakan apabila ada negatif pada operasi, maka kami akan kesulitan pendanaan untuk 1 miliar jatuh tempo tahun depan," kata mantan Direktur Keuangan Pelindo II ini.

Perseroan juga melakukan refinancing dengan menarik dana US$ 2,5 miliar untuk kebutuhan 2021-2023. Setengahnya dipakai untuk membayar utang 2021 dan 2023, setengahnya lagi untuk membayar utang anak usaha dan akuisisi PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

"Dengan penerbitan utang baru cost lebih murah 0,7% dari sebelumnya secara prinsipal bunga rata-rata 5,4% terendah 4,75% tertinggi 6%, rata-rata 5,4%."

"Kita bayar yang bisa kita dapat dari pasar, kita terbitkan 4 miliar dolar obligasi, yang kami lakukan penawaran pemegang obligasi lama, untuk jual obligasi lama ditukar dengan tenor yang lebih panjang. Yang berhasil ditukar 1 miliar dolar, ada 1,5 miliar dolar kami rencanakan pembayaran sesuai mekanisme dan biaya dari bunga pinjaman yang ada di anak perusahaan."

Dia mengatakan semua proses akuisisi ini sudah sesuai dengan rencana pada 2019 dan 2020, karena belum ada arus kas terkait dengan Freeport karena utang obligasi baru mulai (jatuh tempo) pada 2021.

"Investasi ini [Freeport] akan hasilkan di 2021, akan ada penerimaan dividen dengan level produksi sama dengan 2018."

"Waktu kami beli 2 tahun akan kosong, investasi akan balik 2021. Ekspektasi kami akan sama dengan 2018 jadi apabila harga tembaga pada level 2018, maka dividen 350 juta dolar 2021 meningkat bertahap, ekspektasi 1 miliar dolar di 2023 dan seterusnya. Ini perhitungan yang sudah dilakukan. Kami ekspektasi produksi yang diharapkan Freeport semua sesuai rencana."


SUMUR:
https://www.cnbcindonesia.com/market...eeport-rp-55-t
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galigulagalu dan 23 lainnya memberi reputasi
22
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Cerita Gebrak Meja DPR & Utang Inalum Caplok Freeport Rp 55 T
02-07-2020 16:27
Demi kebanggan sesaat... deranya anak cucu yang bayar hutang... padahal 1-2 tahun lagi kontrak sebelumnya juga habis..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kakidal27 dan 7 lainnya memberi reputasi
3 5
-2
profile picture
kaskus addict
02-07-2020 20:26
Nggak ada habisnya coy....

Kontrak dr zaman ginanjar kartasasmita, yg berhak menghentikan cm freeport.

4
profile picture
kaskuser
02-07-2020 21:32
ada baiknya dibaca yg bener sampai habis.. kan ketauan gobloknya kalo asal ngomong..
lagian... anak cucunya bayar darimana? siapa anak cucunya?..emoticon-Ngakak
6
profile picture
kaskus geek
02-07-2020 22:12
bahasan yg harusnya udh slesai. ane bantu jelasin dikit, intinya pripot punya hak penuh suka2 pripot mainin kontraknya,mau perpanjang dll, suka2 pripot,sampe sini paham? yg bangsad ya yg ngasih lampu ijo pertama pripot utk masuk. sampe sini paham @hiu.samudera ?
4
profile picture
kaskus holic
02-07-2020 22:21
@hiu.samudera @kakidal27 berarti gan klo mereka bisa macem gitu seharusnya kita indonesia dapet setimpal dong? apa ada tambang yg diamerika kita punya tuker guling sama freeport dan kita bisa bebas semena2? klo enggak kok bisa ya faktanya begitu mereka bisa terserah mereka klo kita ga bisa?
1
profile picture
kaskuser
02-07-2020 22:41
@klateam
Lha indo vs amerika ya berat bang..
pan namanya penjajahan gaya baru, bukan fisik nya aja.. ekonomi dll nya d jajah secara tak kasat mata (semua negara lain jg gitu).. itu udah lama terjadi sejak soekarno naek dan soeharto..
inilah negara yg kita tinggali.
3
profile picture
kaskus geek
02-07-2020 22:42
@klateam harusnya, kl deal2 an awal dulu dibuat kerjasama saling menguntungkan RI dan pripot, sayangnya pembuat kerjasama gak ngurus itu, dan klausul2 "suka2" pripot tertulis resmi di kontrak, NKRI gak bisa ujug2 ngebatalin ato wan prestasi atas kontrak yg sudah deal. jadi mau gak mau dan nemu celah ya dgn akuisisi pripot. kenthu nya itu bikin oknum2 yg diuntungkan atas kerjasama lama kebakaran jembbhud
3
profile picture
kaskuser
03-07-2020 00:21
@klateam @kakidal27

Kontraknya jelas berakhir di 2021 kok... ada opsi perpanjang.. tapi itu opsi bukan mutlak.. kalau ada yang bawa isu2 arbitrase itu cuma cari-cari alasan aja...

ya ok.. worst case scenario.. tarohlah dibawa ke arbitrase.. indo harus bayarin aset friport USD 6 M (nilai valuasi sekarang, nanti harus dikurangi lagi depresiasi sd tahun 2021).. tapi indo malah dapat 100% kepemilikan... compare to bayar USD 3.85 M tapi hanya dapat 51%

Belum lagi:
1. 2019-2020 kosong produksi
2. pembahasan kontrak baru seperti diulur-ulur lamanya sampai 2018..

Kentara sekali sepertinya menunggu momen untuk pemilu 2019..
1
profile picture
kaskuser
03-07-2020 00:25
@credence

Hutang dan bunganya ya yang bayarin dari pajak-pajak anak cucu ente lah...
0
profile picture
kaskus holic
03-07-2020 03:16
Kudu kronologi jelasnya nih kenapa faktanya seperti itu, karna "seguoblog" itukah kita pas saat itu sehingga dikasi kekuasaan tak terbatas buat pihak luar? atau jaman itu uda ada korupsi, kolusi, nepotisme? atau sekedar polisi dunia? atau dan atau...lainnya? -- Kali ada yang bisa bahas dengan jelas dan detail bahkan kalo bisa surat kontrak jaman itu...biar ga hai ktanya... hai katanya...
1
profile picture
kaskus addict
03-07-2020 10:57
@klateam @kakidal27 @hiu.samudera

Kalo dibawa ke abritase, ya freeport maunya perpanjang lagi. Gak akan di lepas itu aset.
0
profile picture
kaskus maniac
03-07-2020 14:05
@hiu.samudera @kakidal27 klo emang freepot bisa seenak udel perpanjang kontrak n dirasa masih nguntungin tambangnya, ngapain nglepas 51% saham ke Indonesia ? SegobIog itukah freeport ?

Klo gw jadi freeport yg katanya bisa seenak udel perpanjang kontrak n tambangnya masih menguntungkan, g bakalan gw kasih 51% saham ke Indonesia.
0
profile picture
kaskus addict
03-07-2020 15:37
@hiu.samudera @kakidal27 @dogslike itulah cara licik rezim JKW.
Wkwkwkw.

Dia buat tim 4 org kan.
Jonan, SMI, arkandr, siti nurbaya.
Disuruh cari celah.
Akhirnya freeport di-list semua demdanya.
Ane Lupa
Guede bgt.
Lebih gede dr 51%..
Denda krn environment utamanya.
Pengolahan dsb.
Juga soal nggak ada smelter. Cmiiw

Priport dikasih pilihan bayar atau jual
0
profile picture
kaskus maniac
04-07-2020 06:18
@hiu.samudera @kakidal27 @antek.rakyat Pilihan mudah buat freeport, daripada bayar denda yg jmlhnya sgt besar (klo gw baca 185 triliun), mending jual saham dapet 55 triliun. Total penghapusan denda + nilai saham = 240 triliun. Tambang bawah tanah juga blm jelas gmn nilai produksinya, baru itung2an secara teori doang. Klo hasilnya nyungsep ya siap2 Indonesia gigit jari untuk kesekian ribu kali. Klopun pada akhirnya sukses pun, bisa g pemerintah dpt minimal 1200 triliun dalam 20 tahun ? Klo g bisa ya itungannya rugi lah investasi yg nilai totalnya menurut gw 240 triliun itu...
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia