News
Batal
KATEGORI
link has been copied
47
Lapor Hansip
26-06-2020 20:54

PDIP Gunakan Pasal Perusakan dan Penghasutan di Kasus Bendera

PDIP Gunakan Pasal Perusakan dan Penghasutan di Kasus Bendera

Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DKI Jakarta menggunakan beberapa pasal dalam laporan terkait aksi perusakan bendera partainya. Laporan itu dibuat di Polda Metro Jaya, Jumat (26/6).
"Pasal yang kami laporkan adalah pasal 160 KUHP dan atau pasal 170 KUHP dan atau pasal 156 KUHP," kata pengacara pihak PDIP, Ronny Talapessy di Polda Metro Jaya.

Pasal 160 KUHP berbunyi "Barang siapa di muka umum dengan lisan atau dengan tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan yang dapat dihukum, melawan pada kekuasaan umum, dengan kekerasan atau supaya jangan mau menurut peraturan undang-undang atau perintah yang sah yang diberikan menurut peraturan undang-undang, dihukum penjara selama-lamanya enam tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp4.500,".

Lalu, Pasal 170 KUHP mengatur soal "Barang siapa dengan terang-terangan dan secara bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan,".

Kemudian, Pasal 156 KUHP berbunyi "Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp4.500,".

Menurut Ronny, ketiga pasal tersebut berkaitan dengan aksi pembakaran bendera partai hingga tudingan terhadap PDIP.

"Pasal tersebut terkait tindak pidana kekerasan, perusakan terhadap barang berupa pembakaran bendera PDI Perjuangan," ucap Ronny.

"Dan atau penghasutan untuk menyatakan pernyataan permusuhan kebencian atau penghinaan terhadap golongan partai politik PDI Perjuangan," imbuhnya.

Laporan PDIP DKI Jakarta itu diterima dengan nomor laporan polisi LP/3.656/6/VI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. Pihak pelapor yakni Ronny Berty Talapessy dan pihak terlapor masih dalam penyelidikan.

Insiden pembakaran bendera PDIP dalam aksi demo di Gedung DPR pada Rabu (24/6) lalu berujung pada protes kader partai berlambang banteng moncong putih.

Demo itu diketahui diikuti sejumlah ormas yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis NKRI. Beberapa ormas di antaranya yakni Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Front Pembela Islam (FPI).

Terkait aksi pembakaran itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahkan mengeluarkan surat perintah yang seluruh kadernya merapatkan barisan. Ia juga mempersilakan kader menempuh jalur hukum sambil memperkuat persatuan dengan masyarakat.


PDIP Gunakan Pasal Perusakan dan Penghasutan di Kasus Bendera

Dua pasal itu dendanya kalau dikumpulin kagak sampai sepuluh rebu. Ustadz Haikal Hassan atau Ustadz Yusuf Martak bisa membayarnya berjuta kali lipat.

BTW, mujahid-mujahid kami kagak takut mengorbankan jiwa raga. Apalagi cuma 5 tahunan aja. Membusuk di penjara aja dijabanin sama Panglima Mujahid Bintang Lima, Habib Bahar.

PDIP Gunakan Pasal Perusakan dan Penghasutan di Kasus Bendera
Diubah oleh Gemaind
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kyukyunana dan 7 lainnya memberi reputasi
6
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
PDIP Gunakan Pasal Perusakan dan Penghasutan di Kasus Bendera
26-06-2020 21:11
Bagaimana para pakar kaskus apa bakalan masuk tuh barang ga?
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskus geek
26-06-2020 21:18
kudu siapin materai 6rebu biar aman emoticon-Cool
2
profile picture
kaskus geek
26-06-2020 21:19
@servesiwi Denger denger banteng dah ngomong kalo materai ga berlaku...

2
profile picture
kaskus addict
26-06-2020 21:19
hmmmm.....ane sih pengennya merah ama 212 bentrok secara fisik biar keliatan sapa macan sapa yg miaw emoticon-Ngakak
2
profile picture
kaskus geek
26-06-2020 21:21
@samsol... Kayaknya kejadiaan bibib dulu sama si mbok bakalan terulang lagi...

emoticon-Ngakak
1
profile picture
kaskus geek
26-06-2020 21:22
@37sanchi kalok materai ga berlaku, pengacara hiubib nopel udah standby emoticon-Cool
2
profile picture
kaskus geek
26-06-2020 21:24
@servesiwi daripada si hiu mendingan pengacara yg suka nyiram teh...
2
profile picture
kaskus addict
26-06-2020 21:28
2
profile picture
kaskus geek
26-06-2020 21:29
@servesiwi @samsol... Dia kalo ga salah megang klien kafir...

Pasti jam terbang nya tinggi.. .
2
profile picture
kaskus addict
26-06-2020 21:42
@37sanchi @servesiwi bukti foto jelas klo ada pidionya lebih afdol..

mau pengacara sehebat apapun kagak bakal bisa menang,blom lagi lawannya partai penguasa 2 periode breemoticon-Ngakak
2
profile picture
kaskus geek
26-06-2020 21:43
@servesiwi @samsol... Iya juga bree..

emoticon-Ngakak
2
profile picture
kaskuser
26-06-2020 21:51
Ini sudah memenuhi unsur dan jelas masuk. Masaahnya, aparat berani memproses apa kagak.

Biasanya kelompok pro-Khilafah yang menggunakan kekuatan massa untuk menekan aparat, sekarang menemui batunya ketika PDIP juga menggunakan cara yang sama dengan mengerahkan massa untuk mempengaruhi aparat.

Untungnya, PDIP memilih jalur hukum ketimbang gesekan langsung di grassroot. Kalau gesekan langsung, PDIP jelas tidak akan sendirian. Kelompok pro-Khilafah hanya garang di beberapa tempat dan medsos, namun di real life mereka sebenarnya penakutnya luar biasa.

LIhat aja tuh ekspresi Haikal Hassan, Habib Novel, Munarman, Edy dll. Pernyataannya simpang siur gak jelas. Walaupun mereka berkoar dan menggertak akan melakukan jihad qital, tapi dalam hati mereka cukup gemetaran.

Mereka tahu pasti bhw kalau benar-benar terjadi gesekan di real life, PDIP tidak akan sendirian. Ngelawan kekuatan PDIP sendirian aja mereka belum tentu mampu mengatasi, apalagi kalau para nasionalis & nasionalis agamis bergabung.

Skenario gesekan di akar rumput pun pasti juga sudah dipersiapkan oleh PDIP dkk. Kode merapatkan barisan dari Mega itu seperti kode keras ketika peristiwa Kudatuli, cuma yg sekarang jauh lbh soft. Waktu Kudatuli, kader PDIP bukan berhadapan dgn segerombolan cos-play arabic. Mereka berhadap-hadapan dengan Polisi yang di backup oleh TNi dengan persenjataan lengkap. Saat itu, PDI Megawati kekuatannya relatif kecil. Tapi mereka terbukti berani berdarah-darah. Apalagi saat ini mereka adalah partai terkuat di NKRI, dengan pendukukung di luar partai yg juga tidak sedikit.

Sementara ini, PDIP dkk memilih menahan diri karena tidak ingin mengganggu jalannya pemerintahan Jokowi yg sedang berjuang keras mengatasi Pandemi. Tapi kalau terpaksa, mereka tidak akan takut dengan segala resikonya.




2
profile picture
kaskus addict
26-06-2020 21:57
@Gemaind good point bre...emoticon-Cool

Anak kemaren sore sok2an melawan senior yg udah puluhan tahun di hantam badai kanan kiriemoticon-Ngakak
2
profile picture
kaskuser
26-06-2020 21:59
@Gemaind kalo ga masuk....
Undang2.. dirubah supaya bisa masuk...
Pancasila aja mau di utak atik...
Apalgih nih cuma uu
0
profile picture
kaskuser
26-06-2020 22:03
@katronguik Hahaha. RUU HIP itu kagak ubah Pancasila. RUU HIP itu hanya pegangan bagi BPIP dalam menjalankan tugasnya agar mudah dipahami oleh awam ketika menjelaskan pentingnya Pancasila bagi republik ini.

Lo pernah baca buku sejarah apa kagak bre? Baca tuh proses lahirnya Pancasila sejak 1 Juni 1945.
1
profile picture
kaskuser
26-06-2020 22:07
@Gemaind terserah loe bre....
0
profile picture
kaskus addict
27-06-2020 07:39
@Gemaind PDIP ini tipikal partai yang mainnya di garis depan gak pake basa basi, beda sama partai sebelah yang mainnya cantik ngancurin musuhnya dari dalam, ada yang mainnya berlindung di punggung orang2 besar, ada juga partai yang hobinya adu domba.
1
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia