News
Batal
KATEGORI
link has been copied
47
Lapor Hansip
09-06-2020 00:13

Eksistensialisme Dalam Sebuah Istilah Sederhana


Eksistensialisme Dalam Sebuah Istilah Sederhana


Apa kalian tahu kalau sebagian besar peradaban manusia mempercayai bahwa esensi mendahului keberadaan.

Siapa kita? Siapa yang menciptakn kita? Atau siapa yang menentukan nasib kita sebelum kita lahir?

Pikiran tersebut muncul dari sudut pandang agama untuk kehidupan.

Munculnya Eksistensialisme

Ketika perang dunia ke-2 terjadi, lebih tepatnya di kamp-kamp yang dibentuk oleh Nazi. Seluruh peristiwa ini memaksa para filsuf "mempertanyakan sebuah keberadaan". Maka munculah istilah eksistensiyang mendahului esensi yang dikenal luas oleh filsuf Jean Paul Satre. Inilah yang membuat pemikiran dasar dari "Eksistensialisme".

Eksistensi


Esensi


Sejarah Lain Kemunculan Paham Eksistensialisme

Paham ini muncul dari ketidakpuasan beberapa filsuf yang memandang bahwa filsafat pada masa Yunani ketika itu seperti protes terhadapa rasionalisme, khususnya pandangan spekulatif tentang manusia.

Intinya adalah penolakan untuk mengikuti suatu aliran, penolakan terhadap kemampuan suatu kumpulan keyakinan, khususnya kemampuan sistem, tidak puas terhadap filsafat tradisional yang bersifat dangkal dan primitf.

Alasan lain terbentuk aliran ini dikarenakan beberapa golongan filsuf merasa kalau manusia mulai terbelenggu dengan aktivitas teknologi yang membuat mereka kehilangan hakekat hidupnya sebagai manusia atau makhluk yang berekstensi dengan alam dan lingkungan sekitar, bukan hal yang didapatkan dengan instant.

Pola Pikir yang Dirasakan Oleh Seorang Penganut Pemahaman Eksistesialisme

Mari kita bicara ketika ada seorang yang menganut pemahaman tersebut. Menurut mereka makna hidup tidak datang dari gagasan dunia yang sudah ditentukan sebelum mereka lahir, melainkan semua pilihan, dan kehendak itu adalah tanggung jawab pribadi orang itu sendiri.

Eksistensialisme dan Atiesme

Eksistensialisme tidak harus seorang aties. Mereka dapat percaya bahwa Tuhan itu ada. Bagi seorang yang menganut Eksistensialisme, menyatakan manusia memperoleh keberadaan hidup mereka sendiri dari kehidupanmereka sendiri dan itu adalah pemikiran yang sangat membebaskan.


Quote:Disini bisa saya jelaskan kalau kita masih memiliki bantalan hidup yaitu Agama, tetapi juga memberi sebuah kebebasan untuk menjalani tujuan hidup.


Resiko

Eksistensialisme Dalam Sebuah Istilah Sederhana


Saya akan memberi tahu kalau pamahaman Eksistensialme memiliki resiko mengubah orang menjadi nihilisme, yang dimana seseorang berpikir kalau hidup itu tidak memiliki arti. Namun ini bisa diatasi ketika seseorang mempunyai hasrat atau tujuan hidup.

Nihilisme


Kesimpulan

Mungkin kita akan sedikit bingung dengan penjelasan diatas tadi, coba saya sederhanakan dan semoga bisa paham. Eksistensialisme adalah teori yang memungkinkan seseorang untuk mengendalikan hidupnya dengan menyatakan bahwa dirinya sendiri tidak ada seorang pun yang dapat mengendalikan hidupnya, dan tujuan hidupnya.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
imogenist dan 24 lainnya memberi reputasi
25
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Eksistensialisme Dalam Sebuah Istilah Sederhana
10-06-2020 10:17
Wah eksistensialisme. Ane pengen lebih tau nih tentang pemikiran ini, cuma kemaren-kemaren waktu mau cari karya Sartre yang Being and Nothingness kayaknya belum ada yang versi indonesianya yak gan?

Ada referensi buku gak gan mengenai filsafat ini yang menurut agan bagus sama mudah dipahami? Yang bhs indo tapi emoticon-Malu
0 0
0
profile picture
newbie
10-06-2020 22:46


Kalo Karya Jean Paul Satre yang udah ada bahasa Indonesianya "Eksistensialisme dan Humanisme"

Kalau "Being and Nothingness" belum ada.
0
Memuat data ...
1 - 1 dari 1 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia