News
Batal
KATEGORI
link has been copied
242
Lapor Hansip
06-06-2020 16:49

Pelajaran Agama, Perlukah Dihapus?

'Kelak 50 tahun lagi negeri ini akan punya masalah besar,' kata Soekarno. 
ketika ia dipaksa memasukkan agama dalam kurikulum pendidikan. Sejarah ini diceritakan seseorang yang sangat mengerti awal mula bagaimana pelajaran agama masuk kurikulum di sekolah negeri. Masuknya pelajaran agama pada waktu itu untuk melawan paham komunis yang berkembang semakin besar.

Apa yang dikhawatirkan Soekarno, Presiden pertama Indonesia terbukti. Pada masa sekarang, sekolah-sekolah lebih banyak berbicara agama daripada melahirkan para ilmuwan hebat. Bahkan banyak di sekolah negeri, sudah memaksakan identitas agama sebagai penanda keimanan seseorang.

Singapura sudah mengetahui masalah ini sejak lama.
Tahun 1984, waktu itu sekolah di Singapura memasukkan pelajaran agama di sekolah. Lima tahun kemudian, PM Lee Kuan Yew mencabut kebijakan itu. Ketika ditanya kenapa ia melakukan itu, Lee Kuan Yew menjawab, "Agama merupakan suatu hal yang sebaiknya dibiarkan berada dalam kawasan pribadi."

Meski melarang pelajaran agama di sekolah, nilai-nilai agama seperti budi pekerti, adab dan akhlak dimasukkan dalam pelajaran.
Guru-guru agama pun disertifikasi dan didaftar di lembaga pendidikan guru agama. Mereka terus dites supaya memenuhi kriteria oleh MUI nya Singapura. Kalau gagal, mereka tidak boleh mengajarkan agama di mana pun juga di Singapura.

Dan sekarang, kita melihat Singapura adalah negara hebat yang fokus pada ekonomi.

Malaysia juga sudah mulai khawatir dengan situasi "mabuk agama" di negaranya. Mahathir Mohammad, PM Malaysia, mengumumkan akan mengurangi secara bertahap silabus agama di sekolah negeri.
Lalu, bagaimana Indonesia?

Membahas masalah penghapusan mata pelajaran agama di Indonesia ini bisa jadi sangat sensitif. Bisa habis dituding kafir, anti Islam, PKI dan segala macam tuduhan negatif tanpa mau melihat gambaran besarnya. Dan belum ada satu pun pemimpin yang berani membahas masalah ini secara terbuka apalagi mengambil kebijakan.
Padahal mereka tahu akar masalahnya di mana dan bagaimana cara mengatasinya dengan belajar pada negara tetangga. Tapi untuk melangkah ke arah sana, berat sangat. Takut ini, takut itu dan rasa takut itu semakin besar sehingga kebijakan yang diambil selama ini tidak menyentuh akar masalah.

Seorang tokoh intelijen, AM Hendropriyono, dalam sebuah diskusi mengatakan bahwa permasalahan pendidikan kita selama ini bahwa kebijakannya tidak terpusat. Kebijakan di pusat, belum tentu dipatuhi daerah. Celah inilah yang dimasuki kelompok radikalis sehingga mereka bisa berkembang cepat dan membesar tanpa kita mampu mencegahnya.
Situasi ini sama seperti ketika kita tahu bahwa tubuh kita terkena kanker, tapi takut mengobatinya. Akhirnya kanker itu berkembang dan kelak akan memakan seluruh tubuh kita.
Beranikah kita bertindak seperti Malaysia, atau malah seekstrem Singapura?
https://www.tagar.id/pelajaran-agama...lukah-dihapus

emoticon-Matabelo 






profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 24 lainnya memberi reputasi
23
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Pelajaran Agama, Perlukah Dihapus?
06-06-2020 17:39
Trit penyebar paham ateisme nih... emoticon-Embarrassment

Mostly yg komen dah ketebak banget.. pro sm TS.. emoticon-Embarrassment

Kaskus kaskus... Dari taun jebot kgk berubah2 penghuninya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
serapionleo dan 6 lainnya memberi reputasi
3 4
-1
profile picture
kaskuser
06-06-2020 17:42
ya akhi
ternyata lee kuan yew seorang ateis sehingga mencabut pelajaran agama di sekolah

emoticon-Matabelo
2
profile picture
kaskuser
06-06-2020 17:45
@nasbung.idiot ateis ya? Atau gak? Bodo amat..
0
profile picture
kaskuser
06-06-2020 17:57
@nasbung.idiot @drainama Kalau bodo amat ngapain di bales komen nya tulul
0
profile picture
kaskuser
06-06-2020 17:59
@nasbung.idiot @kuningharum lah! Salah emang kalo gw mau ngetik "bodo amat"?

Elu ga tau survey2 kadang suka kasih opsi "tidak peduli" alias BODO AMAT?

Kebanyakan makan micin ente gan, nyamber2 ngamuk kgk jelas emoticon-Ngakak
0
profile picture
kaskus maniac
06-06-2020 18:07
@kuningharum @drainama

loh apa yg di bilang kuningharus itu ada benarnya
klo elu ga peduli
ngapain nanya dia ateis kaga?
uda kaga peduli masih di tanya?
tipe netijing kurang kerjaan yg selalu sibuk dengan agama orang lain

emoticon-Cape deeehh emoticon-Cape deeehh
3
profile picture
kaskuser
06-06-2020 18:10
Anjay... Diikutin sampe sini emoticon-Ngakak

Berasa artis nih emoticon-Ngakak
0
profile picture
kaskuser
06-06-2020 18:12
@drainama @pasti2periode Sudah lah memang tulul dia gan 😉
1
profile picture
kaskus addict
06-06-2020 18:39
trs gw harus ngucap 2 kalimat syahadat gitu ? 🤔🤔
2
profile picture
kaskus addict
06-06-2020 20:00
@iupis.manis
jangan lupa di wraping pake c4 tapi di triger di kamar mandi radius 4km bebas manusia
Pelajaran Agama, Perlukah Dihapus?
1
profile picture
kaskus addict
06-06-2020 20:03
ngapa3n juga luh maen ngaskus,,..drun..,,??? luh taw kan siyapa nyang bikin nih situs,,..?? mend1ng luh buka 212 forgos (forum gosip),, kadrunn only,,..
3
profile picture
kaskus addict
06-06-2020 20:16
@cellengz anjir emang ada ya ? 🤣🤣
kasi link ny donk
maw gw toxic in 🤣🤣🤣
0
profile picture
kaskus holic
06-06-2020 22:49
Rata rata pemuja jokowi mirip buzzernya si xi jinping, itu tuh, negara yg hanya punya 1 partai politik, pemuja stalin, lenin, pemimpin uni soviet!
0
profile picture
kaskus addict
06-06-2020 22:52
@hatabombaaa tapi xi jinping membawa china maju
kalo ini....... isi sendiri aja
0
profile picture
kaskus holic
06-06-2020 23:02
@iupis.manis
Engga ada sejarahnya negara komunis rakyat makmur, buktinya uni soviet bubar, klo ada yg masih bertahan, itu rakyat hidupnya terpaksa, contoh hongkong, taiwan apalagi korea utara.
0
profile picture
kaskus addict
06-06-2020 23:05
@hatabombaaa HK itu rakyatnya kekurangan lahan.dan HK itu menganut kolonial inggris 😂😂
taiwan ? mreka bahagia cuk.wong gw pernah 3x ke sono.dan taiwan bukan komunis 🤣🤣
china ? mreka emang terkurung.tpi rata2 mreka bangga ma negaranya
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia