News
Batal
KATEGORI
link has been copied
173
Lapor Hansip
04-06-2020 10:59

Perbedaan Wajib Investasi Tapera Era Jokowi dengan Soeharto

Perbedaan Wajib Investasi Tapera Era Jokowi dengan Soeharto


Quote:Sifat kepesertaan era Soeharto hanya PNS pusat maupun daerah. Sedangkan Tapera Jokowi, menyangkut CPNS, prajurit siswa TNI, hingga WNA.


Presiden Jokowi menerbitkan peraturan pemerintah (PP) 25/2020 terkait Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Aturan tersebut, secara otomatis merevisi keputusan presiden tentang Tabungan Perumahan PNS yang ditandatangani oleh Presiden ke-2 RI Soeharto, pada 15 Februari 1993.

Tapera ini merupakan wajib investasi bagi pekerja yang upahnya minimal serupa dengan upah minimum. Bagi yang di bawah upah minimun, tetap bisa menjadi peserta Tapera namun tak wajib.

Peserta Tapera ialah setiap WNI maupun WNA pemegang visa. Minimal berumur 20 tahun. Rinciannya:

1. Calon Pegawai Negeri Sipil.
2. Pegawai Aparatur Sipil Negara.
3. Anggota TNI.
4. Prajurit siswa TNI.
5. Anggota Polri.
6. Pejabat negara.
7. Buruh BUMN.
8. Buruh BUMND.
9. Buruh swasta.
10. Pekerja lain yang menerima gaji atau upah.

Tujuannya, menyediakan dana efektif jangka panjang untuk pembiayaan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tabungan ini bisa diambil jika pekerja pensiun, berusia 58 tahun, atau bahkan meninggal dunia. Proses pencairan dana, paling lama selama 3 bulan berupa, simpanan dan hasil pemupukan dana.

Setiap bulan, paling lambat tanggal 10, setiap peserta diwajibkan membayarkan iuran. Besarannya 3 persen dari gaji atau upah. Dari 3 persen itu, hanya 2,5 persen yang diambil dari upah pekerja. Sisanya sebanyak 0,5 persen dibayar pemberi kerja.

Jika tak terlambat membayar, pekerja akan diberikan dua kali sanksi peringatan tertulis, secara bertahap paling lama 10 hari kerja. Sedangkan sanksi bagi pemberi kerja beragam: peringatan tertulis, denda administratif, memublikasikan ketidakpatuhan, pembekuan hingga pencabutan izin usaha.

Dana yang dihimpun dari peserta, akan dipupuk untuk meningkatkan nilanya dengan prinsip konvensional dan syariah. Hal itu akan dilakukan oleh manajer investasi dalam bentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang portofolio investasinya, ditempatkan pada instrumen investasi dalam negeri.

Perbedaan dengan Soeharto
Perbedaan dengan Soeharto PP Jokowi tersebut, berlaku sejak 20 Mei 2020. Aturan itu otomatis mencabut Keputusan Presiden 14/1993 yang dibuat Soeharto. Lantas apa bedanya dua peraturan tersebut?

Kepesertaan Tapera era Jokowi luas, lebih dari 9 jenis. Selain itu, bukan hanya WNI. Sedangkan Tapera era Soeharto, hanya mewajibkan PNS baik pusat maupun daerah.

Besaran pemotongan gaji PNS era Soeharto, per bulan, sejak Februari 1993:
a. Golongan I Rp3.000.
b. Golongan II Rp5.000.
c. Golongan III Rp7.000.
d. Golongan IV Rp10.000.

Gaji PNS yang dikumpulkan, bisa dicairkan untuk membantu uang muka pembelian rumah dengan fasilitas kredit. Selain itu, juga bisa untuk biaya membangun rumah bagi PNS yang telah memiliki tanah.

Namun, Tapera hanya bisa dicairkan 60 persen. Sisanya tetap disimpan dalam bentuk deposito atau jenis investasi lainnya.

Syarat lainnya untuk mencairkan Tapera: 10 tahun masa kepesertaan bagi PNS Golongan I, 12 tahun untuk Golongan II, 15 tahun untuk Golongan III.

Berbeda dengan Jokowi, aturan dari Soeharto, tak menyantumkan sanksi akibat telat pembayaran.


SUMUR:
https://tirto.id/perbedaan-wajib-inv...-soeharto-fEQk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 26 lainnya memberi reputasi
25
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Perbedaan Wajib Investasi Tapera Era Jokowi dengan Soeharto
04-06-2020 15:31
jadi, enak jamannya siapa?
0 0
0
profile picture
kaskus maniac
04-06-2020 15:40
ya tetep enak jaman now lah, dulu mana bisa maen game di hp kayak skrg, internet pake hp secepat skrg, cari info juga gak segampang skrg tinggal google. emoticon-Ngakak
2
profile picture
kaskus maniac
04-06-2020 15:47
zaman skrg dong. balik aja zaman dlu lau hahah
2
profile picture
kaskus holic
04-06-2020 15:51
Jaman sekarang lah jaman sekarang ane punya bini jaman pak harto dulu ane masih tk.
2
profile picture
kaskus maniac
04-06-2020 18:25
enak jaman sekarang, dulu hidup susah ,apalagi diluar pulau jawa. makanan minuman cuman itu itu aja,
0
profile picture
kaskus addict
04-06-2020 18:52
Enak zaman Mbah Harto lah.. ane masih sekolah. Ortu pekerja biasa gaji ga seberapa tapi bisa punya macem2.
0
profile picture
KASKUS Plus
04-06-2020 21:36
@imogenist bsa punya smartphone juga sperti saat ini ente bisa bebas internetan?
0
profile picture
aktivis kaskus
04-06-2020 22:00
@tokoalshop @imogenist smartphone cuma buat gaming, sisanya nonton video cari hiburan, klo dulu hiburan nya maen ps klo bosen ganti kaset or kluar maen dingdong. merdeka beban pikiran. sekarang megang smartphone di recokin mumet nyari duit emoticon-Wakaka
1
profile picture
kaskus addict
05-06-2020 06:47
@tokoalshop @riftwalker77 Nah itu dia gan. Zaman dulu emang belom ada smartphone tapi hiburan mah ada aja. Baca majalah, komik, main tak benteng, main tak umpet, gitaran nyanyi2, dengerin radio, ngerekam lagu dari radio ke kaset, main monopoli, tukeran perangko, tukeran kertas Surat yg wangi2 gitu, surat2an sama sahabat pena. Hari gini? Masih ada?
0
profile picture
KASKUS Plus
05-06-2020 07:07
@imogenist @riftwalker77 masih ada klo lu mau ngelakuinnya.
1
profile picture
aktivis kaskus
05-06-2020 07:22
@tokoalshop doraemon? realistis aje gan yg di note disini masa kecil nya jadi gk mungkin bisa diulang emoticon-Blue Guy Peace
Enak karna waktu itu gw masih kecil emoticon-Ngakak
0
profile picture
kaskus addict
05-06-2020 08:09
@riftwalker77 @tokoalshop ga enaklah ga banyak temennya yg sama2 ngelakuin. Lagian udh beda masa. Tp kalau dr sisi hankam dan ekonomi tetap enak zaman Mbah Harto kalau ane. Nggak tahu kalau yg lain.
0
profile picture
aktivis kaskus
05-06-2020 08:28
@imogenist wah kalo itu sih ane gk tau gan, masih bocah kelas 2 sd waktu doi lengser emoticon-Blue Guy Peace
Jadi ane gk valid banget bilang bagus nggak nya, tar dah ane coba tanya bokap kira2 enak gk jaman doi
0
profile picture
kaskus addict
05-06-2020 08:31
@riftwalker77 Ane tumbuh di zaman beliau. Anak kecil main kemana2 bebas aman. Kalau ilang paling kecemplung sumur atau sungai. Zaman sekarang rawan diculik, Bre.
0
profile picture
kaskus maniac
05-06-2020 08:38
@riftwalker77 @imogenist sama aja, anak kecil juga banyak yg diculik jaman dulu, sampe ada isu mobil gunting di daerah ane. berita gak sebebas dan seluas skrg jangkauannya, media komunikasi juga belum seperti saat ini. paling cuma radio, koran, internet belum ada, tv masih tv tabung hitam putih, itupun yg punya cuma beberapa. Makan juga gak sebanyak sekarang. dulu harus ngirit meski dikata swasembada pangan, cuma segelintir orang yg ngrasain, kami yg di pelosok tidak pernah dipedulikan. jangankan akses komunikasi, akses transportasi pun susah.
palingan agan2 yg masa kecilnya bahagia diatas gak ngerasain jaman susah kayak ane. hidupnya dikota yg jadi pusat pembangunan.
ya meskipun gitu ane bersyukur bisa hidup dijaman itu bisa ngerasain kerasnya perjuangan bertahan hidup masa itu, bikin orang jadi lebih tangguh. emoticon-Traveller
0
profile picture
kaskus maniac
05-06-2020 08:46
@imogenist
zaman pak harto politik ga fair. semua harus "golkar" apalagi pns dan bumn mesti pegang sertifikat itu. orang2 keturunan tionghoa ga merdeka. penuh dgn ketakutan. baru bisa merdeka dizaman gus dur. korupsi zaman soeharto ga ada, yaiyalah org pemainnya dia. cendono kayanya 7 turunan. kpk dlu mana ada mau tangkep2 korupsi. keturunan yg dlu ortuny berafiliasi kiri jg sering dikucilkan. kebebasan berpendapat masih dikekang. kmana2 ya enak zaman skrg. tp zaman dlu kalau childhood emang paling mengasyikan. dlu jg blm ada ormas2 yg jual ayat agama
0
profile picture
kaskus maniac
05-06-2020 08:47
@itkgid zaman dlu yg diculik aktivis2. enak diculik kalau jelas ya batang hidungnya masih ada. ini diculik bener2 tinggal nama kek wiji thukul
0
profile picture
kaskus maniac
05-06-2020 08:54
@SuperAzzura anak kecil juga banyak yg diculik, gak diberitain aja soalnya gak semasif sekarang media. banyak teman2 sepermainan ane yg tiba2 hilang. lapor wereng coklat pun kalo gak ada duit percuma. ntah dibunuh diambil organ dalamnya, ntah dididik jadi pengemis buat dikirim ke kota2 besar, gak ada yg tau.
kalo bilang kejahatan di masa itu sedikit, ah sama saja, bromocorah, begal, bandit juga banyak. gak semua bisa diliput media yg jadi corong penguasa. kalo korbannya rakyat kecil gak akan dianggap. makanya dulu selalu ada poskamling, ronda masih jadi pilihan utama warga. media sih cuma nyiarin yg baik2 aja sesuai kemauan penguasa, kalo agak vokal dikit aja langsung ilang, ntah diculik jadi tapol, ntah ilang jadi mayat dibuang gak jelas dalam karung.
1
profile picture
kaskus addict
05-06-2020 13:51
@SuperAzzura

Ya ga tahu ya. Setiap orang punya pendapat masing2. Tapi buat ane, masa Pak Harto jauh lebih nyaman dibanding rezim skrg. Rezim2 sblmnya pun msh lebih berasa lbh nyaman.

Kalau udh ngomongin SARA ntar panjang urusannya. Tp Ada sebab kok kenapa mereka dibatasin.
0
profile picture
kaskus maniac
05-06-2020 19:02
@imogenist emang kenapa dibatasin kalau boleh tau ya ? sharing aja nyantailah jon....
itu kan pendapat ente yg jelas ya ga mengalami kekelaman zaman itu. kalau kek keluarga yg tertuduh eks pki sampe keturunannya dikucilkan gimana tuh nasibnya ??? genosida thn 66 itu bukan omong kosong belaka loh, walaupun gw belum hidup banyak literasi-literasi yg meyakinkan akan kejadian itu. dan perlakuan orba terhadap keturunan2 tionghoa jg menurut gw sangat parah. blak2an aja ya, orba itu cuma setia sama taipan2 keturunan aja. yg bawah2 gitu diinjak jon. kasus edi tansil itu bukan omong kosong loh, ada peran supreme leader saat itu pd saat kejadian itu...
deket2 reformasi jg banyak kasus HAM yg tidak diadili lewat jalur hukum jon. tiba2 ilang entah kemana. kalau wiji thukul salah kenapa ga ditindak secara hukum yg berlaku ? malah dia tiba2 hilang sampe saat ini ? dan aktivis2 lain jg hilang tanpa diadili. kalau bicara hukum zaman skrg dgn dulu ya sangat jauh lebih enak zaman skrglah...
0
profile picture
kaskus addict
06-06-2020 11:51
@SuperAzzura

Gue ada di posisi berseberangan. Statement gue lebih mungkin jd masalah drpd kalian yg berpihak sama rezim sekarang.

Ok. Mungkin karena gue nggak ngalamin kelamnya masa Mbah Harto. Jd gue nggak ngerti pikiran kalian yg ngalamin.

Sama aja kaya kalian yg nggak ngerasain betapa ruwet dan ga adilnya rezim skrg. Mau gue ceritain kaya apa juga tetap ngeles lah.
0
Memuat data ...
1 - 20 dari 20 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia