News
Batal
KATEGORI
link has been copied
19
Lapor Hansip
03-06-2020 18:57

Jadi Zona Hitam, Pemkot Surabaya Minta Penjelasan Pemprov Jatim

SURABAYA, KOMPAS.com - Dalam empat hari terakhir, Kota Surabaya dilabeli warna hitam dalam peta penyebaran virus corona baru atau Covid-19 Jawa Timur.

Dalam peta itu terlihat, Kota Surabaya memiliki 2.748 kasus positif Covid-19 hingga Selasa (2/6/2020).

Namun, Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M Fikser, heran dengan warna hitam itu.

"Ini yang bikin kita jadi bertanya, kenapa Surabaya dikasih itu (warna hitam). Seharusnya dikasih alasan-alasan di Provinsi Jatim," kata Fikser saat dihubungi, Rabu (3/6/2020).

Fikser menyebut, tak ada penjelasan ilmiah tentang pemberian warna hitam untuk Surabaya.

Sebab, DKI Jakarta yang memiliki kasus lebih banyak dari Surabaya tetap memasang warna merah.

Fikser mengingatkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tak sembarangan memberikan label warna kepada sebuah daerah.

Pemberian label warna harus sesuai landasan ilmu dan teori yang pasti. Fikser juga meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan makna warna dalam peta penyebaran Covid-19 itu.

Menurutnya, aneh jika DKI Jakarta tetap memasang warna merah sementara Surabaya diberi warna hitam.

Fikser juga menyayangkan pemberian label hitam kepada Surabaya. Padahal, Surabaya terus bekerja menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kita ini bekerja dan kerja kita ini betul-betul bisa dilihat. Jadi kalau kita sih, kita menyayangkan warna hitam itu karena secara keilmuan tidak dijelaskan," kata dia.

Saat ditanya alasan Pemprov Jatim memberikan warna itu kepada Surabaya di peta penyebaran Covid-19 Jatim, Fikser mengaku tak tahu.

Hal itu, kata dia, sebaiknya ditanyakan kepada Pemprov Jatim.

"Kan yang kasih warna ini Pemprov Jatim, kalau ditanyakan ke kami, kami enggak bisa ngomong, karena bukan kami yang bikin. Mereka yang menentukan," kata Fikser.

Fikser pun bertanya warna apa yang akan diberikan Pemprov Jatim kepada Surabaya setelah hitam.

"Nanti setelah warna hitam, dikasih warna apalagi? Kita hanya ingin membuka tabir pandemi ini dengan cara rapid test dan swab, lalu dipisahkan, diberikan penyembuhan di semua titik," jelas dia.

Dipuji Menkes dan Kepala BNPB

Fikser menyebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Kepala BNPB Doni Monardo memuji penanganan Covid-19 di Surabaya.

Fikser mengatakan, Terawan kagum dengan langkah yang diambil Pemkot Surabaya untuk memutus penyebaran Covid-19.

Pemkot Surabaya tak cuma mengadakan rapid test massal, tapi juga memetakan dan memisahkan warga yang positif dan negatif Covid-19.
Sementara Doni menilai, peningkatan kasus di Surabaya terjadi karena gencarnya pemkot mengambil sampel cairan tenggorokan pasien diduga Covid-19.

"Itu kan sudah dijelaskan sama Pak Menteri, ini Menteri Kesehatan yang ngomong. Tiba-tiba Surabaya diberi zona hitam. Berarti Pak Menteri ngomongnya keliru dong. Ini yang membuat kita bingung," kata Fikser.

Lanjutkan deteksi dini Covid-19

Pemkot Surabaya terus melakukan rapid test dan tes swab massal di beberapa tempat atau wilayah yang diduga berpotensi menjadi sumber penularan virus corona.

Langkah itu membuat penanganan Covid-19 lebih efektif. Pemkot Surabaya bisa mengetahui wilayah prioritas untuk ditangani.

"Kita tahu mana yang harus kita fokuskan, ada peta penanganan yang jelas dan kita sudah tahu sasarannya siapa mereka yang harus kita perhatikan. Nah, di situlah fokus pemerintah untuk melakukan penyembuhan-penyembuhan itu," kata Fikser.

Menurut Fikser, peningkataan kasus positif Covid-19 terjadi karena pelacakan dan pengambilan sampel yang terus dilakukan secara massif sampai saat ini.

Deteksi dini penyebaran virus corona baru atau Covid-19 diutamakan untuk memudahkan penanganan Covid-19.

"Karena kita ingin buka semua di bawah. Semua itu kita ingin selesai. Karena kita bisa tahu orang itu terjangkit setelah dilakukan rapid test sebagai deteksi dini dan swab sebagai penentu," ujar Fikser.

Fikser mengapresiasi seluruh pihak yang bekerja keras di lapangan untuk menangani Covid-19 di Surabaya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Kirim Utusan ke BKD Jatim karena Belum Dapat Daftar Peserta Pelantikan Kepala Sekolah

Ia juga mengajak masyarakat berjuang bersama-sama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sebelumnya diberitakan, dalam peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur, Kota Surabaya terlihat berwarna hitam sejak empat hari terakhir.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi mengatakan, warna hitam menunjukkan kasus Covid-19 di daerah tersebut lebih dari 1.025 kasus.

"Semakin banyak catatan kasusnya, warna di peta sebaran akan semakin pekat hingga berwarna hitam," ujar Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (2/6/2020).

Hingga Selasa malam, kasus Covid-19 di Surabaya mencapai 2.748 kasus.

https://regional.kompas.com/read/202...-pemprov-jatim

DKI lebih banyak warna merah, SBY dikasih item emoticon-Big Grin
Diubah oleh wenz_ad
profile-picture
cipuyzz memberi reputasi
1
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Jadi Zona Hitam, Pemkot Surabaya Minta Penjelasan Pemprov Jatim
03-06-2020 19:26
Jadi Zona Hitam, Pemkot Surabaya Minta Penjelasan Pemprov Jatim

emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
bagask dan masih.abu.abu memberi reputasi
2 0
2
profile picture
kaskus addict
04-06-2020 08:22
mulutmu harimaumu...
ngliat pmrnth dlu waktu corona blm msk pada dibikin bercandaan dan nyepelein semua.
dan hasilnya ?Jadi Zona Hitam, Pemkot Surabaya Minta Penjelasan Pemprov Jatim
0
Memuat data ...
1 - 1 dari 1 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia