Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
308
Lapor Hansip
14-10-2016 06:10

Sekedar Kisah

newbie yang lari dari RL dan kepincut untuk tumpah ruah keluh kesah di mari...,
Bingung mau curcol dimana.., (hehe) takut ganggu di room publik, jadi mau bikin 'diary' sendiri

mungkin akan dipenuhi tulisan yang 'egosentris', tapi buat agan aganwati yang mau menanggapi atau berbagi kisah, nggak dilarang ^^

: : Inilah (a)Ku : :
tidak tau pasti, sejak kapan ku terbiasa menyimpan segala cerita seorang diri. hanya saja, baru belakangan ini aku sadar arti sepi dalam keheningan. ingin sesekali membuat harmoni bersahutan nada dengan orang lain. sayangnya, keinginan yang ada belum cukup kuat untuk membuatku bergerak. akhirnya ku sadar, mungkin memang beginilah adanya, inginku bukan kemuaanku (atau hanya beralibi untuk bersembunyi di balik kata tidak mau atas rasa malu? entahlah). jadilah saat ini ku coba menulis kisah (siapa tau bisa menjadi bahan renungan di kemudian hari) untuk merekam apa yang sebenarnya dirasakan, apa yang sebenarnya diinginkan, apa yang sebearnya yang sedang dijalani.

one step closer to know myself better emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arcaraya dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Sekedar Kisah
02-06-2020 05:27
Ternyata kehilangan adalah hal yang besar, berbeda dengan perasaan sepi yang sering kali mampir. Secara common sense tentu mudah sekali dijawab, itu pasti tapi bagi yang terbiasa tidak berbagi ini cukup abstrak. Untuk percaya saja sulit, jadi sejak awal selalu berhati-hati untuk melibatkat emosi dengan yang lain. Di satu sisi nampak menyedihkan, di sisi lain bisa jadi ini jalan untuk membentengi hati yang rapuh di dalamnya.

Membayangkannya saja amat sedih, ada ikatan emosi, ada cerita bersama, lantas pergi untuk selamanya. Penerimaan bukan jalan singkat, berapa lamanya tak bisa dipastikan, tidak salah jika kemudian mencari sekadar subtitusi.

Ketika mereka yang di sekeliling pasti pergi, di situlah masa diri sendiri harus lebih erat memeluk hati sendiri, menguatkan langkah sendiri untuk melanjutkan sisa skenario. Lantas untuk apa mereka hadir? Ini seperti paradoks, jika datang dengan kemutlakan sebuah kepergian untuk apa hadir? Inilah hidup, seperti itulah manusia dengan emosi dan akalnya untuk menjalani kefanaan.

Menarik untuk dipikirkan, penuh daya juang dalam praktiknya.
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
you-stole-my-heart-true-story
Stories from the Heart
bastard-hotelier
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia