News
Batal
KATEGORI
link has been copied
194
Lapor Hansip
28-05-2020 09:39

Kramat Tunggak,Tempat "Enak-Enak" Legendaris Yang Dibangun Bang Ali Di Jakarta Utara

Hallo gan sist semuanya,ketemu lagi di ulasan kisah sejarah.Setelah kemarin ane banyak menulis soal perang,intrik dan politik dinegeri ini,kali ini ane mau rileks sejenak.Menulis hal-hal yang gak terlalu serius emoticon-Big Grin


Bicara soal sejarah,banyak hal yang bisa dijadikan sebuah kisah sejarah.Sejarah bukan hanya soal perang dan politik semata,banyak hal menarik diluar dua hal itu.Tulisan kali ini,ane akan membahas sebuah sejarah tempat yang menjadi surga dunia bagi lelaki hidung belang,tempat berkumpulnya mereka yang disebut sebagai kupu-kupu malam.Sejarah ini akan membahas Kramat Tunggak,sebuah tempat pelacuran terbesar di Jakarta pada masanya,konon tempat ini jauh lebih besar dari Kalijodo gan sist.



Kramat Tunggak,Tempat "Enak-Enak" Legendaris Yang Dibangun Bang Ali Di Jakarta Utara

Kramat tunggak tempo dulu

Sumber




SEJARAH


Sebelum menuju episode inti,mari kita simak sejenak tentang asal usul nama Kramat Tunggak gan sist.Nama Kramat Tunggak sendiri diambil dari nama tempatnya, yaitu Kramat Jaya,sementara Tunggak berarti pohon yang dipotong untuk dijadikan tambatan perahu oleh nelayan.Tempat ini sudah ada sejak tahun 1950-an gan sist,walaupun belum terkenal.Saat itu praktek esek-esek sudah lebih dulu ada di Kramat Tunggak,masih bercampur dengan rumah penduduk.Lokalisasi ini berdiri diatas lahan seluas 11,5 hektare.


Pada tahun 1970,Gubernur Jakarta Ali Sadikin yang membangun kawasan prostitusi ini gan sist pada awalnya.Beliau melakukan hal ini dikarenakan prihatin melihat banyak PSK yang menjajakan diri di jalan utama Ibu Kota.Terutama di sekitar Senen (Jakarta Pusat),selain itu banyak diantara mereka yang masih berumur belasan tahun.


Ia mendapat ide membangun Kramat Tunggak setelah kunjungan kerjanya ke Bangkok,dulu seorang dari kedutaan besar Indonesia di Thailand menuntun Ali ke tempat lokalisasi terbesar disana.Dari sana dia mendapat ide untuk menerapkannya di Jakarta juga,agar semua PSK dan germonya bisa ditampung dalam satu tempat dan mudah untuk dikontrol oleh pemerintah.


Langkahnya ini memang mendapat tentangan dari banyak pihak,karena dituding merendahkan derajat wanita serta mendukung perdagangan manusia.Namun dia tetap melanjutkan kebijakan ini,dengan membuat Keputusan Gubernur No. Ca.7/1/13/70 tanggal 27 April 1970.Tentang Pelaksanaan Usaha Lokalisasi Wanita Tuna Susila serta Pembidangan Tugas dan Tanggung Jawab.Surat Keputusan ini diikuti berbagai kebijakan yang dituangkan dalam SK dan instruksi gubernur,SK walikota Jakarta Utara,dan SK kepala dinas sosial.


Kramat Tunggak,Tempat "Enak-Enak" Legendaris Yang Dibangun Bang Ali Di Jakarta Utara

Hanya Ilustrasi ya emoticon-Big Grin

Sumber



Para pejabat lokal segera diperintahkan untuk menutup tempat pelacuran di wilayah Jakarta Utara,Angke dan Jelambar di Jakarta Barat,serta Rawa Bangke di Jakarta Timur.Semuanya dipindahkan ke Kramat Tunggak,di Jalan Kramat Raya Kelurahan Tugu, Kecamatan Koja Jakarta Utara. Kemudian para germo diminta segera mendaftarkan diri ke Suku Dinas Sosial Jakarta Utara,dan para anak asuhnya juga wajib mengikuti germo-germo tersebut pindah.


Kramat Tunggak bukan sekadar tempat prostitusi,tapi juga dijadikan sebagai tempat rehabilitasi bagi pelacur dan germonya,salah satu syarat utama tinggal disana.Mereka sudah pernah menjalankan usaha pelacuran di tempat lain.Umumnya gan sist,para germo di Kramat Tunggak pernah mempunyai bordil (rumah pelacuran) di tempat lain.Mereka pindah karena penggusuran untuk pembangunan atau ditutup pemerintah,di wilayah Kramat Tunggak,para germo disebut ibu asuh atau bapak asuh.Serta pelacurnya disebut anak asuh.


Rata-rata setiap germo mempekerjakan 5-10 pelacur,paling banyak 60 pelacur (emoticon-Hammer (S)).Dengan omset 200-500 ribu rupiah untuk sekali kencannya,bayangkan berapa ratus juta uang yang berputar disini setiap malamnya ?.Bekerja sambil tiduran dikasur,nyatanya memang menjadi pekerjaan yang paling menjanjikan sampai saat ini (emoticon-Hammer (S)).




Dilema Bang Ali


Bang Ali sendiri menyadari kebijakannya itu akan banyak menuai kontroversi gan sist,tapi dia tidak punya banyak pilihan alternatif.Bagi seorang pemimpin daerah seperti Bang Ali,prostitusi adalah masalah yang cukup pelik dan sulit diatasi.Lebih mudah membicarakannya, daripada menolong mereka.


Cara menanggulangi pelacuran yang diterapkan Bang Ali adalah dengan melokalisasi mereka,melokalisasi berarti mempersempit ruang gerak dan dengan demikian mereka akan terbina.Begitulah yang dikatakan Bang Ali dulu,dengan cara menjadikan mereka dalam satu tempat.Sehingga tidak berkeliaran dijalanan Jakarta,pemerintah juga bisa mengontrol sekaligus membina mereka.


Karena sudah berada ditempat yang sama,tentu tidak akan sulit melakukan kontrol atau mencoba membina mereka.Selain itu dengans dijadikan satu,bisa mengurangi jumlah tempat hiburan malam di Jakata.Karena semuanya sudah dijadiakn dalam satu tempat yang sama,hingga petugas tidak perlu repot-repot lagi merazia.


Kramat Tunggak,Tempat "Enak-Enak" Legendaris Yang Dibangun Bang Ali Di Jakarta Utara

Bang Ali Sadikin

Sumber



Kebijakan Bang Ali ini terbukti efektif gan sist untuk mengurangi jumlah PSK di Jakarta waktu itu,walau penuh kontroversi,nyatanya kebijakan ini tidak jalan ditempat.Panti Rehabilitasi Wanita Tuna Susila,yang ditunjuk sebagai pelaksana teknis dari Suku Dinas Sosial Jakarta Utara.Telah melakukan rehabilitasi di lokalisasi Kramat Tunggak.


Tercatat Panti ini melakukan program rehab dari 1972-1993,berhasil mengirimkan 11.624 pelacur kembali ke kehidupan normal. Sementara 2.795 orang menikah,dan 6.229 kembali ke keluarganya,serta 1.420 orang bisa mencari pekerjaan yang lebih layak.Jadi bisa dibilang program ini sukses,walaupun penuh dengan kontroversi gan sist.



Kramat Tunggak Adalah Nadi Ekonomi


Dekade 1980 sampai 1990-an PSK di kawasan tersebut mencapai lebih dari 2 ribu orang,dan germoya sudah berjumlah seratusan lebih (emoticon-Hammer (S)).Padahal awal pembukaan,di KT hanya terdapat 300 orang PSK dan 76 germo,namun semuanya berkembang pesat.Sehingga tahun 1980-1990,menurut data yang diperoleh jumlah PSK mencapai 2.000 orang di bawah kontrol 258 germo.


Tempat ini juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar Kramat Tunggak,dimana ada lebih dari 700 pembantu pengasuh,800 pedagang asongan,dan 155 tukang ojek.Belum lagi tukang cuci baju dan pemilik warung makanan yang ada di sekitarnya,prostitusi merupakan mata rantai ekonomi yang saling berkaitan di Kramat Tunggak.Sampai menghasilkan simbiosis mutualisme dengan warga sekitar,lahan lokalisasi juga terus berkembang sampai 12 hektare gan sist waktu itu.


Lokalisasi bukan hanya perkara 'lendir',lebih dari itu.Lokalisasi juga bagian dari denyut ekonomi,dimana lokalisasi tersebut menjadi pusat dari semuanya.Selain warga lokal,kawasan ini juga tersohor dikalangan warga mancanegara,banyak orang asing yang datang ke Kramat Tunggak.Selain rasa penasaran,lokalisasi itu juga cukup strategis,karena dekat dari Pelabuhan Tanjung Priok.Warga Indonesia yang berprofesi sebagai pelaut, terkadang menjadi guide dadakan dari pelaut asal luar negeri.Selain pelaut,turis asing biasa pun juga banyak yang memilih Kramat Tunggak sebagai tujuan favoritnya.


Kramat Tunggak,Tempat "Enak-Enak" Legendaris Yang Dibangun Bang Ali Di Jakarta Utara

Hanya ilustrasi,jangan mikir aneh-aneh emoticon-Big Grin

Sumber



Menurut warga disana,kawasan Kramat Tunggak dulu dinilai lebih aman daripada tempat lokalisasi lain di Jakarta.Karena di Kramat tunggak jarang sekali terjadi aksi pemukulan maupun aksi kriminalitas,menjadikannya semakin tersohor pada masanya.Kesohoran Kramat Tunggak menjadikannya tempat "enak-enak" terbesar di Asia Tenggara kala itu,bersanding dengan lokalisasi Geylang (Singapura),dan Pattaya (Tahiland).



Berubah Jadi Islamic Center


Kisah Kramat Tunggak harus berakhir tahun 1999 gan sist,ketika dipimpin oleh Gubernur Sutiyoso.Tepat tanggal 31 Desember 1999,lokalisasi ini resmi dututup oleh pemerintah DKI.Tahun 1999, jumlah wanita tuna susila di Kramat Tunggak mencapai 1.615 orang di bawah asuhan 258 germo.


Mereka tinggal di 277 unit bangunan yang memiliki 3.546 kamar,hal ini menimbulkan masalah baru bagi masyarakat di lingkungan sekitar dan sekaligus citra Jakarta.Sehingga muncul banyak desakan dari ulama dan masyarakat,agar Panti Sosial Karya Wanita (PKSW) Teratai Harapan Kramat Tunggak ditutup.


Dinas Sosial bersama Universitas Indonesia dulu sempat mengukur sejauh mana penolakan masyarakat.Dan dari penelitian itu,keluarlah rekomendasi agar tempat "enak-enak" tersebut ditutup,akhirnya tahun 1998 keluar SK Gubernur DKI Jakarta No. 495/1998 tentang penutupan panti sosial itu,paling akhir Desember 1999.


Kramat Tunggak,Tempat "Enak-Enak" Legendaris Yang Dibangun Bang Ali Di Jakarta Utara

Bekas Kramat Tunggak dibangun JIC sekarang gan sist.

Sumber



Tepat tanggal 31 Desember 1999,Kramat Tunggak secara resmi ditutup melalui SK Gubernur DKI Jakarta No. 6485/1998.Sebagai gantinya,pemerintah DKI melakukan pembebasan lahan eks lokalisasi Kramat Tunggak.Setelah resmi ditutup,para germo dan PSK juga mendapat pembinaan dari pemerintah,ada juga yang memutuskan pulang ke kampung halaman,ada yang dilatih ketrampilan sampai ikut menjadi bagian dari kepengurusan JIC (Jakarta Islamic Centre).


Sebagai gantinya kemudian dibangun Jakarta Islamic Centre,sebagai tempat pengkajian dan pembelajaram agama Islam,disana dulu eks PSK juga diajak dalam kepengurusan tempat tersebut.Meskipun sudah dibangun Islamic Centre tidak serta merta membuat bisnis lendir ini mundur,menurut pengakuan beberapa warga sekitar.Masih ada PSK yang menawarkan jasanya di eks lokalisasi tersebut gan sist (secara ssembunyi-sembunyi),diperkirakan masih ada sekitar 50 PSK yang masih aktif.


Kramat Tunggak,Tempat "Enak-Enak" Legendaris Yang Dibangun Bang Ali Di Jakarta Utara

Ilustrasi ya emoticon-Big Grin

Sumber



Biasanya mereka mengambil pelanggam dari luar Jakut,dan tak ketinggalan para turis mancanegara.Mereka yang tersisa bertahan diarea gang 8 tepatnya di RT 10,dimana berdiri bangunan rumah "enak-enak" sepanjang jalan disana.Sementara untuk kawasan JIC sendiri tepat berada di gang 6.



Quote:Ketika kita mencoba menghapus prostitusi,akan selalu ada yang datang untuk mengisinya kembali,prostitusi tak akan pernah pergi.Selalu ada perselisihan soal awal mula masalah dan penyelesaiannya.


Prostitusi bukan cuma soal nafsu birahi,lebih dari itu.Prostitusi merupakan penggerak roda ekonomi,selama masih ada istri dan anak yang ditinggal suami dan tidak pernah dinafkahi.Selama itu pula prostitusi akan tetap menjadi solusi,untuk menyelesaikan masalah hidup yang sulit teratasi.


Pelacuran layakanya sampah masyarakat,selama masyarakat ada pasti akan memproduksi sampah.Apa kita bisa menghilangkan sampah itu ? (emoticon-Bingung (S))


Dan selama masih ada pria yang suka mencari kehangatan di malam hari,denyut nadi prostitusi tidak akan pernah mati.Apakah agan dan sista punya solusi untuk masalah ini ? emoticon-Bingung (S)



Denyut Nadi Prostitusi Tak Akan Pernah Mati




JAS MERAH






Sumber: opini dan pemikiran pribadi
Referensi: 1.2.3.4.5
Ilustrasi: google image
Diubah oleh si.matamalaikat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 68 lainnya memberi reputasi
69
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Kramat Tunggak,Tempat "Enak-Enak" Legendaris Yang Dibangun Bang Ali Di Jakarta Utara
28-05-2020 10:20
ada karena dibutuhkan. coba gak ada yg butuh, ya gak bakalan ada jualan memeg.. crot di memeg itu enak palagi bisa gonta ganti megmeg dalam semalam dan pastinya tetap pake pengaman..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
profile picture
kaskus maniac
28-05-2020 15:04
sama2 butuh gan intinya,gak mudah juga kalo kita mau membasmi habis.

kalo kata para pakar agamis sih kelihatan mudah,tinggal tutup,demo dan gusur.nyatanya kan tidak semudah itu,mereka gak mempertimbangkan gimana kelanjutan hidup para psk setelah tergusur.atau gimana kondisi psikis dan mental mereka selama menjadi psk,selalu ada alasan2 logis bagi mereka yang masuk bisnis ini.
6
profile picture
29-05-2020 17:53
betul gan, walau udah dapet rehab dan pelatihan, warga sekitar banyak memandang negatif dan sinis... bukan membantunya malah...
harusnya yang demo itu kasih solusi plus lahan kerjaan pengganti buat mereka bukan asal protes doang...
4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia