- Beranda
- Stories from the Heart
CYNTYA, ku ingin pergi
...
TS
augiesiswoyo
CYNTYA, ku ingin pergi
(part 1)

Aduh sial, dia memandangku. iya Cyntya adalah perempuan yang membuatku jatuh hati dikelas 10 ini. aku akui ini pandangan pertama, dan aku langsung jatuh hati.namun berkaca pada muka ku yang dibawah pas-pasan, mungkin aku hanya bisa menjadi seorang pemuja dari jauh saja. tapi makin hari perasaan ini tak mungkin bisa dibohongi lagi, ingin sekali aku mengutarakan perasaan padanya, setelah beberapa kali berdekatan di waktu kerja kelompok di kelas, tingkahnya yang sedikit centil namun membuat laki-laki seolah gemas dengan tingkahnya. apalagi ketika bercanda dengan temannya dan hendaknya dia tertawa lepas, sungguh menyejukan hati. namun apa daya, ya aku hanya menonton dari agak jauh di bangku sebelahnya. kadang dirumah sempat aku berencana untuk membuat surat kepadanya, ya supaya dia bisa tahu saja bahwa aku punya rasa kepada nya. tapi beberapa kali aku akan menulis, beberapa kali pula aku mengurungkan niat itu. bukan apa-apa, tiap kali menulis surat itu dikamarku, seolah cermin di lemari ku berbisik,
"hey, itu muka mau kau kemanakan?" tutur hatiku di cermin.
namun, bila begini terus, malah menjadi dilema juga jadinya. ya sudah lah aku tunggu sampai tekadku bulat dulu beberapa hari ini, sambil menunggu ujian tengah smester ini berakhir minggu ini. beberapa hari berlalu, hari senin setelah minggu ujian kemarin. bel jam istirahat sekolah baru terdengar dan, seperti biasa, siswa-siswi berhamburan disana sini untuk beristirahat. tapi aku ngantuk sekali karena minggu malam kemarin kuhabiskan waktu untuk begadang main game di PC. ku kucek mata ini sambil berdiri dari bangku usang sekolah ku. kurapihkan rambut yang agak gondrong ini supaya tidak terlalu terlihat tidak mandi hari ini. Aku keluar dari kelas sambil merogoh saku celana, yang isinya hanya goceng atau limaribu perak saja. ya aku cuma dapat 10 ribu untuk ongkos dan jajan sekolah dari orangtua. aku putuskan untuk jajan di sudut kantin dimana makanannya agak murah. tapi disudut kantin ini ada satu penjual makanan baso tahu yang murah tapi menurutku mengalahkan jajanan mahal kantin tengah yang pasti diisi anak-anak orang kaya yang sekali jajan 35 ribu. aku memesan baso tahu itu di bangku triplek usang yang sedikit lembab karena tidak terkena matahari.
"dibungkus pake sambel ga a?" kata si ibu penjual baso tahu itu
"eh disini aja bu, kagok, bentar lagi juga masuk" jawabku sambil rebahan di meja makannya.
" oh, siap a, minum nya ambil sendiri ya di teko " sahut si ibu penjual baso tahu
"wah , iya..iya bu" aku kegirangan dapat minum gratis.
suasana agak bau lembab menyebabkan tempat ini tidak begitu jadi pilihan anak-anak untuk makan langsung disana. aku ambil gelas dan menuangkan air teh hangat itu sambil menunggu makananku datang. sambil melihat jam di ponsel N-gage ku, terlihat istirahat hanya 45 menit lagi. tapi lumayan lah melihat suasana sepi disini.
"ini a baso nya" si ibu baso tahu itu , sambil menghidangkan makanannya padaku.
"makasih bu" jawabku
"tumben a makan disini, kan kasian kotor" si ibu terlihat kasihan padaku
"ah ga kok bu, bersih gini dibolang kotor" sahut ku pada si ibu.
"aa lagi dimusuhin temen ya jadi ngumpet sini? si ibu menyahut.
"eh engga lah bu, mana ada dimusuhi" kata ku.
"lah terus tumben mau makan langsung disini?" si ibu penasaran
"emmmm, uangku cuma 5ribu lagi bu, hehe jadi kemari." jawabku ga punya malu.
"ouuh, kalo emang uang jajan kamu sedikit mah kesini aja, 3ribu juga ibu kasih kok, gausah beli 5 ribu." kata si ibu.
"wih masa bu, ah engga orang lain aja 5 ribu masa saya 3 ribu," aku curiga
"ga apa a, tapi aa nanti jadi langgan ibu disini nemenin ibu aja supaya istirahat ga terlalu sepi pembeli." jawabnya ibu.
"ohh, ii..iiya bu." aku heran sekaligus iba padanya.
kasihan juga si ibu baso tahu ini, tiap hari sepi pembeli karena tempatnya yang agak kumuh. tapi sumpah ini makanan enak sekali, entah karena aku lapar habis begadang semalam, entah memang ini enak. Dan aku pun melanjutkan chit-chat ku dengan si ibu penjual baso tahu, 5 menit kemudian hal tak terduga terjadi. ketika aku sedang nikmat nikmatnya makan, dan chit-chat, datang sosok yang tak diduga, ya, cyntya datang sendirian dengan wajah nya yang begitu berseri saat dipandang, aku hanya terpaku malu melihatnya. ternyata dia juga sedang ingin membeli makanan ini.
"dibungkus pake sambel ga a?" kata si ibu penjual baso tahu itu
"eh disini aja bu, kagok, bentar lagi juga masuk" jawabku sambil rebahan di meja makannya.
" oh, siap a, minum nya ambil sendiri ya di teko " sahut si ibu penjual baso tahu
"wah , iya..iya bu" aku kegirangan dapat minum gratis.
suasana agak bau lembab menyebabkan tempat ini tidak begitu jadi pilihan anak-anak untuk makan langsung disana. aku ambil gelas dan menuangkan air teh hangat itu sambil menunggu makananku datang. sambil melihat jam di ponsel N-gage ku, terlihat istirahat hanya 45 menit lagi. tapi lumayan lah melihat suasana sepi disini.
"ini a baso nya" si ibu baso tahu itu , sambil menghidangkan makanannya padaku.
"makasih bu" jawabku
"tumben a makan disini, kan kasian kotor" si ibu terlihat kasihan padaku
"ah ga kok bu, bersih gini dibolang kotor" sahut ku pada si ibu.
"aa lagi dimusuhin temen ya jadi ngumpet sini? si ibu menyahut.
"eh engga lah bu, mana ada dimusuhi" kata ku.
"lah terus tumben mau makan langsung disini?" si ibu penasaran
"emmmm, uangku cuma 5ribu lagi bu, hehe jadi kemari." jawabku ga punya malu.
"ouuh, kalo emang uang jajan kamu sedikit mah kesini aja, 3ribu juga ibu kasih kok, gausah beli 5 ribu." kata si ibu.
"wih masa bu, ah engga orang lain aja 5 ribu masa saya 3 ribu," aku curiga
"ga apa a, tapi aa nanti jadi langgan ibu disini nemenin ibu aja supaya istirahat ga terlalu sepi pembeli." jawabnya ibu.
"ohh, ii..iiya bu." aku heran sekaligus iba padanya.
kasihan juga si ibu baso tahu ini, tiap hari sepi pembeli karena tempatnya yang agak kumuh. tapi sumpah ini makanan enak sekali, entah karena aku lapar habis begadang semalam, entah memang ini enak. Dan aku pun melanjutkan chit-chat ku dengan si ibu penjual baso tahu, 5 menit kemudian hal tak terduga terjadi. ketika aku sedang nikmat nikmatnya makan, dan chit-chat, datang sosok yang tak diduga, ya, cyntya datang sendirian dengan wajah nya yang begitu berseri saat dipandang, aku hanya terpaku malu melihatnya. ternyata dia juga sedang ingin membeli makanan ini.
"bu, baso tahu 5 ribu ya" cyntya memesan.
"oh baik neng" jawab si ibu
"eh, kamu, makan disini juga?" cyntya menyapa ku.
"emm..uhh iya he..." jawab ku kaku.
"ini neng" sahut si ibu dan memberikan satu bungkus baso tahu yang dibungkus plastik.
"eh, ibu saya boleh makan disini juga?"kata cyntya
"oh, aduh neng kotor meja sama kursinya, takutnya ga nyaman nanti" si ibu keberatan
"ah ga apa kok, ini temen saya ga apa-apa juga kan." kata cyntya
"hemm.." aku menyela
"boleh kan makan barengan?" kata cyntya
"oh..emm iya" aku yang spontan tak percaya.
seketika kami pun larut berbincang di warung si ibu baso tahu tersebut. dalam pikirku ini kejadian langka yang mungkin tak akan terjadi lagi esok lusa. lantas aku makin menikmati berbincang, basa-basi dengan nya. ternyata cyntya ingi sekali makan disini namun teman temannya enggan untuk makan langsung disini, bahkan ada temannya yang tak ingin membeli karena alasan warung yang agak kumuh.
"untung tadi aku lihat kamu disini" kata cyntya kepadaku
"emm, memngnya ada perlu apa ya?" aku bingung seketika
"udah bebrapa lama aku ingin kesini tapi ga ada yang mau diajak" kata cyntya lagi
"ohh, gitu" aku bingung menjawabnya
"eh nanti kapan kapan kita makan bareng lagi ya kalo aku lagi pengen makan disini" ajak cyntya padaku
"oh iya" aku excited.
"waduh udah bel masuk kelas lagi, aku duluan ya"sahut cyntya
"oh iya" setelah itu aku terdiam lalu bergegas masuk kelas lagi
tak terasa istirahat selesai dan kami pun kembali melanjutkan belajar. seperti diberi angin surga, aku merasa harapanku besar saat itu pada cyntya. namun kenyataan berkata lain. beberapa minggu berlalu, nampaknya cyntya tak pernah lagi ingin makan di tempat si ibu baso tahu itu. dan aku setiap hari menunggunya setiap istirahat memakan makanan yang sama, berharap kejadian waktu lalu terulang. dan akhirnya hrapanku sirna. mungkin bukan saatnya, ini sudah hampir ke ujan akhir smester, tapi tidak ada pergerakan cyntya lagi sama sekali. dan aku pun kembali hanya jadi pemuja jarak jauh untuk cyntya. Dan aku kembali pada kehidupanku, beraktivitas sesibuk mungkin supaya tak terlalu memikirkan perasaan itu.setiap sabtu dan minggu ku isi dengan kegiatan eskul sekolah, yaitu bermain musik dan futsal di hari minggu nya. berharap aku bisa meredam perasaan kepada cyntya, eh malah kejadiannya terbalik. cyntya selalu hadir di eskul futsal, tapi bukan untuk ikutan melainkan menonton latihan atau pertandingan futsalnya. ada bebrapa senior kelas 11 dan 12 yang dekat dengannya, mungkin itu teman seperaulannya, atau bahkan ada diantara mereka yang cyntya suka, jadi pasti menarik perhatian cyntya setiap minggu untuk melihat eskul futsal. dan hari minggu ini dia ada di bangku penonton lapangan futsal. dengan beberapa teman wanita nya, dan laki-laki senior kelas yang nampaknya sedang bercanda juga dengan mereka. hari ini putusan seleksi line-up pertandingan futsal antar SMA untuk tim ku. aku selesai latihan-latihan kecil dengan teman-temanku, dan hendak istirahat minum. aku melewati cyntya dan teman-temannya yang sedang asik mengobrol. pada saat lewat aku tak sengaja mendengan mereka mengobrol.
"wah kalo aku suka sama yang jago main futsal, kelihatan lebih maskulin aja" pernyataan cyntya pada teman senior nya
"wah kode berat donk buat si aa yah" kata teman wanita nya sambil melirik senior kelas 12
aku pun melewati mereka dan tak lagi mendengar jelas perbincangan mereka. dan aku pun sedikit down, medengar hal itu.habis sudah kesempatan ku.
"anak-anak, tolong berkumpul, dan yang dipanggil bapak baris di samping bapak" pelatih menyuruh semua siswa eskul futsal.
kami pun berkumpul di samping lapangan dekat dengan cyntya di bangku luar lapangan.
"edi, dadang, sandi, gatot, firman, agus, hendra, bagus, iwan" dan namaku tak terdengar dipanggil
"oh satu lagi, Krisna" tambah pelatih, akupun ikut barisan
akhirnya namaku dipanggil, nama nama senior yang tadi menggoda cyntya tidak dipanggil satupun. aku pun kegirangan.
"nah yang berbaris ini kalian latihan lebih ibtes lagi, dan perbaiki cara bermain kalian ya, dan yang tidak dipanggi, kalian masuk line-up untuk kejuaraan futsal antar Sekolah nanti." sahut pelatih.
serketika tatapanku kosong, tak percaya mendengan pernyataan pelatih. dan aku pun menghela nafas sambil melirik ke arah cyntya. namun dia sedang asik beranda dengan senior senior itu. kesal rasanya melihat itu terjadi didepan mataku sendiri. dengan langkah berat aku pun meninggalkan lapangan untuk pulang. saat aku sedang membereskan sepatu dan tasku, aku sedikit melamun, dan berfikir daripada aku terus melihat cyntya dengan senior-senior itu di eskul futsal, lebih baik aku keluar saja dari eskul ini. tapi aturan sekolah melarang siswanya keluar eskul tanpa ada eskul penggantinya.sungguh jadi dilema, dan aku pun lekas pulang, tak ingin lamunanku terlalu terbawa jauh. aku pun pulang, dijalan pun aku malah melamunkan hal yang sama seperti tadi, tapi aku bingun memlilh eskul apa untuk pengganti futsal, sementara aku hanya tertari main bola dan main game. aku pulang seperti biasa, naik angkot di sore hari di hari minggu, melewati pasar kaget yang setiap hari minggu sore hingga malam begitu ramainya. dan pada saat sore itu macet sekali, dan sialnya macet didekat penjual vcd vcd musik dangdut koplo pinggir jalan di pasar kaget itu. aku agak stres sedang galau begini didengarkan koplo yang tak karuan.taksabar hatiku ingin segera pulang, padahal dengan jalan kaki pun hanya tinggal 15 menit jalan kaki lagi. aku pun turun dari angkot yang dari tadi tidak kunjung melaju. sambil jalan kaki, aku lihat di samping jalan banyak sekali penjual vcd bajakan disini. setelah berjalan beberapa menit, aku mendengan lagu yang lain dari tukang vcd bajakan lain, ternyata penjual ini menjual hanya lagu-lagu rock dari luar dan kebanyakan lagu-lagu lama. dari situ aku melihat aja vcd gitaris gitaris dunia, dan aku pun dapat ide dadakan, untuk eskul pengganti nya.
dan hari berlalu, minggu ini tidak ada latihan karena persiapan pertandingan hari selasa nanti. seperti biasa, cyntya masih saja ada, dan aku tak terlalu terpaku padanya, hari ini aku akan laporan pada pelatih bahwa aku ingin pindah eskul.
"oh, kenapa kamu ingin keluar dari futsal krisna? apa karena kamu tidak masuk line-up?" sahut pelatih setelah aku mengucapkan tujuanku
"saya pengen belajar main gitar pak di eskul musik" sahut ku
"ya sudah, kamu bawa form pindah eskul di meja bapak, bawa kesini" jawab pelatih
"baik pak " kata ku
akupun mengambil form itu di meja pelatih, dan tadi cyntya melihatku pada saat berbincang dengan pelatih, tatapan nya agak terlihat kecewa entah karena apa. setelah ku ambil aku bergegas kembali kepada pelatih.
"ini pak form nya" kata ku
"baik, nanti di kelas musik, kamu berikan form ini kepada pembina eskulnya supaya ditandatangan, nanti kasihkan lagi pada bapak disini." perintahnya padaku.
"baik pak" aku bergegas ke kelas musik.
dan akhirnya aku bisa terbebas dari beban perasaan ku, dengan keluar dari eskul itu, aku jalani juga eskul musik dengan belajar gitar dengan pembina dan sesama siswa eskul musik. nampaknya makin lama aku makin bisa untuk main gitar ini, rasanya mudah bila fokus dengan sesuatu yang kita nikmati, malah kepala sekolah memintaku untuk berperan dalam acara pensi setiap setelah ujian akhir sekolah semester genap. dan aku pun tidak menolaknya, karena kapan lagi aku jadi artis, hehe.. pikirku. aku sekarang sedang di ruangan kepala sekolah karena dipanggil untuk keperluan persiapan pensi.
"krisna, menurut laporan pembina eskul musik kamu mahir main gitar padahal baru beberapa bulan berlatih" tutur ibu kepala sekolah
"ah ga terlalu bu, asalkan musiknya familiar pasti saya bisa." jawabku
"ya sudah, jadi ibu mau kamu isi dua atau tiga lagu di pensi nanti, untuk jelasnya kamu bisa tanya ke pengurus pensi di osis dan pembinna eskul musik kamu" tutur kepala sekolah
"oh baik bu" jawabku
beberapa hari berlalu, dan hari ini hari sabtu, kegiatanku disekolah hari ini hanya eskul musik nanti jam 10 pagi, dan ini masih pukul 8.30 pagi.aku teringat untuk menanyakan perihal acara pensi yang harus aku tanyakan ke osis.jadi aku bergegas ke ruangan osis untuk menemui pengurus pensi. aku sudah di ruangan osis, aku masih menunggu pengurus pensi yang sedangmembuat proposal diruangannya.
"oh, kris kamu udah dateng" sahut pengurus pensi
"iya kak" jawabku
"nanti di pensi kamu main dua lagu akustik ya, untuk judul bebas, terserah kamu dan penyanyi" kata pengurus osis
"oh yang nyanyi bukan saya kak?" tanya ku
"bukan lah, yang nyanyi nanti ada cewe, dari osis juga, mulai minggu depan kamu dijadwalin untuk fokus latihan bareng penyanyi kamu sampai pensi nanti, jadi jadwal eskul kamu ditunda, saya sudah uruskan semua" tutur pengurus pensi.
"oh baiklah kak, tapi ngomong-ngomong siapa yang nyanyi nya kak?" aku pun penasaran
"haha kamu pasti seneng deh, coba kamu ke studio mini di ruang eskul musik, disana ada penyanyi kamu nanti.sekalian kamu pilih lagu apa aja" katanya
"yah si kakak, bikin penasaran aja, ya udah saya ke ruangan musik sekarang, makasih kak" sahutku sambil pergi
"ok kris, good luck" sahut pengurus pensi.
aku pun pergi ke studio mini segera, dan sungguh tak disangka....tak ada siapa-siapa disini. mungkin teman duetku sedang keluar atau jajan dahulu, lima, sampai limabelas menit aku menunggu sambil memainkan gitar di studio mini, datang sesorang ke dalam studio.
"eh kris, kirain belum kesini" suara wanita ini familiar sekali
bagai kena gledek siang hari, tercengang aku melihat cyntya memegang not balok beberapa lagu . aku pun menjawab dengan tak karuan. tapi mungkin saja dia pengurus pensi juga, jadi dia pegang banyak not balok itu.
"kris coba pilih mana yang kamu bisa" tanya cyntya
"emm..mmm..." aku melihat beberapa kertas not balok tersebut
"susah susah ya lagu nya?kamuu ada yang bisa?" tanya cyntya
"aku semua bisa sih, tinggal diasah lagi aja" kataku karena familiar dengan beberapa lagu tersebut
"ihh, asik donk berarti tinggal aku aja donk yang pilih, tapi yang pertama aku pengen nyanyi banget lagu cinta jangan kau pergi dari sheila majid ya,pliiis" pinta nya.
aku menghela nafas, seraya tertunduk menandakan move on ku gagal lagi. untuk sebulan ini nampaknya perasaan ini pasti tarik ulur, entah sampai kapan aku sanggup menahan perasaan ini. harus berbuat apa lagi agar aku bisa lari darinya. karna makin hari aku makin sadar bahwa aku mencintai dia. seolah aku ingin berhenti sekolah saja, namun apadaya itu impossible. tapi ya sudahlah ku nikmati saja dilema perasaan ini beberapa waktu, toh aku dan cyntya memang seharusnya dekat karena kami sekelas. pasti setiap sekolah aku melihatnya. namun yang pling berat di hari sabtu karena itu waktunya aku berduaan dengannya. di hari sabtu setiap kami latihan tidak ada yang berani menggangu kami latihan sampai kami beres. dia memilih dua buah lagu yang unik, Sheila majid-cinta jangan kau pergi dan close to you dari carpenters. mungkin dia sedang kasmaran dengan salah satu senior kelas, jadi memilh lagu itu untuk ditampilkan nanti. kadang menjadikan aku malas untuk latihan bila mengingat ini. membantu cyntya untuk membuat sesorang jadi suka padanya.
hari ini adalah sabtu terakhir sebelum pentas nanti hari kamis depan. cyntya sudah begitu mantap menyanyikan dua lagu itu, sampai-sampai aku terbawa suasana lagu itu tiap kali ia nyanyikan. di tengah latihan, datang pengurus pensi kek studio dan nampak membawa berita pada kami.
"kris kayaknya kamu bisa agak santai latihan lebih panjang lagi bareng tya" sahut pengurus pensi
"oh hari ini jam eskul di perpanjang ya kak?" sahut cyntya
"buka, tapi pensi di tunda bulan depan karena budget kita masih kurang banyak" kata pengurus
"wih asik donk aku bisa latihan lebih bagus lagi kan kris, yakan? cyntya kegirangan
"iya donk tya, semoga nanti kamu bisa maksimal yah pentas nya tya" kata pengurus
"pastinya donk kak" sahut cyntya
Aku pun hanya mengangguk dan tertunduk sambil tersenyum berat. membayangkan wajah berseri itu makin intens dengan ku setiap minggunya dan makin menyiksa batinku yang tak mampu mengutarakan perasaan ku padanya. makin hari cyntya makin akrab dengan ku, entahlah......
index sambungan :
Diubah oleh augiesiswoyo 24-05-2020 02:52
nona212 dan 35 lainnya memberi reputasi
36
2K
14
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
augiesiswoyo
#7
CYNTYA, ku ingin pergi (part 2)

Spoiler for sumber gambar:
Hari baru di kelas baru, walaupun ku lewati kelas 10 dengan agak berat karena cinta monyet namun itu membuat ku belajar lebih dewasa dalam menyikapi perasaan. Harapanku di kelas 11 ini aku bisa dapat lebih fokus terhadap sekolah supaya aku tidak terlalu membebani orangtua.
Hari biasa di sekolah, aku beraktivitas seprti biasa pula. Bel istirahat barusan terdengar dan seperti biasa aku makan di kantin tempat biasa.dan tumben-tumbennya aku terpikirkan waktu lalu ketika aku jatuh cinta, sungguh agak idiot ku pikir. Terbawa suasana sampai aku melakukan hal-hal yang tak perlu, memang terkadang wanita membuatmu menjadi orang lain. Tapi sekarang lambat laun aku bisa belajar menyikapinya. Pikirku sekarang tak perlu lagi terlalu larut dalam perasaan, toh jodoh kita adalah representatif dari sifat sikap kita. Jadi aku hanya perlu mencari seseorang yang hampir serupa dalam bersikap dan sifat nya denganku. Dan nampaknya cyntya jauh dari itu. Dia pribadi yang riang dan aku lihat dia seperti bukan tipikal perempuan yang santai dan apa adanya. Dia seperti wanita yang perfect dalam berencana dan melakukan segala hal. Buktinya dari pensi beberapa waktu lalu yang menutup kelas 10 ku. Dia sangantlah perfect menyiapkan pentas sampai tampilnya pun begitu memukau seisi sekolah. Dia sekarang seperti sudah menjadi artis sekolah yang kemanapun ia pergi pasti banyak yang menyapa dan memperhatikan. Aku pun sedikit dikenal sekolah karena penampilan di pensi kemarin, ya setidaknya ada beberapa siswa yang mengenalku sekarang. Ya aku patut berterimakasih pada cyntya juga karena nya aku dapat porsi lebih banyak di eskul ku sekrang. Dan sekarang aku aktif di sebuah band sekolah juga karena hal itu.
---------------------------------------------------------
Masih di kantin yang sama, dan menikmati makanan yang sama. Kira kira 30 menit lagi istirahat berlangsung. Tidak ada yang berubah disini, hanya aku yang mau makan disini. Dan teman ku di sana hanya si ibu pedagang makanan ini. Kami selalu bertukar cerita tentang sekolah kadang pula kami bercerita kehidupan masing masing. Sekarang si ibu sedikit mengetahui tentang perasaan yang kemarin aku pendam pada cyntya. Dan berkat si ibu ini pula aku bisa lebih menyikapi perasaan ku. Beberapa waktu lalu dia pernah bernasihat padaku.
Spoiler for monolog:
Dan dari sana aku pun mulai optimis dan seakan beban pikiran dan perasaan ku berkurang. Dan sekarang aku bisa sekolah kembali dengan tenang. Aku tak lagi haus akan kisah percintaan di sekolah, dan tak lagi baper bilamana ada perempuan yang mendekati. Malah sekarang aku punya teman antar kelas yang sama mengikuti eskul musik, dan mereka semuanya perempuan. Mereka selalu mengajakku untuk berduet atau latihan bersama saat eskul hari sabtu dan minggu. Dan aku tak begitu baper karena aku tahu mereka hanya tertarik pada kemampuanku saja, bukan pada pribadiku.
Spoiler for dialog:
Dan cntya makan pula menemaniku, sesuatu yang sudah tidak istimewa lagi sekarang, melihat kejadian ini terulang. Dia menemaniku di warung ini lagi, dan selagi dia makan rupanya dia menanyakan kegiatan eskulku sekarang.
Spoiler for dialog:
Pikirku, salah juga aku malah seolah mengiyakan cyntya tentang hal itu. Ah, tetapi aku pikir cyntya apa beda nya dengan teman perempuan ku di eskul, pasti dia hanya tertarik dengan kemampuanku dalam bermain musik, that’s it. Ah, dibawa santai saja, aku malah ingat kata-kata si ibu warung, justru aku harus bangga bisa menarik perhatian perempuan-perempuan cantik dengan kemampuanku. Karna kata si ibu, laki-laki gentelman itu menarik hati karena kemampuannya bukan dari hanya wajahnya. Dan dari situ aku sempat berbincang banyak dengan cyntya. Bercanda dengannya begitu menggoda perasaan ku untuk kembali menyukainya. Sungguh daya tarik yang melebihi wanita lain, pikirku. Memang benar, dia punya porsi yang lebih menarik dari perempuan lain di sekolah ini. Bagaimana tidak, dia cantik, pandai bernyanyi, pintar dalam pelajaran dan aktif di organisasi. Sungguh sosok perempuan sempurna disekolah. Tapi dalam perbincangan ada hal yang membuatku agak baper.
Spoiler for dialog:
Istirahat selesai, cyntya pun agak bad mood dengan perbincangan denganku tadi. Tapi tak apa, aku tak ingin lagi timbul perasaan kepadanya. Kalau saja itu terjadi mungkin akan jadi ribet kedepannya. Dan aku pun kembali beraktivitas belajar sampai akhirnya pulang di sore hari. Aku pulang seperti biasa, hari ini aku agak terlambat pulang, harusnya pulang jam 3 sore, tadi aku pulang jam setengah 6 sore karena mengurus jadwal kegiatan eskul untuk minggu depan. Lelahnya hari ini, aku agak malas naik angkot karena letihnya. Sesampainya dirumah, aku buka pagar rumah, kudapati adik ku yang masih SD.
Spoiler for monolog:
Aku agak bingung mendenganrnya sambil tak ku jawab, sambil berlalu kedalam rumah. Ku buka dan rapihkan sepatu di rak nya. Ku letakan tas di sofa ruang tv, dan bergegas ke meja makan di dapur. Kulihat ada makanan favorit ku di meja makan. Seketika aku bersemangat makan. Ku ambil piring sendok, dan seketika menyajikan makan.selepas itu aku duduk di kursi sambil makan makanan favorit ku itu. Tak lama ibu ku muncul.
Spoiler for dialog:
Aku pun lanjut makan dan selepas itu istirahat. Beberapa hari berlalu, dan hari ini hari jumat, aku senang hari jumat karena pulang sekolah lebih cepat. Tak ada sesuatu yang aneh disekolah hari ini. Sampai aku pun pulang jam 1.30 siang. Bergegas aku pulang untuk bisa bermain game di PC kesayanganku. Ku turun dari angkot bergegas ke rumah. Ku buka pagar, namun pagar nampak terbuka. Dan ada sepatu warrior khas anak SMA di halaman. Ku pikir si febi datang sedang menunggu ku untuk meminjam buku. Aku pun lekas kedalam rumah. Menyimpan tas ku di sofa seperti biasa, tapi kok tak ada si febi di sini. Aku pun berlanjut ke kamar dan, astaga...
Spoiler for dialog:
Tapi aku cari tak ada di dapur ku cari pula di kamarnya tidak ada. Aku seketika gugup, bingung. Aku pun jadi tak karuan, aku memilih untuk memebeli beberapa batang rokok. Itu lah aku bila gugup atau bingung, selalu merokok.ibu da bapak tak melarangku sama sekali. Karena memang aku bandel sekali dulu jadi memperbolehkanku sekarang asalkan di dalam rumah. Aku pn bergegas ke warung. Setelah di warung, kulihat ibu sedang ada di warung juga.
Spoiler for dialog:
Aku pun lanjut membeli rokok dan menyusul ibu pulang. Ku hidupkan rokok itu di perjalanan pulang supaya aku tidak terlihat agak panik. Sesampainya di rumah, aku pelan pelan ke kamar, dan cyntya masih di dalam kamar, sedang memainkan ponsel milknya.
Spoiler for dialog:
Dan akhirnya, dia pun masuk ke kehidupanku kembali, dengan wujud yang sama menggoda nya seperti dahulu pertama kali. Terkadang dia datang tiga hari sekali atau dua hari sekali ke rumah, hanya untuk di mainkan beberapa lagu untuknya, dan sisannya cyntya beraktifitas layaknya keponakan sendiri dari ibu ku. Iya benar-benar dekat hubungan ibu ku dan cyntya, dan nampaknya ibu begitu suka dengan kehadiran cyntya di rumah. Dan gila nya cyntya tak segan membantu ibu memasak atau menyiapkan makan.itu yang membuatku agak tidak berkutik atas kehadirannya di rumahku. dan yang membuat ku agak kesal itu, dia selalu menirukan kegiatannku, bila ku sedang membaca, dia ikut membaca, aku makan dia ikut makan, aku ke warung dia ikut ke warung. malah jika aku beranjak dirumah dia selalu mengikuti.

Spoiler for sumber gambar:
tiga bulan berlalu, ini masih pagi hari di hari minggu, kali ini tidak ada eskul karena besok minggu ujian sekloah, aku masih tergeletak di kamar di jam 7.30 pagi. malas untuk sarapan, ku awali dengan teh hangat dan rokok favorit. aku bersandar di kusi komputer ku, sambil melamun, kenapa ini terjadi lagi, padahal aku sudah bersikeras untuk menghidari tapi seolah cyntya tak mau pergi dari kehidupanku. ini bagaikan cermin yang berbanding terbalik dengan keputus asaan ku dahulu. ku ingat saat aku masih ingin menaklukan hatinya, melamun seolah dia lah sumber bahagia, dan pupus begitu saja karena keadaan sekolah yang begitu menyeret ku untuk kalah dama persaingan mendapatkan cyntya. kali ini berbeda, aku dan cyntya mungkin bila dibandingkan orang pacaran, kami lebih dari itu,bercengkrama dan bercanda, berdialog serius dan apapun kami lakukan dengan suka. pintu rumah ku sudah bolong bagi cyntya, tak ada yang melarang cyntya untuk slonong boy langsung ke kamarku. malah ibu ku menjadikannya partner arisan bulanannya sekarang. ayahku di luar kota pun ikut peduli akan kehadirannya. seolah kehadiran cyntya adalah obat bagi orangtuaku yang ingin sekali mempunyai anak perempuan, dan itu tak pernah terjadi, karena anak perempuan ibu satu satunya telah meninggal sebelum aku lahir. dan kata ibu, cyntya mirip sekali dengan almarhumah anak perempuan kesayangannya.
Spoiler for dialog:
hari itu cyntya berpakaian lumayan menggoda, bukan berimej negatif, tapi tampilannya begitu modis dan terlihat manis sekali berpakaian olahraga nya.ditambah topi dan sebotol minuman dingin yang ia bawa.sungguh tak karuan melihatnya, tertarik sekali untuk terpaku melihat manisnya cyntya. itu kenapa aku tutupi muka ku dengan selimut supaya tak terlalu terpikirkan olehku.

Spoiler for sumber gambar:
dan kali ini dia sudah menjadi sesorang yang begitu amat dekat denganku, tak hanya di rumah namun di sekolah seolah dia tak ingin melepaskan perhatiannya padaku. sepintsa dalam benak ku, ingin sekali aku bertanya padanya tentang hal ini, namun kurasa ini bukan saat nya, aku terlalu terlarut dalam buaian kehadirannya sekarang, seolah akupun menikmati adanya ia dihidupku, namun...entah ini berkat atau ujian untuk perasaan ku. mungkin waktu akan menjawabnya nanti. sekarang hanya malam hari yan mampu mengistirahatkan romansa sekolahku, untuk sekedar terlelap dan berimajinasi akan istimewa nya dia sekarang dalam hidupku. bukannya aku berharap lebih namun aku takut jatuh ke dalam jurang yang paling dalam, dan takkan ada yang mampu menolongku bila hal itu sampai terjadi. aku harus lebih tegar dengan perasaan ini. ku akui perasaan itu datang lagi, namun aku berharap itu cepat pergi, karena kenyataan begitu jauh terbalik. situasi ini yang membawanya padaku, kondisi sekarang lah yang membuatnya bersikap seperti ini kepadaku. dia tak tertarik dengan pribadiku, namun hanya dengan kehidupanku yan membuatnya begitu nyaman. Sungguh, aku sedikit menderita dengan situasi sekarang, lagi-lagi dia tak mau pergi, menggangu ketenangan perasaan ini, dan hadir dengan segala daya pikat nya. andai saja ada seseorang yang mampu untuk menghentikan semua ini, aku rela membayar apapun bayarannya. asalkan aku bisa kembali dengan perasaanku yang utuh.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
hari berlalu, ini hari untuk kembali bersekolah di hari senin pagi. seperti biasa, aku sibuk sekali pagi hari karena sekolah, masuk lebih pagi. ku beranjak untuk pergi sekolah setelah semua siap, tak lupa ponsel N-gage kesayanganku. tapi nampak ada SMS pagi-pagi entah dari siapa, ku pikir nanti saja aku buka di angkot, takut kesiangan juga kalau aku buka sekarang. aku bergegas pergi, lantas naik angkot seperti biasa. aku agak lupa dengan SMS yang tadi muncul di ponsel, agak malas juga melihat kondisi angkot yang berjejalan penumpang. tapi tak lama, angokt sedikit longgar dan aku bisa mengelurakan ponselku dari saku. dan di layar ponsel ada nama pengirim sms, itu adalah cyntya. ku buka ponselku dan kulihat sms darinya.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
hari berlalu, ini hari untuk kembali bersekolah di hari senin pagi. seperti biasa, aku sibuk sekali pagi hari karena sekolah, masuk lebih pagi. ku beranjak untuk pergi sekolah setelah semua siap, tak lupa ponsel N-gage kesayanganku. tapi nampak ada SMS pagi-pagi entah dari siapa, ku pikir nanti saja aku buka di angkot, takut kesiangan juga kalau aku buka sekarang. aku bergegas pergi, lantas naik angkot seperti biasa. aku agak lupa dengan SMS yang tadi muncul di ponsel, agak malas juga melihat kondisi angkot yang berjejalan penumpang. tapi tak lama, angokt sedikit longgar dan aku bisa mengelurakan ponselku dari saku. dan di layar ponsel ada nama pengirim sms, itu adalah cyntya. ku buka ponselku dan kulihat sms darinya.
Spoiler for isi sms:
bagai kena gledek, kaget dan sedikit perasaan senang melihat sms itu. tapi apa yang membuat dia ingin bicara serius padaku, tak mungkin juga dia punya perasaan yang sama denganku, itu terlalu halu. tapi hati orang siapa tahu, entahlah mungkin dia juga punya uneg-uneg atau ingin curhat perihal sesuatu yang lebih pribadi denganku. aku juga belum tahu banyak tentang kehidupannya lebih dalam. ku pikir lumayan juga aku bisa lebih mengenalnya. tapi semoga ini bukanlah hal yang berkaitan dengan ku. semoga saja.......
[BERASAMBUNG]
Quote:
SAMBUNGAN PART 3
0