News
Batal
KATEGORI
link has been copied
58
Lapor Hansip
13-05-2020 10:47

Warga Anies Menangis di ILC, Tidak Dapat Bansos Corona karena KTP: Gadaikan BPKB Dulu

Warga Anies Menangis di ILC, Tidak Dapat Bansos Corona karena KTP: Gadaikan BPKB Dulu
Warga Anies Menangis di ILC Tadi Malam, Ngaku Tak Dapat Bansos Corona karena KTP

TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang warga asal DKI Jakarta, Iis menangis di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (12/5/2020).

Dilansir TribunWow.com, Iis mengaku tidak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah maupun Pemprov DKI Jakarta.

Iis menceritakan bahwa dirinya sudah tidak mempunyai penghasilan setelah pandemi Virus Corona.

 sang suami yang biasanya kerja di bangunan ataupun ikut berjualan temannya juga tidak lagi bekerja.

"Semenjak Corona ini jadi bos yang dagangannya langsung pulang ke kampung, jadi enggak bisa dagang," ujar Iis.

"Terus kerja bangunan pun diliburin, enggak bisa kerja juga," sambungnya.

• Di ILC, Bupati Botim Kagum Aksi Jokowi Bagi Sembako Presiden Pakai Mobil, Kita Harus Lari-lari

Iis menjelaskan bahwa dirinya mempunyai KTP dengan alamat di Jlambar, Jakarta Barat.

Sedangkan untuk tinggalnya yaitu di Jakarta Pusat.

Ia mengatakan sudah mencoba menanyakan kepada pihal RT di tempat tinggalnya di Jakarta Pusat.

Namun menurutnya tidak membuahkan hasil karena ditolak oleh RT tersebut.

Sementara itu, ia mengaku juga tidak bisa mengurus ke alamat KTP asli yakni Jakarta Barat.

Iis menyebut alasannya karena Jakarta sudah menerapkan pembatasan berskala besar (PSBB) yang membatasi aktivitasnya.

Selain itu juga karena memang tidak ada kendaraan yang digunakan untuk menuju Jakarta Barat.

"Saya enggak pernah dapat apa-apa sama sekali, selama saya tinggal di Jakarta Pusat saya enggak pernah dapat apa-apa sama sekali," akunya.

"Kan KTP saya katanya KTP Jlambar jadi enggak bisa kalau diituin di Pusat, terus saya mau ke Jlambar mau ngurusin kan karena udah lockdown kan enggak bisa kemana-kemana, lagian saya juga enggak ada kendaraan juga," jelasnya,

"Terus saya coba usahakan yang di pusat, kata RT saya bilang enggak bisa," terang Iis.

"KTP suami juga sama Jakarta Barat."

Sementara itu, selama tidak ada penghasilan dan juga tidak mendapatkan bantuan, Iis terpaksa harus menunggak uang kontrakan.

Menurutnya hal itu bukan menjadi masalah utama lantaran pemilik kontrakan memberikan kelonggaran.

Namun yang menjadi masalah adalah uang untuk makan sehari-hari.

Kebutuhan makan tentunya tidak bisa lagi ditunda.

Uang sisa simpanan dirasa tidak cukup untuk digunakan beberapa hari atau bahkan beberepa bulan.

Iis mengaku jalan satu-satunya adalah menggadaikan stnk motornya.

"Nunggak kontrakan dulu, kan sebelumnya nyimpen-nyimpen, jadi pakai simpanan yang ada," ungkapnya.

"Terus kan kemarin masih ada motor, gadein BPKB dulu, yang penting kan musti buat makan dulu," sambungnya.

"Jadi daripada kan istilahnya anak enggak makan," kata Iis menutup.

Simak videonya dari menit ke- 4.45:


https://makassar.tribunnews.com/amp/...-dulu?page=all
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eksspy dan 35 lainnya memberi reputasi
36
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Warga Anies Menangis di ILC, Tidak Dapat Bansos Corona karena KTP: Gadaikan BPKB Dulu
13-05-2020 11:20
Quote:Original Posted By Echizen.Ryoma
Ada warga yg beneran miskin & ada yg pura2 miskin.


Warga Anies Menangis di ILC, Tidak Dapat Bansos Corona karena KTP: Gadaikan BPKB Dulu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
profile picture
kaskus geek
13-05-2020 12:19
Habis gegara cicilan yak emoticon-Leh Uga

Cicilan rumah oke lah, cicilan mobil sebenernya g perlu2 amat
0
profile picture
kaskus addict
13-05-2020 13:09
mending nyicil tanah kubur aja
1
profile picture
kaskus holic
14-05-2020 12:41
Cicilan mobil.... kurang pantes si klo dia minta bantuan. Secara buruh harian bener2 ga dapet penghasilan. Pedagang juga lg pada sulit
0
Memuat data ...
1 - 3 dari 3 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia