News
Batal
KATEGORI
link has been copied
335
Lapor Hansip
08-05-2020 17:56

Sayonara! Larangan Ekspor Benih Lobster Era Susi Tamat

Quote:Sayonara! Larangan Ekspor Benih Lobster Era Susi Tamat

Sayonara! Larangan Ekspor Benih Lobster Era Susi Tamat

Jakarta, CNBC Indonesia - Akhirnya pemerintah melalui Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mencabut aturan larangan ekspor benih lobster yang sempat dibuat oleh Menteri KKP sebelumnya Susi Pudjiastuti. Edhy Prabowo telah mengeluarkan Permen No 12 tahun 2020 tentang pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan di wilayah RI

"Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56/PERMENKP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1999), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," kata Edhy Prabowo.

Ketentuan ini berlaku efektif pada 5 Mei 2020, adapun Edhy Prabowo menandatangani aturan ini pada 4 Mei 2020. Pertimbangan aturan ini antara lain untuk menjaga keberlanjutan ketersediaan sumber daya perikanan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, kesetaraan teknologi budidaya, pengembangan investasi, peningkatan devisa negara.

Pada aturan ini beberapa pasal yang mengatur soal dibolehkannya kembali aktivitas ekspor benih lobster dapat dilihat dari pasal 5 dan 6.


Quote:Pasal 5

(1) Pengeluaran Benih Bening Lobster (Puerulus) dengan Harmonized System Code 0306.31.10 dari wilayah Negara Republik Indonesia hanya dapat dilakukan dengan ketentuan:

a. kuota dan lokasi penangkapan Benih Bening Lobster (Puerulus) sesuai hasil kajian dari Komnas KAJISKAN yang ditetapkan oleh direktorat jenderal yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang perikanan tangkap;

b. eksportir harus melaksanakan kegiatan Pembudidayaan Lobster (Panulirus spp.) di dalam negeri dengan melibatkan masyarakat atau Pembudi Daya setempat berdasarkan rekomendasi direktorat jenderal yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang perikanan budidaya;

c. eksportir telah berhasil melaksanakan kegiatan Pembudidayaan Lobster (Panulirus spp.) di dalam negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) yang ditunjukkan dengan: 1) sudah panen secara berkelanjutan; dan 2) telah melepasliarkan Lobster (Panulirus spp.) sebanyak 2 (dua) persen dari hasil Pembudidayaan dan dengan ukuran sesuai hasil panen;

d. pengeluaran Benih Bening Lobster (Puerulus) dilakukan melalui bandara yang telah ditetapkan oleh badan yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang karantina ikan, sebagai tempat pengeluaran khusus Benih Bening Lobster (Puerulus);

e. Benih Bening Lobster (Puerulus) diperoleh dari Nelayan kecil penangkap Benih Bening Lobster (Puerulus) yang terdaftar dalam kelompok Nelayan di lokasi penangkapan Benih Bening Lobster (Puerulus);

f. waktu pengeluaran Benih Bening Lobster (Puerulus) dilaksanakan dengan mengikuti ketersediaan stok di alam yang direkomendasikan oleh Komnas KAJISKAN dan ditetapkan oleh direktorat jenderal yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang perikanan tangkap;

g. penangkapan Benih Bening Lobster (Puerulus) harus dilakukan dengan menggunakan alat penangkapan ikan yang bersifat pasif;

h. memiliki Surat Keterangan Asal yang diterbitkan oleh dinas kabupaten/kota yang membidangi perikanan pada pemerintah daerah setempat;

i. penangkap Benih Bening Lobster (Puerulus) ditetapkan oleh direktorat jenderal yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang perikanan tangkap; dan

j. eksportir Benih Bening Lobster (Puerulus) harus terdaftar di direktorat jenderal yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang perikanan tangkap.

(2) Harga patokan terendah Benih Bening Lobster (Puerulus) di Nelayan ditetapkan oleh direktorat jenderal yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang perikanan tangkap.

(3) Harga patokan terendah Benih Bening Lobster (Puerulus) di Nelayan dijadikan dasar pertimbangan dan usulan harga patokan ekspor yang ditetapkan oleh kementerian yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang perdagangan.

(4) Penetapan kuota dan lokasi penangkapan Benih Bening Lobster (Puerulus) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, dilakukan setiap tahun.


Pasal 6

Kegiatan pengeluaran Benih Bening Lobster (Puerulus) dari wilayah Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1), dikenakan kewajiban membayar Bea Keluar dan/atau Penerimaan Negara Bukan Pajak per satuan ekor Benih Bening Lobster (Puerulus) dengan nilai yang ditetapkan oleh kementerian yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang keuangan negara

Persoalan larangan ekspor benih lobster dilakukan karena adanya alasan lingkungan pada era menteri KKP Susi Pudjiastuti. Jokowi sempat meminta kepada Edhy untuk tidak gegabah dalam melakukan ekspor benih lobster.


Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sempat mengungkapkan aliran dana penyelundupan benih lobster ke luar negeri mencapai Rp300 miliar-Rp900 miliar per tahun. Dana tersebut digunakan mendanai pengepul dalam negeri dan membeli benih tangkapan nelayan lokal.

Edhy menegaskan, pencabutan larangan ekspor benih lobseter bukan dimaksudkan untuk mengeksploitasi laut Indonesia. Kembali dibukanya ekspor ini justru untuk memastikan keberlangsungan industri kelautan tetap berjalan.

"Jangan kita ngomong hanya seolah-olah kita mau eksploitasi alam tanpa batasan. Saya bukan tipikal seperti itu. Saya sangat percaya bahwa keberlangsungan industri kelautan Indonesia ini hanya bisa berkembang kala didasari oleh keberlanjutan," kata Edhy tahun lalu.


Komeng TS =
Ini serius goblok.

Eksportir harus bisa budidaya buat dapat ijin ekspor benih lobster.

Logikanya kalau mereka bisa budidaya kenapa KKP malah beri ijin ekspor benih bukannya tuh eksportir disuruh budidaya benih sampai lobster dewasa baru boleh di ekspor ?

Permasalahannya budidaya loster itu resikonya besar. Pengusaha eksportir pasti lebih pilih ekspor benih daripada disuruh budidaya. Tinggal ngepul benih dari nelayan terus kirim ke luar negeri, instant profit zero risk. Kalau seperti ini pembudidayaan cuma jadi sekedar syarat formalitas.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
k90abin dan 239 lainnya memberi reputasi
240
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Sayonara! Larangan Ekspor Benih Lobster Era Susi Tamat
08-05-2020 18:08
Kalo nunggu dewasa, brp lama benih br bisa dijual?
Brp lama nelayan br bs dapet duit?
Seberapa besar resikonya?
Berapa perbedaan pendapatannya?

Ada yg bs bantu jawab?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
risky.jahat dan 30 lainnya memberi reputasi
31 0
31
profile picture
kaskus addict
09-05-2020 01:22
Makanya itulah pentingnya belajar, bodoh!
-3
profile picture
kaskus maniac
09-05-2020 04:06
Quote:
Salah satu daerah penghasil lobster di Indonesia adalah
Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Wilayah
perairan laut yang ada di Pulau Lombok sangat
potensial untuk pengembangan budi daya pembesaran
lobster. Namun, usaha budi daya pembesaran lobster
di Pulau Lombok masih tertinggal jika dibandingkan
dengan usaha budi daya pembesaran lobster di
Vietnam. Produktivitas usaha pembesaran lobster
dalam karamba jaring apung yang rata-rata berukuran
3 m3
di Pulau Lombok diperkirakan adalah sebesar
50 kg per karamba (Priyambodo dan Sarifin, 2009)
lebih rendah dibandingkan dengan produktivitas usaha
pembesaran lobster di Vietnam yang mencapai 57,7 kg
per karamba (Hung dan Tuan, 2009). Terdapat beragam
tingkat survival pada usaha pembesaran lobster di
Pulau Lombok, yaitu antara 50 sampai dengan 90%.
Sementara tingkat survival di Vietnam, dengan
husbandry dan nutrisi yang bagus secara konsisten
di atas 90% (Priyambodo and Sarifin, 2009). Padahal
lobster produksi Vietnam bibitnya banyak berasal dari INDONESIA


Darisitu dapat dilihat lemahnya atau kurangnya peran serta pemerintah dalam pembinaan para pembudidaya.
2
profile picture
kaskuser
09-05-2020 08:05
benih di jual harga berapa ? 1 kg uk 5 cm itu berapa ekor?
kalau dewasa 1 ekor aja bisa di atas1kg harga jualnya ?
mau dapat duit cepat tapi hanya berpikir jangka pendek. ibarat emas di jual harga perak ke vietnam. tar vietnam yg panen emas
2
profile picture
kaskuser
09-05-2020 10:52
Ibaratnya buah jambu deh ya.. yg udah mateng sama yg masih pentil dipetikin semua hari ini.. jd minggu depan pas harusnya manen yg masih pentil minggu lalu.. ga ada yg dipetik lagi.. seperti kata pepetah Lakukan hari ini apa yg bisa kamu lakukan esok hari
1
profile picture
kaskus maniac
09-05-2020 12:13
kalo mikir keuntungan sesaat enak gan tapi ente bisa jamin benih lobster tersedia selamanya kalo gak ada yang sampe gede
2
profile picture
kaskus addict
09-05-2020 13:56
Semua bisnis punya resiko gan, entah itu resiko besar/kecil, jangka pendek/menengah/panjang.
berapa lama benih baru bisa dijual?? pertanyaanya ane balik ngapain benihnya buru2 dijual?
nelayan bisa mendapat duit sampingan dengan mengkaryakan pekerjaan lain, karena bisnis budidaya lobster bukan budidaya instan layaknya industri sarden, nangkap-dikalengin-jual. Perlu usaha sampingan hingga sistem dalam industri ini sudah memiliki pijakan yang mantap. itu kapaaannn??? pasti ente nanya gitu... intiny perlu kesabaran dan keuletan gan...sama kek semua yang memiliki embel2 BISNIS. ente GA mau kan ane kasih contoh model bisnis ORANG CINA??? walau faktanya ekonomi mereka kokoh karena KESABARAN DAN KEULETAN itu.

berapa perbedaan pendapatannya??? ente search aja harga2 lobster berbagai ukuran di mbah gugel, gt aja kok repotemoticon-Ngakak
dari situ ente bisa simpulkan brp marginnya.
SALAM WARAS.! emoticon-Ngakak
3
profile picture
kaskuser
09-05-2020 21:06
nih gw kasi analogi pake beras
klo nunggu padi jadi beras, berapa lama baru bisa dijual?
berapa lama petani baru bisa dapet duit?
seberapa besar resiko gagal panen?
berapa perbedaan pendapatannya?

ya memang kaga bisa langsung untung cepat, dapat benih, 1 jam langsung dapat dijual
orang itu punya otak, ya bisa lah dibagi2 siklus panennya biar untung terus klo emang niat serius.
tiap hari pembenihan sekaligus panen yang udah dewasa yang sudah jauh jauh di besarkan.
besoknya begitu terus.
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia