News
Batal
KATEGORI
link has been copied
72
Lapor Hansip
04-04-2020 00:54

Pemprov DKI Gunakan Dana Formula E untuk Tangani Covid-19

Pemprov DKI Gunakan Dana Formula E untuk Tangani Covid-19

Pemprov DKI Gunakan Dana Formula E untuk Tangani Covid-19

Jakarta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran belanja tidak terduga sebesar Rp3,032 triliun untuk penanganan virus Corona Covid-19 hingga Mei 2020. Sebagian dananya diambil dari pos anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk penyelenggaraan Formula E Jakarta.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah DKI Jakarta, Edi Sumantri mengatakan awalnya Pemprov DKI hanya menganggarkan Rp1,032 triliun dan ada penambahan sampai Rp 3 triliun.

"Menambahkan Rp2 triliun untuk penanggulangan masalah kesehatan serta jaminan sosial bagi penduduk terdampak," kata Edi dalam keterangan pers, Jumat (3/4/2020), dikutip dari Liputan6.com.

Dia menyebut jumlah tersebut diambil dari sejumlah pos anggaran milik Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya yakni anggaran yang digunakan untuk membangun infrastruktur penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E.

Rencananya kata Edi, anggaran tersebut dapat dimanfaatkan oleh Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD DKI dan untuk keperluan untuk ODP kasus Covid-19.

Rencananya kata Edi, anggaran tersebut dapat dimanfaatkan oleh Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD DKI dan untuk keperluan untuk ODP kasus Covid-19.

"Penundaan sejumlah Penanaman Modal Daerah (PMD) khususnya anggaran infrastruktur pelaksanaan Formula E dan penundaan pembelian tanah," ucapnya.

Kendati begitu, Edi tidak merinci besaran anggaran yang digunakan dari Formula E dan penundaan pembelian tanah. Awalnya penyelenggaraan Formula E akan dilaksanakan pada 6 Juni 2020.

Arahan Mendagri

Sebelumya, Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 triliun untuk penanganan virus Corona yang menyebabkan COVID-19. Pengalokasian itu kata Anies hingga bulan Mei 2020.

"Yang sudah dialokasikan Pak sampai dengan bulan Mei itu sebesar Rp 3,032 triliun," kata Anies melalui video conference bersama Wapres Ma'ruf Amin, Kamis (2/4/2020).

Dia menjelaskan awalnya pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp 1 triliun kemudian anggaran tambahan sebesar Rp 2 triliun. Dia menyebut alokasi anggaran itu berdasarkan imbauan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

"Bila panjang sampai Mei akan ditambah tapi secara regulasi kami terima kasih ke Mendagri. Karena beliau cepat keluarkan edaran yg memberikan kelonggaran bagi Pemda," ucapnya.

Sementara itu, dia mengaku pihaknya saat ini masih melakukan identifikasi kepada kelompok rentan miskin di Jakarta. Sebab berdasarkan data untuk masyarakat miskin mencapai 1,1 juta keluarga.
sumber

*********
Banyak yang menduga, bawahan atau buzzer Anies Baswedan juga aktif di BP Kaskus dan memberi masukan-masukan kepada Anies baik secara langsung atau tidak langsung tentang apa-apa yang disuarakan oleh para kaskuser baik yang menentang maupun yang mendukung Anies. Bagi TS itu wajar, sebab kaskuser adalah juga bagian dari masyarakat yang pastinya banyak juga yang tinggal di Jakarta.

Selama perdebatan dan perseteruan dua kelompok menemukan jalan tengah atau berhasil menelurkan sebuah kebijakan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang, hal itu harus disyukuri, bukan hanya bagi penentang Anies seperti TS yang selalu mengkritisi kebijakan Anies yang kadang jauh dari kata bermanfaat bagi seluruh masyarakat Jakarta yang terdiri dari banyak kelas, tapi juga harus disyukuri oleh pendukung Anies yang mungkin karena posisinya, tidak berani atau tidak bisa frontal menuntut Anies untuk mengeluarkan kebijakan yang benar dan berani. Karena berani belum tentu benar, tetapi jika benar maka harus berani.

Lantas kenapa pendukung Anies juga harus mensyukuri jika ada tuntutan dari penentang Anies yang akhirnya disetujui oleh Anies? Ini karena kebijakan yang dikeluarkan oleh Anies pastinya akan bermanfaat bukan hanya bagi orang-orang yang kehidupannya dibela oleh penentang Anies, tapi juga bagi orang-orang yang kehidupannya juga dibela oleh pendukung Anies, yang bisa jadi, sebenarnya mereka adalah orang-orang yang sama, mereka masyarakat kecil yang terpinggirkan.

Begitu juga dengan para penentang Jokowi. Meskipun tak semuanya punya pikiran bersih dan lurus, mengkritik demi kemajuan bangsa ini, nyatanya banyak yang asal bicara berdasarkan kebencian semata akibat pilpres dan kebencian karena suku. Selama hal itu tidak didasari untuk memecah belah bangsa ini, selama hal itu tidak didasari oleh fitnah, maka hal itu masih bisa ditorerir. Toh Jokowi, Anies, dan lainnya adalah pemimpin yang pastinya kenyang dengan hal seperti itu. Mereka bukan orang-orang cengeng yang suka mengadu ke rakyat atau masyarakat bahwa mereka didzalimi.

Sehubungan dengan pro dan kontra di masyarakat, nyatanya Jokowi menggelontorkan anggaran sebesar 400 triliun lebih demi memghadapi wabah Corona ini. Hal ini jauh lebih besar dari dana pembangunan ibukota baru yang ditenggarai berada dikisaran 200an triliun. Bisa jadi Jokowi mendengar masukan dan kritikan dari para penentangnya yang terus menyindir. Jokowi juga akhirnya menjawab sindiran para penentangnya dengan berpihak pada rakyat, memberi keringanan pemakaian listrik dan restrukturisasi kredit.

Sama halnya dengan Jokowi, Anies pun akhirnya menjawab sindiran para penentangnya, yang bisa jadi dia lihat juga dari BP Kaskus ini, dengan mengalihkan anggaran infrastruktur Formula E ke anggaran penanganan wabah Corona di Jakarta ini. Meskipun tidak secara spesifik menyebut besaran anggaran yang dialihkan, tapi hal ini adlah kabar baik dan patut diapresiasi oleh para penentang Anies termasuk TS.

Adapun berdasar sumber berita yang TS temui, besaran anggaran untuk infrastruktur tersebut adalah 344 milyar dari total anggaran infrastruktur Formula E Jakarta yang besarnya adalah 767 milyar. Sementara sisanya adalah 423 milyar adalah jaminan bank atau bank garansi. Entah, belum jelas juga, apakah nantinya semua akan dipakai atau hanya 344 milyar yang akan dipakai mengingat nilai 423 milyar tak mungkin bisa diotak-atik karena sudah masuk dalam jaminan bank. Adapun total dari anggaran untuk pengadaan Formula E Jakarta adalah 1,16 triliun.

Apakah kemenangan ini adalah kemenangan para penentang Anies? Bukan. Ini kemenangan bersama, dari penentang dan pendukung Anies, sebab pada akhirnya Anies legowo merelakan anggaran Formula E dipakai meskipun mungkin hanya sebagian dari anggaran untuk infrastruktur Formula E.

Dan semestinya, ditengah wabah Corona ini, janganlah intrik politik ditampilkan. Janganlah panggung digelar. Jangan pula drama dimainkan. Apapun yang keluar dari pemimpin harus semata-mata demi kemaslahatan masyarakat banyak, terutama masyarakat kecil yang jumlahnya terbesar di Jakarta, dan juga terbesar di Republik ini.

Kedepan, TS tetap akan bicara apa adanya. Tanpa beban, tanpa peduli tuduhan para pendukung Anies. Silakan berdebat dan berargumen dengan beretika dan bermartabat. Silakan juga bagi pendukung Anies untuk tetap membela kebijakan Anies dan pembenci Jokowi untuk tetap mengkritisi Jokowi. Sebab diujung jalan, pada akhirnya kita akan menemukan kesepakatan, dan itu semata-mata demi masyarakat, demi rakyat.

Terima kasih Jokowi. Terima kasih Anies.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sebelahblog dan 33 lainnya memberi reputasi
28
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Pemprov DKI Gunakan Dana Formula E untuk Tangani Covid-19
04-04-2020 02:07
Quote:Original Posted By phalang.distal
salah anies ini,wong pemindahan ibukota yg ngabisisn duit jalan terus


Ngaco aja.
emoticon-Big Grin

Jakarta gak ada urusannya sama Pusat soal anggaran ibukota baru.

Nyatanya buat anggaran Corona disiapin pusat 400t lebih kan?
Belajar pintarlah.

Quote:Original Posted By gikogaza
kali ini mantap wan kejut emoticon-Angkat Beer


semoga transparan biaya nya

tim hore nya buanyak si emoticon-Shutup


Tenang.
Korupsi dana bencana ancamannya sampai hukuman mati.
emoticon-Big Grin
profile-picture
aljibo memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskus addict
04-04-2020 02:11
secara nasional dana corona RI tdk ada setengahnya malaysia,, negara yg lebih kecil
0
profile picture
kaskus maniac
04-04-2020 02:35
Uangnya banyak,tp ga bisa jamin medis bisa dpt apd,masyarakat dpt masker dan bisa isolasi mandiri dgn tenang,mgkn buat bayar 72 M kali
0
profile picture
kaskus geek
04-04-2020 03:03
@the.commandos

Dan dana anggaran DKI Jakarta buat corona gak ada setengahnya dari anggaran Jawa Tengah, padahal APBD Jakarta 3 kali lipat APBD Jawa Tengah.

Makanya, coba cari tahu, berapa (anggaplah) APBN Malaysia dibanding APBN Indonesia. Berapa PDB Malaysia dibanding Indonesia. Berapa tingkat ranking ekonomi Malaysia dibanding Indonesia.
3
profile picture
kaskus geek
04-04-2020 03:13
@phalang.distal

Bre.
Jangan tolol, jangan tolol, jangan tolol.
Ini 3x gw sebut.
Balik lagi ke Jakarta dibanding Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Jakarta itu selalu dapat JATAH paling besar buat APD, Masker, Rapid Test. Kemana semuanya? Berapa yang udah ditest rapid tes dari seluruh warga Jakarta? Kemana masker yang katanya sanggup disiapkan sebanyak 1 juta? Propinsi lain bagi2 masker gratis, Jakarta justru jualan dengan harga mahal.
Padahal APBD sangat besar. Atau uangnya habis buat bayar buzzer Anies?

Gampang kan ngebalikinnya?

Coba baca negara-negara maju yang sekarang diserang Corona. USA contohnya.
Apa kendala utamanya?
Ternyata Tenaga Kesehatan disana kekurangan APD. Koq bisa?
Karena sekarang ini dunia membutuhkan ratusan juta APD. Dan APD itu gak seperti baju elu yang habis pakai lu taruh buat dicuci. APD itu sekali pakai buang
Andai aja. Ini cuma andai. Andai ada tenaga kesehatan yang buka APD 10 kali sehari, maka 10 APD harus dia buang dalam 1 hari.

Dan catat. Bahkan sampai terakhir Anies janji mau bagi masker gratis, sampai sekarang maskernya gak kelihatan ujudnya. Ghaib!
3
profile picture
kaskus addict
04-04-2020 03:25
@i.am.legend. wajar jateng gede coba cek ada berapa juta warga jateng jumlahnya,, jkt ga ada setengahnya jumlah warga jateng,,kalo kesehatan ya yg di hitung jumlah jiwa,, bukan jumlah apbd,,
1
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia