News
Batal
KATEGORI
link has been copied
343
Lapor Hansip
03-04-2020 15:43

Ridwan Kamil Keluhkan Tiadanya Koordinasi Pusat Tangani Corona

Ridwan Kamil Keluhkan Tiadanya Koordinasi Pusat Tangani Corona

TEMPO.CO, Jakarta -
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengeluhkan tiadanya koordinasi oleh pemerintah pusat dalam menangani penyebaran virus Corona di wilayah Jabodetabek.

Ridwan mengaku banyak berinisiatif karena tak sabar menunggu kebijakan pusat.

Musababnya, kata Ridwan, jumlah penduduk Jawa Barat sekitar 50 juta orang, yang besarnya sudah seperti Korea Selatan. Dan dari jumlah tersebut, 70 persen warga Jawa Barat sehari-harinya beraktivitas di Jabodetabek.

"Tiga provinsi ini memang belum banyak komunikasi secara teknis, perlu difasilitasi, Pak. Saya memahami bahwa Gubernur DKI dan Gubernur Banten juga sibuk, jadi kami mohon bapak tugaskan level menteri melakukan koordinasi ini dalam skala rutin," ujar Ridwan lewat teleconference dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Jumat, 3 April 2020.

Ridwan mengatakan, data warga Jabar yang positif Corona sudah 223 orang per hari ini. "Itu baru data yang sudah di-swab, sementara antrian di Litbangkes masih banyak dan hanya sanggup mengetes 200 sampel per hari," ujar Ridwan.

Akibatnya, kata Ridwan, dia berinisiatif membeli alat tes Corona sendiri ke Korea Selatan dan bisa mengetes 500 sampel per hari di laboratorium kesehatan daerah.

"Dengan alat itu kami temukan Wali Kota Bogor Bima Arya, Wakil Wali Kota Bandung, dan Bupati Karawang positif Covid-19 dan 4 klaster penyebaran," ujar Ridwan Kamil.

TEMPO

dan di bls sama pak MA : Tetap semangat dan jaga kesehatan ya pak RK emoticon-Big Grin

saran ane
kang emil jgn banyak ngeluh banyakin minum jamu aja
emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 66 lainnya memberi reputasi
63
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Ridwan Kamil Keluhkan Tiadanya Koordinasi Pusat Tangani Corona
03-04-2020 15:50
yg ane sayangkan koruptor dibebasin pada saat rakyat berjuang melawan covid.. perbuatan yg berbahaya bisa menghilangkan kepercayaan

semoga dolar ga naik

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Zacx12 dan 20 lainnya memberi reputasi
21 0
21
profile picture
KASKUS Plus
03-04-2020 23:28
menkumham nya lebih merhatiin kondisi napi koruptor.
1
profile picture
kaskus addict
03-04-2020 23:33
Sangat disayangkan yang di dalam sel menjadi prioritas menteri. Padahal yang berada di luar sel kondisinya lebih rentan terkena wabah.
0
profile picture
kaskus addict
04-04-2020 00:00
Loh, ane kemaren bacanya cuma napi yang kena kasus narkoba aja yang dapet pembebasan. Ini koruptor jugabikut bebas to. Mengecewakan sekali
0
profile picture
kaskus addict
04-04-2020 05:22
Belom di bebasin,
cuma banyak kok penumpangnya si corola ini, rukuhp,omnibuslaw juga..
1
profile picture
aktivis kaskus
04-04-2020 13:35
Negara lagi kere.. coba hitung, berapa penghematan dari memelihara napi.. hitung aja biaya hidup napi sehari kali berapa jumlah napi se indonesia...lumayan kan ngumpulin receh
0
profile picture
kaskus addict
04-04-2020 14:32
@Ujang1911 30.000 x 60.000 = 1.800.000.000
Dikali 3 bulan deh
Jadi 162.000.000.000

Mayan cui 162 milyar.
Gabut bener ane ngitung ginian. Wkwk
1
profile picture
kaskus addict
04-04-2020 20:49
Sejak lama emg curi2 kesemoatan itu si yasonna. Lagian, yg umpel2an itu lapas umum bukan lapas koruptor. Ramasok blas...!!! bgst, anj, fucek..!!!!!
1
profile picture
kaskus addict
14-04-2020 07:00
@Ujang1911 iya gan sebenernya alasan benernya ini sih. Cuma di balik alasan ini jadi ada kepentingan-kepentingan yang dititipin. Kalo masalah ini yaaa ane maklum sih mau nggak mau. Toh kita juga lagi butuh dana banyak buat nanganin pandemi.
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia