News
Batal
KATEGORI
link has been copied
115
Lapor Hansip
01-04-2020 18:06

Lebih Pilih Darurat Sipil,Pengamat: Masa Percaya Sama Orang yg Buat Proyek Formula E?

Aktivis kemanusiaan, Birgaldo Sinaga, menyatakan pihaknya lebijh memilih rencana kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menerapkan darurat sipil dalam penanganan virus corona atau Covid-19, ketimbang karantina wilayah atau lockdown yang diminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Lockdown atau Darurat Sipil? Ya, saya pilih darurat sipil dong. Meskipun ini lebih keras dan represif. Kenapa? Karena kalo diputuskan lockdown partial atau karantina wilayah, itu anggaran dipegang gubernur daerah tersebut nanti tidak jelas kemana," tutur dalam catatan di Facebooknya, dengan judul, "LOCKDOWN ATAU DARURAT SIPIL?" seperti dikutip, Rabu (1/4/2020).

Baca Juga: Lawan Corona, Tegas Jokowi: Kepala Daerah Jangan Pakai Lockdown-Lockdown

"Sementara kalo darurat sipil lalu ditetapkan karantina wilayah maka yang pegang anggaran daerah itu Menteri Keuangan. Gubernur tunduk pada garis komando Presiden Jokowi. Ya gue lebih percaya Ibu Menkeu Sri Mulyani lah yang atur anggaran lawan Covid 19. Masak elo lebih percaya sama orang yang buat proyek gak jelas seperti Formula E, lem aibon. Ngawur kamu," imbuh dia.

Sebelumnya, menurut Presiden Jokowi mengatakan semua skenario disiapkan untuk penanganan Covid-19. Baik dari skala moderat, sedang, maupun terburuk.

"Darurat sipil itu apabila terjadi yang up normal sehingga perangkat harus disiapkan dan kita sampaikan. Tapi kalau keadaan sekarang tentu saja tidak," kata Jokowi.


Bahkan, ia mengungkapkan akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar dengan kekarantinaan kesehatan. "Apabila keadaan sangat memburuk, maka dapat menuju darurat sipil." kata Jokowi.

Selain Brigaldo, Aktivis dari PSI Guntur Romli juga mengkritik ketidakseriusan Pemprov DKI terlihat dari minimnya anggaran yang disiapkan untuk menangani Covid-19. Menurutnya, dana Rp54 miliar tentunya tak akan mencukupi untuk lalukan pencegahan dan penanganan di Jakarta yang memiliki jumlah penduduk sebesar 10 juta. Padahal jumlah suspect dan positif Covid-19 di DKI sangat banyak.

“Dilihat dari bertambah banyaknya korban, masa Pemprov cuma menganggarkan Rp54 miliar, tidak ada 1 persen dari total APBD 2020 yang di patok di angka 89,7 triliun. Angka Rp54 miliar untuk melakukan pencegahan aja ngga cukup,” tegas Romli.

Menurut Romli, dengan minimnya anggaran yang disiapkan mengakibatkan lemahnya koordinasi internal Pemprov di wilayah kerjanya. Lebih lanjut dia menuturkan alih-alih memberikan stimulus untuk pencegahan dan penanganan, yang ada malah hanya menunggu bantuan alat pelindung diri dan peralatan medis penting dari pusat seperti ventilator.

Sementara koordinasi pemprov ke keluarahan dan RW/RT sangat kurang terkait pembatasan physical distancing dan sosialisasi ke warga karena minimnya dana anggaran yang disediakan sampai tingkat Kelurahan hingga RT.

“Bukannya ingin selalu menyalahkan atau menyudutkan Gubernur di masa sulit ini, tapi beliau harus terus dikritik dan didesak agar pak Anies ini mau kucurkan anggaran yang sangat mendesak. Ini kan menunjukan Pemprov tak punya strategi sama sekali, kesehatan warga DKI tidak dianggap sama sekali padahal ventilator itu sangat penting megnurangi tingkat kematian yang tinggi di Jakarta," imbuhnya.

https://amp.wartaekonomi.co.id/berit...ek-formula-e/0
Diubah oleh joko.win
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sebelahblog dan 22 lainnya memberi reputasi
15
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Lebih Pilih Darurat Sipil,Pengamat: Masa Percaya Sama Orang yg Buat Proyek Formula E?
01-04-2020 18:48
^^
Harus fleksibel disesuaikan perkembangan zaman

Ini darurat sipil bencana wabah. Pertama kali

Lebih baik karantina darurat sipil diawasi tni polisi, daripada lokdown kalau kerusuhan sosial/penjarahan malah pemda dan polisi lokal nya ga bisa apa2 karna terbatas kewenangan penindakan/menghukum nya

Pilih mana..

darurat sipil keamanan terjamin
dari segala ancaman tak terduga

Atau

Lokdon tapi dibikin rusuh ama kadrun alesan kelaparan tuntut revolusi tambah provokasi aming rais yg ingin makar
Diubah oleh ikardus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bayukuya1988 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
profile picture
kaskus addict
01-04-2020 19:51
Terserah, yg penting makan rakyat ditanggung gk? Dan masih bisa akses internet gk? Itu aja sih
0
profile picture
newbie
02-04-2020 01:48
Lho... Ane mayan bingung sama tulisan ente...

Ente nulis Lockdown itu maksudnya Karantina Wilayah bukan? Kalau iya, kan kebutuhan dasar dipenuhi pemerintah.
Kq bisanya ente bilang bakal rusuh karena kelaparan.

Apa mungkin karena pemerintah ntar kehabisan duit terus ga sanggup lagi nyukupin kebutuhan dasar ?
Itu mah udah lain perkara, jangan campur aduk logika ente bung...
0
profile picture
newbie
02-04-2020 09:12
bukannya lockdown juga di kawal aparatur negara (TNI, POLRI) ya gan (mohon di koreksi)? lalu kenapa bisa terjadi penjarahan? karena takut ga mencukupi kebutuhan, rakyat bisa saling swadaya gotong royong mengumpulkan dana tinggal pemerintahnya yang membelikan sembako dll. kenapa ga sekalian militer yang nanganin biar tambah gereget sekalian :v
1
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia