News
Batal
KATEGORI
link has been copied
98
Lapor Hansip
01-04-2020 17:21

Penyemprotan Disinfektan di SBY Disorot Media Asing, Ini 'Bahaya' yang Mengintai

Di Surabaya, Jawa Timur, penyemprotan disinfektan massal dilakukan di sejumlah titik, seperti Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Kertajaya dan Sepanjang Jalan Darma Husada untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
WowKeren - Pandemi virus corona (Covid-19) yang kian meluas membuat pemerintah daerah maupun pusat melakukan sejumlah langkah antisipasi. Di Surabaya, Jawa Timur, penyemprotan disinfektan massal dilakukan di sejumlah titik, seperti Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Kertajaya dan Sepanjang Jalan Darma Husada.

Langkah Pemkot Surabaya tersebut lantas disoroti oleh media asing Reuters. Media tersebut melaporkan bahwa sudah banyak pakar kesehatan yang memberikan peringatan soal penyemprotan disinfektan massal.

Langkah penyemprotan itu disebut bisa menimbulkan "bahaya kesehatan serta pemborosan waktu dan sumber daya". Menurut ahli penyakit menular dari Singapura, Dale Fisher, hal tersebut merupakan "gambaran menggelikan yang tampak di banyak negara".

"Saya tidak percaya (disinfektan massal) menambah apa pun pada respons dan bisa berbahaya bagi orang-orang," tutur Fisher dilansir Reuters pada Rabu (1/4) hari ini. "Virus tidak bertahan lama di lingkungan dan orang-orang umumnya tidak menyentuh tanah (yang disemprot disinfektan)."

Sementara itu, juru bicara Wali Kora Surabaya Tri Rismaharini, Febriadhitya Prajatara, menyebut bahwa penyemprotan disinfektan massal dengan menggunakan drone tersebut perlu dilakukan di area yang memiliki pasien positif Covid-19. Pasalnya, virus tersebut "bisa ada dimana saja".

Prajatara menyamakan disinfektan benzalkonium chloride yang digunakan dengan sabun. Ia menyebut cairan tersebut dapat "melemahkan virus sehingga tak dapat memasuki tubuh manusia", padahal benzalkonium chloride konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi kulit.

Sementara itu, anggota Asia Pacific Society of Clinical Microbiology and Infection, Paul Tambyah, menjelaskan bahwa mencuci tangan dan membersihkan permukaan yang sering disentuh manusia seperti tombol lift bisa memberikan perlindungan yang lebih baik dibanding disinfektan massal. "(Penyemprotan disinfektan massal) mungkin adalah cara yang murah dan langsung terlihat, tapi memperhatikan kebersihan pribadi dan lingkungan merupakan cara yang lebih efektif," tuturnya.

Profesor Kesehatan Publik dari Universitas Indonesia (UI), Wiku Adisasmito, juga mengungkapkan sejumlah "bahaya" yang mengintai usai penyemprotan disinfektan massal dilakukan. "Penyemprotan itu tidak baik bagi kulit, mulut, dan mata. Hal itu akan menimbulkan iritasi," pungkas Wiku.

https://www.wowkeren.com/berita/tamp.../00304187.html


blunder lagi...

akibat salah pilih menkes yg kebanyakan cengangas cengenges dan tidak ilmiah?emoticon-Big Grin

Penyemprotan Disinfektan di SBY Disorot Media Asing, Ini 'Bahaya' yang Mengintai


Diubah oleh dispenserr
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sebelahblog dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Penyemprotan Disinfektan di SBY Disorot Media Asing, Ini 'Bahaya' yang Mengintai
Lapor Hansip
01-04-2020 18:07
Balasan post balado.jengkol
ya gk ada juga orang jilat atau cium sendal, sepatu.
3 jam itu permukaan yg kondisi ruangannya stabil, sedangkan jalan itu panas meski di malam hari
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia