News
Batal
KATEGORI
link has been copied
216
Lapor Hansip
30-03-2020 05:53

Wibawa Jokowi Runtuh, Daerah Nekat Lockdown

Wibawa Jokowi Runtuh, Daerah Nekat Lockdown

Wibawa Presiden Joko Widodo seperti tengah runtuh di hadapan pemerintah daerah. Ini lantaran banyak kepala daerah yang tetap melakukan lockdown tanpa memperhatikan instruksi pemerintah pusat.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengurai bahwa banyak daerah yang mulai melakukan lockdown lokal, mereka mencegah masuknya orang yang berpotensi membawa virus corona baru atau Covid-19 ke wilayahnya.

Keputusan tanpa memikirkan instruksi pemerintah pusat itu menunjukkan bahwa rezim ini cenderung buruk.

“Ketika daerah lakukan lockdown tanpa melihat instruksi pusat, maka saat itulah wibawa pemerintah pusat runtuh, pemerintahan semacam ini cenderung buruk,” ujarnya, Minggu (29/3).

Tidak hanya pemerintah kabupaten/kota yang melakukan lockdown, sejumlah desa dan kampung juga melakukan hal serupa.

Singkatnya, Presiden Joko Widodo harus benar-benar merenungkan apa yang dilakukan pusat. Terlebih kini daerah mulai mencari jalan sendiri-sendiri untuk menyelamatkan warganya.

“Presiden seharusnya menatap cermin sungguh-sungguh membayangkan rakyatnya mencari jalan keselamatan sendiri. Ini bukan soal mencipta kepanikan, tapi soal bagaimana pemerintah pusat mampu mengelola serta menangani kondisi darurat,” pungkas Dedi.

sumber: http://www.wartaregional.com/2020/03...ekat-lockdown/

Bener Gan, Pemerintah Pusat seperti terlihat diam dan tidak punya arahan yang jelas untuk menangani pandemi yang menyerang negara ini. Padahal korban yang meninggal setiap harinya terus bertambah, tetapi yang di sampaikan selalu masalah ekonomi saja....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sebelahblog dan 27 lainnya memberi reputasi
14
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Wibawa Jokowi Runtuh, Daerah Nekat Lockdown
30-03-2020 06:12
Yah mau gimana lagi, inilah kejelekan dari pemilukada, jadi negara ini berasa seperti negara serikat. Kada nya merasa diri dipilih rakyat di daerah nya, jadi instruksi presiden kagak di gubris.

Walopun dalam hal ini pempus emang lelet dan salah keputusan klo menurut opini pribadi, tapi yah mestinya para kada gak langsung membangkang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
akubebe dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
profile picture
kaskus addict
30-03-2020 08:42
gak bisa juga dikatakan seperti itu. dalam pengambilan keputusan , pemerintah daerah punya pertimbangan khusus, seperti APBD yang mencukupi, pasokan logistik yang cukup dan jumlah masyarakat yang terjangkau oleh subsidi APBD, menunggu keputusan pusat tanpa memberikan alasan yang jelas, tentu merugikan daerah terdampak corona yang semakin meningkat. jadi daerah sudah benar mengambil keputusan sendiri tanpa menunggu instruksi pusat yang tidak jelas.
contohnya BUMN & Swasta juga rame gak ikuti Instruksi presiden soal penangguhan kredit, apakah BUMN dan Swasta itu berasa jadi Serikat juga ?
ya enggaklah.. mana mau mereka rugi. yang tanggung jawab siapa ? presiden minta tapi gak keluarkan Inpres atau PP ya sama saja membunuh BUMN dan Swasta. karena tidak ada jaminan juga dari OJK soal penangguhan.

kalau ente bilang itu jeleknya pilkada, berarti ente belum dewasa dalam berdemokrasi.
3
profile picture
kaskus addict
30-03-2020 10:57
@adfaisal ya wibawa itu diturunkan sendiri dgn pengambilan keputusan yg lambat dan keliru
1
profile picture
kaskus addict
30-03-2020 11:16
@Aparatkaskus kalau menurut ane gak tepat sih kata lambat dan keliru.. yang iyanya memang faktor keuangan negara lagi goyang, jadi takutnya negara kolaps, dan kejadian 98 pasti terjadi dan penjarahan dimana mana...

paling bagus saat ini kembalikan subsidi ke rakyat, kemarin" subsidi di cabut dikasih lagi ke rakyat selama 6 bulan, seperti TDL & BBM
1
profile picture
kaskus maniac
30-03-2020 17:50
Trus lu mau nunggu korban nambah gegara pemerintah lambat.
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia