News
Batal
KATEGORI
link has been copied
265
Lapor Hansip
27-03-2020 12:32

Kalau Sayang Keluarga, Jangan Mudik Please!

Kalau Sayang Keluarga, Jangan Mudik Please!
Jakarta, PikiranSehat.com Indonesia - Pemerintah mulai merumuskan kebijakan bertajuk 'Tidak Mudik, Tidak Piknik Lebaran 2020' terkait pencegahan penularan Covid-19. Kebijakan tersebut tengah digodok dalam sejumlah rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.

"Kita harus hitung berbagai skenario untuk memastikan keselamatan masyarakat," ujar Luhut dalam keterangan tertulis yang dikutip CNBC Indonesia, Kamis (26/3/20).

Quote:Baca juga:
Arab Saudi Minta RI Jemput WNI, Habib Rizieq Bagaimana?


Ia mengatakan, kebijakan 'Tidak Mudik, Tidak Piknik Lebaran 2020' adalah ikhtiar dalam memutus mata rantai penularan wabah corona. Dia menegaskan, harus mempertimbangkan berbagai skenario, semua demi keselamatan dan keamanan bagi para pemudik dan juga untuk seluruh masyarakat.

"Segala kebijakan ini nantinya menunggu keputusan dari Ratas Kabinet yang akan dipimpin Bapak Presiden. Kami berharap nantinya kebijakan ini yang terbaik bagi kita semua," ujar Luhut.

Kendati demikian, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengakui sudah banyak masyarakat yang mudik. Pengakuan itu disampaikan Budi dalam telekonferensi video, Jumat (27/3/2020).

"Penumpang bus, kami amati di tanggal 20, 21 ,22, dan 23 Maret ada terjadi peningkatan di terminal-terminal, tapi nggak semua terminal. Saya lihat di Wonogiri, Purwokerto, Solo , da beberapa tempat lain," katanya.

Oleh karena itu, Budi meminta pemerintah daerah untuk menerjunkan tim kesehatan untuk memeriksa para pendatang. Dengan tujuan untuk dicek kesehatannya. Bahkan seharusnya, orang dalam pemantauan (ODP) dari zona merah, harus melakukan isolasi diri selama 14 hari.

Staf khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati juga menegaskan terkait larangan mudik yang kemungkinan bakal diambil pemerintah.

"Alasannya perluasan wabah luar biasa, kita belum larang tapi sudah mulai curi start untuk mudik. Data dari Kabupaten Sumedang ODP meningkat karena limpahan mudik di Jabodetabek, gitu juga Jateng. Ini belum puncak. Kalau nggak ada larang law-enforcement dikhawatirkan bakal menambah zona merah di tujuan mudik," ujar Adita dalam kesempatan sama.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono pun mengimbau hal serupa. Usai rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Tegal, Kamis (26/3/2020), Ia meminta warga Kota Tegal yang merantau di luar kota tidak pulang kampung, khususnya saat musim arus mudik. Jika terpaksa pulang kampung, warga wajib melapor ke gugus tugas Covid-19 untuk menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

Lebih lanjut, Tedy mengatakan keputusan Pemkot Tegal melakukan lockdown tak lepas dari upaya memutus mata rantai penularan virus corona. Jika sebelum empat bulan kondisi kembali normal, maka local lockdown ini akan ditinjau kembali.

"Saya lebih baik dibenci, daripada warga saya mati karena terpapar Covid-19," kata Dedy.


Sourch:
https://www.pikiransehat.com/2020/03...an-mudik.html
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 32 lainnya memberi reputasi
29
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Kalau Sayang Keluarga, Jangan Mudik Please!
27-03-2020 13:09
Wuhan, tepat 2 bulan (60 hari) setelah lockdown, kasusnya nyaris 0, dan akhirnya sudah dibuka. Indonesia kalau mau mudik, 2 bulan sebelumnya harus lockdown. Lokal saja, ga usah semua, yang sudah ada kasus kematian.

Kalau kasusnya sudah banyak, bisa 3 bulan baru bersih. Jadinya, Mission: Impossible. Yang 0,00001% possible kalau antivirus & obat sudah beredar luas dan terbukti bisa bikin sembuh.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riezazura dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
profile picture
kaskus geek
27-03-2020 13:14
Astajim...

Lo bandingin lockdown wuhan dg lockdown indonesia

Jelas area nya luasan indoneaia

2
profile picture
kaskus addict
27-03-2020 13:50
[mention]mas_paimin[/mention] lockdown lokal, baca lagi dong. Jadi lockdown Jakarta+Depok. Tapi sekarang sudah menyebar, jadinya lockdown lokal juga kota2 yang sudah ada kasus kematian, karena kalau ada kematian artinya virus sudah menyebar luas lebih dari 14 hari yang lalu.

Tampaknya banyak yang mengira lockdown itu seluruh Indonesia termasuk desa. Ngapain desa yang ga ada kasus harus dilockdown. China saja cuma Wuhan pertamanya, lalu beberapa kota di provinsi Hubei. Ga sampai di desa2nya yang ga kena virus.
2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia