Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
59
Lapor Hansip
26-03-2020 14:49

CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI

CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
Foto diambil dari sumber


Selamat dan salam sejahtera untuk para sesepuh dan reader STFH semuanya. Salam kenal dari mantan penulis STFH yang lama mangkir bertahun tahun lamanya. Disini ane mau minta ijin untuk kembali berbagi cerita kehidupan ane yang sebenernya gak terlalu asik untuk diceritakan. 

DISCLAIMER


Cerita ini BASED ON TRUE STORY sekitar 30% dari kumpulan pengalaman penulis dan beberapa temen2 penulis dengan sisanya imajinasi penulis. Jadi ya bisa di bilang ini adalah cerita fiksi. Nama dan tempat telah disamarkan untuk menghindari kesalah pahaman. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.


~~SFTH Rules, Report, Inquiries and Q/A (read before posting)~~

Quote:Original Posted By dipretelin
Seperti yang sudah2 terjadi sebelumnya bahwa thread dibuka dengan maksud dan tujuan men-share kisah kehidupan seseorang...dan diharapkan adalah komentar yang masih berhubungan isi thread tersebut....

Sehingga esensi dari thread yang di buat tidak menjadi hilang dengan terlalu banyaknya pembahasan OOT...dan sudah tidak diketahui kemana benang merah dari cerita tersebut...

Hal ini berlaku kepada siapapun yang ada di subforum Story From The Heart ini...

Bagi pelanggarnya akan dikenakan sanksi..baik itu BRP..Penghapusan Posting (sunat) atau Banned entah permanent atau sementara...

Seperti yang sudah pernah terjadi di salah 1 id yang melakukan kesalahan-kesalahan sebelumnya...melakukan oot di suatu forum yang tak tepat...

Bagi yang ingin membahas hal-hal yang bersifat OOT dan keluar jalur dari tema Thread yang dibuat bisa memaksimalkan Lounge SFTH yang sudah di sticky...

thanks emoticon-rose


Buat yang penasaran sama Prequel dari cerita ini bisa dilihat di sini 
Quote:


~=LATEST UPDATE=~

Quote:

13 April 2020
MIMPI SEORANG PECUNDANG
06 April 2020
KONTAK

Diubah oleh raito2fang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 31 lainnya memberi reputasi
30
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
27-03-2020 10:22
KEHIDUPAN KOST



"Apa kabar lu disana?"

-----

Ga sadar gw tertidur saat mengenang kenangan masa SMA dulu. Setelah cek jam yang menunjukan pukul 8 Malam, gw sadari perut gw teriak-teriak minta di isi. Keluar dari kamar gw lihat Agus datang dari arah tangga.

"Dari mana Gus?"

"Gw baru dari luar cari makan" jawab Agus dengan suara lembut khasnya sambil menunjukan sebuah kresek hitam ditangannya.

Dengan muka kecewa gw tanya Agus "Yah kok gak ajak2 sih?"

Agus memasang wajah bingung lalu "Gw kirain udah pada makan tadi. Emangnya lu gak ikut yang lain?"

"Baru bangun tidur gw. Ketiduran tadi hehe" gw menggaruk2 kepala gw yang gak gatal sambil tertawa kecil." Eh tar dulu. Pada makan? emang ada siapa? "

"Tadi gw liat sih ada Rozi sama Doni dikamarnya Langit" Kata Agus sambil menengok kearah kamar Langit "Eh gw masuk dulu yah"

"Yo.."

Gw pergi ke kamarnya Langit untuk mengajak dia cari makan. Saat gw sampe depan kamarnya gw lihat banyak sepatu di depan kamar. Pintu kamar Langit agak terbuka jadi gw bisa ngintip keadaan di dalam kamar. Bener kata Agus, didalam ada Rozi dan Doni tampak sedang ngobrol bareng Langit. Karena gw liat mereka lagi ngorbol dengan fokus tapi bukan obrolan yang begitu serius, gw langsung aja buka pintu kamarnya dengan keras.

"AYO LAGI PADA NGAPAIN KALIAN" Teriak gw menujuk muka mereka satu persatu dengan memasang muka curiga.

"Anj*ng! Kaget gw!" Teriak seorang pemuda berperawakan tinggi besar. Dia adalah Rozi salah satu teman gw yang gw ceritakan sebelumnya, si peta berjalan.

"Astaga!" lanjut seorang pemuda tinggi disampingnya. Pemuda ini adalah teman satu angkatan gw tapi berbeda kelas dengan kita. Namanya Doni pemuda asli Garut yang mempunyai logat Sunda yang cukup kental.

Langit ngakak kenceng sambil nunjuk muka ROzi yang dia anggap bener2 kocak saat itu "wkwkwkwk muka lu Zi..zi"

"Sialan lu Det, bikin kaget aja"

"Eeeeuuuhhh.... bisa gak masuknya biasa aja?" seru si Doni tinggi ini dengan logat ciri khasnya.

"Oi..Don" sapaku

"Eh baru keluar kamar lu?" tanya Langit

"Iya, laper gw, cari makan yuk?"

"Kita baru aja balik makan. Telat lu" balas Rozi

"Kok gak aja2 sih, bangke kalian, teman macam apa kalian?" gw tanya sambil memasang wajah ketus."Dah ah gw keluar dulu cari makan"

"Eit eit eit... tunggu dulu" seru Doni "Duduk dulu sini ada yang mau kita obrolin"

"Tar aja deh gw makan dulu laper banget gw"

"Bentar doang" balas Rozi sambil memaksa gw duduk

"Apaan sih?"

"Pertama, kita punya rencana buat futsal bareng sama anak2 satu angkatan. gimana ikut gak?" Ajak Rozi

"Tar" balas gw sambil membuka hape gw dan pura2 membuka sesuatu "Kapan rencana mau futsalnya?"

"Hari sabtu ini."

"Ehmmm" sambil membuka aplikasi chat dan membaca beberapa chat dari teman dan keluarga gw membalas "Ok, gw kosong hari sabtu. Lu kabarin gw lagi aja nanti biar gw inget"

"Sip, nah buat yang kedua..." Seru Rozi sambil nyengir. " Mending elu makan dulu aja deh"

"Yah anjrit kentang." balas gw merasa dipermainkan "Ya udah gw cari makan dulu"

Setelah mengambil dompet dari kamar, gw pergi keluar untuk cari makan. Rumah kost gw terletak di sebuah jalan kecil yang hanya cukup untuk satu mobil aja. Jarak dari jalan utama ke kost gw ada sekitar 100 meter. Jalan utama di daerah kost gw ini banyak banget yang jualan makanan, yang memang udah wajar karena daerah kost mahasiswa.

Habis makan ayam goreng nikmat harga mahasiswa gw dan ngerokok sebatang, gw balik lagi ke kost gw. Di jalan gw liat di depan gw ada seorang cewek yang kayaknya gw kenal. Setelah berusaha menyusulnya, ternyata cewek itu adalah Sari yang gw sama Langit temui tadi sore.

"Neng sendirian aja. Aa temenen mau gak?" kata gw sambil menepuk pundak Sari.

Saat gw tepuk pundaknya, Sari agak kaget dan loncat kesamping. "Ah!" Setelah melihat orang yang nyapa dia ternyata gw dia langsung marah "Sialan lu! bikin kaget gw aja"

"Hehe"

"Ampir gw bogem lu!" serunya sambil nunjukin kepalan tangannya depan muka gw

"Iya iya maaf" kata gw meminta maaf, walaupun gw gak terlalu merasa harus. Gw pikir, Sari lucu juga pas teriak kaget tadi.

"Habis dari mana Sar?"

Masih memasang wajah marah Sari menjawab " Abis makan!"

"Dih ketus gitu, kan gw udah minta maaf"

"Lu minta maafnya ga tulus"

"hehe"

"haahh" tampak nyerah Sari lanjut ngomong " Lu sendiri dari mana?"

"Sama abis makan juga. tau gitu gw ajak lu makan bareng tadi"

Setelah gw ngomong hal itu kita sama2 diem kayak yang kehabisan ide pembicaraan. 2-3 menit berlalu kita masih diem2an sampai akhirnya gw buka pembicaraan lagi. "Eh Sar gw mau tanya dong."

"Tanya apaan?"

"Gimana rasanya kuliah jauh dari orang tua buat lu?"

"Sebulan pertama berat sih, gw suka kangen keluarga. Bawaannya pengen balik mulu." Jawab Sari sambil menatap langit gelap tanpa bintang "klo lu sendiri gimana rassanya jauh dari keluarga?"

"Gw... sama... masih suka keinget nyokap sama adek gw di rumah"

"ehhmm... terus bokap lu kemana?" tanya sari polos

Ngedenger pertanyaan itu rasanya ada sebuah jarum besar menusuk hati gw. " ...Bokap gw udah gak ada.."

"...sorry" balas Sari merasa bersalah dengan pertanyaannya

"Gak usah minta maaf. lu ga salah apa2" kata gw sambil lanjut berjalan

"Det..."

"Apa lagi?"

"Udah sampe" Balas Sari sambil nunjuk dua rumah kost yang hanya terjarak satu rumah diantaranya.

"Oh..." jawab gw lemas karena merasa gw salah karena agak kesal dengan Sara yang padahal ga salah apa2. "Ya udah sampai ketemu besok."

Setelah berpisah dengan Sari, kita memasuki kost masing2. Gw naik ke atas dan berniat memasuki kamar ketika ada sebuah tangan menepuk pundak gw. "Mau kemana lu?"

Seorang pemuda bertubuh tinggi besar tampak bertanya2 dengan arah tujuan gw. Tentu saja pemuda ini bukan orang yang ga gw kenal. "Eh Zi, apaan?"

"Apaan..apaan.. elu selesai kan makannya? ayo ngobrol dulu"

"Oh iya lupa hehe"

Gw masuk ke kamar Langit melihat ada seseorang yang menghilang. "Doni mana?"

"Balik dulu, biasa teleponan sama ibu negara" jawab Langit. Lalu Langit menyodorkan tangannya kearah gw "Mana?"

"Apaan yang mana?" tanya gw bingung

"Rokok titipan gw?" tanya Langit lagi

"Kapan elu nitip rokok?" gw makin bingung

tampak tidak terima Langit menekankan suranya "lah tadikan gw chat eluuuuu ..sueb!"

"masa sih?" tak percaya dengan perkataan Langit gw membuka hape gw untuk memeriksa aplikasi chatting. dan ternyata emang "gak ada chat dari eluuuu ...Sukidi !"

*triririring*

"Nah baru nyampe chatnya juga ...haha" lanjut gw dengan perasaan menang

"ah bangke emang ..."

"Ya udah santai...joinan aja sama gw " balas gw merasa agak Iba dengan nasih Langit

"Udah dramanya " tanya Rozi

"hehe...udah..udah.. mau ngobrol apaan emang" Jawa gw sambil duduk bersila di depan asbak dan camilan yang sudah ampir abis.

"Jadi gini..." Rozi membuka pembicaraan dengan tampang serius

"Bentar nyalain rokok" potong gw

"Mana gw bagi rokok dong " lanjut Langit.

Gw melemparkan bungkus rokok searah Langit yang sigap menangkapnya. Lalus setelah gw dan Langit menyalakan rokok gw tersenyum ke arah Rozi " lanjut Zi"

Dengan tampang agak kesal omongannya kami potong Rozi melanjutkan pembukaannya yang tertunda "Jadi gini kita ..."

"Oi pada mau kopi ga biar gw sekalian bikinin" Seru seseorang dari arah pintu. Gak lama sebuah kepala nongol dari balik pintu "gimana?"

"Gw mau Don"

"Gw juga"

"Elu gimana Zi mau kopi ga?" tanya Doni ke arah Rozi yang hampir meledak

"Gak!!"

"Yeeeee.....biasa aja atuh, gak usah marah2" balas Doni sambil pergi membuat kopi

"hahaha... lanjut ZI "

"haaaaaaaa..... Ok jadi gini ...."
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tariganna dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
putri-buruk-rupa
Stories from the Heart
dendam
Stories from the Heart
cerpen-horor-hangit
Stories from the Heart
indigo-bukan
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
pengusaha-muda
Stories from the Heart
dendam-arwah-dari-masa-lalu
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia