News
Batal
KATEGORI
link has been copied
620
Lapor Hansip
15-03-2020 10:53

Corona dan Menanti Maaf Jokowi untuk Rakyat +62

Corona dan Menanti Maaf Jokowi untuk Rakyat +62

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia

Corona dan Menanti Maaf Jokowi untuk Rakyat +62

Presiden Jokowi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).



Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan dirinya sebagai pemimpin langsung task force atau satuan tugas untuk menangani persebaran virus corona (Covid-19).

Itu disampaikan Presiden saat melakukan jumpa pers kala menginspeksi Bandara Soekarno Hatta sebagai salah satu gerbang Indonesia dengan dunia pada Jumat (13/3) siang.

Namun, sebagai komandan task force corona di Indonesia, penulis ingin Jokowi yang juga kepala negara ini untuk menyampaikan kata 'maaf' kepada seluruh bangsa Indonesia.


Maaf sekiranya lebih tepat, karena kebijakan yang banyak dikritik terkait corona.

Maaf, karena dirinya, selaku komandan satgas itu telah gagal membendung masuknya corona ke Indonesia dengan cepat dan tepat.

Pernyataan maaf yang harus disampaikan karena risiko merebaknya virus itu ke Indonesia itu sudah diperingatkan pelbagai pihak. Mulai dari pakar medis, media massa, penelitian luar negeri, hingga dan badan kesehatan dunia (WHO)-yang akhirnya menyatakan corona sebagai pandemi pada 11 Maret lalu.

Sebagai catatan, pada 2 Maret lalu Jokowi mengungkapkan pasien positif pertama corona di Indonesia.

Penulis berharap kalimat 'maaf kepada seluruh rakyat Indonesia' itu keluar dari mulut sang presiden. Pasalnya, sejak kasus itu merebak--masih dengan istilah pneumonia misterius di Wuhan, China pada akhir tahun lalu -- yang terlihat adalah komunikasi publik tak pantas dari para pembantunya.


Pernyataan publik yang buruk dan komunikasi tak sinkron para pembantu Jokowi yang telah terekam di benak publik lewat pemberitaan-pemberitaan media massa kurun waktu Januari hingga setidaknya per 13 Maret 2020.

Selain itu, langkah pencegahan di gerbang-gerbang wilayah Indonesia serta informasi publik mengenai risiko kemungkinan infeksi corona di Indonesia yang terus mendatangkan keraguan sepanjang Januari-Februari.





Langkah untuk Jokowi

Nasi kini sudah jadi bubur. Oleh karena itu, Sang Presiden harus bergerak cepat, tepat, dan memerhatikan pendapat para pemangku kepentingan: mulai dunia medis, pemerintah daerah, publik lewat media massa, hingga dunia.

Setidaknya ada tiga poin utama yang penulis tangkap dari para pemangku kepentingan, yang harus dilakukan Jokowi untuk penanggulangan dan mitigasi corona.

Pertama, adalah tes spesimen untuk menguji risiko corona tak lagi dilakukan terpusat alias monopoli di Jakarta.

Itu sudah mulai dilakukan Jokowi setelah ia mengaku telah memerintahkan kemenkes agar tak lagi memonopoli lembaga penguji spesimen risiko infeksi Covid-19 pada Jumat (13/3). Mulai Senin (16/3), Kemenkes menyatakan tes spesimen tak harus lagi di Balitbangkes tapi bisa di sejumlah laboratorium lain.

Sayangnya, itu dilakukan setelah tenaga medis hingga pemerintah daerah menuntut hal tersebut sejak pasien positif pertama di Indonesia diumumkan Jokowi. Dan, belakangan pada Jumat itu juga baru terkuak ada surat dari WHO ke Jokowi bertanggal 10 Maret 2020 yang meminta tes risiko infeksi Covid-19 tak lagi dilakukan terpusat.

Kedua, informasi rekam jejak pasien positif Covid-19 yakni di mana dan kapan, bukan identitas sang pasien. Transparansi informasi itulah yang sudah dilakukan di negara lain seperti Singapura dan Korea Selatan, karena penyebaran virus itu dipengaruhi oleh mobilitas orang yang terinfeksi.

Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia, misalnya, mengkritik soal informasi rekam jejak yang seharusnya dapat disediakan pemerintah secara benar dan berkala karena terkait penyebaran dan risiko penularan. Selain itu, pemberian informasi tersebut pun tak melanggar UU Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan, namun justru menjadi kewajiban tatkala wabah melanda.

Sehingga bagi penulis, alasan Jokowi untuk 'menyembunyikan' informasi guna menghindari kepanikan di tengah masyarakat pun menjadi gugur.




Dan bisa jadi, Jokowi tak bersikap cepat macam yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kami di Jakarta perlu mengetahui siapa saja di mana saja, sehingga kita bisa langsung melakukan tracing. beberapa hari sebelumnya (pasien positif) berkegiatan di mana saja, berkontaknya dengan siapa saja."

Hal sama pun disampaikan kepala daerah lain seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Jika ada yang positif yang posisinya di Jawa Barat, jangan sampai pemerintah daerahnya tidak tahu sehingga tidak bisa melakukan penelusuran," kata Ridwan di Gedung Sate, Bandung, Jumat.

"Alamat dan lain-lain tidak boleh dipublikasikan kepada masyarakat. Tapi kami butuh data itu untuk melakukan tindakan terukur," imbuhnya.




Permintaan ketiga adalah Jokowi perlu memastikan jaminan mutu manajemen, respons darurat yang cepat, dan mudah bagi masyarakat Indonesia--yang populer dengan istilah warga +62, serta kapasitas ruang isolasi medis di seluruh wilayah.

Pamungkas dari penulis, Jokowi harus memastikan para anak buahnya tak lagi menyampaikan pernyataan publik yang sembrono, dan tak produktif. Jokowi, selaku kepala negara yang telah bersumpah melindungi seluruh WNI tanpa kecuali itu, tak boleh lagi membiarkan tanggap gagap corona setelah kesalahan premis yang demikian telanjang di mata publik.(asa)

https://m.cnnindonesia.com/nasional/...tuk-rakyat--62

Keliatannya soal corona ini bisa dibilang pemerintah pusat termasuk Jokowi melakukan blunder dalam kebijakan, apalagi sampai menterinya kena

Ane sendiri merasa kalau Jokowi memang kurang responsif terhadap isu virus ini ketika negara2 lain sudah mulai terkena, imbasnya sekarang bahkan sampai ring 1 pun didera kekhawatiran apakah mereka terkena corona atau tidak

Bayangkan ring 1 saja khawatir apalagi masyarakat umum

Moga cobaan virus corona ini segera berlalu emoticon-Mewek

profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 87 lainnya memberi reputasi
44
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Corona dan Menanti Maaf Jokowi untuk Rakyat +62
15-03-2020 11:11
Quote:Original Posted By otonggelem
Ane sebagai orang jakarta, merasa biasa biasa aja dengan corona ini, lebih serem Congorna TS, wan jembud dan para Kadrun jahanam.. Sekarang kita main statistik ya, dengan jumlah penduduk 270jt orang dan yang terkena 100orang, probabilitas nya 1 dibanding 2.7jt
Khawatir boleh, goblok jangan. Yang penting jaga kesehatan, hindari tempat keramaian. Narasi narasi utk buat panik masyarakat itu juga penting utk dihindari, multiplier effect dari kepanikan yang nggak perlu akan berbalik ke diri kita sendiri terutama rakyat jelata.. Indonesia mau di lock down?? Penggiringan opini yang seanjing anjing nya itu!!! Rakyat kecil yang bakal jadi korban


Buzzer goblok.. emoticon-fuck2

Kondisi sedang kritis begini masih bisa2nya nyalahi Anies.. emoticon-Ngakak (S)
Kau kira Corona salah Anies juga sri.. emoticon-Ngakak (S)

Kenapa kau tak salahkan yg planga plongo meremehkan peringatan WHO waktu lalu.. emoticon-Big Grin
Itu paling fatal sri.. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ladies.hunter01 dan 50 lainnya memberi reputasi
41 10
31
profile picture
kaskus addict
15-03-2020 11:16


Kalau Ente pinter, coba sini Ente jelasin apa yang harus pemerintah lakukan?
13
profile picture
kaskus addict
15-03-2020 12:37
@otonggelem contoh kebijakan nya anis..perlu di akui doi lebih cepat tanggap masalah ini daripada pemerintah pusat.
- bikin himbauan agar kerjaan yang bisa dikerjain dari rumah dikerjain dirumah/remote.
- pasien yang merasa kena covid harap dirumah nanti dijemput ambulan, klo positif bakal ada team dissinfektaan dan karantina itu rumah.
- liburin sekolah.
- batalin kegiataan yang kumpul2.
- lockdown paksa klo di satu daerah sudah mulai byk.
- beri kebijakan tax relaksasi buat jaga daya beli masyarakat.


itu semua lakuin dan bikin jadi kebijakan pusat...himbau dari pusat oleh jokowi langsung. jangan malah suruh minum susu baik liar...ehh kuda liar ama makan nasi kapau cem asu aja omongannya..
ngerti loe blog goblog
2
profile picture
kaskus addict
15-03-2020 12:41


@mblong88 I'm just an ordinary person who realize multiplier effect of lock down. Should you think you are a smart one.. Go ahead.
2
profile picture
kaskus addict
15-03-2020 12:47
lockdown or not economic and stock market will drop down,because its not just local pandemic.
from january till now, it has been minus 23% drop on ISHG.
considering how even germany have been in fear 70% of it citizen will fall sick with this virus, how we can sure with indonesia?
another point of view is needed, with 80000 doctor with 270 million ppl, lack of medical aid and insulation room, how the fuck we ever cope with the virus if we didnt prevent it in early stage?
want to collapse like iran and italy or prevail like vietnam does, smart ass?
0
profile picture
kaskus addict
15-03-2020 12:52


@mblong88 what the point of yr statement? Judging our government doing nothing? And support your fucking governor spread out panicking?
1
profile picture
kaskus addict
15-03-2020 13:02
@otonggelem nah i dint supported it,its just he have better coordination and prevention.

didnt you not fucking read news, everyone, literally every one in january tell indonesian government to prevent corona infection. from scientist, WHO, medical worker etc.
terawan , our mighty ministry decide to ignore it, the government make joke about it, just like italy.
now what? even the ministry itself got the virus and in early symptom decide to deny it, further spread it to whenever he goes to. WTF that ministry of transport goes greeted the diamond crew? he spread more panicked than news will ever be, because even a fucking minister can catch the virus. lets see the stock market pummel even further this monday,, stupid move from government side.
is the government still doing out of a season april fool joke or what?
do the preventive action like other country and minimize the risk.
2
profile picture
kaskus addict
15-03-2020 13:19


@mblong88 you keep saying as if government doing nothing, which is very false statement.. I don't want to argue and showing you what our government did to prevent covid pandemic.. You can googling it and find by yourself. Just to help you a little, since last month government already cut Indonesia - china direct flights. Let me tell you my biggest concern, I see some parties pushing government applying lock down. Do you realize the effect?? If not, I give you 1 example from 1 profession. Online driver.
How many millions of online driver will suffer once this policy applied?? Did you see it? Do you realize the motives behind it? Come on... don't be stupid.. Think the impact
1
profile picture
kaskus addict
15-03-2020 13:31
if just government listen to what ppl say in early stage, by closing china Direct flight, we can prevent this. small sample is taiwan, they got easy despite being closer to china...fast response.
vietnam came prevail too, with their fast response.
what if the pandemic spread further? not even work, everyone will scared for their live, who will pay the bill, as BPJS is in difficult position.
lockdown is the last option, but the other option can be taken. hope we not to late to response the virus.
this is only stage 1, brace yourself guys...
i see the impact, but if the virus spread further it will become more catastrophic. government just need to admit if they are wrong and imitate what SBY do in the past when he facing SARs,
1
profile picture
kaskus addict
15-03-2020 13:40


@mblong88 I believe our government, and I do believe my self will take all necessary things to protect me, my families and all of my employees from covid. And never ever spread out hoaxes and false statements.. Peace
1
profile picture
kaskus addict
15-03-2020 13:46
@otonggelem nah, government bring this mess with em, they know it coming with back shitty jokes, too afraid with chinese statement ehh...now we reap the reward...
im not jokowi or anies supporter, but surely anies do better this time. compared to sby when facing sars, government move like a joke right now...
peace
2
Memuat data ...
1 - 10 dari 10 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Teror Virus Corona!
teror-virus-corona
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia