Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
63
Lapor Hansip
18-02-2020 17:43

Minta Tolong Sarannya Gan ? Please

Teman-teman mohon tanggapannya.

Saya mau minta saran atau masukan, cara menjadi orang yang bodo amat.

Saya tuh orangnya agak aneh sebenarnya. Saya kadang sulit untuk mengatakan tidak.
Padahal saya sedang ingin mengatakan tidak.

Jadi begini, ketika saya melakukan perjalanan ke suatu tempat, atau ketika saya umroh atau kemana gitu.

Tiba-tiba ada banyak teman yang minta, tulis nama dia di kertas dan foto nama tersebut di tempat saya sedang berada.

Kalau 1 atau 3 orang yang minta seperti itu sih saya maklum dan saya usahakan. Tapi kalau sudah 7 sampai 10 orang, jujur kadang saya merasa kerepotan.

Masalahnya kalo tidak di turuti, mereka marah. Saya jadi tidak enak. Mereka jadi tidak mau berteman dengan saya.

Apakah biarkan saja mereka tidak mau berteman dengan saya ? Jadi apakah tidak apa-apa bersikap bodo amat ?

Ah saya malu sebenarnya curhat masalah yg seperti ini. Sepele yaa. Maaf tapi mohon sekali tanggapannya.

Terimakasih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Minta Tolong Sarannya Gan ? Please
18-02-2020 19:20


Quote:Original Posted By artwing
Ane kepikiran death note emoticon-Stick Out Tongue
Serius namanya minta ditulis disitu? emoticon-Stick Out Tongue

* * *
Langsung intinya, bagaimana mereka tahu kalo kamu mau umroh atau kemana gitu?
Kamu tukang obral gosip, doyan update status, atau gimana?
Ga mungkin ga ada angin tau-tau mereka minta tolong seakan-akan mereka tahu rencanamu hari ini esok dan seterusnya?

Yah, ga ada yang bisa mengendalikan arus informasi.
Kalo itu salahmu, kamu tahu bagian mana yang perlu diperbaiki.
Tapi kalo informasi yang mereka dapat bukan dari kamu, maka...

1. Berani menantang konflik
Hatimu bergejolak saat mengambil keputusan karena kamu memikirkan setiap konsekuensi dari jawaban ya dan tidak.
Kamu khawatir ketika jawaban "tidak" terlontar akan mempengaruhi pertemanan serta lingkungan yang sudah kamu jaga, sehingga kamu terpaksa berkata "ya" walaupun hatimu merasa segan.
Untuk hal ini, kamu berusahalah untuk menghadapi atau melihat suatu hal pertentangan, misalnya kamu melihat orang lagi berantem, berdebat, kamu merasa terpojok, baru lakukan aktivitas jelang deadline, apapun hal itu yang dapat memacu jantungmu untuk berdetak lebih cepat dan menuntut pikiranmu untuk berpikir lebih keras.
Jika kamu sanggup dan sudah terbiasa, hatimu ga akan terasa sakit lagi ketika kamu mendapat penolakan, amarah atau hinaan yang levelnya ga setara dengan apa yang sudah kamu alami.

2. Prioritas terakhir.
Seperti permainan kata di banyak plot film.
"Aku memang berjanji untuk melakukannya tapi aku tidak berjanji untuk menepatinya".
Apa korelasinya dengan prioritas terakhir?
Kamu tetap bisa jadi "yes man", tapi kamu jangan pernah mengikrarkan janji secara verbal di depannya.
Mungkin kamu menerima tulisan nama dan foto mereka, tapi kamu hanya boleh melakukannya setelah SEMUA URUSANMU SELESAI, dan lakukan HANYA KETIKA KAMU INGAT.

3. Jaga informasi dan privasi
Hasrat untuk minta tolong ga selalu datang di awal, bisa saja di tengah atau akhir.
Kalo tanganmu gatel pengen update status/story, lakukan ketika kamu sudah pulang, atau nggak usah sekalian.
Karena hal ini bisa saja kamu jadi agak diabaikan sama orang, karena kamu ga pernah bagikan cerita hidupmu.
Tapi, hey? Siapakah orang nganggur ga ada kerjaan itu yang selalu mengikuti cerita hidupmu?
Kamu bisa ketawa kecil begitu mengetahuinya emoticon-Big Grin

4. Pikirkan diri sendiri sebagai prioritas utama
Hey, bukannya ini yang kamu cari?
Berkaitan dengan cara mereka memaksamu untuk mengabulkan permintaannya (didoain saat umrah), ane yakin banget hampir ga ada satupun dari yang minta tolong itu doain keselamatanmu di perjalanan.
Camkan ini dalam pikiranmu.
Being selfish isn't always a bad thing.

5. Perbarui lingkungan
Ga ada yang lebih baik dari keluar dari lingkungan toxic untuk mencari lingkungan yang lebih mempedulikanmu.
Ketika mereka marah karena permintaannya ditolak, kamu tahu mereka orang seperti apa.
Carilah lingkungan yang lebih lebih peduli denganmu, tentu saja kamu musti lakukan hal yang sama, tentu saja dalam tingkatan kamu mampu dan ikhlas.

* * *


Agan suka nnton death note juga?
Serem sih gan kalo itu, ga ada yang mau sepertinya kalo itu. Hihi

Wah hebat banget agan bisa kepikiran sampai situ.
Boleh saya cerita kronologisnya gan ? Agak panjang ga papa yaa ?

Jadi awalnya ada 1 teman yang minta saya buat anterin dia ke mall mau beli tas katanya.

Saya balas, saya lagi gak bisa. Kemudian dia balik bertanya kenapa, saya jawab sedang dijalan (saya awalnya sengaja tidak langsung bilang saya kemana, karna sudah tau akan jadi seperti apa) tapi dia mengubah jadwal di hari lain. Saya bilang saya tetap tidak bisa.

Kemudian teman saya itu semakin penasaran, sampai akhirnya saya bilang lah saya sedang dimana. Dia minta difotokan namanya. Gapapa pikir saya.

Ternyata fotonya tdi dia posting di sosmed, teman yang lain akhirnya liat dan bertanya ke dia. Dia bilang saya lah yang sedang pergi.
Akhirnya teman yg lain juga menDm saya.
:’)

Saya pernah tidak sengaja baca tentang 3 jenis pertemanan menurut Aristoletes gan.

Salah satunya, berteman lantaran bisa memberikan manfaat.
Saya sering mengalami hal tersebut (menurut saya). Kalau saya tidak memberikan manfaat ke teman-teman saya mereka tidak mau menjadi teman saya. Mungkin sudah saatnya saya terapkan seperti saran agan.

Saya setuju dengan saran agan.
Saya senang bisa dapat saran bijak dari agan.

emoticon-thumbsup


profile-picture
artwing memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
Heart to Heart
kenanganku-jogja
Stories from the Heart
sebuah-cerita-tentang-kita
Stories from the Heart
harusnya-kita-bahagia
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
pengantin-berdarah
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia