Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
71
Lapor Hansip
15-02-2020 09:20

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
Menurut data terakhir dari Database Fansub Indonesia. Jumlah fansub Indonesia yang masih aktif hingga tahun 2020 ini hanyalah 42 fansub. Meskipun terlihat banyak, jumlah tersebut masih kalah jauh jika dibandingkan dengan data tahun 2016 yang bisa sampai dua kali lipatnya. Lalu apa sih yang menjadi penyebabnya, simak yuk trit ane berikut.

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Apa itu fansub?
Fansub merupakan akronim dari fan-subtitled atau sebuah grup penggemar yang bertujuan untuk menerjemahkan suatu film/acara TV asing (anime) dan memberi teks terjemahan di dalam videonya. Intinya sih dari fan, untuk fan, dan oleh fan. Beberapa contoh fansub anime di Indonesia antara lain Yukisubs, Melody Fansub, Tiramisu Fansub, dan lain-lain.
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Seiring suksesnya dunia perfansuban di Indonesia, lambat laun muncul istilah-istilah lain seperti fastsub dan fanshare.

Fastsub adalah sebuah fansub yang biasanya menerjemahkan suatu anime dengan cepat. Menurut pengamatan TS, mereka biasanya sudah merilis hasil terjemahannya sekitar 2 jam setelah suatu anime tayang di layar kaca Jepang. Selain kecepatannya, yang membedakan sebuah fastsub dengan fansub biasa adalah manajemen iklan di website mereka. Kebanyakan dari fastsub akan memonetasikan tautan download untuk hasil terjemahan mereka dengan shortlink yang banyak dan ribet. Dan ada desas-desus yang mengatakan bahwa penerjemah di suatu fastsub akan diberi upah, meski nggak banyak. Beberapa contoh fastsub antara lain OPloverz, Samehadaku, AWSubs, dan lain-lain.

Fastsub


Fanshare adalah suatu grup penggemar yang bertujuan untuk mengumpulkan hasil terjemahan dari berbagai fansub dan membagikannya kepada penggemar lain supaya mempermudah mereka mencari atau mendownload suatu anime. Namun pada praktiknya, kebanyakan fanshare justru tidak memberikan kredit kepada fansub yang menerjemahkan animenya. Dan lebih parahnya lagi, hasil terjemahan fansub yang mereka ambil biasanya akan dimonetisasi ulang tautan downloadnya, sehingga mereka bisa mendapat pundi-pundi rupiah dengan mudah. Beberapa contoh fanshare di Indonesia antara lain Kusonime, Moenime, Meguminime, dan lain-lain.


Latar Belakang Berkurangnya Fansub di Indonesia

1. Tergerus oleh usia

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
Sumber
Semakin berumur sorang fansubber tentu saja akan menjadi alasan yang kuat untuk meninggalkan kegiatan ngesub yang tentunya hanyalah sebuah hobi. Saat para fansubber mulai menua, mereka akan dipaksa memilih untuk fokus dengan kegiatannya di dunia nyata atau meneruskan hobi ngesubnya. Tentunya kebanyakan dari mereka akan memilih kegiatannya di dunia nyata, karena mengerjakan dua-duanya sekaligus akan berakibat buruk ke kesehatan fisik atau mental mereka.

2. Kalah pamor dengan fanshare

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Dunia perfansuban Indonesia tidak lengkap tanpa adanya drama, baik antar fansub maupun anatara fansub dengan fanshare. Yang paling sering terjadi adalah drama antara fansub dengan fanshare yang biasanya terjadi karena suatu fanshare tidak memberi kredit dari fansub di website mereka dan dengan santainya memonetisasi tautan downloadnya untuk kepentingan sendiri. Karena para fansub merasa seperti tidak dihargai, beberapa dari mereka mencoba memberi terjemahan hardsub (hasil terjemahan permanen di dalam video) untuk hasil terjemahan mereka, atau lebih parahnya lagi ada fansub yang lambat laun mulai menghilang dari dunia perfansuban Indonesia.

3. Bosan
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Menekuni sebuah hobi tentu saja tidaklah mudah, apalagi hobi ngesub. Kita dituntut konsisten untuk menerjemahkan suatu anime dari awal tayang hingga selesai tayang, hal tersebut dipersulit dengan banyak drama yang terjadi dan ditambah lagi banyak hujatan dari penggemar lain jika terjadi kesalahan di hasil terjemahan kita. Alhasil tidak sedikit fansubber yang muak dan bosan dengan semua yang terjadi dan memilih berpindah hobi atau sekedar menjadi penikmat.

4. Tidak menghasilkan
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Apa sih yang didapatkan dari ngesub suatu anime? Teman baru? Pengalaman? Hujatan? Drama? atau Adsense?

Namanya juga hobi yang bisa dikatakan ilegal, jadi jangan terlalu berharap untuk meraup banyak uang dalam prosesnya. Walaupun ada juga yang sukses menguangkan hasil terjemahannya, itupun hanya sekitar 10% dari semua fansubber yang ada. Fansubber yang merasa kegiatan yang ditekuninya tidak menghasilkan apa-apa, akhirnya berpikir ulang untuk berhenti ngesub dan menjadi pengemar biasa.

5. Tersadarkan
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Kegiatan ngesub bukanlah kegiatan yang legal di mata hukum atau bisa dikatakan bahwa kegiatan ini ilegal dan merugikan pihak studio anime yang memproduksinya. Jadi semisal suatu hari ada berita tentang seorang polisi datang dan menciduk seorang fansubber, berita tersebut bukanlah hal yang mengagetkan. Beberapa fansubber yang mengetahui fakta tersebut akhirnya memilih mundur dari hobi ngesubnya dan memilih menjadi penikmat saja atau bahkan berpindah hobi.


Kesimpulan
Apakah masih worth untuk menjadi fansubber di tahun ini?

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?


Well yes, but actually no. 


Jika tujuan utama kalian hanya sekedar mencari pengalaman dan ingin cari komunitas baru atau sekedar ingin tahu bagaimana proses ngesub dan ingin menikmati proses alih bahasa apalagi tidak ingin menguangkan hasilnya, menurut TS sah-sah saja jika kalian ingin terjun ke dunia perfansuban.

Namun jika kalian ingin ngesub demi menguangkan hasil terjemahan kalian, ane rasa lebih baik kalian pindah hobi deh. Dunia fansub Indonesia nggak semudah yang kalian lihat, kalian akan dituntut konsisten dengan terjemahan kalian, dituntut cepat, dan hasilnya pun dituntut bagus. Belum lagi drama dengan fanshare yang tidak kunjung usai. Dan jangan lupakan juga kalau hobi yang kalian tekuni saat ini itu ilegal, dan tidak menutup kemungkinan untuk diciduk oleh pihak berwajib di kemudian hari.

Sampai di sini dulu pandangan TS soal kegiatan ngesub di Indonesia. Jika terdapat kekurangan atau kesalahan janganlah menahan diri untuk menuliskannya di kolom komentar. Sampai jumpa di trit TS yang selanjutnya.

Referensi tulisan:
1. Indonesian Fansubs Database
2. News of Indonesian Fansubs

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
#Pantsubber #NoNgududNoNgesub
Diubah oleh MasUzzan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tatagraha21 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
17-02-2020 00:10
Bukan fansubber emoticon-Hammer2 selama masih ada yg upload raw & typesetter siapapun orgnya gk masalah dah emoticon-Leh Uga
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Hobby & Community
tips-menulis-bahagia
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia