News
Batal
KATEGORI
link has been copied
166
Lapor Hansip
14-02-2020 11:07

Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula

Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula

Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula

Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula



POJOKSATU.id, SINGKAWANG – Video seorang murid mengaku didenda guru agamanya lantaran menonton acara Cap Go Meh mendapat sorotan publik.

Murid tersebut dilarang menonton Cap Go Meh lantaran acara tersebut bukan budaya orang Islam.

Cap Go Meh merupakan perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

Murid yang menonton Cap Go Meh didenda Rp30 ribu. Denda tersebut membuat warganet emosi.

Warganet menilai guru agama yang mendenda muridnya dengan uang tidak hanya intoleran, tapi juga mata duitan.


“Guru kayak gini tidak hanya intoleran, tapi juga mata duitan. Mencoreng nama guru yang seharusnya kita contoh, baik perilakunya maupun ucapannya,” kata salah satu warganet, Rahmat.

Dari penelusuran Pojoksatu.id, insiden ini terjadi terjadi di SD Negeri 43 Singkawang, Kalimantan Barat.

Susilawati, orang tua murid yang ada dalam rekaman video dan mengaku didenda Rp30 ribu takut pergi ke sekolah lantaran tidak mampu membayar denda.

“Anak saya sampai tak berani masuk sekolah karena harus bayar denda, makanya saya kemarin datang ke sekolah, untuk mempertanyakan, uang denda ini akan dipakai untuk apa. Saya keberatan dengan adanya denda tersebut,” ujar Susilawati.

Di sekolah tersebut, tiga anak Susi bersekolah. Salah seorang anak Susi telah membayar Rp 5000, pakai uangnya sendiri. Sedangkan yang lain, meminta kepada orang tuanya.

“Bapaknya ndak mau ngasih, jadi ada anak saya yang tak mau masuk sekolah. Makanya saya datang ke sekolah, untuk mempertanyakan pengunaan uang denda tersebut,” tambah Susi.

Sementara itu, guru agama SD Negeri 43 Singkawang, Rusnaini meminta maaf atas kejadian itu.

Permintaan maaf disampaikan Rusnaini dalam pertemuan yang digagas Kapolsek Singkawang Selatan, AKP M Aminuddin yang dihadiri Kapolres Singkawang AKBP Prasetyo Adhi Wibowo, di Polsek Singkawang Selatan, Kamis (13/2).

“Kepada semua pihak saya minta maaf dan berjanji tidak mengulanginya. Uang yang kemarin juga sudah dikembalikan ke orang tua murid,” kata Rusnaini.

Kapolres Singkawang AKBP Prasetyo Adhi Wibowo menampik tudingan warganet yang menyebut guru di Singkawang intoleran dan mata duitan.

“Kalau ada klaim di medsos yang mengatakan benih intoleransi di Singkawang, itu tidak benar,” tegas Prasetyo.

agama kebencian



in guru memanfaatkan kebencian yg diajarkan agama dan nabinya untuk mencari keuntungan pribadi

ini seharusnya sudah masuk ranah saber pungli,
bukan soal pelanggaran etika lagi


ini wajah guru mujahiddah yg penuh dengan kebenciannya

Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula








Diubah oleh meteror
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 7 lainnya memberi reputasi
6
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
14-02-2020 12:23
Quote:Original Posted By larapeequer
Hoo yah..... Al Qur'an dan Hadits yg mana?
Yang bertebaran di internet?


Sunnah.com itu kontributornya arap ori dan islam tulen

Lebih lugas drpd ustad" dimari yg milih" ceramah yg ingin didengarkan audiencenya aja

Lagian gw cross check juga sama al quran dan hadis fisik yg gw punya


Atau jgn" selama ini kitab suci yg gw baca itu bodong?

Bisa tuntut gramed nih, bikin gw murtad

emoticon-fuck
0 0
0
profile picture
kaskus maniac
14-02-2020 12:32
Baca kok yg dari internet to Gan....
Baca Al Qur'an yg aslinya, pelan-pelan pahami maknanya. Sampai khatam, jangan separo-separo atau asal comot ayat. Karena semua surat dan ayat saling berhubungan. Kaum2 Takfiri itu jadi radikal karena hobi comot ayat sesuka hatinya
0
profile picture
kaskus addict
14-02-2020 14:59
@larapeequer apa bedanya sih quran ama yg di internet? Kok kesannya alergi banget ama internet padahal yg ngurus juga biasanya para ahli tafsir

Kalo ada yg salah dg ayat comotan di web tinggal nunjukin aja
0
profile picture
kaskus maniac
14-02-2020 15:12
@jd101 jelas bedalah.
Kalo mau belajar Al Qur'an, mulai dulu dari Surat Al-fatihah, pahami itu dulu baru Al Baqarah dst... Sampai An Nas. Ulangi lagi dari depan... begitu seterusnya.

Jangan cuman main comot ayat atau surat tertentu. Karena Al Qur'an tidak turun dalam 1 malam tapi bertahap. Baca juga tafsir nya dan penjelasan kapan ayat itu turun. Beberapa ayat, turun karena kondisi yang terjadi saat itu. Dan ada alasan khusus kenapa ayat itu sampai diturunkan.

Dan 1 hal lagi, bersihkan dulu hati dan pikiran mu sebelum memulai membacanya. Kalau pikiran sudah diracuni prasangka, benci, curiga, kau tak akan mendapat apa2. Seperti mengisi gelas yg sudah penuh, diberi apapun pasti tumpah ya kan.

Dan berdoa lah memohon agar kau tidak termasuk orang2 yg ditutup pintu hidayah nya. Karena ada memang orang2 yg ditutup pintu hidayah nya karena keburukannya dan telah ditetapkan neraka untuknya. Sehingga diberi ilmu agama sekuat apapun tak akan mampu menerima.
0
profile picture
kaskus addict
14-02-2020 15:42
@larapeequer lu baca ayat2 perang sampai mati gak bakal merubah maksud & artinya.

Yg bisa dilakukan memastikan bahwa ayat2 yg gak relevan ama jaman (perangi ato benci lah kafir, perbudakan, diskriminasi) gak dipake seenaknya. Itu dari kalangan muslim sendiri atau dari pemerintah, bukan dg political correctness yg memaksa menutupi ayat2 kontroversi dg mencap orang pake dasar ayat ini sesat ato salah tafsir.
0
profile picture
kaskus maniac
14-02-2020 16:05
@jd101 tidak ada yg menutup2 i ayat itu. Jangan lupa ayat dan surat yang berkenaan dengan perang. Seperti perangilah orang2 yang memerangimu adalah dalil yg digunakan para Kyai, untuk menggerakkan rakyat dan para santri untuk turun berperang merebut kemerdekaan Indonesia. Dan di kota Ane ada masjid yg dibangun Soekarno usai Proklamasi, masjid itu diberi nama Syuhada. Sebagai ucapan terima kasih dan apresiasi kepada para Syuhada pahlawan 2 yg gugur berperang demi kemerdekaan RI.

Intinya adalah letakkan dalil sesuai konteksnya.
0
profile picture
kaskus addict
14-02-2020 16:24
@larapeequer dalil gak sesuai konteks? Kalo masalahnya sesederhana itu tentu gampang diatasi. cukup baca quran & hadis, kalo ada yg salah tafsir pasti gampang dipatahkan........ nyatanya gak, negara ini semakin mengarah konservatif kayak Pakistan
0
profile picture
kaskus maniac
14-02-2020 18:45
@jd101 negara ke arah konservatif? Itu kan perasaan mu saja. Mbok dilihat itu menteri agama dari mana, menteri polhukam nya dari mana. Ketua BPIP nya pernyataan nya gimana.

Kalo yg Ane lihat pemerintah sekarang anti kadrun semua. Seperti yg dikatakan rektor UIN SuKa, ada minoritas garis keras yang mengatasnamakan mayoritas untuk memaksakan kehendak. Hiraukan saja, jangan kasih panggung. Seperti si juragan pisang, kalau kita tak biarkan ruang kabar diisi berita tentang dia. Lama2 juga dilupakan, mo demo berjilid2 pun lama2 ditinggalkan peserta.
0
profile picture
kaskus holic
14-02-2020 18:50
tipi oon & karni: "gak ada keributan & provokasi kami gak makan"

emoticon-Ngakak
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia