News
Batal
KATEGORI
link has been copied
97
Lapor Hansip
12-02-2020 16:09

CEK FAKTA: Benarkah Thailand Sembuhkan Pasien Virus Corona Pakai Ganja?

Quote:CEK FAKTA: Benarkah Thailand Sembuhkan Pasien Virus Corona Pakai Ganja?

Suara.com - Beredar konten yang mengklaim bahwa Thailand berhasil menyembuhkan pasien virus corona dengan ganja. Konten tersebut tersebar di Facebook dan Twitter.

Salah satu yang menyebarkan adalah akun Facebook Nayla Putri Pertama. Ia mengunggah informasi tersebut pada Rabu, 5 Februari 2020 dan Kamis, 6 Februari 2020.

Nayla Putri Pertama menambahkan tautan berita dari Jurnas.com yang berjudul "Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona dengan Ganja” yang dimuat pada Senin, 3 Februari 2020.

CEK FAKTA: Benarkah Thailand Sembuhkan Pasien Virus Corona Pakai Ganja?

Unggahan tersebut telah mendapatkan 23 komentar, 533 likes dan 160 kali dibagikan saat tangkapan layar diambil.

Benarkah Thailand berhasil menyembuhkan pasien virus corona dengan ganja?

Penjelasan

Berdasarkan hasil penelusuran turnbackhoax.id --jaringan Suara.com, informasi yang dimuat dalam berita yang disebarkan oleh akun Nayla Putri Pertama adalah tidak benar. Klaim Thailand berhasil menyembuhkan pasien virus corona dengan ganja tidak terbukti.

Memang benar bahwa artikel berjudul Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona dengan Ganja” dimuat di Jurnas.com.

Namun kekinian, judul artikel tersebut telah diubah. Jurnas.com menulis klarifikasi perubahan judul berita sebagai berikut.

“Catatan Redaksi, sebelumnya judul berita ini ‘Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona dengan Ganja’, diubah menjadi ‘Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Corona dengan Anti Virus’ karena tindakan human error salah satu wartawan kami. Kami sampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya.”

CEK FAKTA: Benarkah Thailand Sembuhkan Pasien Virus Corona Pakai Ganja?


Dalam artikel tersebut, tidak disebutkan perihal penggunaan ganja dalam pengobatan pasien virus Corona Wuhan. Obat yang digunakan para dokter di Thailand, menurut berita di Jurnas.com, adalah obat antiflu dan obat anti-HIV.

Berita mengenai penggunaan obat antiflu dan obat anti-HIV di Thailand juga dilaporkan oleh beberapa situs media asing.

Seperti situs South China Morning Post, dengan judul “Coronavirus: Thailand has apparent treatment success with antiviral drug cocktail”. Situs Telegraph.co.uk memuat berita yang sama dengan judul “Coronavirus: Thai doctors ‘successfully treat’ virus but stocks plunge in China”.

Suara.com juga memuat berita tersebut dengan judul "Pasien Virus Corona di Thailand Pulih Usai Diberi Obat Anti HIV" yang terbit pada Senin, 3 Februari 2020. Berikut ini kutipannya.

"Dokter di Rumah Sakit Rajavithi di Bangkok, Thailand, membuat kemajuan pada dalam pengobatan pasien yang terinfeksi virus corona pada Minggu (2/2/2020).

Mereka memberikan kombinasi obat HIV dan flu pada pasien terinfeksi virus corona, yang kemudian mengarah pada peningkatan kondisi kesehatan 48 jam setelah perawatan.

Seorang wanita warga negara China berusia 70 tahun asal Wuhan termasuk di antara pasien yang pulih dalam 10 hari.

Tim dokter menggunakan obat anti-HIV seperti lopinavir dan ritonavir serta obat flu oseltamivir sebagai campuran untuk pengobatan.

Kriangska Atipornwanich, spesialis paru-paru di Rumah Sakit Rajavithi, mengatakan bahwa upaya tersebut bukan metode yang pasti untuk mengobati virus, tetapi bisa membantu meningkatkan kondisi pasien. Ia menyebut bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah metode ini dapat digunakan sebagai bentuk pengobatan standar".

Kesimpulan

Judul berita di Jurnas.com telah dikoreksi. Informasi sebenarnya adalah Thailand mengobati pasien virus corona dengan kombinasi obat antiflu, oseltamivir, serta obat anti-HIV, lopinavir dan ritonavir yang tidak mengandung ganja.

Jadi, unggahan yang dibuat oleh akun Facebook Nayla Putri Pertama termasuk dalam konten yang menyesatkan atau Misleading Content.

https://www.suara.com/news/2020/02/1...na-pakai-ganja


Makanya buruan d ekspor tuh emoticon-Wakaka
Diubah oleh still.breathing
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 11 lainnya memberi reputasi
10
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
CEK FAKTA: Benarkah Thailand Sembuhkan Pasien Virus Corona Pakai Ganja?
12-02-2020 16:18
Terlepas dr hoax atau bukan. Ganja memang obat dr segala obat. Makanya sama perusahaan farmasi lobby pemerintah supaya dilarang. Kalo mabok mah lem aibon juga bisa buat mabok. Kenapa lem aibon ga dilarang?
Tapi memang sekarang susah sih berita bener karna mau ditutup2i oleh media jadi hoax, berita hoax jadi bener.
Diubah oleh kodok.jingga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
androgenius dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
profile picture
12-02-2020 20:59
Terlepas Dr halal gk halal ganja. Alangkah baiknya dihalalin bunuh orang yg sampah, contoh nih sibuk buat anak taunya dijadikan pengemis, wanita genit suka bikin anak nikah berulang Kali tapi diatas 35 taon+, semua gembel maksa baik Dr bocah hingga nenek n kakek Dan semua orang yg sok halalin ganja
0
profile picture
aktivis kaskus
12-02-2020 21:29
@paman.happy
Kalo konsumsi secukupnya saja dan nggak sampai mabuk gimana..? emoticon-Big Grin emoticon-Hammer2
emoticon-Ngacir
0
profile picture
aktivis kaskus
13-02-2020 03:52
@paman.happy jangan sok suci pak..
Itu kata agama situ kan? Kalo saya punya pegangan sama hal yg realistis dan 'JANGAN MUNAFIK LAH JADI ORANG, WOLES AJA'

setiap yang memabukan ya??
1. Lem aibon
2. Bir
3. Kecubung
4. Ethyl
6. Biji pala

Itu semua barang barang yg bisa di dapet di tempat umum. Haram kok dijual bebas??? #seriusNANYA
0
profile picture
13-02-2020 15:12
gua setuju bro, kalo alesan yg memabukan adalah haram, lu makan duren banyak2 juga haram. dan asal tau aja ganja sekarang sudah diextract jadi CBD buat treatment penyakit2 kaya rematik dll, jd gua setuju ganja berpotensi sebagai obat ,bukan buat have fun. kalo mau have fun makan kecubung aja sono atau magic mushroom
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia