News
Batal
KATEGORI
link has been copied
191
Lapor Hansip
12-02-2020 10:34

Jahatnya Tujuan ISIS dan Rangkaian Teror di Indonesia

Jakarta - Pemerintah tegas menolak memulangkan 600-an WNI yang bergabung dengan kelompok teroris internasional ISIS. Selain dengan alasan melindungi 276 juta rakyat Indonesia, WNI yang telah bergabung dengan ISIS juga menuduh negara Indonesia taughut (bertentangan dengan Islam).

Tujuan ISIS terungkap dalam berbagai putusan dengan terdakwa simpatisan ISIS di Indonesia. Seperti dikutip dari Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Rabu (12/2/2020) dengan terdakwa Mansor Abdullah.

Pria kelahiran 1 Maret 1959 itu bersumpah kepada ISIS dalam pertemuan di Cisarua, Bogor pada 2017 lalu. Hadir dalam baiat itu belasan simpatisan lainnya. Mereka kemudian mendeklarasikan Jamaah Ansor Daulah (JAD) dengan tujuan:

1. Tujuan Jangka Pendek.
Menghadapi musuk Islam bila nantinya ada serangan PKI dan Syiah. Salah satunya PDI Perjuangan. Mereka juga menolak Jokowi sebagai presiden.

2. Tujuan Janga Panjang.
Mempersiapkan Indonesia menjadi Daulah Islamiah di bawah Abu Bakar Al Bagdadi dengan bendera ISIS.

Untuk mencapai tujuan itu, maka dibentuk Jamaah Ansor Daulah (JAD). Kajian yang dilakukan adalah:
1. Iman
2. Hijrah, perpindahan dari negara kafir ke negara Islam. Seperti Suriah, Marawi, Libya, Afghanistan dan Yaman.
3. Jihad, perang melawan orang kafir.
4. Qital, berperang mengangkat senjata.
5. Kafir, orang yang mengkufuri Allah.
6. Kafir atau anti demokrasi.
7. Thogut, sesembahan selain Allah. Seperti Presdien, MPR, DPR dan sebaganya.
8. Anshor Thogut.
9. Tauhid


Karena setia ke ISIS, akirnya Mansor dihukum 2,5 tahun penjara.

Secara organisasi, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dinyatakan sebagai korporasi yang mewadahi aksi terorisme. Pada 31 Juli 2018, PN Jaksel menyatakan terdakwa Jamaah Ansharut Daulah atau JAD terbukti secara sah berafiliasi dengan ISIS (Islamic State in lraq and Syria) atau DAESH (Al-Dawla Ill-Sham) atau ISIL (Islamic State of Iraq and levant) atau IS (Islamic State)
"Menyatakan JAD sebagai korporasi yang terlarang," ujar hakim ketua Aris Bawono.

Jejak JAD di Indonesia juga sangat brutal. Sejumlah rangkaian teror dilakukan di berbagai tempat. Salah satunya dilakuakn oleh anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Suherman dkk.


Suherman menyerang polisi di daerah Pantura. Dua di antaranya ditembak dan satu di diantaranya meninggal dunia. Suherman yang memiliki nama alias s Herman alias Eman alias Abu Zahra akhirnya dihukum mati.

Pimpinan JAD, Aman Abdurrahman juga dijatuhi hukuman mati. Aman dinilai terbukti melakukan tindak pidana terorisme terkait aksi bom Thamrin dan Kampung Melayu.

"Mengadili, menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa hukuman mati," kata ketua majelis hakim Akhmad Jaini.

https://news.detik.com/berita/d-4895...718.1579880672



Jahatnya Tujuan ISIS dan Rangkaian Teror di Indonesia
Diubah oleh kaskus.infoforum
profile-picture
profile-picture
profile-picture
raafirastania26 dan 48 lainnya memberi reputasi
47
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Jahatnya Tujuan ISIS dan Rangkaian Teror di Indonesia
12-02-2020 10:58
Temlen penuh umpatan kebencian atas perilaku ISIS. Umpatan yang menjauhkan kita dari pikiran jernih. Menjauhkan dari panggilan kemanusiaan. Ulil dengan sabar menjawab satu per satu argumen penolakan pemulangan WNI eks ISIS. Trit Ulil ini perlu didenger istana.
https://mobile.twitter.com/ulil

1/ Pemerintah sudah mengetok palu: tak akan memulangkan WNI eks-ISIS di Suriah dan Turki. Jumlah mereka mencapai hampir 700 orang.

Saya menghormati keputusan pemerintah. Meski demikian, saya punya pendapat yg berbeda. Perkenankan saya menyampaikannya di sini.

2/ Baik yang setuju maupun menentang repatriasi/pemulangan WNI eks-ISIS, punya argumen masing2 yg cukup kuat. Salah satu argumen kuat untuk menentang repatriasi, dan ini dipakai pemerintah: mereka akan menularkan "virus" terorisme di Indonesia.

Benarkah?

3/ Penularan virus ideologi jihadisme di era digital ini, sebagaimana kita tahu, lebih banyak mengambil bentuk "kontak tak langsung" (meminjam bahasa medis). Penyebaran virus ideologi ini lebih banyak melalui ruang maya, dg cara tersembunyi, "slaman-slumun".

4/ Meskipun anggota ISIS ini tidak diizinkan pulang ke negeri masing2, mereka tetap bisa melakukan rekrutmen anggota secara jarak jauh, secara on-line, sebagaimana berlangsung selama ini.

Tidak memulangkan mereka tak seluruhnya merupakan solusi.

5/ Argumen lain untuk menentang re-patriasi adalah: mereka sudah dg sadar membakar paspor, dan menolak jadi WNI. Apa gunanya mereka dipulangkan?

Saya punya kritik atas argumen ini. Pertama: apapun, kita tak boleh membiarkan WNI menjadi "stateless".

6/ Secara kemanusiaan, jelas kurang bertanggung-jawab membiarkan WNI menjadi "stateless", tak memiliki kewargaan. Apapun kesalahan mereka, negara Indonesia harus tetap memberi mereka status kewargaan.

Saat tidak di-repatriasi, dg sendirinya mereka rentan menjadi "stateless".

7/ Mengenai betapa menjijikkannya tindakan brutal ISIS selama ini, tak perlu dipersoalkan lagi. Saya sendiri marah atas munculnya kelompok ini. Mereka sungguh telah merusak citra Islam.

Ttp kemarahan kita tak boleh terlalu jauh mempengarhui pendapat kita soal repatriasi ini.

8/ Berikut ini beberapa argumen saya untuk repatriasi:

a. Keberadaan eks-anggota/simpatisan ISIS di Suriah dan Turki justru akan rentan membuat mereka kian mengalami radikalisasi lebih jauh. Ini akan menjadi masalah keamananan global dlm jangka panjang.

9/ b. Negara2 asal anggota ISIS, semuanya memiliki tanggung-jawab moral bersama untuk melakukan repatriasi warga mereka, agar mereka bisa hidup di dalam komunitas yg normal, dan pelan2 mengalami deradikalisasi secara alamiah.

10/ Saya yakin di antara para WNI eks-ISIS ini banyak yg kemudian kecewa terhadap "utopia" dan mimpi sorga yg ditawarkan oleh ISIS. Kisah2 kekecewaan mereka sudah banyak kita baca di pelbagai media.

Mereka ini justru bisa menjadi jubir untuk mendukung program de-radikalisasi.

11/ c. Tentu saja, ada banyak dari mereka ini yg masuk dlm kategori "die hard", orang2 yg keras-kepala tetap percaya pada ideologi ISISI, apapun yg terjadi. Terhadap mereka ini, pemerintah jelas perlu melakukan "pengawasan" dan "treatment" khusus.

12/ Seperti dipertanyakan oleh @ariel_heryanto dlm twit-nya baru2 ini, ada soal yg menggantung: walau pemerintah tidak memulangkan WNI eks-ISIS, bagaimana jika mereka ingin pulang, menyatakan "tobat", dan benar2 ingin kembali menjadi warga negara yg baik?

13/ Banyak di antara WNI eks-ISIS ini yg masih anak2, dan remaja yg baru tumbuh menjadi manusia. Mereka tentu memiliki impian sebagaimana anak2 lain. Mereka jelas tak boleh direnggutkan dari impian2 mereka di masa depan.

Pemerintah mestinya tak boleh mematikan impian mereka ini.

14/ Terakhir, kita selama ini menggambarkan negeri ini sebagai "ibu pertiwi". Salah satu watak seorang ibu adalah menerima dg senang hati anak2nya yg ingin pulang ke rumah, senakal apapun anak2 mereka itu.

A mom will ALWAYS embrace her children in her lap, no matter what.

15/ Saya tahu, pendapat saya ini amat tidak populer di tengah2 kemarahan publik atas ISIS dan kebrutalannya. Tetapi saya perlu menyampaikan opini tandingan ini agar berimbang.

Poin saya: tidak seluruh argumen penolakan repatriasi yg menjadi posisi pemerintah valid.

Sekian.


Quote:Cendekiawan muslim dan intelektual NU, menantu KH Mustofa Bisri, Ulil Abshar-Abdalla, beberapa tahun lalu menulis puisi berjudul "Jumat Agung"

Puisi Paskah

Ia yang rebah, di pangkuan perawan suci, bangkit setelah tiga hari, melawan mati.
Ia yang lemah, menghidupkan harapan yang nyaris punah.
Ia yang maha lemah, jasadnya menanggungkan derita kita.
Ia yang maha lemah, deritanya menaklukkan raja-raja dunia.
Ia yang jatuh cinta pada pagi, setelah dirajam nyeri.
Ia yang tengadah ke langit suci, terbalut kain merah kirmizi: "Cintailah aku!"

Mereka bertengkar tentang siapa yang mati di palang kayu.
Aku tak tertarik pada debat ahli teologi.
Darah yang mengucur itu lebih menyentuhku.
Saat aku jumawa dengan imanku, tubuh nyeri yang tergeletak di kayu itu, terus mengingatkanku:
Bahkan Ia pun menderita, bersama yang nista.

Muhammadku, Yesusmu, Krisnamu, Buddhamu, Konfuciusmu --
mereka semua guru-guruku, yang mengajarku tentang keluasan dunia, dan cinta.
Penyakitmu, wahai kaum beriman:
Kalian mudah puas diri, pongah, jumawa, bagai burung merak.
Kalian gemar menghakimi!
Tubuh yang mengucur darah di kayu itu, bukan burung merak.
Ia mengajar kita, tentang cinta, untuk mereka yang disesatkan dan dinista.

Penderitaan kadang mengajarmu tentang iman yang rendah hati.
Huruf-huruf dalam kitab suci, kerap membuatmu merasa paling suci.

Ya, Jesusmu adalah juga Jesusku.
Ia telah menebusku dari iman yang jumawa dan tinggi hati.
Ia membuatku cinta pada yang dinista!

Semoga Semua Hidup Berbahagia dalam kasih Tuhan

profile-picture
profile-picture
profile-picture
ramma1986 dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
profile picture
12-02-2020 12:56
seperti mata uang koin yang punya 2 sisi, setiap keputusan tidak akan bisa menyenangkan semua pihak.
tapi begitu keputusan telah diambil, semua harus tunduk !


lalu solusi yang anda tawarkan adalah pemulangan mereka ? emoticon-Gila


tidak kontak langsung aja, bisa mempengaruhi, apalagi kalau kontak langsung !
belum lagi mental inferior penduduk yang masih lugu, dan menganggap semua dari arab adalah lebih tinggi tingkatannya dari mereka.
para kombatan akan punya kedudukan mulia dari pengikutnya.
coba lihat bagaimana tingkah pengikut ketika santoso dimakamkan.



argumen anda ini valid hanya untuk orang yang bukan karena kemauannya terancam menjadi stateless.
tapi kepada orang yang dengan sadar dan atas kemauan sendiri menjadi stateless, aturan hukum sudah jelas menyatakan posisinya.

bukankah itu yang mereka inginkan sejak dari awal bergabung ke isis ?
jadi kenapa dipersoalkan ?


tapi kebaikan kita tidak boleh mempengaruhi pendapat kita, sehingga dimana nantinya 267 juta rakyat yang harus menanggungnya bukan ?


biarlah itu menjadi urusan negara tersebut.
ketika nordin m toop dan dr azhari ngebom di indonesia, apa yang sudah diperbuat malaysia ?

menjadi jubir ? kenapa anda begitu yakin ?
bagaimana kalau sebaliknya ?
mereka kecewa terhadap isis, tapi tidak dengan ideologi khilafah dan lalu mereka tetap memperjuangkan paham khilafah versi mereka ?
siapa yang mau bertanggung jawab ? anda ?



untuk itulah ada yang namanya aturan hukum.
kalau menyatakan tobat, lalu dibebaskan dari konsekuensi hukum, maka gak ada gunanya penjara.
naif sekali.


pemerintah tidak merengut impian itu, silahkan raih impian itu ditempatnya saat ini.


masalahnya mom disini masih punya 267 juta anak2nya yang masih harus diurus, dan dididik agar tidak ikut jadi nakal.
jadi " let it go "


poin saya : tidak seluruh argumen repatriasi anda valid.
16
profile picture
kaskuser
12-02-2020 13:21
Simple aje klo dari ane, buat orang2 yang setuju ini ex WNI di pulangkan silahkan tampung dirumah masing-masing aja, selesaikan
jgn cuma usul ke pemerintah mulangin doang, TAEK..
5
profile picture
kaskuser
12-02-2020 14:25
10/ Saya yakin di antara para WNI eks-ISIS ini banyak yg kemudian kecewa terhadap "utopia" dan mimpi sorga yg ditawarkan oleh ISIS.

Justru krn mereka kecewa thdp utopia yg tidak sesuai keinginannya, membuat cita2nya mendirikan negara Islam yg sebenar2nya makin kuat, tentu saja mendirikannya di negaranya sendiri yaitu Indonesia.
0
profile picture
aktivis kaskus
13-02-2020 14:59
Yang nulis puisi itu bener seorang Muslim? Sumpah itu menohok bgt.. saat orang2 saling berlomba siapa yang paling benar padahal seharusnya saling berlomba dalam kebajikan puisi itu kena bgt
2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia