Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
99
Lapor Hansip
28-01-2020 23:19

FAKTA - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Hanya Menjadikan MAHASISWA Sekedar SALES UNIVERSITAS

FAKTA - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Hanya Menjadikan MAHASISWA Sekedar SALES UNIVERSITAS
Sumber : KampusUndip.com

  • Sistem pendidikan di Indonesia
  • Momok dunia pendidikan yang hanya mencari uang
  • Mahasiswa menjadi sales-sales handal sebuah Universitas


Sistem pendidikan di Indonesia

Sistem pendidikan di Indonesia sejatinya diselenggarkan oleh Negara, baik dengan cara yang terstruktur maupun ataupun dengan cara yang tidak terstruktur. Kendali Pendidikan terstruktur di Indonesia sepenuhnya dipegang  oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud).

Berbicara pendidikan yang terstruktur, kita dapat memperhatikan dengan jelas bahwa pemerintah negara kita berupaya semaksimal mungkin untuk mmewujudkannya yakni dengan mendirikan sekolah-sekolah negeri dari kota hingga ke pelosok-pelosok negeri ini.

Kita sudah tidak asing lagi dengan jalur pendididkan diatas, karena kita semua adalah bagian dari dunia pendidikan yang merupakan misi pemerintah negara ini. Jalur pendidikan terstruktur tersebut secara garis besar memiliki 4 jenjang dasar pendidikan antara lain anak usia dini, pendidikan dasar (SD dan SMP), pendidikan menengah (SMU) dan juga pendidikan tinggi(perguruan tinggi).

Quote:Pendidikan baik itu berbasis kompetensi, berbasis budaya ataupun berbasis teknologi seluruhnya memiliki tujuan yang sama yakni mencerdaskan anak bangsa. Apakah pemerintah Indonesia masih ragu jika menemui fakta dilapangan bahwa GOJEK dan GRAB (ojek online yang berbasis teknologi) jauh lebih cepat, tepat sasaran dan mudah daripada Ojek Pangkalan? semua itu kembali kepada pemikiran masing-masing ?


Momok Dunia pendidikan yang hanya mencari uang

FAKTA - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Hanya Menjadikan MAHASISWA Sekedar SALES UNIVERSITAS
Sumber : Pixabay.com

Pendidikan merupakan ujung tombok dari kemajuan suatu bangsa kedepannya, jika tumpul tentu saja tidak akan mampu untuk mengapai yang dicita-citakan bangsa ini.

Dunia pendidikan di Indonesia  belakangan sudah tidak terlihat seperti gudang ilmu tempat dimana manusia-manusia Indonesia mencari ilmu. Sekarang, dunia pendidikan di tanah air lebih terlihat seperti ladang atau lahan bisnis baru bagi segelintir orang di tanah air. Agak mencemaskan bukan ?

Dunia pendidikan tidak lagi menjadi wadah untuk para pencari ilmu namun lebih kepada monitasi sebuah ilmu yang tidak ada implementasinya sama sekali di masyarakat. Sebagai contoh seseorang yang bersekolah di perguruan tinggi jurusan perikanan, hal yang terjadi kedepan bukannya si penuntut ilmu tersebut mengimplementasikan ilmu yang dia dapat dari perguruan tinggi namun malah mendirikan perguruan tinggi swasta untuk menjual ilmu yang belum sama sekali diimplementasikan tersebut. Ada beberapa contoh kasus diatas yang mungkin kita dapati di negara ini.

Belum lagi ditambah segelintir orang  yang membuka program ekstensi bagi para mahasiswanya yang dalam tanda kutip "gagal" lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri, dimana dalam program ekstensi yang mereka ikuti  biaya perkuliahan menjadi lebih mahal dengan strata pendidikan yang lebih rendah.
Wadeh....emoticon-Bingung

Quote:"Ini seperti seorang yang kehabisan tiket ketika hendak membeli tiket kereta di loket antrian resmi, kemudian seseorang menawarkan harga tiket diluar loket dengan harga yang agak sedikit lebih mahal (Calo Tiket), dimana pembeli tiketnya pun menyetujui dengan harapan sampai pada tujuan atau "cita-cita" yang diimpikannya. Sungguh buram pendidikan di Indonesia."


Indonesia sendiri masuk dalam daftar pemegang medali emas "Negara Dengan Pendidikan Tertinggal Di Dunia" (wow, ini juga sebuah prestasi) heheheemoticon-Embarrassment , ini dikarenakan Sistem pendidikan di Indonesia sangat jauh tertinggal, ini disampaikan oleh Presiden kita Joko Widodo dalam acara sumpah pemuda dimana presiden kita mengutip perkataan seorang profesor dari Universitas Harvard (Universitas terkenal dunia di Inggris) bahwa Indonesia butuh waktu 128 tahun untuk menyamai pendidikan di negara-negara maju.

Ini merupakan PR besar bagi pemimpin-pemimpin negara ini, karena untuk mewujudkannya mungkin negara ini membutuhkan revolusi besar-besaran sehingga akhirnya nantinya mampu mengubah secara keseluruhan metode lama dunia pendidikan di Indonesia, semoga dapat lebih baik kedepannya.


Mahasiswa Menjadi Sales-Sales Handal Sebuah Universitas

Banyak sekali masalah pendidikan di Indonesia yang harus dibenahi dan juga dicari solusinya, bukan hanya membangun mental dan kemauan para penuntut ilmu dalam mencari ilmu (mengajak para generasi penerus bangsa untuk mau bersekolah), namun juga memperbaharui sistem pendidikan di Indonesia secara keseluruhan untuk pendidikan yang lebih baik dan maju serta dapat mengejar ketertingalan kita dari negara-negara maju didunia.

Kita ambil contoh kasus mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas KKN (kuliah kerja nyata), dari cara pandang masyarakat terlihat baik-baik saja. Namun dari cara pandang lain mahasiswa-mahasiswa dengan tugas KKN tersebut lebih terlihat seperti beberapa SALES (penjual nama Universitas masing-masing).

Quote:"Sudah tidak diupah oleh pihak Universitas, jadi SALES dadakan pula yang dikirim ke pelosok-pelosok tanah air dalam waktu singkat."

Ini berbeda dengan para penuntut ilmu di negara-negara maju dalam hal penerapan ilmu ketika terjun kemasyarakat (masih dalam program magang), diantara siswa-siswa dan mahasiswa-mahasiswa mereka, ada yang sampai mampu membangun perusahaan sendiri dengan ilmu yang mereka dapatkan di Universitas, dalam hal ini tentunya mereka menemukan jalan baru dari sebuah permasalahan yang tidak ditemukan sebelumnya di masyarakat sehinggga mereka dapat menelurkan inovasi-inovasi baru bagi dunia.

Sebagai contoh seorang penuntut ilmu di Polytechnic Institut of NYU, New York, Amerika Serikat yang bernama Joe Landolina, dimana menemukan ide gagasan ketika masih bersekolah yakni sebuah gel yang diberi nama VetiGel inovasi baru dalam dunia kedokteran, ide gagasan yang ia miliki tersebut telah ada sejak ia berusia 17 tahun pada tahun 2010.

FAKTA - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Hanya Menjadikan MAHASISWA Sekedar SALES UNIVERSITAS
Sumber : cresilon.com

Vetigel yang dia temukan ini berasal dari pengolahan tumbuh-tumbuhan berbasis teknologi, dimana berfungsi sebagai penutup luka yang bisa sangat cepat menghentikan aliran darah dalam waktu sepersekian detik ketika seseorang terluka, dimana perkakas yang dimiliki oleh ilmu kedokteran saat itu masih terbilang cukup lama dalam melakukan penghentian aliran darah dari sebuah luka yakni mencapai waktu 15 menit paling lama.

Kini Joe Landolina telah mendirikan perusahaan bernama Suneris yang berlokasi di Brooklyn, dan hal ini merupakan bukti kerja nyata dari dunia pendidikan di negara meraka.



Source Code :
- Pendidikan di Indonesia : https://id.wikipedia.org/wiki/Pendid...n_di_Indonesia
- Vetigel: The Plant-Based Gel That Stops Traumatic Bleeding Wounds in 15 Seconds : https://www.ibtimes.co.uk/vetigel-pl...econds-1476464
- Situs resmi Vetigel : https://cresilon.com/vetigel












Diubah oleh muhammadeltar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
delia.adel dan 26 lainnya memberi reputasi
25
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
FAKTA - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Hanya Menjadikan MAHASISWA Sekedar SALES UNIVERSITAS
30-01-2020 13:20
@secondstriker06@guiltforit@ayooiss@royaljannisary@rahmat1501@dhinyzfrn@mdfck@mars1234@mujahidbiru@fa.uz@hhendryz@lpfd.reboisasi@kingoftki@kluwer@m4ntanqv@yay1016@aftadizca@p0w3rf0x@gentongb@orgbekasi67@mikhailx@memetrivaldo@rahmat1501@pluvioniest@salvation101@sagit30@ashari94@bhalwie@antomulyo@arai01@kopiputihno1@sedotninja@blindwolf@embeksehat212@floriantito@papahjahat21@jipong10@angel.y@fuzxxx@failedtadpole@giting420@rechtmasta@idhamcoah@codeuntildie@makeiteasy69@abk3304157@addym@parto.klepat@ardhian66@eskolak22@bauasemloe@anrean
Quote:Original Posted By Can354dra
di sini, KKN harusnya untuk mengaplikasikan ilmu dari bangku kuliah untuk masyarakat.

dan kenyataannya banyak yang gak kayak gitu emoticon-Hammer2


Quote:Original Posted By Moses tambunan
g salah klo agan ngomong gini, mengingat banyak mahasiswa, dosen dan prodi yang terjebak dalam rutinitas. tidak sadar pentingnya KKN itu sendiri bagi perkembangan kampus pada umumnya dan perkembangan ilmu bagi mahasiswa pada khususnya.


Quote:Original Posted By GroupTercela
tergantung kita menyikapi aja sih...situ KKN niatnya apa? kalau ngikuti pola pikir yg salah ya kegiatan terjun ke masyarakat dalam bentuk apapun akan salah dan terkesan ini itu hehe...contoh KKN dibilang seperti sales universitas? cetek amat sih pola pikir itu menurut ane. kenapa gak lo posisikan sejak awal kalau lo jadi sales universitas sejak lu mendaftar?? lu selalu sebut nama univ itu dimanapun dan kapanpun, lu bersedia berdebat akan kelebihan dan kekurangan univ tujuan lo tanpa dibayar kan? pakai jakaet almamter kemana-mana? kadang stiker ditempel dimotor/kendaraan bermotor ente...sales bukan?? jafi kagak usah kuliah aja, mending buka jasa konsultan bacot hehe


Quote:Original Posted By Flashdiskcom
Agan ini sebenarnya jasa untuk mata kuliah "kerja praktek" / magang.

KKN sendiri ini lebih penerapan apa yang sudah dipelajari di tempat kuliah ke masyarakat secara langsung (desa/kampung/dll).

Jadi magang tidak sama dengan KKN kalau menurut saya dan benar menurut agan kalau magang sendiri bisa membuat ilmu dikampus itu dikatakan "belum" seberapa dibanding di tempat kerja dan bisa menspesifik ilmu yang belum dipelajari di kampus.


Quote:Original Posted By vegashin_ryu
ini sebenarnya TS ngebahas universitas mana sih????

lha kalau Universitas Negeri bukan jadi sales tapi kebanggaan. Belum lagi Universitas swasta semacam Universitas Telkom, Parahyangan, Binus, Tarumanegara, Atmajaya, Trisakti dll.

Yang harus diprotes tu universitas yg tujuannya mencari duit bukan memberi ilmu


Quote:Original Posted By BRANDNOV
bener bener banget


Quote:Original Posted By Muslimn10
KKN merupakan program tergoblog yg pernah gw ikutin, sebenarnya kelompok ane ber 10 sama temen melakukan KKN ya karena ada SKS yg harus dipenuhi.

Permasalahannya adalah sebelum KKN kita diwajibkan menginap 2 hari 2 malam (2 bulan sebelum KKN yg sesungguhnya) yg dimana kita harus cari tahu potensi apa yang ada di desa tsb. Jadi tiap anak diwajibkan ada 2 proker, total proker 20 dong tiap kelompok. Jadi 20 proker tsb harus minta ijin sama pak dukuh dahulu, akhirnya disetujui.

KKN dimulai kita semua buat proker yg pernah diajukan, gw sendiri habis 800k, temen ane banyak yg habis diatas 1 jt. Proker dijalankan dan ternyata sukses2 saja.

Nah disini masalahnya, setiap ada acara kondangan, arisan, pengajian, kenduri, baik pak RT maupun pak dukuh selalu minta dana ke kita yg KKN. Baiklah gw dan temen2 bisa sanggupin. Tambah habis berapa juta tuh ???? Gw masih inget totalnya ada 16 kegiatan tmsk posyandu, posbindu, kerja bakti, rapat tani, dll

Kmd ketika KKN kurang 5 hari, pak dukuh minta dibelikan batu 1 rit + lampu penerangan sejauh 300 an meter (30 lampu, atau 1 lampu @10 meter beserta tiangnya lho ya) + jaring voli + semua pos ronda harus minta di cat baru.Permintaan tsb harus dipenuhi kalau tidak dipenuhi nilai tidak akan dikeluarkan oleh pak RT dan pak dukuh, jadinya ini malah ngancam dan memeras jatuhnya. Mana duit gw bener2 kempes lagi, temen2 juga sudah babak belur duitnya. Setelah diskusi dgn pihak kampus akhirnya disetujui mending beli batu 1 rit saja. Pak RT dongkol dong, dan berkoar koar klo inti KKN tuh mengabdi ke masyarakat sini, bla bla bla lah pokoknya. Desa ini kurang ini bla bla bla harusnya mahasiswa memecahkan problematika disini, dan dia marah klo kampus ini merupakan contoh KKN yg buruk. Padahal menurut warga desa proker kami adalah yg terbaik dibandingkan dgn KKN yg dari kampus lain. Fyi desa ini setiap 6 bulan ada saja yg KKN dari univ. lain.

KKN ini gak berguna sebenarnya, malah jadi ajang pemalakan oleh orang desa tersebut. Gw sendiri bilang bahwa desa tersebut gak maju ya karena masyarakat setempat yang males dan goblog.

Oh ya 1 lagi kelewatan, kita hampir perang dgn pemuda desa yg minta jatah anggur merah tiap Kamis wkwkwkwkw.

Sekian



Quote:Original Posted By didi_skywalker
coba kkn di desa penari gih....


Quote:Original Posted By ShortURL
KKN mah saatnya dosen cari cuan broh, disalah satu univ ternama dibandung, setiap dosen pembimbing mempunyai proker sendiri dan itu dibekali anggaran oleh univ, nah yang lucu dosen pembimbing membebankan biaya penyelenggaraan prokenya itu ke mahasiswa, duit yang seharusnya membiayai proker itu dimakan dosen dewekemoticon-Shutup emoticon-Shutup emoticon-Shutup


Quote:Original Posted By Melodica.offici


Tridnya muter muter doang
emoticon-Ngakak


Quote:Original Posted By KUHPfc
KKN tidak tepat sasarn dan selaras dengan ilmu pendidikan emoticon-Blue Guy Bata (L)
masa harus semua KKN masuk desa harusnya instasi terkait ilmu pendidikan kya hukum ya pengadilan/kantor advokat, jurusan pertambangan ya perusahaan/ tambang masa desa semua buang waktu dan aplikasi pendidikannya tidak maksimal, malah jd ajang warga minta kaga jelas bikin gapura lah tanda jalan sana minta sama instasi terkait bukan ke mahasiwa emoticon-Bingung emoticon-Blue Guy Bata (L)


Quote:Original Posted By OetakReptile
Yg namanya kerja itu dibayar/digaji bukan ngebayar itu kerja ato dikerjain emoticon-Wkwkwk



Dari Kisah Pilu, Keluh-Kesah, Pro dan Kontra tentang masalah "KKN"

OPINI ANE NIH GAN
=================
Mending kedepannya Mahasiswa Dibiayai Oleh Pemerintah saat KKN.
Daripada ngeluarin Anggaran untuk membiayai Para Pejabat Negara yang Sering melakukan Kunjungan Kerja & Studi Banding keluar Negeri dan HASILNYA NGAK ADA.

Hal-hal seperti itu (Baik kunjungan kerja maupun Studi Banding Keluar Negeri) harusnya di Handle oleh MAHASISWA, yang mana disini mereka hanya terlihat lebih seperti SALES-SALES Universitas mereka masing-masing saat terjun ke masyarakat saat menjalani program KKN.

Pemindahan ALOKASI ANGGARAN ini nantinya bertujuan agar MAHASISWA dapat :
- Menerapkan disiplin ilmu mereka yang mereka dapatkan di UNIVERSITAS masing-masing.
- Berkreasi dan berinovasi dengan hal-hal baru.
- Serta menemukan solusi baru bagi masyarakat yang terkendala dengan masalah pembangunan maupun perekonomian di desa mereka.

PEJABAT TIDAK USAH LAGI STUDI BANDING keluar negeri, kan banyak MAHASISWA kita yang dibiayain pemerintah kuliah diluar negeri (menuntut ilmu di negera lain).
Beri tugas MAHASISWA-MAHASISWI tersebut untuk membuat "Perbandingan antara negara tempat mereka menimba ilmu dengan negara +62"

Pejabat disini kan kerjanya cuman peletakan BATU PERTAMA setelah itu ngak nongol lagi, ntar ada pemilihan baru noongol lagi....

Setuju tidak AGAN-AGAN dan AGANWATI-AGANWATI sekalian....

Ditunggu kabar baliknya....

emoticon-Jempol emoticon-Shakehand2
Diubah oleh muhammadeltar
profile-picture
Moses tambunan memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskus addict
30-01-2020 16:52
mantaaaap gan
0
profile picture
kaskus maniac
31-01-2020 20:54
Tempat ane waktu itu ada dana dari pemerintah juga kok gan, tapi juga jadi rawan di korup sama yang mau ngasih
0
profile picture
kaskus holic
31-01-2020 21:03
@orgbekasi67 biar nanti MAHASISWAnya yang berurusan sama BPK
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia