Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
27
Lapor Hansip
16-01-2020 17:31

100 Days

100 Days

INDEKS

Prolog Prolog

Part 1 Part 1

Part 2 PART 2

Part 3 Part 3
Part 4 Part 4
Part 5 PART 5
Diubah oleh oei657
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NadarNadz dan 15 lainnya memberi reputasi
12
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
100 Days
26-01-2020 19:24

PART 4

Cherry berjalan di sebuah gedung, sangat gelap....dia hanya melihat sebuah tangan di gedung itu, sebuah tangan dibalut sarung tangan karet.... Ia memegang sebuah pisau dan terlihat sedang mengupas sesuatu,

" agrhhhhhhhhhhhh "

setiap satu kupasan selalu diringi dengan teriakan seorang wanita merintih kesakitan

Wanita itu terus menjerit... dan semakin keras terdengar di telinga cherry, tak lama kemudian..ada sesuatu yang menggelinding tepat di depan kakinya, dengan gemetar cherry berjongkok mengambil barang tersebut....saat ia bangkit berdiri....

Deg..............

Sesosok wanita tanpa mata dan badan tak berkulit berdiri di hadapanya...

cherrypun berdiri kaku dan nafasnya berhembus dengan sangat berat

" sekarang giliranmu ...." bisik wanita itu seraya mencekik cherry hingga kehabisan nafas

" tendang diaa " mendengar suara kevin yang tiba-tiba hadir....tanpa basa-basi cherrypun langsung menendang perempuan tersebut dan berlari menuju ke arah kevin dan

deg........

lagi lagi ia terbangun dari mimpi aneh itu

" mimpi buruk lagi ? "  kata kevin yang sudah sigap berdiri di sampingnya

" aku gak tau kenapa mimpi aneh dan perempuan perempuan itu selalu mengejarku "

" mungkin dia mau beri kamu petunjuk ...."

" tunggu, apa kamu bisa masuk ke dalam mimpiku ? "

" itu bukan mimpi... tapi kamu sedang berada di alam lain "

" hah alam lain? apa kamu tahu pemilik tangan tadi? dan perempuan tadi...apa kamu kenal? "

" aku tidak tahu... "

" yang jelas aku melihat tato mata di lengannya, tato yang sama dengan orang yang membunuhku "

cherry hanya terdiam dengan nafas yang masih terengah-ngah

" kau tidurlah lagi...aku akan menjagamu disini, untuk sekedar berjaga-jaga dari mahluk yang ingin membawamu ke alam lain "

" thanks vin... "

" hmmm "

************

Langit masih terlihat gelap pagi ini, sepertinya musim hujan akan selalu datang sepanjang bulan ini untuk menyambut imlek yang sudah di depan mata

" beb lihat...lampionnya indah bukan ? "

" indah banget.... "

" mau coba terbangkan??? "

dengan anggukan gembira cherrypun berlari kecil menuju tempat penerbangan lampion itu

setelah mendapat 1 buah lampion merekapun berdiri dan bersiap untuk menerbangkannya

" eitsssss tunggu dulu, kita buat pemohonan "

cherrypun mengernyitkan dahinya tak percaya bahwa kini pacarnya mempercayai hal yang dahulu sangat dianggapnya mitos

" sekarang kamu percaya? "

"emangnya aku pernah bilang kalau aku gak percaya ? "

Fredypun mulai menutup matanya, dan mulai mengucapkan permohonan

" lebay kalian... percaya mitos " kata kevin yang lagi - lagi muncul secara tiba-tiba

" ingat misi kita belum selesai jangan pacaran terus " katanya lagi ketus

" bawelll "

" kamu gak lihat.... hantu hantu yang sedang mengawasimu? ini aneh... kenapa mereka gak se agresif saat kamu di apartement "

mendengar perkataan kevin , cherrypun mulai sadar..bahwa hantu hantu itu tidak berani menyentuhnya saat ia bersama fredy.

" beb...kenapa bengong? " kata fredy mengangetkannya

" nggak kok, nggak apa " kata cherry sambil tersenyum kikuk

" yuk kita terbangkan " sahut cherry lagi dengan wajah gembira

akhirnya mereka menerbangkan lampion itu menuju lampion-lampion lain beserta harapan setiap orang di dalamnya.

" semoga tuhan menangkap harapanku "

" memangnya apa harapanmu ? "

" kepo " kata fredy menjurkan lidahnya dan meninggalkan cherry dengan wajah kesalnya.

" beb kasi tahu... "

" nggak "

" kasi tahu "

" nggak "

" kasih tauuuu "

fredy mendekatkan wajahnya dihadapan cherry yang terus mengomel di sampingnya, cherrypun terlihat gugup mendapati wajah fredy berhadapan sangat dekat di depannya

" aku akan menciummu jika kamu terus mengomel seperti itu "

bisik fredy pelan di hadapan cherry yang masih mematung

" mesum "

" yes... i am " kata fredy yang langsung pergi dan menarik cherry berjalan di sampingnya

****************

tik...tik...tik.....

suara alat deteksi jantung mengisi keheningan ruangan UGD dimana raga kevin berbaring saat ini.

cherrypun memberanikan diri untuk masuk dan menghampiri pria yang terbaring tak berdaya itu

" vin.... sebenernya ada apa, kenapa saat melihatmu seperti ini, rasanya hatiku sakit sekali "

bulir bulir air mata terus menetes di pipi cherry , ia mulai menggapai tangan kevin dan menggengamnya erat- erat dengan kedua tangannya

" vin..aku akan berusaha ...aku akan berusaha untuk membuatmu bangun "

cheerypun mencium tangan kevin dan melepaskan tangis yang sedari tadi ia tahan...

kenapa rasanya sakit melihatnya seperti ini, aku tidak tahu perasaan apa ini...

tiba-tiba cherry merasakan sakit kepala yang luar biasa, ia seperti akan melihat kepingan- kepingan memory... namun semua gelap, seperti tertutup sesuatu yang membuatnya sulit untuk mengingat, semakin menatap wajah kevin, semakin sakittt di kepala yang ia rasakan

ia pun segera pergi meninggalkan ruangan itu dan pulang ke apartementnya

" hei, kau sakit ? "

" ka...kamu ngapain disini ? kata cherry shock melihat kevin yang selalu muncul tiba-tiba

" entahlah...aku hanya khawatir padamu, seperti ada sesuatu yang membawaku kesini , are you okey ? "

" im fine " kata cherry pelan

" vin sebenarnya hubungan kita apa ? apa kamu mengingat sesuatu ? "

" maksud kamu ?

" lupakan saja "

" apa kamu juga merasakan hal yang sama dengan apa yang kupikirkan? "

" maksudnya ...???? "

" entahlah... aku hanya khawatir padamu.... setiap saat, bahkan aku masih khawatir walau ada fredy di sampingmu "

" vin...aku akan berusaha buat ungkap semuanya "

kevin hanya tersenyum kepada cherry lalu pergi menembus tembok dan melayang entah kemana

" vin.... kevinnnnn "

" apalagi ? " kata kevin menjulurkan kepalanya di tembok

" jadi kau masih mendengarku " kata cherry tertawa kecil karena berhasil memanggilnya kembali

" bahkan meskipun kita terpisah ribuan kilometer, aku masih tetap bisa mendengarmu "

" o ya ??? "

" hmmm, tidurlah, aku akan berada disini untuk menjagamu lagi dari mereka "

cherry hanya mengangguk pelan dan tersenyum , ia menidurkan kepalanya di kasur, belum sempat memejamkan mata , ia melihat buku yang waktu itu ia temukan di kamar kevin, buku itu tergeletak di meja samping tempat tidurnya.
Diubah oleh oei657
profile-picture
feliia memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskuser
03-02-2020 13:37
Quote:

cherry hanya mengangguk pelan dan tersenyum , ia menidurkan kepalanya di kasur, belum sempat memejamkan mata , ia melihat buku yang waktu itu ia temukan di kamar kevin, buku itu tergeletak di meja samping tempat tidurnya.

" aku tau kita dipisahkan oleh dinding tebal...
dan kamu bisa pergi kapan saja..atau bahkan detik ini juga
tapi ingat..aku orang pertama yang tak akan membiarkan itu terjadi "


"apa mangsud kalimat yang ia tulis ? " batin cherry sembari membalikan buku tersebut ke halaman selanjutnya

" wanita jalang itu akan merasakan akibatnya...
dan laki-laki brengsek yg mencoba membantunya,
kau belum tahu siapa aku...aku akan mengajari kalian sedikit permainan
setidaknya cukup untuk merasakan bahwa siksaan neraka benar-benar ada "


“ apa ini…..siapa yang menulis ini ? dan siapa yang dimangsudkan ,,, apakah aku dan kevin ? “

“ ohhh aku menyakitinya…kuharap kau baik-baik saja baby, karena aku sudah menyingkirkan laki-laki dan wanita brengsek itu …kuharap saat kau bangun nanti, kau benar-benar menggantikannya “


“ damn….apa mangsudnya “ gumam cherry kebingungan dengan buku yang tengah di bacanya, ah mungkin aku harus diam….karena bisa saja kevin adalah pelakunya atau bisa saja fredy… oh my god ini membuatku frustasi, atau bahkan diriku sendiri pelakunya ?

*******
“ kamu harus kuat… kamu harus lawan depressi ini sayang please…. minum obatnya, kalau butuh sesuatu tolong hubungi aku okeyyy “ kata seorang lelaki berwajah buram memeluk cherry dengan cemas


“ aku takut….aku benar-benar takut, bagaimana jika aku membunuhmu “ kata cherry ketakutan

“ hei…. Sekarang kau tau siapa yang membunuhku …??? “ bisik seorang wanita dengan wajah rusak yang tiba-tiba muncul di hadapan cherry

“ kau siapa…??? “

“ sekarang giliranmu untuk mati……”


Aaagrrhhhhhhhhhh

Hah..hah…. cherry lagi-lagi terbangun dari mimpi aneh yang membuatnya sulit bernafas

“ apa aku yang telah membunuh kevin…ada apa denganku, dan mimpi apa ini …. “

*drettttttttt

Mendengar getaran di mejanya ia pun segera mengangkat telpon yang berdering sejak tadi

“ haloo maa ada apa telp malam-malam “

“ Mohon maaf mba, saya dari kepolisian, mau menginfokan bahwa keluarga ada menjadi korban pembunuhan , bisakah anda ke kantor kami yang terletak di ......... untuk memberi keterangan “

“ bapak nggak bercanda kan, mama papa saya masih hidup kan pak?? “

“ mohon maaf mba ....... “

Cherrypun tidak lagi mendengarkan apa yang di katakana polisi tersebut , ia segera menghubungi fredy untuk mengantarnya ke rumah orangtuanya yang memang agak jauh dari apartementnya.


*******
“ fred… aku harus bagaimana, kenapa aku harus mengalami hal seperti ini….“

“sstttttt kamu harus tenang okey, semua masih dalam penyidikan polisi, aku akan selalu di sisi kamu , kamu jangan takut “

“ fred… aku mau mati aja, aku gak sanggup hidup seperti ini fred, please bunuh aku “

“ hei… kenapa kamu seperti ini ? apa dengan kamu mati akan menyelesaikan masalah? kamu nggak boleh lemah, cobaan pasti ada, tapi bukan berarti kau harus lemah seperti ini, kamu boleh menangis, tapi kamu juga harus bangkit setelahnya “

fredy meneriakinya dengan nada tinggi, dan itu membuat cherry bergetar ketakutan

Cherrypun semakin menangis sejadi-jadinya..

“ sayang, kamu harus kuat oke ? “ fredy kembali memeluknya dan menepuk punggungnya lembut

“ aku akan selalu menjagamu, apapun yang terjadi… okey ? “

Cherry tak merespon apapun dia hanya mennagis dan menangis di pelukan fredy yang selalu sabar dengan sikap tempramentnya.

Setelah kematian orangtuanya, cherry semakin hari semakin lemah, ia terus melamun sepanjang hari, sesekali ia juga tak makan apapun

“ sampai kapan kau akan terus begitu “ sahut kevin tiba-tiba

“ vin, bawa aku mati bersamamu “

“cher… kau pikir mati seperti ini enak ? “

“ aku gak peduli vin, aku mau lompat dan kamu jangan sekali-sekali mencegahku “

“jangan gila..!!! “

Cherry tak menghiraukan perkataan kevin, iapun langsung menaiki lift apartement menuju rooftop …sesampainya diatas dia mulai memejamkan mata dan mendekati pinggiran tembok pembatas

“ cherr jangan gila,please aku ga akan maksa kamu buat bantuin aku lagi, please kamu harus tetap hidup “

“nggak vin, nggak, aku gamau hidup “

Tanpa basa-basi cherrypun menaiki dinding pembatas dan lompat dari lantai atas dengan mata tertutup…

“ selamat tinggal….. “






1
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
bab-26--saran
Stories from the Heart
api-dendam-di-tanah-pringgading
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Stories from the Heart
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia