News
Batal
KATEGORI
link has been copied
133
Lapor Hansip
06-01-2020 13:38

Ini Kronologi Insiden 'Penahanan' Penumpang Garuda Indonesia

Quote:Ini Kronologi Insiden 'Penahanan' Penumpang Garuda Indonesia

Jakarta - Pihak pegawai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memberi penjelasan terkait insiden 'penahanan' penumpang pada penerbangan Cengkareng-Bali beberapa waktu lalu.

Dari penjelasan karyawan yang diterima detikcom, Senin (6/1/2020), Ni Wayan Seiko yang saat itu bertugas sebagai awak kabin. Ia melayani 6 penumpang di C class yakni Karniody / Arfan Mr (6A), Karniody / R E Miss (Inf), Karniody / Jophiel Elisha Miss (6C), Karniody / Michael Denali Mstr (6H), Wijaya / Jessica Mrs (6K), Fahad / Nassar Mr (7K).

Selama penerbangan ini, Ni Wayan bersama Anisa Fajarwati fokus untuk melayani dan membantu keluarga Karniody Affan dikarenakan mereka bepergian dengan 3 orang anak dan satu penumpang yang bukan merupakan keluarganya yaitu Fahad Nassar yang tertidur sepanjang perjalanan.

"Kami membantu menyajikan makanan, selalu menanyakan kebutuhan terutama saat anaknya, Jophiel Elisha muntah di cabin dan sampai membantu memindahkan baby sitter mereka dari nomor 41 di Y class ke barisan nomor 21 sebelum mendarat untuk mempermudah proses di embarkasi dan agar lebih dekat dengan keluarga Karniody dan tidak terpisah setelah mendarat nanti," paparnya.

Dia melanjutkan, kurang lebih pukul 12.05, Capt Widi Armiadi mengumumkan bahwa mengalami holding di sebelah barat daya Bandara Ngurah Rai sehingga menyebabkan keterlambatan pendaratan menjadi pukul 12.45. Tidak lama, Capt Widi memberi pengumuman lagi bahwa holding diperpanjang sehingga waktu pendaratan diperkirakan menjadi pukul 13.00.

"Tidak lama sekitar pukul 12.35 bayi RE menangis dan saya menghampiri dan menawarkan bantuan apa yang dapat saya berikan. Dia bilang, Jessica Wijaya melemparkan pertanyaan berapa lama lagi delay ini memakan waktu. Ia pun menjawab 35 menit," kata Wayan.

Dengan nada keras, Jessica mengatakan anak tersebut sudah tak tahan dan menunjuk bayi.

"Saya segera meminta maaf dan menawarkan bantuan lain kembali dan menawarkan sajian minuman kepada ibu Jessica Wijaya dan Bapak Karniody Affan namun mereka menolak," ungkapnya.

Selanjutnya, setelah command 'flight attendant prepare for landing', Ni Wayan mempersiapkan cabin untuk melakukan pendaratan. Lalu, kurang lebih pukul 12.44 yaitu 2 menit setelah dirinya melaporkan 'cabin ready for landing' kepada Capt, Karniody Arfan dan anaknya Michael menghampiri dan mengatakan bahwa Michael hendak buang air besar. Saat itu, dirinya dalam posisi duduk di jump seat dengan mengenakan shoulder harness dan seat belt.

"Saya menjelaskan bahwa kami sudah akan mendekati waktu pendaratan beberapa saat lagi dan prosedur kami tidak memperbolehkan penumpang menggunakan kamar kecil selama proses ini. Bapak Karniody memaksa saya mengambil keputusan karena bisa saja anaknya BAB di celana," jelasnya.

Ia pun menjelaskan kembali bahwa kru sudah melaporkan kesiapan pendaratan. Jika, Karniody tetap ingin menggunakan kamar kecil, dirinya dapat menghubungi Captain untuk menjelaskan kondisinya sehingga jika perlu menunda pendaratan.

Namun, hal ini kemungkinan beresiko lantaran akan berputar lagi dan perlu menunggu izin pendaratan kembali. Saat itu, ia juga mempertimbangkan Jessica Wijaya yang sebelumnya meminta ingin segera mendarat karena bayi RE menangis.

"Bapak Karniody tidak menjawab dan segera kembali ke tempat duduk dan meneriakkan kata kasar yaitu 'TAIK GARUDA!!'," paparnya.

Wayan dan Anisa Fajarwati mendengar jelas kata tersebut. Lalu, setelah adanya aba-aba 'flight attendant landing position', Karniody berbicara dengan suara lantang dari tempat duduknya yaitu 'Kalau dari ngobrol tadi saya bisa ke toilet, udah selesai. Landing landing aja'.

Jelasnya, setelah mendarat Karniody terus mengucapkan bahwa pelayanan Garuda buruk dan akan meminta refund dikarenakan tidak mendapatkan garbarata setibanya di Bali. Setelah mendarat, Wayan hendak mengucapkan terima kasih atas pengertian dan meminta maaf kembali atas keterlambatan. Namun, Karniody membuang muka dan tidak mendengarkan ucapan terimakasih.

"Saya menyampaikan kejadian ini kepada Capt Widi dan Capt Widi segera mengambil tindakan menahan keluarga Karniody di terminal," ujarnya.

Di terminal, ia bertemu kembali dengan keluarga Karniody beserta beberapa petugas AVSEC dan petugas darat Garuda.

"Saya dipanggil dan diminta menjelaskan kejadian ini kepada petugas AVSEC dan saya menceritakannya. Bapak Karniody memanggil saya dan menanyakan apakah benar beliau mengucapkan kata kasar, saya menyampaikan bahwa saya dan FA Anisa Fajarwati betul mendengarnya dengan jelas. Karena Capt Widi sudah menyerahkan kejadian tersebut kepada petugas darat, Capt mengarahkan kami untuk pulang," paparnya.

https://m.detik.com/finance/berita-e...rom=wpm_nhl_28


Nge viralin itu mudah.. emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agusn6778 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Ini Kronologi Insiden 'Penahanan' Penumpang Garuda Indonesia
06-01-2020 13:41
Trus yg bener yg mana?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
profile picture
kaskus maniac
06-01-2020 13:45


Feelingku sih si garuda bray.
doi lg disorot, mosok mau berulah.
makin nyungsep dong
4
profile picture
aktivis kaskus
06-01-2020 14:50
@sweetjulia

itu lion aja dimaki2 org seantero jabotabek ga pernah tu namanya perkarakan customer...selama tindakan customer tidak membahyakan penerbangan.

dan ane baca dari keterangan FA nya menurut ane ngedumelnya masi wajar tu.. kecuali ud pake ancem mengancem...



kok sensi bgt ya garuda?
12
profile picture
kaskus addict
06-01-2020 16:44
@sweetjulia

Yg salah jokowi donk wkwkwk emoticon-Ngakak (S)


Dua duanya salah lah, jaman skrg mana ada kebenaran absolut. Penumpangnya jg gk punya attitude, oknum garudanya jg gk bs nahan diri.

Punya bisnis itu mah pasti ada aja kalo ada customer komplain, berkata kasar pun ada meski jarang. Ya udah sabar aja mau gimana lagi, masa taik taikin balik.
0
profile picture
aktivis kaskus
06-01-2020 17:10
@sweetjulia hmm..
susah ya klo ga da penyeimbang, atau pengakuan pihak ketiga.
jaman sekarang susah mau dapat berita yg benar, karena semuanya serba mau viral.

tapi emang feeling ente masuk juga sih sama logika ane, kondisi garuda emang lagi terpuruk dan selama ini pelayanan garuda fine2 aja, yg busuk kan bos2 di kantor bukan diatas pesawat.
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia