News
Batal
KATEGORI
link has been copied
67
Lapor Hansip
27-11-2019 19:15

Mengapa Bahasa Yunani Digunakan Untuk Menulis Alkitab Perjanjian Baru ?

 Mengapa Bahasa Yunani Digunakan Untuk Menulis Alkitab Perjanjian Baru ?
Tuhan sertamu !
Mengapa Kitab Suci orang Kristen berbahasa Yunani ? Mengapa orang Kristen banyak menggunakan artian Yunani ? Mengapa tulisan Ulama Kristen jaman dulu banyak menggunakan bahasa Yunani ?
YUNANI KOINE
Bahasa Yunani yang digunakan orang Kristen adalah bahasa Yunani Koine.
Κοινη Ελληνικη(Koini Elliniki: Yunani Koine) artinya bahasa Yunani umum, bahasa ini adalah turunan dari bahasa Yunani Kuno, pada awalnya Yunani Koine dituturkan oleh para tentara Alexander Agung lalu berkembang pada abad 4 SM setelah Alexander Agung wafat. Bahasa ini jelas berbeda dari bahasa Yunani jaman sparta atau bahasa Yunani yang digunakan untuk menulis hikayat Dewa-Dewi Yunani, perbedaannya mungkin ‘sedrastis’ bahasa Jawa Kuno dan Bahasa Jawa yang dituturkan sekarang ini. Walaupun para tentara Alexander Agung berasal dari Makedonia, tetapi karena banyak daerah yang ditaklukan, bahasa ini dituturkan dari Alexandria Mesir sampai ke beberapa wilayah India. Karena luas daerah penuturnya, bahasa Yunani Koine menjadi sangat berbeda dengan bahasa Yunani pendahulunya yaitu Yunani Kuno, mungkin bisa dibilang seperti perbedaan bahasa Melayu Kuno dan bahasa Melayu Klasik yang banyak mendapat pengaruh bahasa Arab.
Agama Kristen mengklaim sebagai penerus dari Agama Yahudi baik secara sejarah, tradisi ataupun rohani. Oleh karena ini rentetan panjang sejarah Agama Yahudi SECARA PENUH TANPA PILAH-PILIH pada masa sebelum Masehi dianggap oleh orang Kristen sebagai sejarah Kekristenan juga. Pada zaman sebelum Kristus(sebelum Masehi), bangsa Yahudi sudah mendapat pengaruh Helenis(Yunani) yang bermula dari luar Yudea(Sebutan untuk Palestina-Israel pada masa penjajahan Romawi). Begini sejarahnya.
SEPTUAGINTA: CARA FIRAUN YUNANI MENGHELENISASI YAHUDI PERANTAUAN
Saat Alexander Agung sekarat, para teman-temannya bertanya “kepada siapa engkau akan mewariskan Kerajaan ini ?”, Alexander Agung menjawab “kepada yang terkuat”. Setelah Alexander Agung wafat, perkataan ini menjadi perdebatan di dalam Kerajaan ditambah karena istri Alexander Agung yang bernama Roxane baru ketahuan hamil setelah Sang Raja wafat, ini menjadi pelajaran untuk para wanita kalau merasa mual tidak wajar tolong langsung check ke dokter. Lalu para Jendral dan pihak-pihak dalam Kerajaan berebut wilayah dan saling bunuh sana sini, sampai akhirnya wilayah taklukan Alexander Agung dibagi menjadi 4, untuk detilnya masalah ini tentu tidak akan dijelaskan disini. Di Alexandria Mesir, Ptolemaios Soter mantan Jendral Alexander Agung mengangkat diri menjadi Firaun(sebutan untuk penguasa Mesir) dan memulai Dinasti Ptolemaik di Mesir. Lalu Ptolemaios Soter digantikan oleh anaknya Ptolemaios Philadelphos.
Pada masa pemerintahan Ptolemaios Philadelphos, Orang Yahudi di Alexandria sudah banyak yang tidak bisa lagi bahasa Ibrani, kemungkinan juga karena pengaruh kuatnya Helenisasi pada masa itu. Melihat ini Ptolemaios Philadelphos berinisiatif untuk mensubsidi para Sarjana-Sarjana Yahudi datang ke Alexandria untuk menterjemahkan Kitab Taurat, Kitab Para Nabi, Kitab sejarah dan Kitab-Kitab Syair yang disebut oleh orang Yahudi sebagai Tanakh(lalu Kitab ini dipakai juga oleh orang Kristen dan disebut Perjanjian Lama, sampai sekarang orang Yahudi juga masih menggunakan ini), selain Tanakh ini sastra-sastra Yahudi lain juga ikut diterjemahkan seperti: Tobit, Yudit, Makabe 1-3, Dll yang dalam Gereja Katolik masih dipakai disebut Deuterokanonika(Kanon kedua) atau dalam Gereja Orthodox disebut Anaginoskomena(Kitab-Kitab yang layak dibaca).
Kata Septuaginta digunakan untuk menyebut terjemahan Kitab-Kitab Yahudi ini, yang dalam bahasa Yunani disebut Evdomikonta, artinya ‘Sang Tujuh Puluh’ yaitu taksiran dari jumlah 72 Sarjana Yahudi yang menerjemahkan Kitab-Kitab ini.
Lalu orang-orang Yahudi yang berbudaya Helenis(Yunani) ini juga ada beberapa yang datang kembali ke Yudea dan membentuk suatu komunitas juga, hal ini tercatat dalam Kitab Suci Kristen demikian:
Kisah Para Rasul 6:1
Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.

Terjemahan Kitab Suci Septuaginta ini juga akhirnya menjadi pedoman orang-orang Kristen mula-mula sebab mereka berbahasa Yunani, sekarang Septuaginta ini masih dipakai oleh Gereja Orthodox Yunani, dan terjemahan Perjanjian Lama Gereja Orthodox berbahasa Inggris juga berbasis Septuaginta ini.

https://syamor.org/2018/12/28/mengap...rjanjian-baru/
profile-picture
profile-picture
profile-picture
coworkingspace dan 20 lainnya memberi reputasi
19
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Mengapa Bahasa Yunani Digunakan Untuk Menulis Alkitab Perjanjian Baru ?
15-12-2019 02:06
Quote:Original Posted By shotgunBlues
Terjemahan tidak seharusnya di jadikan pedoman... karena tidak setiap makna bisa di terjemahkan secara sempurna.....bahkan bisa menimbulkan banyak versi.

Bahasa orisinil lah yg seharusnya dijadikan pedoman...

emoticon-Traveller


Kitab suci dalam yahudi kristen sama seperti kitab (buku) lainnya.
Untuk mempermudah dipahami orang awam, maka diterjemahkan.
Bayangkan jika anak sekolah harus belajar ilmu ekonomi, fisika, harus dari bahasa aslinya ?
Kebanyakan siswa hanya akan jadi penghafal tanpa paham isinya.
Kitab dlm bahasa aslinya juga masih ada, dan bisa di download aplikasi sabda di playstore.

Quote:Original Posted By vanmovic
Berarti umat Kristiani pada jago bahasa Yunani, ya?


Nggak perlu jago. Penjelasan kurleb seperti diatas.

Bibel sejak jaman sesudah musa hingga para rasul (+/- 1300 tahun), terdiri dari kisah2 dalam bahasa ibrani kuno, ibrani yg lebih muda, aramaik.
Penulisan dgn huruf ibrani, yunani, dan latin.

Cmiiw
profile-picture
tuturu memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskus addict
15-12-2019 13:35
Masalahnya kebanyakan yg diterjemaahkan itu bukan langsung dari bahasa yg orisinil gan.... tapi mayoritas dari sumber terjemahan jg.....

Makanya ane bilang terjemahan jangan di jadikan Pedoman... bahasa orisinillah yg di jadikan pedoman.

emoticon-Traveller
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia