Sports
Batal
KATEGORI
link has been copied
5
Lapor Hansip
03-12-2019 13:14

Van Dijk, Ribery, dan Sneijder: Kala Juara Liga Champion Bukan Jaminan Ballon d'Or


Keberhasilan Lionel Messi memenangi Ballon d'Or 2019 kembali memunculkan ironi bahwa raihan gelar - khususon Liga Champion - tak selalu menjadi jaminan seorang pemain bakal terpilih sebagai yang terbaik di dunia.

Kemampuan individu Messi dalam mengangkat tim, khususnya di Barcelona, tampak lebih menonjol ketimbang gelar kolektif bergengsi. Sepanjang musim 2018/19, Messi mengantar Barca juara La Liga dan Piala Super Spanyol sebagai pembuka kompetisi. 

Van Dijk, Ribery, dan Sneijder: Kala Juara Liga Champion Bukan Jaminan Ballon d'Or
3 besar Ballon d'Or 2019. (Francefootball)

Hanya itu? Iya. Di Copa America, Argentina kandas di semifinal dan cuma dapat hiburan menempati peringkat ketiga. Plus, Messi dapat oleh-oleh sanksi larangan bermain karena menuding Conmebol korup.

Coba bandingkan. Virgil van Dijk sang runner-up dapat trofi Liga Champion, supremasi tertinggi klub di Eropa, yang absen dimenangi Messi setengah dekade terakhir.

Cristiano Ronaldo di musim perdananya bersama Juventus meraih gelar Liga Italia dan Piala Super Italia, titel yang sebanding dengan Messi musim lalu.

Kegagalan Van Dijk mendapat Ballon d'Or juga meneruskan adanya anomali ketika sang kandidat yang memenangi Liga Champion tak selalu keluar sebagai pemenang.
Contoh sebelumnya, itu dialami Franck Ribery pada Ballon d'Or 2013. 

Van Dijk, Ribery, dan Sneijder: Kala Juara Liga Champion Bukan Jaminan Ballon d'Or
(Footy accumulator)

Masuk seremoni dengan modal treble di Bayern Muenchen berupa gelar Liga Champion, Bundesliga, dan DFB Pokal, Ribery cuma menempati peringkat 3 di bawah Ronaldo dan Messi.

Sang pemenang, Ronaldo, padahal tak menjuarai apa pun di musim 2012/13 kecuali Piala Super Spanyol. Atas dasar itulah hingga beberapa tahun kemudian, Ribery merasa Ballon d'or 2013 telah dicuri darinya.

Quote:
"Saya memenangi segalanya bersama tim dan secara individual. Ronaldo tak memenangi apa pun. Saya merasa sudah mendapatkan gelar ini. Semuanya ini soal politik," kata Ribery.



Sebelumnya, Sneijder juga merasakan keapesan serupa setelah tampil menonjol di Inter Milan yang meraih treble winners 2009/10: Liga Champion, Serie A, dan Coppa Italia. 

Bahkan, playmaker asal Belanda itu membawa negaranya sampai ke final Piala Dunia 2010. Apa hasil segudang prestasi itu? Lebih mengenaskan karena Sneijder bahkan tak sampai menempati tiga besar Ballon d'or 2010!

Kursi 3 peraih suara terbanyak malah diborong oleh pemain Barca; Messi, Andres Iniesta, dan Xavi, yang mengantar klubnya menjuarai La Liga. Mereka menjadi bagian skuad Barca yang disingkirkan Sneijder cs di semifinal Liga Champion.

Van Dijk, Ribery, dan Sneijder: Kala Juara Liga Champion Bukan Jaminan Ballon d'Or
Wesley Sneijder di Inter. (Footballbattle)

Sedangkan Messi bersama timnas Argentina juga mengalami pembantaian di perempat final Piala Dunia 2010 oleh Jerman. Karena itulah, namanya penghargaan individual, agaknya aspek performa pribadi juga yang lebih diutamakan dalam Ballon d'Or. 

Messi sepanjang musim lalu cemerlang di sisi prestasi individu dengan titel top scorer La Liga, Liga Champion, dan menyabet Sepatu Emas. Ronaldo di 2013 pun menonjol dengan catatan 66 gol dalam 55 pertandingan. 

Agaknya yang lebih dipertimbangkan voters adalah kemampuan pemain mendongkrak performa tim dan tampil konsisten terus sepanjang musim di tengah kondisi apa pun. Mungkin... (tepikan dulu dugaan permainan politik, korup, atau faktor promosional semata).

Van Dijk, Ribery, dan Sneijder: Kala Juara Liga Champion Bukan Jaminan Ballon d'Or
(Marca)

Lalu, kalau demikian adanya, apa gunanya lagi menjuarai Liga Champion, bahkan Piala Dunia, kalau memang itu tak bisa mengantar seorang pemain ke gelar pemain terbaik dunia? 

Tanyakan kepada Van Dijk, yang rupanya sudah belajar ilmu ikhlas. Perlu memandang gelar kolektif lebih penting dari pencapaian perorangan. Begitu juga sikap Ronaldo, yang tahun ini kebagian rezeki gelar pemain terbaiknya di Liga Italia.

Quote:
"Tahun ini benar-benar luar biasa. Sayangnya ada beberapa pemain sepertinya menurut saya yang memang di luar akal sehat. Mereka fantastis. Memenangi enam Ballon d'Or, Anda harus menghargai kehebatannya (Messi). Saya nyaris memenanginya, tapi memang ada pemain yang sedikit lebih hebat," kata Van Dijk.





sumber: guardian, uefa.

Berbagi informasi olahraga kamu di kapten.kaskus.id

Main Tebak Skor serta KASKUS FPL berhadiah utama dan bulanan

Follow akun Instagram @kapten.kaskus untuk mendapat infografis menarik seputar dunia olahraga
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Van Dijk, Ribery, dan Sneijder: Kala Juara Liga Champion Bukan Jaminan Ballon d'Or
10-12-2019 12:14
Jangankan VVD, Sneijder, dan Ribery.. sekelas Xavi Hernandes dan Andres Iniesta yang udah mati2an di Barcelona aja ga pernah menang kok, padahal mereka kan bs dianggap "guru"nya Messi emoticon-Big Grin
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia