Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
11
Lapor Hansip
05-12-2019 11:28

[CERPEN] Nisan Bercerita - bagian 1

[CERPEN] Nisan Bercerita - bagian 1


Malam menjemput senja. Tanpa sapa bercerita. Album lama terbuka berantakan di meja. Sementara istrinya sibuk menata meja makan, pak tua itu sibuk mengukur meja kecil di ruang tamu rumahnya. Sesekali ia bertanya kepada istrinya,  namun tak ada jawaban selain bunyi sendok dan piring yang bertemu akrab di atas meja makan keluarga.



"Marilah kita makan. Untuk apa semua barang-barang itu kau berantakan, lagi" tanya istrinya.

"Ah, biarkan saja. Suatu hari ia akan pulang dan mencari meja kesayangannya

ini. Aku harus menyiapkan dengan baik agar ia nyaman berada di sini" jawab si pak tua.

"Oalah, terserah. Ayo, mari kita makan” istrinya mengambil beberapa sendok nasi dipindahkan ke piringnya. Meskipun ajakannya tidak diindahkan oleh suaminya, ia sabar menunggu. 


*********

Usianya 60 tahun, langkah kakinya sudah tidak sekuat dan setegar saat ia muda. Beberapa kali istrinya harus membantu langkahnya untuk tetap kuat berdiri. Hidup berdua dengan istrinya semakin membuat keduanya sangat takut kehilangan satu sama lain.

Duduk di teras rumah merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan baginya. Ia selalu berharap kalau saja putri kesayangannya mau untuk pulang kepadanya. Pulang ke rumah yang penuh dengan segudang kerinduan yang masih terus ia rawat. Rindunya menggunung, mendung selalu datang di pelupuk matanya. Andai bisa diulang, ia lebih memilih untuk tidak meninggalkan putrinya sedetik pun jika bisa.

**

[CERPEN] Nisan Bercerita - bagian 1


6 tahun sebelumnya ia meninggalkan putrinya. Kala itu tak ada yang ia percayakan tuk menjadi lelaki andalan putrinya. Sekuat tenaga putrinya menahan, ia kukuh berlalu pergi. Isak tangis bergemuruh, semesta menjadi saksi deraian air mata tak terbendung. Seorang gadis remaja ditinggal ayahnya. Tangan kecilnya menggenggam erat tangannya, namun ia tak kuasa menahan kehendak lain yang mengharuskannya meninggalkan putrinya. Istrinya lebih dulu meninggalkan ia dan ketiga anaknya. Janji istrinya untuk pulang tak terpenuhi, sampai akhirnya ia yang datang menemui istrinya. Awal pertemuan mereka sangat bahagia. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama ketika ia mendengar kabar putri kecilnya memilih jalan hidupnya sendiri. Ia bertengkar hebat dengan kedua kakaknya, lalu diusir dari rumah. Kedua anaknya yang lain menikah dan hidup bahagia, sementara putrinya pergi entah ke mana.

"Sudah sangat lama aku memerhatikan kau menunggunya di situ, Pak?” sapa

tetangga di depan teras rumahnya.

"Sudah sejak kepergiannya" jawab Pak Tua lemas.

"Sudahlah, hubungi saja. Sekarang kan sudah ada handphone, cobalah" tetangga yang ramah itu menawarkan kemajuan teknologi kepada si Pak Tua yang bahkan mengerti gadget saja, tidak.

"Hehehe, istri saya sudah melakukannya. Putri saya sepertinya sangat marah. Ia tak mau pulang. Katanya ia cukup berdoa saja kalau rindu" jawaban si Pak Tua cukup membuat tetangga mengerti.

"Saya yakin, ia sangat merindukanmu, Pak. Hanya saja rindunya terhalang oleh kepedihannya. Ia pasti sangat mencintaimu sama seperti cintamu kepadanya. Kau mendidiknya dengan baik, Pak Tua. Dan aku yakin ia tumbuh menjadi gadis dewasa yang baik. Ia sangat mandiri setelah pergimu siang itu” hibur tetangga barunya itu.

***

Hari berganti, waktu berlalu dengan gesit. Tak ada negosiasi semesta kepadanya. Pak Tua itu, masih saja di sana dengan segudang kasih sayang untuk putrinya yang lari dari rumah sejak kepergiaannya siang itu. Beberapa kali album masa kecil putrinya di peluk, ia menangis hingga sesekali istrinya harus memberikan pelukkan kepadanya.

"Kenapa ia tak juga pulang? Ini tahun yang kesekian. Ia tak juga kunjung pulang. Apakah rumah ini sudah tak berharga baginya, apakah kenangan bersama kita tidak cukup membuat hatinya luluh" begitu ia terisak di pelukan istrinya.

"Sudahlah, setiap malam hatimu selalu tenang bukan? Artinya ia mendoakanmu. Untuk apa kau menunggunya di sini" istrinya mencoba menghiburnya.

"Andai tidak kutinggalkan, mungkin ia tidak merantau sejauh ini" isaknya. 


--- bersambung ---



profile-picture
profile-picture
profile-picture
tuffinks dan 18 lainnya memberi reputasi
19
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
[CERPEN] Nisan Bercerita - bagian 1
07-12-2019 14:00
deprok dulu yak emoticon-Traveller
0 0
0
profile picture
kaskuser
08-12-2019 01:18
Aseeek
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
tigapart-2
Stories from the Heart
before-morning-comes
Stories from the Heart
keterpurukan-ku
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
tentang-perjalanan
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia