News
Batal
KATEGORI
link has been copied
287
Lapor Hansip
06-12-2019 05:25

Mau Beli 1 Set Komputer Seharga Rp 128,9 Miliar, Ini Penjelasan Badan Pajak DKI

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin mengatakan, usulan pengadaan satu unit komputer lengkap dengan perangkatnya akan digunakan untuk memetakan dan mengetahui potensi pajak daerah.

Total anggaran yang diusulkan untuk pengadaan komputer itu sebesar Rp 128,9 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2020.

"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka profiling pajak daerah. Dengan adanya kegiatan ini, kami dapat memetakan berapa potensi kemampuan yang dimiliki per jenis pajak," ujar Faisal.

Faisal menyampaikan itu dalam rapat pembahasan RAPBD 2020 antara Komisi C DPRD DKI dan Pemprov DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Kamis (5/12/2019).

Faisal menuturkan, sistem dalam komputer tersebut akan mampu meneliti potensi semua jenis pajak daerah secara digital.

Dengan demikian, BPRD DKI mengetahui angka riil penerimaan pajak daerah yang harus masuk ke kas daerah setiap tahunnya.

"Kami bisa mendapatkan berapa sebenarnya penerimaan (pajak) DKI Jakarta. Jadi ke depan kita (Pemprov dan DPRD DKI) tidak berdebat lagi (penerimaan pajak) harus sekian triliun, sekian triliun, tapi nanti by data, pajak restoran sebenarnya profiling-nya berapa untuk bisa kami raih, pajak hotel, parkir, hiburan, berapa," kata dia.

Selain itu, pengadaan komputer tersebut juga bertujuan untuk mencegah adanya kebocoran pajak daerah. Sebab, BPRD DKI sudah mengetahui angka riil penerimaan pajak.

"Kami bisa melakukan manajemen risiko dalam rangka untuk menekan kebocoran pajak," ucap Faisal.

Menurut Faisal, anggaran Rp 128,9 miliar itu juga termasuk untuk perawatan (maintenance) oleh penyedia barang selama tiga tahun dan pelatihan pegawai BPRD DKI.

"Tiga tahun untuk maintenance-nya, pendampingannya. Kami juga ada pelatihan tenaga di sini, setelah tiga tahun, baru kami yang melaksanakan sendiri (perawatannya)," tuturnya

Dilihat dari situs web apbd.jakarta.go.id, pengadaan komputer itu terdiri dari pembelian satu unit komputer, dua unit storage area network (SAN) switch, enam unit server, dan sembilan unit storage untuk mainframe.

Total anggaran yang diusulkan Rp 128.992.331.600 dengan rincian sebagai berikut:

- satu unit Komputer Mainframe Z14 ZR1 seharga Rp 66,6 miliar (dengan PPN)

- dua unit SAN switch seharga Rp 3,49 miliar (dengan PPN)

- enam unit server seharga Rp 307,9 juta (dengan PPN)

- sembilan unit storage untuk mainframe seharga Rp 58,5 miliar

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Anthony Winza Probowo mempertanyakan besarnya anggaran untuk pengadaan satu unit komputer dan perangkatnya itu.

Dia meminta BPRD DKI menjelaskan hasil yang akan didapatkan pemerintah setelah menggunakan alat tersebut.

"Kalau sudah beli alat ini, maka bisa jadi nambah berapa PAD (pendapatan asli daerah). Jangan sampai beli alat, tapi enggak tahu buat apa, spesifikasinya enggak tahu apa, output-nya pun bisa jadi berapa," kata Anthony.

kompas.com

Mau Beli 1 Set Komputer Seharga Rp 128,9 Miliar, Ini Penjelasan Badan Pajak DKI
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tikusil dan 26 lainnya memberi reputasi
27
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Mau Beli 1 Set Komputer Seharga Rp 128,9 Miliar, Ini Penjelasan Badan Pajak DKI
06-12-2019 05:59
Faisal menuturkan, sistem dalam komputer tersebut akan mampu meneliti potensi semua jenis pajak daerah secara digital.


padahal anggaran hanya tertulis untuk hardware aja.


Total anggaran yang diusulkan Rp 128.992.331.600 dengan rincian sebagai berikut:

- satu unit Komputer Mainframe Z14 ZR1 seharga Rp 66,6 miliar (dengan PPN)

- dua unit SAN switch seharga Rp 3,49 miliar (dengan PPN)

- enam unit server seharga Rp 307,9 juta (dengan PPN)

- sembilan unit storage untuk mainframe seharga Rp 58,5 miliar

software nya apa ? emoticon-Bingung (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeeph dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
profile picture
kaskus maniac
07-12-2019 14:12
@bonchez @Hagemarux wekekek masalahnya SDM BPRD DKI bisa pakenya gak.. paling juga kaya komen di atas.. dipake simpen bokep 10 terabyte emoticon-Leh Uga

atau sewa konsultan lagi.. milyaran emoticon-Big Grin
0
profile picture
kaskus addict
10-12-2019 09:23
Windoz XP gan... Free.... Yg penting maen Solitaire kuwad hehehehe.... Beli bluegene ini ebat...
0
profile picture
kaskus addict
10-12-2019 10:37
@Hagemarux [mention]hattori hanzo[/mention] apaan wakakka orang PNS mana sih yg bisa mahir jalankan software? input data? kita tau selama ini klo ada servis hardware aja ambil pihak ke 3 (vendor luar), lo tau IT kerjaan paling banter cek mouse loncat2 ato tombol keyboard macet plus restartin router yg katanya lelet pdhl lg donlod bokep pake idm.
masalah OS rusak, ato query-in database rerata pake vendor luar dimana duitnya bisa nampol ke saku (ambil vendor laporan 100, vendor dapat 60, 40 masuk pribadi), budaya ini... budaya baik yg kudu dihapus
0
profile picture
kaskus addict
10-12-2019 11:24


temen ku anak PNS yang kerja di LAPAN dia bagian progamernya, jangankan jalankan software
doi yang bikin softwarenya
ga semua yang elu omongin bener, ya mungkin ada benernya.
tapi ga semua PNS gaptek IT + ga semua IT di PNS kerjaan nya cuman cek mouse atau restart modem kalau internet lelet itu yang harus elo cerna
kalau soal budaya sogok menyogok jangankan di perusahaan negri di perusahaan swasta tempat ane kerja juga gitu.
sampe sini paham ?
0
profile picture
kaskus addict
10-12-2019 11:30
@Hagemarux sekian2 persen lah bro... permasalahannya yg baik diem,. yg ga baik merasa kuat dan diterus2in, sori bro ane lagi incer yg lgsg berhubungan ama masyarakat, tau kan? emang beda klo kelas dia teknis dan kepalanya emang BENER
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia