Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
192
Lapor Hansip
04-11-2019 21:53

Ratni Ke(m)Bali

Gans..
Kalo elu baca anggap aja ini buku harian yang ga sengaja lu temuin di pinggir jalan atau di mana aja yang jelas elu ga tau siapa yang punya. Gue merasa perlu nulis cerita ini karena gue berharap satu orang di dalam cerita ini akan membacanya suatu saat nanti. So, mudah-mudahan thread ini ga didelete oleh yang berwenang dan suka ga sukanya kalian terhadap thread ini gue ga peduli karena gue tau sudah pasti ada satu orang yang sangat menyukai thread ini, yaitu gue.

Happy Reading

💖-------------------------💖


Ratni Ke(m)Bali


Quote:
Juli, 2008

Namaku Ratni, hari ini merupakan hari kelulusanku dari sebuah SMK jurusan tata kecantikan di suatu kota di Jawa Tengah. Pesta perpisahan penuh haru di sekolah telah berlalu, kini saatnya aku dan yang lain kembali kerumah melanjutkan jalan cerita hidup kami masing-masing.

"Nduk apa ndak sebaiknya kamu tinggal di rumah saja, lagian pernikahanmu sama erwin sudah ditetapkan tahun depan to"

Beberapa hari setelah kelulusan ibu bicara kepadaku, mungkin bermaksud mencegah keberangkatanku senin depan. Oiya, dulu saat masih sekolah aku prakerin di sebuah salon kecantikan yang memiliki cabang hampir di setiap kota besar di Indonesia. Kebetulan pusatnya memang berada di kotaku dan kebetulan juga setelah lulus mereka langsung menerimaku bekerja di sana sebagai beautician tanpa perlu di training lagi.

"Ndak bisa buk, aku udah terlanjur tandatangan kontrak e. Nanti kalo tak batalkan kena denda buk, jutaan"

"Lagian aku di tempatkan di Denpasar cuman 1 tahun. September tahun depan aku sudah pulang kok buk, nikahku kan Desember jadi ya masih bisa lah aku kerja dulu buat bantu-bantu bapak sama ibu juga."

Mendengar jawabanku itu ibu hanya bisa mengiyakan dan mendoakan yang terbaik untukku. Beberapa hari yang lalu, tepatnya sehari setelah kelulusan aku dan Erwin pacarku bertunangan. Hari pernikahan kami sudah di tetapkan. Ada yang aneh pada diriku, entah kenapa aku tidak senang dengan rencana pernikahan ini. Erwin pacar yang baik tapi entahlah, ketika tau akan menikah aku tidak bisa menggambarkan rasa tidak suka ini. Ingin menghilang rasanya dan aku merasa beruntung mendapat pekerjaan yang mengharuskan aku jauh darinya.

"Nduk, jaga dirimu baik-baik di sana. Jangan nakal, jangan lupa ibadah, jangan lupain mas ya, hehe"

Senin pagi hanya Erwin yang mengantarku ke Adisucipto, tampak berat dirinya melepasku pergi ke kota yang belum pernah kami datangi. Raut sedih nampak jelas di wajahnya, tapi aku tidak sama sekali merasakan hal yang sama dengannya. Aku sudah tak sabar, aku senang, aku bebas! Begitu pikirku, namun jelas tak ku tunjukan padanya.

"Iya mas, kamu juga ya. Yaudah aku tak masuk kedalem mas, mau check in. Kamu pulang aja, hati-hati ya".

Kucium tangannya lalu segera melangkah menuju tempat check in tanpa menoleh lagi ke arah Erwin. Singkat kata aku sudah di kursi pesawatku, Loin Air. Tepat pukul 7.30 pesawat lepas landas mulai meninggalkan kotaku menuju kota baru dengan cerita baru yang menanti di sana.

Denpasar, entah kenapa kota ini membuatku bersemangat...



Belum tamat..
Diubah oleh megaut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sempelbener dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Ratni Ke(m)Bali
03-12-2019 19:48
Karangasem +

Quote:Apapun yang berlebihan cenderung akan memabukkan, begitu kata yudik saat wicak mulai meminum tuak di gelas pertamanya. Gue iya saja karena sepertinya memang begitu. Lagipula mereka nampak sudah biasa jadi pastinya bisa mengontrol diri. Dan setelah gue coba setengah gelas ternyata rasanya manis, enak, haha tapi panas di perut.

"Udah segitu aja ya rat, itu enak tuak manis masih baru tapi kalo banyak minumnya bisa mencret kamu, hehe"

"Hehe iya ini aja udah panas perut aku yank"


Wicak menjelaskan kalo tuak yang diberikan yudik ke gue itu berbeda dengan yang mereka minum. Punya mereka udah asem, ga enak katanya tapi kok ya habis sama mereka berdua. Sekitar jam 11 yudik ijin pergi persiapan untuk berpartisipasi dalam acara perang pandan, gue dan wicak disuruh langsung saja ke balai pertemuan yang terletak di tengah desa tak jauh dari rumah yudik.

"rame ya yank banyak bule juga tuh."

"Iya rat, emang biasa gini kok. Tahun lalu juga gini."


Gue di ajak wicak menerobos kerumunan supaya bisa menyaksikan orang perang pandan. Kesan gue pertama kali ngelihat perang pandan itu ada ngilu, ngeri, sedap. Gue lihat dua orang remaja tanpa baju saling bergelut menggesek gesekkan pandan berduri dipunggung lawannya. Mereka meringis tapi tidak mundur sedikitpun. Gue ngeri sendiri tapi takjub juga, kok seperti yang ga merasa sakit mereka itu. Akhirnya gue lihat yudik pun demikian dia nampak biasa dengan duri duri yang digoreskan kepunggungnya.

"ish yank mereka ga sakit apa kek gitu?"

"Haha tanya yudik aja nanti rat."

"Lah emangnya kamu ga kek gitu juga yank?"

"Gak rat, beda adatnya. Acara ini memang adanya cuman disini aja."

"Oh..itu yudik sudah selesai yank."


Wicak kemudian mengajak gue kebelakang menemui yudik yang nampak punggungnya sedang di olesi minyak oleh seseorang. Kata yudik saat kami mengobrol di sana, dia dan pemuda lainnya sudah terbiasa. Hanya waktu pertama kali saja yang sakit tapi setelahnya terasa seperti sedang digaruk saja. Perang pandan ini wajib diikuti oleh laki-laki yang sudah menginjak remaja, jadi kalo sudah ikut perang pandan ini berarti sudah bukan bocah lagi.

"yaudah yud gue sama ratni balik dulu ya. Elu kan masih mau ada acara lagi sama anak-anak sini."

"Oke cak, makasi banyak. Eh rat jagain wicak ya, hehe."


Wicak mengajak gue balik, saat jalan ngambil motor di rumah yudik gue lihat di jalan ada semacam komidi putar atau jungkat jungkit dari kayu, tinggi banget. Entah bagaimana naiknya, gue tanya wicak dia juga ga tau. Jam 2 an kami sudah keluar dari desanya Yudik, gue berpikir kalo seandainya gue kesini lagi sendiri rasanya masih sedikit ingat. Ada objek wisata Candi Dasa yang bisa gue jadikan patokan. Desa Tenganan setelahnya belok kiri. Hehe itu yang gue pahami.

"ynk jadi ke rumahmu kan?"

"Terserah kamu rat."

"Jadi donk ya, eh beli beli apa kek dulu yuk buat ibuk bapak yank."

"Beli apa ya rat? Gausah lah"

"Ish, pokoknya beli-beli dulu yank!"

"Iya beli apa rat?"

"Ish kamu yank, ibuk bapakmu suka apa?"

"Apa ya?hm..ibuk ga tau, kalo bapak sukanya ayam rat."

"Yaudah beli ayam aja yank, mau yang digoreng atau gimana?"

"Haha bapak sukanya ayam hidup rat, dulu kamu maen kerumah kan lihat ada banyak ayam."

"Wah, beli ayam hidup aja udah yuk yank."

"Hm..gausah rat, kita belikan rujak sama es buah aja ya."

"Mereka suka?"

"Ibuk sih yang biasanya suka itu."

"Ish tadi katanya ga tau, yaudah nanti beli dulu ya yank."


Perjalanan balik ini wicak memilih tidak melalui by pass lagi, biar ada suasana baru katanya. Gue nikmati banget perjalanan ini karena wicak, itu saja. Hehe.. sebentar lagi gue bakal ketemu lagi sama camer. Haha....

profile-picture
profile-picture
profile-picture
oceu dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
surat-itu-dari-quotmamaquot
Stories from the Heart
he-is-my-beloved-stepbro
Stories from the Heart
pamer-calon-bojo
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia