News
Batal
KATEGORI
link has been copied
17
Lapor Hansip
30-11-2019 10:01

Seniman Butuh Gedung Pertunjukan Kelas Dunia, Bukan Hotel di TIM

Seniman Butuh Gedung Pertunjukan Kelas Dunia, Bukan Hotel di TIM

Jakarta - Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga menanggapi rencana pembangunan hotel bintang lima di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurut dia, seniman tidak membutuhkan wisma, apalagi hotel. Terlebih, di kawasan Cikini sudah menjamur penginapan. 

Jadi, pengembangan revitalisasi TIM harus benar-benar berorientasi kepada kegiatan kesenian dan kebudayaan. Pengembangan hotel di kawasan seni, dia tegaskan, harus dibatalkan karena tidak sejalan dengan semangat kebudayaan.

TIM kalau dikelola dengan profesional berkelas dunia (tanpa harus membangun hotel di dalamnya) justru akan mampu membangkitkan kegiatan perekonomian.

Pemprov DKI menurutnya harus menyelenggarakan pentas seni budaya berkelas dunia, untuk mengeruk keuntungan komersial, tanpa harus mengorbankan kesenian dan kebudayaan itu sendiri.

Baca juga: Rencana Pembangunan Hotel di TIM Diakui Jakpro Tidak Ada Dalam Desain Awal Revitalisasi

Nirwono berujar, formula tepat bagi Pemprov DKI dan Jakpro saat ini adalah bagaimana membangun tempat kesenian berkelas dunia seperti gedung pertunjukan, ruang-ruang pelatihan dan pertunjukan, untuk mendukung kegiatan kesenian dan kebudayaan. 

"Misal Gedung Promenade di Singapura, Opera House di Sydney. Seniman tidak butuh wisma apalagi hotel," kata Nirwono kepada Tagar, Rabu, 27 November 2019.

Seniman Butuh Gedung Pertunjukan Kelas Dunia, Bukan Hotel di TIM
Plaza Ismail Marzuki di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.(Foto: Dok Taman Ismail Marzuki Jakarta)

Dia menyayangkan pemprov yang tidak menggelar kegiatan kesenian dan kebudayaan kelas nasional dan dunia yang bergengsi secara rutin. 

"TIM kalau dikelola dengan profesional berkelas dunia (tanpa harus membangun hotel di dalamnya) justru akan mampu membangkitkan kegiatan perekonomian dan bisnis pertunjukan kesenian dan kebudayaan yang berkelanjutan," kata dia.

Baca juga: Gemar Bully Anies Baswedan, PKS: PSI Lagi Gali Kubur

Nirwono menyarankan, Pemprov DKI harus duduk bersama pegiat kesenian dan kebudayaan, serta pengelola TIM, untuk menyusun Peta Jalan dan Rencana Induk Pengembangan TIM sebagai Pusat Kesenian dan Kebudayaan Dunia.

Hal ini harus dilakukan supaya tidak ada lagi penentangan dari pihak-pihak yang merasa dirugian terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Ya betul ini yang terpenting. Jadi sama-sama win solution," ujarnya. []

https://www.tagar.id/seniman-butuh-g...n-hotel-di-tim
Diubah oleh joko.win
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan simsol... memberi reputasi
2
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Seniman Butuh Gedung Pertunjukan Kelas Dunia, Bukan Hotel di TIM
30-11-2019 10:19
Astajim. Memang butuh yg kelas dunia gratis ga mikir maintenence, seniman nongkrong setiap saat utk kolaborasi dimodalin kopi + rokok
Turis lokal/internasional juga dikasih subsidi buat nonton + nginep dihotel2 cikini emoticon-Imlek

Quote:Original Posted By kejet..kejet
Astajim.

Anjing menggonggong + babi menguik + kodok kwong2 dibawah tempurungnya.. Kafilah tetep berlalu..
Seniman Butuh Gedung Pertunjukan Kelas Dunia, Bukan Hotel di TIM

Jgn sampe kegagalan velodrome dan equistrian yg ngap2an biayai maintenence paska kontruksi terulang. Kecuali klo taikers+hadar+pdip mo nanggung maintenence dan ngidupin kebudayaan disana emoticon-Imlek

Buat yg cinta tim
Seniman Butuh Gedung Pertunjukan Kelas Dunia, Bukan Hotel di TIM
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
0 1
-1
profile picture
kaskuser
30-11-2019 11:42


coba ente jelaskan ini :

asalnya :

Kenapa Bisa Biaya Perawatan Velodrome Rawamangun Tembus Rp 400 Juta
Muhammad Ivan RidaMuhammad Ivan Rida
07 Agu 2018, 17:05 WIB

Jakarta - Direktur Venue and Enviroment Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Arlan Lukman, mengatakan biaya perawatan Jakarta International Velodrome (JIV) yang terletak di Rawamangun, Jakarta Timur, mencapai Rp 400 juta per bulan.

Biaya perawatan JIV cukup fantastis karena lintasan balap itu terbuat dari kayu Siberia. Di Indonesia yang beriklim tropis, tingkat kelembapan velodrome harus dalam kisaran 50-70 persen.

"Kami harus terus menyalakan mesin pendingin ruangan di velodrome setiap harinya. Itu wajib dilakukan supaya kelembapan lintasan terjaga. Kenapa bisa sampai Rp 400 juta? Ya itu karena mesin pendingin terus menyala sehingga biaya listriknya jadi membengkak," kata Arlan ketika dihubungi Bola.com, Selasa (7/8/2018).

https://www.liputan6.com/asian-games...us-rp-400-juta

terus gabener memasukkan timsesnya :

Copot Pejabat Jakpro, Anies Tunjuk Timses Jadi Direktur
Dias Saraswati, CNN Indonesia | Jumat, 24/08/2018 20:06 WIB
Bagikan :

Copot Pejabat Jakpro, Anies Tunjuk Timses Jadi Direktur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot Direktur Pengembangan Bisnis Jakpro Hendra Lesmana dan menggantinya dengan Hanies Arie yang pernah menjadi anggota Tim Sinkronisasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot dua pejabat Badan Usaha Milik Daerah PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Sebelumnya, Anies juga sudah mencopot Direktur Utama Jakpro Satya Heraghandi pada 10 Juli 2018 lewat rapat umum pemegang saham luar biasa.

https://www.indosport.com/multi-even...atan-velodrome


sekarang jadi :


Fantastis! Rp1,2 Miliar Tergelontorkan untuk Perawatan Velodrome
Senin, 17 Desember 2018 16:51 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Yohanes Ishak 0 komentar
© Annisa Hardjanti/INDOSPORT
Velodrome Rawamangun yang telah digunakan pada Asian Games dan Asian Paragames 2018.
INDOSPORT.COM - Indonesia dapat dikatakan sukses sebagai tuan rumah pesta olahraga Asian Games 2018. Baik sukses sebagai prestasi, juga sukses pula dalam pelaksanaannya.

Memang sebagai tuan rumah Indonesia tak tanggung-tanggung dalam melakukan persiapan. Berbagai venue kelas internasional di bangun untuk menunjang hajat besar ini.

Diutarakan oleh Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro), Dwi Wahyu selaku pengelola Velodrome memang dibutuhkan dana besar untuk biaya perawatan.  

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/multi-even...atan-velodrome
https://www.indosport.com/multi-even...atan-velodrome


kok bisa naik 3 kali lipat biayanya itu gimana ngitungnya ? jadi yang gagal siapa nih ?
2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia