Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
90
Lapor Hansip
04-11-2019 21:53

Ratni Ke(m)Bali

Gans..
Kalo elu baca anggap aja ini buku harian yang ga sengaja lu temuin di pinggir jalan atau di mana aja yang jelas elu ga tau siapa yang punya. Gue merasa perlu nulis cerita ini karena gue berharap satu orang di dalam cerita ini akan membacanya suatu saat nanti. So, mudah-mudahan thread ini ga didelete oleh yang berwenang dan suka ga sukanya kalian terhadap thread ini gue ga peduli karena gue tau sudah pasti ada satu orang yang sangat menyukai thread ini, yaitu gue.

Happy Reading

💖-------------------------💖


Ratni Ke(m)Bali


Quote:
Juli, 2012

Namaku Ratni, hari ini merupakan hari kelulusanku dari sebuah SMK jurusan tata kecantikan di suatu kota di Jawa Tengah. Pesta perpisahan penuh haru di sekolah telah berlalu, kini saatnya aku dan yang lain kembali kerumah melanjutkan jalan cerita hidup kami masing-masing.

"Nduk apa ndak sebaiknya kamu tinggal di rumah saja, lagian pernikahanmu sama erwin sudah ditetapkan tahun depan to"

Beberapa hari setelah kelulusan ibu bicara kepadaku, mungkin bermaksud mencegah keberangkatanku senin depan. Oiya, dulu saat masih sekolah aku prakerin di sebuah salon kecantikan yang memiliki cabang hampir di setiap kota besar di Indonesia. Kebetulan pusatnya memang berada di kotaku dan kebetulan juga setelah lulus mereka langsung menerimaku bekerja di sana sebagai beautician tanpa perlu di training lagi.

"Ndak bisa buk, aku udah terlanjur tandatangan kontrak e. Nanti kalo tak batalkan kena denda buk, jutaan"

"Lagian aku di tempatkan di Denpasar cuman 1 tahun. September tahun depan aku sudah pulang kok buk, nikahku kan Desember jadi ya masih bisa lah aku kerja dulu buat bantu-bantu bapak sama ibu juga."

Mendengar jawabanku itu ibu hanya bisa mengiyakan dan mendoakan yang terbaik untukku. Beberapa hari yang lalu, tepatnya sehari setelah kelulusan aku dan Erwin pacarku bertunangan. Hari pernikahan kami sudah di tetapkan. Ada yang aneh pada diriku, entah kenapa aku tidak senang dengan rencana pernikahan ini. Erwin pacar yang baik tapi entahlah, ketika tau akan menikah aku tidak bisa menggambarkan rasa tidak suka ini. Ingin menghilang rasanya dan aku merasa beruntung mendapat pekerjaan yang mengharuskan aku jauh darinya.

"Nduk, jaga dirimu baik-baik di sana. Jangan nakal, jangan lupa ibadah, jangan lupain mas ya, hehe"

Senin pagi hanya Erwin yang mengantarku ke Adisucipto, tampak berat dirinya melepasku pergi ke kota yang belum pernah kami datangi. Raut sedih nampak jelas di wajahnya, tapi aku tidak sama sekali merasakan hal yang sama dengannya. Aku sudah tak sabar, aku senang, aku bebas! Begitu pikirku, namun jelas tak ku tunjukan padanya.

"Iya mas, kamu juga ya. Yaudah aku tak masuk kedalem mas, mau check in. Kamu pulang aja, hati-hati ya".

Kucium tangannya lalu segera melangkah menuju tempat check in tanpa menoleh lagi ke arah Erwin. Singkat kata aku sudah di kursi pesawatku, Loin Air. Tepat pukul 7.30 pesawat lepas landas mulai meninggalkan kotaku menuju kota baru dengan cerita baru yang menanti di sana.

Denpasar, entah kenapa kota ini membuatku bersemangat...



Nb. Cerita lanjut next day tiap malam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lukakelana dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Ratni Ke(m)Bali
05-11-2019 13:28
Quote:
Bali, hari pertama

8.30 WIB aku sudah tiba di bandara Ngurah Rai, sesuai arahan kepala cabang tempatku bekerja melalui sms yang kuterima sesaat setelah mengaktifkan hp aku disuruh menunggu di tempat kedatangan lokal karena nanti akan ada orang kantor yang menjemput.

Panas, begitulah kesan pertamaku saat sampai di sini. Ketika aku hendak membasuh muka di toilet nokiaku bergetar panjang tanda ada sebuah panggilan masuk, dari nomer asing rupanya.

"Hallo?" Jawabku singkat.

"Iya halo, maaf ini mbak Ratni ya?" Suara laki-laki dari ujung telpon.

"Iya, ini dengan siapa?"

"Saya dari kantor M**E mbak, ini saya sudah di kedatangan mau jemput mbak ratni. Mbaknya yang mana ya,?"

"Oh iya tunggu sebentar pak, saya masih di toilet. Sekarang saya kesana."

Setelah membasuh wajah aku segera ke tempat kedatangan. Sempat mencari sebentar akhirnya aku melihat laki-laki yang menelponku, kami tampak seumuran. Aku tau dia orangnya karena dia menggunakan seragam kantor.

"Pak, dari M**E ya? Saya Ratni pak"

"Oh iya mbak Ratni, ayo berangkat. Hari ini kata bos mbak Ratni istirahat dulu di mess, besok baru mulai kerja."

"Iya pak, saya manut. Saya panggil bapak, pak siapa pak?"

"Oh iya, hehe jangan panggil pak donk mbak. Panggil nama aja, ini nama saya." Laki-laki itu menunjuk name tag di kemejanya.

"Pak P....Wicaksana, saya panggilnya Putra berarti ya?"

"Terserah mbak, Putra bisa atau yang lain juga bisa, yang penting masih nama yang ini, hehe."

"Hm, saya panggil wicak aja ya."

"Bebas Rat, ayo naik!"

Setelah kurang dari 5 menit berjalan akhirnya kami sampai di parkiran mobil. Wicak mengantarkanku menuju mess, di sepanjang perjalanan kami mengobrol saling tentang diri masing-masing. Dari sana kuketahui dia lebih tua setahun dariku, di kantor dia bekerja sebagai ob atau serabutan kalo katanya. Belakangan baru kuketahui juga kalo dia kerja nyambi kuliah.

"Rat kita makan dulu ya, ini ada dana dari bos."

"Oh iya, siap."

Saat itu kami berhenti makan dulu di sebuah warung nasi padang yang berada persis di seberang mall tempat salonku berada. Hal ini kuketahui dari Wicak, dia menjelaskan lagi secara detail. Salon kecantikan tempat bekerja ini berada di dalam mall yang otomatis mesti buka setiap hari. Untuk libur karyawannya bergiliran, seminggu sekali. Setelah makan kami menuju mess tempatku tinggal, ternyata tidak jauh dari mall tepatnya di jalan GC. Mess itu berupa sebuah rumah dengan 4 buah kamar tidur dan 2 kamar mandi. Ketika sampai disana kebetulan ada pegawai yang libur hari itu, Linda namanya.

"Lin, ini Ratni pegawai baru." Kata wicak memperkenalkanku pada Linda.

Aku dan Linda berjabat tangan saling berkenalan, kami cepat akrab mungkin karena Linda juga berasal dari daerah yang berdekatan dengan tempat asalku. Linda menunjukan kamarnya yang ternyata juga menjadi kamarku, sementara Wicak sudah pergi daritadi katanya bos menyuruh segera kembali.

Saat hari mulai malam satu persatu teman-teman baruku berdatangan, hari itu aku senang karena semua ternyata baik dan cepat akrab. Ada Dewi, Melly, Windi dan lainnya. Mereka berasal dari daerah yang berbeda-beda, tidak hanya dari Pulau Jawa, yang dari Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera juga ada. Saat hendak tidur aku baru ingat dengan hpku, ada lebih dari 10 sms masuk yang semuanya dari Erwin. Setelah mengabari ibuk, barulah kubalas sms dari Erwin.

"Maaf mas, aku baru sempat lihat hp. Aku sudah sampe mas, selamat. Yaudah aku tak istirahat dulu ya".

Selang beberapa menit ada balasan dari Erwin tapi tak ku hiraukan sama sekali, karena tadi aku sudah pamit mau istirahat. Biar dia sangka aku sudah tidur. Ada sebuah nomor asing yang melakukan 2x panggilan tak terjawab kulihat, karena penasaran aku mengiriminya sms.

"Maaf ini siapa, tadi sempat miskol ya?

Ada sekitar setengah jam lamanya nomor tersebut baru membalas, cukup singkat, padat dan tidak jelas bagiku.

"Maksud?"

"Maaf tadi kan no nya sana ada ngemiskol nomer saya, kalo boleh tau ini siapa ya?"

"Hahaha"

"Lho kok malah ketawa, ini siapa sih?"

"Wicak, rat! Itu miskol tadi pagi. Cek dulu lah yang bener, haha"

"Waduh, hehe iya iya maaf cak. Yaudah bye, gausah dibls!"

Setelah kuteliti ini memang murni kegegabahanku, hehe. Linda yang mengetahui hal itu cuma senyum-senyum cengengesan. Kami berdua ngobrol ringan hingga akhirnya tertidur..

profile-picture
profile-picture
profile-picture
revooolution26 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
kasih-tak-semampai
Stories from the Heart
3-gadis-di-seberang-pantai
Stories from the Heart
pertarungan-melawan-tulisan
Stories from the Heart
the-light-emanates-for-you
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia