Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
200
Lapor Hansip
05-11-2019 08:36

Kejam ! Pelayan Warteg Berbohong Kepada Orang Gila Yang Kelaparan.

Kejam !, Pelayan Warteg Bohong Kepada Orang Gila.

Ini kisah pengalaman aku ketika makan siang di Warteg daerah Pasar Ju'mat Jakarta Selatan.

Pada hari itu aku hendak berangkat ke Kampus ITB Ahmad Dahlan Jakarta di Ciputat.

Ketika itu aku lewat jalan Fatmawati dan melintasi perempatan Pasar Jum'at.

Tepat sebelum perempatan Pasar Jum'at aku berhenti di sebuah Warteg karena perut mulai terasa lapar.

A = Saya
PW = Pelayan Warteg

PW: makan mas ?
A: iya mas makan.

Pw: Pake apa mas ?
A: Telor dadar sama rawon aja mas.

Tak lama saya selesai memesan makanan, ada seseorang yang berpenampilan semerawut berantakan layaknya Orang gila (OG) yang rambutnya yang panjang dan berantakan berada di sebelah kiri saya.

OG itu duduk dan terlihat dari matanya yang melirik lauk yang ada pada etalase Warteg.

Lalu PW itu merespon gimik dari OG tersebut.
PW : Nasinya belum matang. (Ujarnya dengan nada datar).
OG : oh.. Gak ada ya mas.. (Jawabnya dengan nada menurun dan muka lesu).

OG tersebut pergi meninggalkan Warteg dengan wajah lesu.

Aku yang mendengar respon PW tentang nasi yang belum matang pun penasaran.

Demi membayar rasa penasaran, aku coba memesan nasi lagi untuk dibungkus.

A : Mas pesen satu lagi ya, dibungkus.
Dan ternyata nasi yang tadi dibilang bum mateng itu masih ada alias PW berbohong kepada OG tersebut.

PW : pake apa aja mas ?
A : pake apa aja mas ?

Aku pun memesan menu makanan yang seperti tadi.

Aku pun berbicara kepada pelayan warteg soal OG yang berniat untuk makan tadi

A : tadi saya denger nasinya belum matang mas ?
PW : iya mas (dengan nada polos)
A : ini kan nasinya ada mas ?
PW hanya terdiam dan sedikit tersenyum.

Saya pun langsung sedikit menegur PW tersebut
A : jangan kayak gitu mas, itu kan orang susah, apa salahnya kasih makan sedikit. (Dengan nada bersahabat)
A : berkah loh mas kasih makan ke orang yang membutuhkan asalkan niatnya baik.
PW : iya mas (sambil tersenyum sekalian menyodorkan makanan yang tadi saya pesan).

Setelah makanan yang aku pesan sudah diterima, aku langsung beranjak dari warteg dan melanjutkan perjalanan ke kampus.

Sambil mengendarai motor saya tengok kanan kiri untuk mencari OG tersebut dan berniat untuk memberi makanan yang tadi saya bungkus.

Setelah beberapa ratus meter dari warteg tempat saya makanan tadi, terlihat OG itu berjalan di trotoar yang mengarah ciputat.

Langsung saja aku menghampiri OG tersebut dan memberi makanan yang saya pesan tadi.

A : bang ini makan dulu. (Dengan nada ramah)

OG tersebut menerima makanan tersebut sembari menatap mata aku dengan cengirannya.

OG : hehe iya bang (dengan nada polos)

Setelah itu aku pergi berlalu untuk melanjutkan perjalanan.

Pelajaran untuk diri aku sendiri : jangan pandang orang dari penampilannya, selagi mereka membutuhkan harus aku bantu dengan niat baik dan ikhlas tentunya, pasti ada ada balasan kebaikan yang aku dapatkan nanti dari Allah. Aamiin

Semoga saya dijauhi dari segala kesulitan hidul di Dunia dan di Akhirat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
takayuki98 dan 69 lainnya memberi reputasi
64
Kejam ! Pelayan Warteg Berbohong Kepada Orang Gila Yang Kelaparan.
05-11-2019 10:14
Ya gitu dilemanya. Dulu jaman muda sering beut makan di warteg di area ketapang. Pernah sekali mbak nya ngasi ibu bawa 2 anak 2 bungkus nasi+lauk. Tau tau besoknya rame beut kaya gelandangan yang nunggu depan situ. Gw sampe ga jadi makan di tuh warteg kaporit.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
peluk.aku.say dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
surat-terbuka-untuk-mama
Stories from the Heart
kasih-tak-semampai
Stories from the Heart
3-gadis-di-seberang-pantai
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia