News
Batal
KATEGORI
link has been copied
41
Lapor Hansip
31-10-2019 17:39

Polemik Lem Aibon Rp 82 M, Eks Wakil Ahok Bela Anies

Polemik Lem Aibon Rp 82 M, Eks Wakil Ahok Bela Anies

Heboh soal anggaran pembelian lem Aibon sebesar Rp 82 miliar di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak serta merta jadi salah Gubernur Anies Baswedan.

Eks Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, menyebut program anggaran DKI Jakarta sudah sangat progresif dengan menggunakan sistem digital.

Djarot yang menjadi Wagub era Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini mengatakan, dalam sistem tersebut hanya orang-orang yang punya akses yang dapat memasukkan data. Sehingga, semua bisa ditelusuri di titik mana kesalahan data tersebut.

"Ini bukan semata-mata kesalahan Pak Anies. Kita bisa lacak siapa yang meng-input, siapa yang mengetik anggaran itu, dan itu sengaja atau tidak sengaja," ujar Djarot di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (31/10).

Anggota DPR dari PDIP ini menyebut sangat aneh jika ada kesalahan anggaran yang tidak disengaja. Siapa pelakunya, dia minta segera diproses oleh Anies.

"Tentunya ada faktor kesengajaan. Kalau saya (ingin pelaku) ya diundang saja, dipanggil. Kalau memang terbukti ya sudah selesaikan, ya tonjok," tegasnya.

Polemik Lem Aibon Rp 82 M, Eks Wakil Ahok Bela Anies

Sebelumnya, Anies Baswedan juga membeberkan kelemahan sistem pengadaan elektronik atau e-budgeting yang diterapkan Ahok pada 2015.

Menurut Anies, sistem e-budgeting, memiliki kelemahan teknis, di mana Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI mau tak mau harus mengisi semua komponen penganggaran secara spesifik sekalipun belum ada pembahasan dengan DPRD.

"Kegiatan sudah ditentukan, misalnya pameran atau pentas musik. Itu ada rekening dan komponen. Misalnya, nilainya Rp 100 juta. Nah, Rp 100 juta itu harus ada turunan komponen. Padahal yang dibutuhkan hanya kegiatannya dahulu, karena (ajuan anggaran) akan dibahas dengan Dewan," ujar Anies di Balai Kota DKI, Rabu (30/10).

Anies menyalahkan e-budgeting, atas masuknya ajuan janggal ke usulan APBD DKI 2020. Menurut Anies, karena e-budgeting tidak sempurna. Ajuan janggal seperti pengadaan lem Aibon hingga Rp 82 miliar, bisa masuk ke APBD.

"Ini ada problem sistem, yaitu sistem digital (e-budgeting) tapi tidak smart," ujar Anies.


Polemik Lem Aibon Rp 82 M, Eks Wakil Ahok Bela Anies

Polemik Lem Aibon Rp 82 M, Eks Wakil Ahok Bela Anies

System tipu-tipu Gabener napi MaKo dibongkar Pak Anies.. emoticon-Leh Uga

Tahun depan siap ganti system..emoticon-Games

System yg baru akan di buat jauh lebih smart & akuntabel..emoticon-cystg

Dirancang oleh Gubernur cerdas beriman yg ber-IPK 4.0..emoticon-Cool


.
.
.
.
.

Polemik Lem Aibon Rp 82 M, Eks Wakil Ahok Bela Anies

emoticon-Selamatemoticon-Selamatemoticon-Selamat
profile-picture
profile-picture
Ionpixels dan winner4016 memberi reputasi
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Polemik Lem Aibon Rp 82 M, Eks Wakil Ahok Bela Anies
31-10-2019 17:46
belain atau nyindir?
dah tau bisa dilacak yang input siapa kok ga dipanggil buat direvisi
kenapa nunggu pihak luar koar-koar dulu
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan baniwahyudi memberi reputasi
2 0
2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia