Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
127
Lapor Hansip
21-10-2019 07:52

Cinta Tanpa Restu Orang-tua [ TRUE STORY ]

Part 1 - Pertemuan

Hey agan semua. Aku mau berbagi sedikit cerita hidupku. Plot twist aku cewek ya gan.
Semua karakter, nama, aku samarkan semua.
Jangan tanya dia siapa karna nggak akan aku jawan hihi.
Okee... Let's begin..
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Hari ini adalah bulan Agustus, tahun 2013.
Aku berstatus sebagai mahasiswa baru (maba) sekarang di sebuah perguruan tinggi di Jogja.

Hari itu adalah hari terakhir ospek dikampus, banyak sekali kegiatan disana. Karena kami harus berembug dengan teman satu kelompok untuk pengisi acara di Malam Inagurasi saat itu.

Pun, beberapa hari selanjutnya kami masih berkumpul untuk pembahasan kelompok kami akan menampilkan apa. Hingga hari H pun tiba, dan kami pun menampilkan drama musikan saat itu dan tidak ada kejadian yang begitu menarik hati, kecuali si kating yang mulaki curi-curi pandang kearahku dan geng ku saat itu.
Dalam 1 geng ku banyak yang naksir doi, karna ya dia si ketua UKM Musik saat itu, dan lagi dia seorang vokalis band indie di Jogja yang tengah merintis karir.

Dia mendekatiku, dan benar saja dia meminta pin BB ku 🤔
Kita saling bertukar pin BB, dan aku pulang duluan dari acara inagurasi tersebut tidak lama setelah itu.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Hari-hari setelah ospek berjalan seperti biasa, hanya kuliah, kumpul dengan teman kelas. Dan juga mulai masa PDKT dengan kating ini.

Sandi : Hey, dimana ?
Dinta : Baru selesai kuliah ni, mau makan di warung bu Minah
Sandi : Oke. Nanti ke BEM ya, aku mau ngomong sebentar
Dinta : Ok

Selesai makan di warung bu Minah, aku langsung ke ruang BEM karena memang aku parkir motor didepan ruang BEM.
Sandi sudah menungguku di depan ruangan, sambil memainkan gitar kesayangannya.

Sandi : Sudah selesai makanmu ? Mana temen-temenmu ?
Dinta : Udah, mereka balik duluan ada janji katanya sih.
Sandi : Oh gitu, sini deh duduk. Aku mau ngomong.
Dinta : Apaan sih ?
Sandi : mmm aku suka sama kamu. Kamu mau nggak jadi pacarku ?
Dinta : ............
Sandi : Heh jawab dong...
Dinta : Gimana ya. (Pura-pura mikir)
Sandi : Buruan dong.
Dinta : wkwkwk iyaaa aku mau
Sandi : seriusan nih ? Kita pacaran ya sekarang ?
Dinta : iyeeee 😰

Wihiii baru sebulan kuliah sudah punya pacar aku wkwk. Pikirku saat itu.
Tapi tidak taunya, yang di tembak oleh Sandi tidak hanya aku, bukan hanya aku yang dia buat melayang dengan voice note lagu-lagu cinta miliknya. Dan kebanyakan cover lagu Sheila on 7 yang selalu mengena ya kan.

Jadi kami berpacaran tidak lebih dari 1 minggu. Rekor baru nih dalam pacaran ya kan.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Satu bulan setelah inagurasi memang selalu ada tradisi di fakultasku mengadakan acara Makrab untuk saling mengakrabkan antar maba, kating, alumni, dosen dan juga petugas di fakultas.

Jadilah hari itu sabtu dan minggu di bulan september akhir, aku ikut acara itu.
Acara itu seru sekali, tetapi ada satu pembahasan tentang seorang maba yang katanya baru masuk kuliah saat makrab ini.
Saking hebohnya, seluruh cewek di kelas ku membicarakannya.
Aku belum pernah melihatnya, entah, seperti tidak ada ketertarikan ku dengan sosok ini.
Dia bernama Dika, laki-laki muda, tampan, seorang atlet, dengan badan proporsional seorang atlet, dan juga dia kaya. Itulah yang teman-temanku katakan.

Aku tidak menaruh perhatian ke dia, karna teman-teman ku sudah menyukainya terlebih dulu. Dan membicarakannya terus menerus.

Saat itu kegiatan makrab adalah outbond dimana kami dikelompokkan oleh kating. Untungnya aku tidak satu kelompok dengan Dika.
Jadilah hari itu aku nikmati semua rintangan yang diberikan oleh kating, sampai, saat halang rintang dimana aku harus menaiki semacam jaring laba-laba. Sejujurnya aku berani untuk memanjat, tetapi entah kenapa saat itu kaki ku mendadak kram, dan tidak bisa digerakkan untuk melangkah turun sekalipun.
Tak kusangka, sesosok laki-laki membantuku untuk turun, dengan memegangiku dengan perlahan hingga aku turun. Tidak sampai disana, dia sedikit memijat kaki ku, dan ajaibnya kaki ku baik-baik saja setelah dipijat olehnya.

Dinta : Hey, makasih ya.
Dika : Oke. Sama-sama. (Menjawab seraya langsung berjalan kembali ke kelompoknya)

Selesai outbond kami langsung kembali ke hotel tempat kami menginap. Karena harus segera packing untuk kembali ke rumah, dan masih ada acara perpisahan sebelum pulang.

Sudah mandi dan sudah packing. Aku segera menggendong tasku yang kubawa, langsung menuju aula tempat pertemuan. Karna aku bukan tipe cewek yang ribet membawa banyak barang saat pergi hanya 2 hari begitu. Berbeda dengan teman-temanku yang lain. Hihihihi jadilah aku sampai di aula bisa dibilang awal juga sih.

Disana sudah banyak kating yang menunggu kami di aula. Ada sesosok maba yang aku kenal orang itu bersama dengan kelompok alumni. Ya dia Dika. Sedang berfoto dengan seorang alumni yang sangat menginspirasi saat itu.

Aku hanya duduk di bangku ku, sambil melihat HP ku, mengabari Ibuku bahwa aku sudah bersiap akan pulang dari acara makrab itu.

Selesai acara perpisahan. Dia menghampiri ku.

Dika : Hey, Dinta. Aku kemarin waktu kamu perform dance foto kamu (sambil nunjukin kamera DSLR yang dibawanya)
Dinta : Iya kah ? Lihat dong.
Dika : Yaah, kebetulan baterai nya low nih. Besok senin deh ya dikampus.
Dinta : Oh okee boleh deh, aku minta nomer WA mu aja ya
Dika : Nih (sambil memberikan HP-nya). Tulis nomormu, nanti aku WA ya.
Dinta : Siap, tak tunggu ya fotonya 😁

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Hari itu sampe dirumah, aku langsung tidur. Karna kecapekan, dan baru bangun senin paginya.
Aku baru ingat jika ada kelas jam 09.00, aku langsung bersiap-siap ke kampus, tanpa membuka HP ku saat itu. Hanya ku masukkan dalam tas, dan aku bergegas ke kampus.

Kelasku untung saja belum di mulai, dan aku langsung mencari tempat duduk yang ada dibarisan tengah, dan deretan yang tidak terlalu dibelakang.
Aku sadar diri karena ya, aku punya masalah dengan penglihatan, yaitu, silinder dan minus yang sudah lumayan berat.
Jadilah aku duduk disana, sambil menunggu dosen masuk, ku buka HP ku, ternyata ada sebuah pesan WA dari Dika.

Dika : Din, sudah tidur ? ( 19.30 )
Dika : Pagi Din, kuliah nggak ? ( 07.00 )
Dinta : Hey Dik, udah tidur aku semalem, baru buka HP nih. Kuliah lah aku, kamu juga kan ?

Belum sampai di balas WA itu, si orang yang ku kirimi pesan masuk kelas dengan gerombolan geng laki-laki nya. Berjalan dengan tetap stay cool, tapi sambil melirik ku dan senyum ke arahku.

Aku pun membalas senyumnya.

Dika : Ada kegiatan nggak hari ini ?
Dinta : Ada sih, nanti siang selesai kuliah tapi. Kenapa ?
Dika : Yaah ya sudah, mau ngajak kamu jalan nanti. Tapi yasudah.
Dinta : Okee deh ya, mungkin lain kali hehe.

Saat itu, aku tidak menceritakan perihal kedekatanku dengan Dika ke teman-teman ku karena ada salah seorang temanku yang dia mengaku sudah ditembak oleh Dika.
Aku tidak ada maksud apapun saat itu. Karna aku pikir ya kami hanya berteman tidak lebih.

Hari itu selesai kuliah, aku ada jadwal pemotretan di daerah pantai selatan.
Aku dijemput temanmu, dan kita langsung berangkat ke lokasi, karena si fotografer sudah menunggu kami disana.

Pemotretan selesai sekitar jam 6 sore, dan kami pun langsung bergegas pulang. Kala itu, aku dibonceng Putri, sialnya, di tengah jalan ban motor yang kami kendarai bocor. Kami harus berjalan kaki, menuntun motor kurang lebih 10 menit, sampai kami menemukan tukang tambal ban.

Sambil menunggu tambal ban, kubuka HP ku.

Dika : Gimana kegiatanmu, sudah selesai ?
Dinta : Udah, ini lagi tambal ban di jalan bantul nih
Dika : Lah ? Kamu naik apa kesana nya ?
Dinta : Bonceng temenku ni,
Dika : Nggak bawa motor kamu emang ?
Dinta : Enggak
Dika : Aku lagi di Jogja ni, tak jemput sekarang ya kesana. Aku otw.
Dinta : (Lah dia Jogja ? Emang rumahe dia mana ?) Lah jangan ngrepoti nanti.
Dika : Aku udah dijalan. Tunggu.
Dinta : ya deh, tiati ya.

15 menit kemudian, Dika sudah sampai lokasi ku tambal ban dengan teman ku. Saat itu dia mengendarai mobilnya, datang menghampiri kami, dan kebetulan tambal ban nya sudah selesai.
Aku akhirnya pulang bareng Dika, untung saja Putri mengerti kondisinya, dan mempersilahkan aku pulang tidak dengannya.

Dijalan pulang Dika bercerita tentang dirinya. Dia ternyata berasal dari Kulon progo, seorang atlet gulat dan lagi dia seorang penjual kembang api saat musim puasa.
Seketika aku langsung terpana dengan semua kegiatannya, hebat sekali, semuda ini, sudah rajin kerja, disaat seumuran kami, masih sibuk dengan hura-hura tidak jelas.

Dia pun mengajakku untuk nongkrong sebentar di sebuah cafe di jalan wates. 😁
Kami ngobrol ngalor ngidul sampe lupa waktu, akhirnya jam 21.00 dia mengantarkan ku pulang kerumah.
Hari itu berakhir dengan senyam senyum sendiri di kamar sebelum menjelang tidur.

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Seminggu kemudian, saat dikampus aku bertemu dengan Dika saat makan siang.
Kutanyakan hal tentang apakah benar jika dia dan Lilis sudah berpacaran.
Dika menjawab bahwa tidak. Lilis bukan pacarnya, bahkan dia belum pernah menembak Lilis sekalipun. Entah dari mana gosip itu beredar.

Pernyataan itu membuat ku sedikit lega, karena ya, aku sedang dekat bukan pacar temanku.

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Kami terus PDKT, dan hampir setiap hari kami selalu pergi, entah hanya sekedar berjalan-jalan ke Malioboro Mall di sore hari atau hanya nongkrong di angkringan batas kota.

22 Oktober 2013
Pagi itu, aku tengah bersiap-siap karena, rencana aku dan teman-temanku akan pergi piknik ke Kulonprogo. Ya ini ide Dika. Dia itu layaknya duta wisata Kulonprogo aku rasa ya 😂

Pukul 07.00 Dika sudah ada didepan rumahku sambil mengobrol sama Bapakku, dan Ibuku. Aku berpamitan untuk pergi dengan Dika, dan kitapun bergegas pergi.

Kami janjian dengan teman-teman di jalan wates dekat Univ. Mercubuwana.
Dan akhirnya kita gas ber-touring ria menuju tempat wisata Kali Biru. Aku, Dika, Linda, Diyah, Nindya, Hendra, Moko, Afifah berbonceng ria kesana.

Perjalanan yang kami lalui juga tidak semudah yang dibayangkan. Beda dengan sekarang, saat itu, jalan menuju kesana masih belum semulus sekarang. Mana jalannya nanjak pula, untunglah motor Linda bisa nanjak, karna dia tadi berada di deretan paling akhir.

Karena hampir semua dari rombongan kami belum pernah ke Kali Biru, jadilah kami asyik berfoto-foto di tempat itu.

Dika saat itu terus membuntuti ku kemana pun aku berjalan, saat itu aku berjalan dengan Afifah. Dika terlihat gusar, tetapi tidak ku gubris karena ku pikir dia hanya kebelet pup saja. Karna ya dia tukang kentut wkwk.

Hari sudah terik, dan kami memutuskan untuk turun ke Waduk Sermo, disana kami sangat takjub dengan waduk yang dibuat dengan sebegitu megahnya.
Kami memutuskan untuk mampir sejenak, dan menaiki kapal yang bisa disewa untuk mengelilingi waduk sermo.

Tak lupa kami mengabadikan momen disana. Berfoto-foto sampai lupa waktu.
Karena sudah hampir jam 3 sore, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.
Kami diajak mampir kerumah Dika, dan, ya aku tidak siap saat itu.
Aku di pertemukan dengan keluarga Dika di Kulonprogo. Aku bertemu dengan Ibunya. Dan juga adik-adiknya, dan kami berbincang sampai kira-kira jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.
Maka kami berpamitan untuk pulang ke Jogja karna besok masih harus kuliah kan.

Di tengah perjalanan, Dika memegang tanganku, dan di rapatkan tanganku ke perutnya (peluk dari belakang 😳)

Dia pun mengutarakan isi hatinya. Dia memintaku untuk menjadi pacarnya.
Sebenarnya dia sudah mau mengatakan perasaannya kepada ku tadi ketika masih ada di Kali Biru, tetapi karna aku selalu kemana-mana dengan temanku. Dia jadi segan untuk mengatakan maksudnya kepadaku.

Tidak romatis sekali waktu itu pikirku wkwk, dia menembakku di tengah perjalanan pulang dari piknik 1 hari kami saat itu.
Aku masih menimbang-nimbang apakah jawabanku untuk pertanyaan Dika kali ini.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Lanjut besok ya agan-agan
Diubah oleh wisdeee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Cinta Tanpa Restu Orangtua
28-10-2019 22:20
siapa yg letakin bawang disini?emoticon-Berduka (S) pasti berasa banget kehilangannya sisemoticon-Frown gue juga pernah kehilangan orang yg bener2 gue sayang, butuh 2 tahun untuk bener2 ikhlasin kepergian beliauemoticon-Turut Berduka
profile-picture
andrabedy memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskus addict
30-10-2019 19:17
kok sedih sis bacanya huhuhuhu
belajar ikhlas sih pasti..tapi susah ya pastinyaaa huhuhu ikut sedih dehh
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
black-eye-cp4
Stories from the Heart
bunga-di-pinggir-jalan
Stories from the Heart
black-eye-cp3
Stories from the Heart
black-eye2
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia