News
Batal
KATEGORI
link has been copied
71
Lapor Hansip
09-10-2019 14:45

Ruseimy Buzzer Oposisi Kini Takut Sampaikan Kritik: Soalnya Banyak yang Dipenjara

Ruseimy Buzzer Oposisi Kini Takut Sampaikan Kritik: Soalnya Banyak yang Dipenjara

TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Berkarya, Vasco Ruseimy mengungkapkan saat ini buzzer kubu oposisi sudah cukup ketakutan untuk menyampaikan kritikan.
Vasco Ruseimy menyatakan ketakutan itu dipicu oleh banyaknya buzzer oposisi yang ditangkap polisi.
Menurutnya, pemerintah seharusnya bertugas menjamin kebebasan rakyatnya dalam menyampaikan kritik.
Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Vasco Ruseimy dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Selasa (8/10/2019).

Politisi Partai Berkarya, Vasco Ruseimy (Tangkapan Layar YouTube Indonesia Lawyers Club)
• Dahnil Anzar Sebut Ada Faktor Ekonomi yang Picu Munculnya Buzzer: Mereka pada Nganggur Bang
• Tegas Nyatakan Perbedaan Jurnalis dan Buzzer, Budi Setyarso: Mereka akan Melakukan Kroscek Dulu

Vasco awalnya menuturkan, saat pilpres 2019 lalu kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sama sekali tidak menggunakan jasa buzzer bayaran.
"Sama sekali BPN 02 (saat pilpres 2019) itu tidak pernah menggunakan buzzer yang dibayar," ucap Vasco.
Ia menjelaskan, saat itu kondisi keuangan kubu 02 tidak memungkinkan untuk membayar buzzer.
"Karena memang kita enggak punya duit yang bang ya, karena memang kita enggak punya dana, tadi pun Babe (Haikal) sampai bersumpah," ucap Vasco.
"Kita tidak pernah menggunakan buzzer yang dibayar."
Mendengar pernyataan tersebut, Karni Ilyas selaku pembawa acara lantas mengajukan pertanyaan.
"Yang dibayar, menggunakan buzzer iya dong?," tanya Karni Ilyas.
Vasco menjelaskan, buzzer dikategorikan menjadi dua, yakni positif dan negatif.
Menurutnya, kubu 02 hanya menggunakan jasa buzzer independen.
Ia mengungkapkan buzzer independen itu menyebarkan pesan di media sosial sesuai dengan pemikiran sendiri.
"Independen Bang Karni, untuk yang independen ya, buzzer independen betul-betul mereka menyuarakan."
"Jadi betul-betul buzzer independen menyuarakan apa yang ada di pemikirannya, apa yang ada di sekelilingnya itu yang disuarakan," ucapnya.
Buzzer independen itu disebut Vasco sering mengkritik kinerja pemerintah.
"Apakah pemerintah kegagalannya dalam hal apa, kebijakan pemerintah yang kurang terhadap kepentingan rakyat, di situ kan yang harusnya kita pandang," imbuh Vasco.
Ia lantas mengaku lebih senang menyebut buzzer dengan istilah aktivis media sosial.
"Yang menarik kita lihat di sini, ada semacam kayak ketakutan-ketakutan bagi para pegiat sosial media, saya juga lebih senang menyebut dengan bukan kata-kata buzzer Bang Karni, saya lebih senang menyebut teman-teman itu sebagai aktivis media sosial," ujar Vasco.
Menurutnya, kini buzzer anti-pemerintah seolah takut untuk menyampaikan kritikan.
"Jadi aktivis-aktivis media sosial yang berada di luar kubu pemerintah yang mengkritisi pemerintah mereka sekarang agak ketakutan Bang Karni," ungkap Vasco.
Vasco menyampaikan, di situ lah pemerintah harusnya menjalankan tugas menjamin hak rakyatnya dalam menyampaikan pendapat.
"Agak ketakutan untuk menyuarakan kritikan-kritikannya kepada pemerintah," ucap Vasco.
"Tugas pemerintah pemerintah di sini adalah bagaiamana caranya pemerintah bisa menjamin para oposisi juga ikut nyaman dalam mengkritik pemerintah sebagai penyeimbang di situ."
Vasco menambahkan, banyak buzzer kubu oposisi yang justru dimasukkan ke dalam penjara.
"Ya beberapa fenomena yang terjadi, para pegiat-pegiat aktivis media sosial yang berada di kubu oposisi sangat mudah dipenjarakan," ucap Vasco.


• Sebut Jumlah Buzzer Semakin Banyak, Dahnil Anzar: Pemimpin dan Politisi Kita Tak Berkualitas


Ia lantas memberikan contoh kasus ujaran kebencian yang menjerat aktivis media sosial, Jonru Ginting.
Jonru Ginting sempat dipenjara setelah dianggap menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial.
"Misalkan kemarin Bang Jonru Ginting pun sempat dipenjarakan ya."
"Ada beberapa pegiat-pegiat media sosial, aktivis-aktivis media sosial yang bergerak mengkritisi dalam hal positif ya Bang Aldi, itu agak takut-takut sekarang, " ucap Vasco.

"Tapi teman-teman yang mendukung pemerintah itu aman-aman saja."
Vasco lantas menyinggung Eko Kunthadi yang juga menjadi narasumber dalam acara tersebut.
"Jadi kalau tadi Bang Eko sampaikan agak takut-takut, beliau ada imun kayaknya, masalahnya beliau aman-aman saja, padahal di tweet-nya beliau agak-agak kasar juga tadi di sampaikan oleh Babe Haikal."
"Di tweet-tweet beliau agak sedikit miris, saya dengar agak ngelus dada ternyata Bang Eko nge-tweet yang begitu gitu loh, kok aman-aman saja Bang Eko-nya, apa mungkin Bang Eko dalam posisi yang sebelah gitu loh."

https://wow.tribunnews.com/amp/2019/...njara?page=all

Rizal Ramli Punya Cara Canggih Bikin Buzzer Game Over

RMOLSumsel.Pendengung atau buzzer di media sosial berpotensi merusak tatanan demokrasi Indonesia. Ini lantaran peran mereka berpotensi mencabik-cabik kerukunan antar anak bangsa.

BERITA TERKAIT
Rizal Ramli: Indonesia Masuk Pancaroba Politik
RR : Gus Dur Selalu Melakukan Pendekatan Kemanusian dan Perdamaian
Seharusnya Papua Terima Otsus Rp 17,7 Juta Per Orang


Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters (PSV) Indonesia, Adhie Massardi menyebut bahwa buzzer merupakan seburuk-buruknya sampah dalam demokrasi. Ini lantaran mereka masuk dalam kategori B3, yaitu mengandung bahan berbahaya, dan beracun.

Dia menguraikan bahwa buzzer kini sudah berubah menjadi preman dunia maya. Mereka bertugas menakut-nakuti dan menyesatkan publik.

"Buzzer harus game over demi kedamaian dunia maya,” terangnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (8/10).

Menurunya ada satu orang yang mampu membuat buzzer game over secara sistematis. Sosok itu adalah Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid, DR Rizal Ramli.

"Bang RR (Rizal Ramli) punya cara canggih untuk bikin buzzer game over secara TSM (terstruktur, sistematis, masif),” tegasnya.

Adhie berpendapat bahwa buzzer muncul lantaran ekonomi sedang sulit. Sehingga mereka rela menjadi pasukan maya bayaran demi mendapatkan uang dengan mudah.

Sementara Rizal Ramli, sambungnya, merupakan sosok yang mampu membuat ekonomi Indonesia bangkit. Banyak jurus-jurus jitu dari sang rajawali yang mampu membuat ekonomi tumbuh dan tidak mentok di lima persen. Bahkan bisa tumbuh hingga dua digit.

"Sehingga tercipta jutaan lapangan kerja yang lebih mulia dan penghasilannya jauh lebih besar ketimbang jadi buzzer,” pungkasnya.[sri]

http://www.rmolsumsel.com/read/2019/...zer-Game-Over-

Sebenarnya Netral, Buzzer Politik Tergiur Karena Bayaran yang Besar
Jakarta, IDN Times - Selepas Pemilihan Presiden 2019, buzzer menjadi salah satu topik pembahasan, baik di tengah masyarakat maupun di media massa. Bayaran tinggi serta tindak-tanduk mereka di panggung politik, membuat para buzzer jadi sorotan.

Penemu aplikasi Drone Emprit Ismail Fahmi mengungkap, bayaran untuk buzzer politik memang menggiurkan. Bayaran itulah yang menjadi salah satu daya tarik bagi buzzer yang awalnya bersifat netral.

"Pendapatan dari politik itu besar," kata Ismail dalam program Indonesia Lawyer Club (ILC) bertema Siapa yang Bermain Buzzer? Selasa (8/10) malam.

Baca Juga: Sejak Kapan Buzzer Dinilai Negatif, Benarkah Serupa dengan Influencer?

1. Pada periode 2009-2010, banyak anak muda yang bangga menjadi buzzer

IDN Times/Arief Rahmat
Fahmi menjelaskan, sifat dasar buzzer netral dan tidak berpihak. Terlebih pada 2009-2010, banyak anak muda yang bangga menjadi buzzer.

"Mereka punya follower 5.000 sudah masuk database buzzer. Mereka dicari untuk memperkenalkan produk perusahaan," kata dia.

2. Arah buzzer berubah karena kontestasi politik

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Lalu buzzer berubah pada 2012 hingga saat ini. Fahmi menilai kontestasi politik mengubah buzzer yang tertarik memilih politik, karena tawaran bayaran yang menggiurkan.

"Itu terkonfirmasi juga waktu itu ada penelitian yang menghadirkan pencipta konten dengan hoaks yang sifatnya kesehatan. Tapi hoaks yang sifatnya politik itu biayanya lebih besar," kata dia.

Baca Juga: Blak-blakan Buzzer Politik, dari Bayaran Hingga Cara Kerja

3. Buzzer jadi jelek belakangan ini karena kepeleset

IDN Times/Arief Rahmat
Fahmi menjelaskan semua pihak menggunakan buzzer sekarang ini. Masalah terjadi belakangan ini yang membuat status buzzer tercoreng, akibat masyarakat menemukan fakta sebenarnya dari informasi yang disampaikan buzzer keliru.

"Yang jadi masalah ada buzzer kepeleset. Saya gak tahu apa informasi itu benar atau gak. Itu pola yang disampaikan dan saya bilang isu yang disampaikan benar atau tidak. Namun ada masyarakat yang melihat itu gak bener dan itu buat citra buzzer jadi jelek," kata dia.

https://sulsel.idntimes.com/news/ind...al-sulsel/full

Babe Haikal: Buzzer Bayaran Itu Haram!


Penceramah kondang, Ustaz Haikal Hasan atau yang akrab disapa Babe Haikal memastikan tidak ada buzzer bayaran di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 lalu.

Penegasan itu disampaikan Babe Haikal sebagai pendukung Prabowo-Sandi untuk menjawab tudingan keberadaan buzzer Kertanegara.

Menurutnya, buzzer bayaran tidak diperbolehkan dalam Islam. Atas alasan itu, kubu 02 tidak pernah mengeluarkan uang untuk menyewa buzzer selama pilpres lalu.

“Saya bersumpah demi Allah, buzzer bayaran itu dalam Islam hukumnya haram,” tegasnya dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) bertajuk “Siapa yang Bermain Buzzer?” yang disiarkan TV One, Selasa (8/10).




Ustaz nyentrik ini menegaskan bahwa ormas Muhammadiyah juga telah mengeluarkan fatwa haram mengenai keberadaan buzzer bayaran tersebut.

Selama pilpres lalu, pendukung Prabowo-Sandi selalu berpegang tiga prinsip sebelum menyebar informasi. Pertama, memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut.

“Kedua, bermanfaat nggak? Kalau benar dan bermanfaat belum juga langsung disebar,” tegasnya.

Proses ketiga, informasi tersebut tidak boleh menyakiti hati orang lain. Jika ketiga unsur tersebut terpenuhi, maka informasi bisa disebar.

“Kami pegang tiga prinsip ini,” pungkasnya. (rmol)

https://rmol.id/amp/2019/10/09/40580...aran-itu-haram

haram bong emoticon-Traveller


Diubah oleh venomwolf
profile-picture
ZenMan1 memberi reputasi
1
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Ruseimy Buzzer Oposisi Kini Takut Sampaikan Kritik: Soalnya Banyak yang Dipenjara
09-10-2019 15:23
Quote:Menurunya ada satu orang yang mampu membuat buzzer game over secara sistematis. Sosok itu adalah Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid, DR Rizal Ramli.

"Bang RR (Rizal Ramli) punya cara canggih untuk bikin buzzer game over secara TSM (terstruktur, sistematis, masif),” tegasnya.

Adhie berpendapat bahwa buzzer muncul lantaran ekonomi sedang sulit. Sehingga mereka rela menjadi pasukan maya bayaran demi mendapatkan uang dengan mudah.

Sementara Rizal Ramli, sambungnya, merupakan sosok yang mampu membuat ekonomi Indonesia bangkit. Banyak jurus-jurus jitu dari sang rajawali yang mampu membuat ekonomi tumbuh dan tidak mentok di lima persen. Bahkan bisa tumbuh hingga dua digit.

"Sehingga tercipta jutaan lapangan kerja yang lebih mulia dan penghasilannya jauh lebih besar ketimbang jadi buzzer,” pungkasnya.[sri]


Masih aja mengharap dikutip dari bak sampah trus diangkat lagi jadi menteri ckckck

Ruseimy Buzzer Oposisi Kini Takut Sampaikan Kritik: Soalnya Banyak yang Dipenjara





Cuma bisa galak di media, pas ketemu presidennya langsung malah merunduk runduk

Ruseimy Buzzer Oposisi Kini Takut Sampaikan Kritik: Soalnya Banyak yang Dipenjara

Tokoh 'ekonom' andalan cuma omdo
0 0
0
profile picture
kaskus addict
09-10-2019 15:25


ini buzzer2 tolol kog malah komentarin si rizal...yg dimaksud adhie bener kog, kl ekonomi tumbuh diatas 5% mana ada yg mao jadi buzzer hina spesialis penjilat bool si kodok? tolol lu pade
0
profile picture
kaskus maniac
09-10-2019 15:30
@venomwolf kalau ngga mau dikomentarin ya jangan dimasukkan ke dalam postingan bos. Salahkan dirimu sendiri kenapa langsung copy paste
0
profile picture
kaskus addict
09-10-2019 15:53


@SeTECH komennya ya nyambung donk blog
0
profile picture
kaskus maniac
09-10-2019 16:12
@venomwolf nyambung ah. Si bos aja yg ngga tau isi threadnya sendiri
0
Memuat data ...
1 - 4 dari 4 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia