alexa-tracking
others
Batal
link has been copied
10002
Lapor Hansip
06-08-2019 18:18

[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab

“Katakanlah (Muhammad): ‘Siapakah yang memberi rizki kepadamu, dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’
Maka, mereka menjawab: ‘Allah.’ Maka, katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?’ Maka, (Dzat yang demikian) itulah Allah, Rabb kamu yang sebenarnya, maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka, mengapa kamu masih berpaling (dari kebenaran)?”
[Yunus: 31-32]



editan per 24 april 2015 by asdasad

  1. Konsep Penjawab Resmi sudah tidak ada di ABMM, namun bagi yang suka mengikuti ABMM, ada beberapa penjawab yang biasa menjawabi pertanyaan di ABMM

  2. Untuk sementara penjawab yg biasa menjawab di ABMM tersebut sedang tidak aktif, sehingga jawaban bersifat sukarela oleh netizen yang aktif di ABMM saat ini



Quote:
Contoh Dukun Yang Menyamar Menjadi Kyai atau Syekh

Dilarang Memaki Sembahan Selain Allah dan Berbuat Kerusakan

Mayat Yang Tidak Dishalatkan

Apakah Tuhan Adil? Mengapa Masih Ada Yang Kafir?

Nisab Zakat Maal [Harta]

Nisab Zakat Ternak dan Perdagangan

Infaq dan Shadaqah

Nasib Kaum Yang Belum Menerima Da'wah Islam : Bagian 1 dan 2

Hukum Penggunaan Software Bajakan

Dilarang Memaki dan Berkata Kasar

Kaidah Menerapkan Sunnah Rasulullah

Islam Bukan Milik Pemenang Debat

Ijtihad

Apakah Hiu Halal?

Tentang Munafik

Definisi Sukses Menurut Islam

Shalat Istisqa [Minta Hujan]

Shalat Rawatib

Sujud Tilawah

Sujud Syahwi : Bagian 1 dan 2

Sujud Syukur

Hukum Nikah Cerai [Nikah Kontrak]

Jin : Bagian 1, 2, 3 dan 4

Apakah Aisyah Menikah di Usia 9 Tahun? : Bagian 1, dan 2

Makna Bulan Bintang

Tentang Pencurian

Bagaimana AlQur'an Dipelihara?

Tentang Shalat Jum'at

Apakah Islam Sebuah Agama? : Bagian 1 dan 2

Biografi Singkat Anas ibn Malik

Pernikahan Wanita Yang Hamil Di Luar Nikah

Matahari Terbenam Ke Dalam Kolam Lumpur

Apakah Muslim Menyembah Ka'bah?

Penghalang Antara Ummat Muslim dan Kaum Kristiani

Istawa




Quote:Setan : Bagian 1, 2, 3, dan 4


Quote:Apakah AlQur'an Menjiplak Injil? : Bagian 1, 2, dan 3


Quote:Apakah Nabi Muhammad Menikahi Khadijah Secara Kristen : Bagian 1dan 2

Apakah Maryam Memiliki Mukjizat?

Perbedaan Pendapat Mengenai Pengangkatan Nabi Isa


Quote:Hukum Cadar : Bagian 1dan 2


Quote:Apakah Orangtua Rasulullah Musyrik? (pendapat I)
Apakah Orangtua Rasulullah Musyrik? (pendapat II)



Quote:Kisah Pertemuan Rasulullah Dengan Iblis : Bagian 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8
profile-picture
profile-picture
profile-picture
malaikatrindu dan 2 lainnya memberi reputasi
3
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 50
07-10-2019 15:27
Quote:Original Posted By phander


Ane gak dalam kapasitas utk tentukan ini riba atau itu bukan. Sorry emoticon-Peace



Ga ada. Muslim kenalnya mazhab.

Dan kalo mau bicara masalah tertentu di modern world hari ini.. sorry to say,, mazhab2 pun sebenernya banyak yg udah outdated n byk gak relevan lagi..

Cuma kalo tentang riba. Fix haram
Ulama cuma masih belum fix di hal2 tertentu yg termasuk riba. Itu

emoticon-thumbsup


Ok fair enough.

Jadi yg menentukan sebuah transaksi itu riba / tidak itu lebih dari interpretasi pribadi?

Quote:Original Posted By odysius.

sistem bagi hasil itu juga termasuk bagi rugi
kalo profit dibagi
kalo rugi juga kebagian rugi

jadi kalo enak sama2 enak
kalo ndak enak sama2 ndak enak


Nah apa benar praktik di lapangan kyk gitu?
Kalo bener kyk gitu

Bs donk gw pinjem duit di syariah, dengan "bertaruh" bisnis pisang goreng gw bakalan sukses
Toh kalo rugi ada yg nanggung juga kan, gw sama bank.

Gapapa kalo gw untung bagi profit sama bank syariah
karena kalo gw rugi pun juga ditanggung bersama sama bank syariah, ada semacam asuransi

Tp kalo logic nya kyk gt, smua org udh berbondong2 minjem duit ke bank syariah,
karena risk nya di sebar ke dua pihak kan?

Trs mekanisme bagi hasil gimana? Apa pembukuan dikasih liat ke bank, trs dari laba bersih, langsung di ambil persentase nya? kasih ke bank?
Trs kalo misalnya rugi, apa bank syariah tetep mau ambil jatah "bagi hasil" meskipun perusahaan rugi?


Quote:Original Posted By odysius.

gadai itu bisa jadi riba bisa juga ndak


“Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian” (QS. Al Baqarah: 283).

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

أَن النبِى – صلى الله عليه وسلم – اشْتَرَى طَعَامًا مِنْ يَهُودِى إِلَى أَجَلٍ ، وَرَهَنَهُ دِرْعًا مِنْ حَدِيدٍ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membeli makanan dari orang Yahudi secara tidak tunai (utang), lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan gadaian berupa baju besi” (HR. Bukhari no. 2068 dan Muslim no. 1603).


tapi kalo gadai dengan mekanisme bayar bunga: yes itu termasuk riba



Jd intinya

A. Laptop di gadai Rp 1,000,000, dikurang biaya admin, storage, asuransi dll ditafsir jadi = Rp 900,000 cash keras ke pemilik barang

Ini gak riba

B. Laptop di gadai Rp 1,000,000, dikurang biaya admin storage asuransi + membayar bunga 5% dari tafsiran barang. = Rp 1,000,000 ke pemilik barang dan harus bayar bunga Rp 50,000 + biaya admin dkk Rp 100,000 = Total Rp 1,150,000 dari tafsiran barang

Ini masuk kategori riba

Perlu diketahui jg, B adalah mekanisme pegadaian dan pusat gadai lainnya.

Scara garis besar, kredit ataupun gadai syariah itu cuma gak menyebutkan kata "bunga" dan membayar lebih dari pinjaman kan?
Jadi kalo kt potong dr tafsiran asset seseorang langsung maka riba itu lsg invalid dong karena ga ada bunga.


0 0
0
profile picture
kaskus maniac
08-10-2019 10:53


A. Loh loe yang pake perumpamaan sendiri 100 miliar bukan gw
Kalo market saham reguler aja gak bisa nampung 100 miliar apalagi loe minjam ke satu PIHAK pake REPO emoticon-Ngakak

B. NAH itu karena loe berbicara sebagai pihak yang MEMILIKI saham
Loe gak masuk dalam perspektif orang yang MEMINJAM kan loe UANG.
Sekarang kalo gw pinjemin loe CASH, trs ASSET loe turun, gw yang rugi.
LOE yg berhasil dapet cash keras sebagai jaminan.

C. Loh "PERUSAHAAN": mana bisa kehilangan saham nya
PERUSAHAAN itu adalah SAHAM itu sendiri
yang ngejual kan PEMILIK SAHAM nya

Kenapa harus jual??

Loe tuh berbicara selalu di pihak yang MEMINJAM uang dengan PERJANJIAN REPO.
Loe yang dapet CASH KERAS.

Coba loe pikir dari sisi pihak yang ngasih loe CASH KERAS.

Kalo loe gak bayar terus saham yang loe "gadaikan" harga nya turun siapa yang mau nanggung rugi nya cong????

Simple math gw loe gak bisa jawab

A gadai saham Rp 1,000 x 100 lembar = Rp 1,000,000.
B begok bikin REPO gadai sahamnya di @ Rp 1,000,000 juga. Buyback di Rp 1,100,000
A dapet CASH keras
B dapet SAHAM.

Sekarang A kabur, ilang, gak bisa bayar.
A sudah dapet CASH keras Rp 1,000,000. Jadi saham nya turun pun dia ga peduli
B sudah KEHILANGAN CASH keras, ditambah JAMINAN SAHAM yg diberikan NILAI NYA TURUN.

Sekarang yang di bego2in siapa?
A dapet cash keras.
B dapet saham yg nilainya fluktuatif
Saham turun = B rugi total ditipu sama A.
A ketawa2 karena A dikasih duit mentah.

B memang ada potensial untuk profit kalo saham nya naiik
tapi dari sisi resikonya gak tercover kalo loss, ngerti gak????

***

Skenario 2. Oke lets say A mau balikin pinjamannya
So dia harus buyback saham yg digadai ke B Rp 1,100,000

Seandainya harga saham A gak naik ke Rp 1,100 per lembar,
Maka A sudah pasti LOSS dan disini gak ada mitigasinya.

Kenapa?

Karena A baru akan "membayar bunga" ketika saham yang dia mau buyback akan berada di harga TERTENTU di tanggal TERTENTU.
Kalo harga saham A berada di atas harga Rp 1,100 di saat JATUH tempo maka sudah dipastikan A ruginya DOUBLE.

Pertama dari selisih Rp 1,000,000 dan Rp 1,100,000
Kedua dari harga saham yang dibeli secara cash pada Rp 1,100 tapi valuenya BUKAN Rp 1,100

Skenario REPO itu baru win-win ketika asset yang dijadikan jaminan harganya NAIK pada tanggal jatuh tempo.
Namun di sisi RISK MITIGATION, gak ada perlindungan untuk peminjam kalo seandainya asset nya TURUN.

Lebih anehnya sistem REPO loe bilang SYARIAH.
Padahal bukannya esensi syariah itu sendiri KEPASTIAN emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.